Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 39 Undangan ke Pelelangan


__ADS_3

Di tempat lain yang tidak di ketahui


“Apakah sudah kau sampaikan surat itu pada Wen’er?” Tanya Pangeran Agung Hou Sun Yao pada pengawal setianya.


“Jawab Yang Mulia, Permaisuri Xiao Mu Wen telah menerima surat dari Anda, dan beliau juga telah mengirimkan balasannya.” Balas pengawal itu sambil menyerahkan gulungan surat dari Permaisuri.


“Baiklah kau boleh pergi dari ruangan ini, dan juga kau harus pastikan apa yang ku perintahkan sebelumnya kau lakukan dengan baik.” Kata Hou Sun Yao setelah menerima gulungan surat itu.


Setelah pengawal bayangan itu mendengar perintah dari tuannya ia langsung pergi menjalankan tugasnya.


Sedangkan Pangeran Agung Hou Sun Yao kini tengah membaca surat dari Permaisuri Kaisar, dengan ekspresi geram dan juga memiliki niat membunuh yang kuat.


“Kurang ajar beraninya Perdana Mentri Han itu mendesak untuk menjadikan putrinya sebagai Permaisuri Putra Mahkota. Apa dirinya pikir aku tak tau apa tujuan bajingan Han itu melakukan semua ini. Dasar orang rendahan tak tau diri, lihat saja bagaimana aku menangani mu jika semua tujuan ku telah ku capai.” Kata Pangeran Agung Hou Sun Yao marah.


“Aku harus mendapatkan Mustika Bintang Paras itu agar aku bisa segera menduduki kursi tahta itu dan mengumumkan pada dunia, bahwa Putra Mahkota adalah Darah daging ku serta mendapatkan kembali wanitaku Xiao Mu Wen. Dan setelah itu aku akan menghabisi semua pejabat yang menentang ku." Ucap Pangeran Agung yang memiliki pangkat Pemangku Kaisar tersebut dengan sangat ambisius.


"Dan hanya sang Putri resmi kediaman Jendral lah, yang paling cocok sebagai Putri Mahkota saat ini. karena hanya dengan latar belakang dan kekuatan keluarganya lah yang membuat kedudukan putraku stabil dan memudahkan rencana ku untuk segera menyingkirkan kakak kesayanganku Hou Yuan Yu itu." Gumam Hou Sun Yao.


Namun hal yang tak Pangeran Agung sadari adalah jika selama beberapa hari terakhir ini, markas pasukan tersembunyi yang Ia siapkan untuk melakukan kudeta itu telah ditembus dan diketahui oleh orang luar.


Dan tentu saja itu semua adalah para Anggota Black Star Mafia bahkan salah satu dari pasukan pembunuh bayaran telah berhasil menyamar sebagai panglima pasukan militer khusus tersebut. Yang mana panglima pasukan yang sebenarya telah di lumpuhkan dan dikirim ke penjara khusus milik Black Star Mafia.


Dan tentu saja hal itu adalah berdasarkan tugas yang diberikan oleh Xi Lilian. Karena ia merasa dengan memiliki seorang informan yang dapat diandalkan adalah sebuah keuntungan baginya.


Selain itu Xi Lilian juga telah banyak berkontribusi untuk memecah perhatian semua pihak yang memiliki pikiran jahat terhadap keluarganya. terutama Gege nya Shen Yu Lin.


karena selama ini Xi Lilian juga membatu penyebaran informasi pelelangan Liyun yang akan melelang sebuah pusaka yang tak tertandingi yakni pusaka Mustika Bintang Paras itu.


Selain agar menarik perhatian para masa yang banyak agar mengikuti pelelangan, dan menyaksikan betapa kejinya yang menyebarkan mustika palsu itu. Juga untuk mengecoh para musuhnya untuk meredakan kewaspadaan mereka terhadap sekitar dan mulai mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan item utama dari pelanggan nantinya.


...****************...


Sedangkan disisi Xi Lilian kini yang telah selesai memeriksa seluruh toko yang akan ia buka bersama anggota Black Star nantinya.

__ADS_1


Dan saat ini ia telah kembali ke kediaman pribadinya bersama Gegenya.


“Gege bagaimana menurut mu jika kita keluar dari kediaman Jendral suatu hari nanti?” kata Xi Lilian dengan hati-hati karena Ia tak ingin melihat gegenya marah padanya.


Karena Xi Lilian mengerti bagaimana perasaan Gegenya yang sebenarnya menyayangi dan menghormati ayah mereka Jendral Besar Shen.


“Hey, kenapa kau harus bertanya lagi padaku? Tentu saja aku akan selalu menurutimu. Dasar gadis bodoh, perlu kau ketahui bagi Gege mu ini tidak ada lagi yang lebih penting dan berharga selain dirimu Lian’er. Kaulah satu satunya yang berharga yang telah Ibunda tinggalkan. Aku Shen Yu Lin sudah bersumpah akan selalu menjagamu dan melindungi dengan segenap hidupku.” Kata Shen Yu Lin sambil mengelus pucuk kepala Xi Lilian dengan kasih sayang.


“Oohh ya Tuhan, kenapa aku merasa bahwa Gege ku ini semakin pandai berkata kata manis.” cetus Xi Lilian menggoda.


“Dasar kau ini gadis tengil, bisa bisanya menggoda ku, awas saja kau.” Geram Shen Yu Lin sambil menggelitik adiknya itu hingga terjadilah kejar-kejaran.


Dengan demikian hari-hari berlalu begitu saja hingga tanpa terasa dimana hari yang akan dilaksanakan nya pelelangan telah tiba.


Di pagi itu di kediaman Jendral Shen, semua orang tengah sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri, namun juga ada yang selama berhari-hari membuat keributan karena ingin membebaskan putrinya dari hukuman pengasingan.


Siapa lagi jika bukan Selir Yun, yang setiap harinya selalu membuat kediaman Jendral Shen menjadi tidak tenang.


Seperti hari ini ia berdiri di depan kediaman utama milik sang Jenderal dengan membawa sebuah pedang yang Ia arahkan pada lehernya sendiri, Ia mengancam bahwa dia akan bunuh diri jika putrinya tidak di bebaskan.


Dan akhirnya Sang Jendral mengumpulkan seluruh anggota keluarga di Aula Utama. Karena dia telah memutuskan sesuatu hal yang harus Ia umumkan kepada seluruh Keluarga Besar.


Disaat semuanya telah berkumpul di Aula Utama, begitu juga dengan Xi Lilian yang hadir bersama Gegenya Shen Yu Lin.


“Sebenarnya ada hal penting apa yang membuat Ayahanda mengumpulkan kami semua hari ini?” Tanya Shen Yu Lin mewakili semua nya.


“ Ada beberapa hal yang harus aku sampaikan pada kalian dan aku juga membutuhkan pendapat dan persetujuan dari kalian semua. Yang pertama beberapa hari lalu keluarga kita mendapatkan undangan dari rumah lelang yang akan di selenggarakan nanti malam. Dan aku ingin semua Tuan Muda dan Nona Muda dari Kediaman Jendral ini bisa turut hadir bersama ku kecuali Jin Lie yang bukan lagi anggota dari Kediaman ini dan Xi Lilian karena mengingat kesehatannya yang kurang bagus.” Kata Shen Guo Feng dengan dingin di akhir kalimat.


“Aku Juga tak akan ikut jika Lian'er tak ikut.” Kata Shen Yu Lin tegas.


“Lin'er kau sudah berani menentang ku sekarang?” kata Jendral Shen dengan mengeluarkan aura yang mencekam.


Namun semua itu tidak membuat Shen Yu Lin gentar sama sekali. Dan semakin membela adik satu satunya.

__ADS_1


“Gege pertimbangkanlah lagi. Apalagi ini adalah kesempatan yang jarang bisa kita dapatkan apalagi jika kita kembali ke Akademi atau kelak kita telah memasuki pelatihan prajurit khusus istana kekaisaran.” Kata Shen Ming An membujuk.


Tapi kenyataan ia sangat senang mendengar penuturan sang kakak yang tak ingin mengikuti pelelangan malam nanti.


“Tidak perlu membujukku, semua sudah ku putuskan.” kata Shen Yu Lin dengan ketus.


“Gege, lebih baik Gege pergi bersama Tuan Besar, serta Tuan dan Nona Muda lainnya. Gege tak perlu risau akan diriku. Lian'er tak apa-apa.” Kata Xi Lilian lirih seolah Ia ketakutan, sambil memberikan kode agar gegenya bisa ikut dalam pelelangan bersama mereka.


Karena Xi Lilian sendiri telah memiliki rencananya sendiri untuk menuntaskan masalah yang telah terjadi di seluruh kekaisaran di benua Nanxuang ini gara-gara adanya Mustika Bintang Paras palsu itu.


Dan tanpa mereka sadari Jendral Shen Gou Feng yang mendengar sebutan Tuan Besar dari Xi Lilian dan bukannya ayah, Ia merasa ada sesuatu yang menancap dan menyakiti hatinya. Tapi Ia tak mengungkapkannya.


“Kau sudah mendengar sendiri apa yang di katakan perempuan itu Lin'er? Jadi kau tidak perlu memperdulikan masalahnya lagi.” Kata Jendral Shen.


“Apa yang Anda katakan? Perempuan itu juga adalah anakmu, darah daging mu juga adik kandung ku yang telah ibunda perjuangkan dengan seluruh hidupnya demi memberikan buah cinta dan kasih nya kepada Anda. Tapi sayangnya Anda bahkan tidak menghargainya sama sekali. Dan kini Aku ragu Apakah Anda mencintai ibuku dan juga aku dan adikku atau tidak.” Kata Shen Yu Lin dingin dengan aura yang mencekam yang Ia pancarkan bahkan melebihi aura dari Sang Jendral Shen sendiri. Sungguh sangat mengerikan.


Hingga semua orang yang ada di dalam aula tersebut merasa tertekan hingga mereka merasa kesulitan untuk bernafas bahkan sudah ada yang pingsan dengan aura intimidasi yang Shen Yu Lin keluarkan.


Sampai saat Xi Lilian mengingatkan Gegenya itu dengan sedikit berbisik sehingga hanya Shen Yu Lin saja yang mendengarnya. Barulah Shen Yu Lin menarik kembali auranya itu.


Kemudian ia berbalik ingin mengajak Xi Lilian untuk kembali ke kediamannya. Namun dihentikan oleh Jendral Shen Gou Feng.


“Kau mau kemana Lin’er? Ayah belum selesai bicara.” Kata Jendral Shen Gou Feng pada Shen Yu Lin dengan nada yang lebih lembut.


Karena setelah mendengar ucapan dari Shen Yu Lin tadi hatinya benar-benar terasa sangat sakit seolah diremas-remas dengan kejamnya. Yang membuatnya sedikit menyesal atas perbuatannya selama ini.


Namun egonya masih lebih tinggi untuk mengakui bahwa dirinya memang bersalah. Ia merasa bahwa dengan kehadiran Xi Lilian itu membuatnya harus kehilangan istri tercintanya.


“Apakah masih ada yang perlu aku dengarkan lagi dari Anda Tuan Jendral Besar Shen Guo Feng yang Agung? Kurasa sudah tidak ada lagi. Aku akan menunggu keberangkatan nanti di pelelangan. Itu pun karena adikku ini. Selain itu sudah tidak ada urusannya lagi denganku maupun Lian’er. Aku akan pergi.” Kata Shen Yu Lin sangat dingin dan tatapan mata yang sangat tajam.


Setelah itu merekapun pergi meninggalkan semua anggota keluarga Shen di aula utama.


Sedangkan Jendral Shen Guo Feng terdiam selama beberapa waktu, karena ia merasakan kejutan dari tatapan putra pertamanya yang menunjukan kekecewaan serta kemarahan yang ditujukan pada dirinya.

__ADS_1


Hingga akhirnya ia kembali membuka suara. Yang membuat seluruh kediaman Tercengang karenanya.


__ADS_2