Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 103 Merasa Kehilangan


__ADS_3

“Hormat pada tuan besar.” Salam kedua bawahan baru Shen Yu Lin itu kepada Jenderal Shen Guo Feng.


"Hmn, berdirilah," balas Sang Jendral Shen kepada kedua bawahan Shen Yu Lin yang tengah membungkuk memberi hormat.


"Terima kasih Tuan Besar," balas keduanya dengan cepat.


“Dimana Tuan Muda Sulung? Apakah dia sudah beristirahat saat ini? Mengapa kediaman ini sudah sepi dan juga gelap?” tanya Sang Jendral.


Kedua orang yang tengah ditanyai oleh Jendral Shen itu bukannya langsung menjawab pertanyaan tersebut justru malah saling pandang, dan tak ada yang berani untuk menjelaskan kebenarannya, Jika majikan baru mereka telah tidak ada di Kediaman Jendral lagi.


Sang Jendral yang merasa tak mendapatkan jawaban dari keduanya selama beberapa saat. Dan itu kembali membuat Sang Jendral Shen hilang kesabaran kepada kedua pengawal dan pelayan pribadi Shen Yu Lin itu.


"Kalian berdua punya mulut untuk menjawab kan? Atau perlu harus diberi pelajaran terlebih dahulu, baru kalian akan menjelaskan, dimana keberadaan Tuan Muda Sulung berada?" tanya Sang Jendral Shen Guo Feng dengan raut wajah yang garang.


“Maaf kan kami Tuan Besar, hamba mohon bebaskan kami dan berikan kontrak budak kami kepada Tuan Muda Sulung, agar kami bisa mengikutinya kemanapun Tuan Muda Sulung akan pergi. Karena kata Tuan Muda Shen Yu Lin. Bahwa dia enggan membawa kami dari Kediaman Jendral ini karena kami adalah kedua pelayan dan prajurit kontrak milik Kediaman Jendral ini. Yang tidak sembarangan bisa ikut dengannya kemanapun dia mau, atau kalau tidak kami akan disangka penghianat terhadap majikan.” Kata kedua bawahan Shen Yu Lin itu secara bergantian dan juga melengkapi.


“Apa maksud kalian berdua ini? Dimana Tuan Muda Sulung saat ini?" Tanya Jendral Shen Guo Feng lagi dengan aura penekanan dan penindasan.


“Ampun Tuan Besar, Tuan Muda Shen Yu Lin telah meninggalkan Kediaman Jendral ini sudah sejak beberapa waktu lalu. Dan beliau juga hanya berkata jika dia hendak menemui orang tuanya, Ayahanda dan ibundanya, itu yang membuat kami tak mengerti hingga saat ini.” Jawab kedua orang itu lagi yang tak lain adalah Zu Liang Ji dan juga Tong Sun Yi.


Jendral Shen Guo Feng yang mendengar penjelasan kedua pengawal dan juga pelayan itu menjadi lebih tertekan. Dan ekspresi wajah nya kini telah di gantikan dengan keputusasaan.


Betapa tidak terkiranya rasa sakit yang harus dirinya tanggung ketika putannya sendiri menyebut orang lain sebagai Ayah serta Ibu nya.

__ADS_1


Meskipun Sang Jendral Shen Guo Feng tahu siapa yang di maksud Ayah dan Ibunda oleh Putranya Shen Yu Lin, tapi tetap saja ada rasa enggan dan tidak rela baginya, ketika harus mengetahui jika Putra kandungnya justru lebih akrab, dan juga lebih dekat dengan Keluarga dari mendiang Istrinya. Yang mana mereka telah mrnyatakan bahwa mereka akan mengangkat Putranya Shen Yu Lin dan juga Putrinya Xi Lilian sebagai anak angkat dari kakak lelaki Tertua dari mendiang istrinya itu.


Namun mau bagaimana lagi mereka telah dewasa dan bisa menentukan kehidupan mereka sendiri.


Apalagi jika mengingat kembali semua kesalahan yang pernah dirinya perbuat pada kedua buah hatinya itu. Ia sendiri bahkan sangat malu dan juga kecewa terhadap dirinya sendiri.


Gara-gara omongan tidak bermutu dari kedua selirnya yang akhirnya membuat dirinya menjadi seorang ayah yang kejam dan juga tak beradap bagi kedua Putra dan juga Putrinya sendiri.


Setelah terdiam cukup lama disitu, akhirnya Sang Jendral Shen memutuskan untuk segera berbalik kembali dan pergi ke halamannya sendiri.


Namun tiba-tiba saja sang pengawal yang bernama Zu Liang Ji itu kembali memanggilnya.


“Mohon tunggu sebentar Tuan Besar, ada sesuatu yang ingin hamba sampaikan. Ini berkaitan dengan Tuan Muda Sulung,” kata Zu Liang Ji dengan gugup.


“Ada apa? Apakah putraku mengatakan sesuatu padamu? Cepat katakan jangan bertele-tele lagi!” kata Jendral Shen Guo Feng tanpa berbalik badan.


Setelah itu Zu Liang Ji kemudian segera menghadap di depan Sang Jendral Shen.


“Tadi sebelum Tuan Muda Sulung pergi beliau menitipkan ini kepada hamba, dan berkata jika Tuan Jendral Besar Shen datang mencarinya ke Paviliun ini maka hamba ditugaskan untuk menyerahkan ini kepada Anda, namun jika Anda tidak datang sama sekali maka kotak ini akan terus tersimpan bersama hamba,” kata Zu Liang Ji sesuai dengan apa yang dikatakan oleh majikannya.


Sambil menyerahkan sebuah kotak brokat yang berada di tanggannya. Yang merupakan barang yang dititipkan Tuan Muda Sulung nya, Shen Yu Lin kepadanya tadi.


Jenderal Shen yang mendengar kata-kata dari bawahan Sang Putra kini mengerti akan sesuatu hal.

__ADS_1


Selama dirinya berinisiatif maka kemungkinan masih ada kesempatan baginya untuk bertemu dengan kedua darah dagingnya yang selama ini telah Ia telantarkan dan abaikan begitu saja. Sehingga kini mereka semua telah muak dan kecewa akan dirinya.


“Baiklah kalian lanjutkan tugas kalian menjaga Paviliun ini dengan sebaik mungkin. Aku berharap jika suatu hari Putraku kembali kemari, maka dia akan melihat jika kediamannya masih terjaga dengan baik,” kata Sang Jendral Shen Guo Feng yang kemudian bergegas pergi dari halaman Paviliun Putra Sulungnya itu.


Saat ini Jendral Shen Guo Feng baru merasakan rasa sakitnya dibenci dan juga di jauhi oleh orang-orang yang dia sayangi dan lebih parahnya lagi dirinya tak bisa bertemu dan meminta maaf secara langsung pada Putra dan juga Putri resminya itu. Karena dia terlambat untuk mencari mereka.


Ketika sang Jendral Besar Shen berjalan dengan langkah yang tergesa-gesa menuju ke ruang kerjanya untuk segera mengetahui apa isi di dalam kotak yang ditinggalkan eh Putra Sulung nya itu.


Tiba-tiba saja dia mendengar terjadi sebuah keributan dari arah halaman pelatihan yang biasanya digunakan oleh para Tuan Muda maupun para Pengawal Kediaman ketika berlatih dan memperkuat ilmu beladiri mereka.


Sang Jendral Shen Guo Feng yang merasa sedikit terganggu akibat suara kebisingan itu, akhirnya memutuskan untuk menghampiri kesana dan melihat apa yang sebenarnya telah terjadi.


Namun dalam benaknya, dirinya mengetahui jika keributan itu terjadi karena hukuman yang di terima oleh putri bungsunya yang kurang ajar itu.


Akan tetapi Jendral Shen Guo Feng tidak pernah menyangka jika akan terjadi keributan hingga seperti ini.


Bahkan ketika dirinya sampai di dekat tempat hukuman itu telah dipenuhi orang-orang Kediaman baik itu pelayan maupun pengawal yang menonton kejadian heboh itu.


Dari tempatnya berdiri saat ini Sang Jendral Shen Guo Feng dapat menyaksikan bawa Selir Duan Yu Yan masih saja bersikeras melindungi putrinya itu, dan juga berusaha menyerang pengawalnya yang dirinya tugaskan untuk menghukum Shen Sie Mei dengan seluruh kemampuannya. Dan bahkan dia mengeluarkan senjata yang sangat familier bagi Sang Jendral.


Yah senjata itu adalah sebuah kipas yang terbuat dari tulang hewan spirit tingkat 4 yang dia hadiahkan khusus untuk mendiang Istrinya Xi Yu Nian sebelum mereka menikah.


Melihat hal tersebut amarah Sang Jendral Shen Guo Feng kembali memuncak. Sehingga dia berteriak dengan sangat lantang dari belakang kerumunan itu.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan itu Selir Duan?! Apakah kau sekarang juga sudah berani menentang keputusan ku, Hah?!” ucap Sang Jendral Shen Guo Feng dengan mengeluarkan aura penekanannya.


__ADS_2