Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
bab. 177


__ADS_3

Beralih dari Shen Sie Mei yang kini telah menerima hukumannya sebagai seorang pelayan selama Perayaan Festival Bunga berlangsung.


Di sisi Xi Lilian saat ini dirinya dan juga Sang Gege terpaksa mereka duduk di tempat yang disediakan untuk Keluarga dari Kediaman Jenderal Shen.


Karena masih ada sesuatu hal yang harus Xi Lilian selesaikan sebelum dirinya dan juga Gege nya benar-benar memutuskan hubungan dari keluarga Jendral Besar Shen.


Saat ini dirinya bahkan duduk di tempat yang paling tidak mencolok dibagian belakang dari seluruh keluarga besar Kediaman Jenderal.


"Lin'er dan juga kau Lian'er, mengapa kalian malah duduk disini, seharusnya kalian duduk bersama dengan Ayahanda kalian, karena disanalah tempat yang sepetutnya milik kalian bukan kedua anak Selir itu," Ucap Sang Paman Keempat Shen Gong Fu.


"Bukankah sudah biasa hal seperti ini terjadi Paman? Lagipula kami juga tidak lagi berharap dapat menempati posisi itu." hamwab Shen Yu Lin dengan tenang.


"Jujur saja, kalau bukan karena Paman dan juga kami masih memiliki masalah dengan perjodohan bodoh dengan pangeran Huo Lin Jin yang belum di putuskan, maka kami tentu saja tidak akan pernah mau mengenal keluarga besar Shen dan juga menghadiri acara yang begitu membosankan seperti ini." kata Xi Lilian menambahkan d


sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Sang Paman keempat nya itu.


"Nak, apakah itu adalah kata-kata dari dalam hatimu?" tanya Shen Gong Fu ragu.


"Semua murni dari hati kami Paman. Dan Paman sendiri juga mengetahui semua alasannya. Jadi tidak mungkin Paman keempat tidak tahu bagaimana kekecewaan yang kami rasakan Paman. Terlebih lagi kami sampai harus kehilangan Ibunda kandung kami sendiri. itu benar-benar tidak bisa lagi hati ku bisa menerimanya Paman. Bahkan mungkin, jika selama ini Paman juga tidak pernah perduli dengan kami, mungkin saat ini kami bahkan juga sudah tidak ada lagi di dunia ini." kata Xi Lilian dengan tenang, namun membuat suasana dan juga perasaan orang yang mendengarnya menjadi sangat teriris dan juga sedih. Bahkan mereka semua juga merasa sangat bersalah dengan kedua keponakannya itu.


Shen Gong Fu yang mendengar penuturan kedua kepinakan yang sudah ia anggap sebaga ini Anak sendiri itu, benar-benar sangat sedih. Tapi dirinya juga bisa memahami bagaiman perasaan kedua keponakannya itu.


Tuan Kedua dan juga tuan Ketiga beserta istri-istri mereka yang juga tanpa sengaja mendengar percakapan ketiga nya itu benar-benar tidak bisa membendung air mata mereka, ketika mereka semua kembali mengingat semua perlakuan mereka yang selalu acuh dan tak pernah peduli terhadap kedua keponakan mereka itu.


Bahkan mereka kini juga menyesal karena tidak bisa membantu ipar mereka, Padahal semasa hidupnya Sang ipar pertama mereka selalu peduli terhadap seluruh keluarga mereka. Bahkan terhadap Anak-anak mereka Xi Yu Nian juga bahkan sangat sayang, sama halnya ia menyayangi putranya sendiri Shen Yu Lin kecil.


Dan bahkan Xi Yu Nian juga memastikan apa saja yang dimiliki oleh Shen Yu Lin saat itu, Anak-anak mereka semua juga mendapatkan bagian yang sama dengannya, tanpa membedakan satu sama lain. Dan barulah setelah kematian Sang ipar yang baik hati itulah yang membuat keluarga mereka hidup secara terpisah karena disebabkan oleh hasutan Selir yang disusupkan oleh Permaisuri Xiao Mu Wen itu.


Sehingga saat ini mereka semua seakan telah kehilangan wajah ketika mereka berhadapan dengan kedua keponakan mereka itu, dan juga mendiang ibu kanddung mereka. Yang selama ini sangat banyak membantu mereka.

__ADS_1


Namun sayangnya mereka benar-benar terlalu bodoh selama ini hingga mereka tega meninggalkan dan juga mengabaikan kedua keponakannya itu dan ikut-ikutan bersikap dingin seperti Ayah mereka yang telah dibutakan oleh Selir siluman itu.


Xi Lilian yang bisa mengerti apa yang dirasakan para paman dan bibinya yang lain dan juga para sepupunya terhadap mereka saat ini, Ia bersikap seperti biasanya dan tidak berkata apapun. Karena dirinya merasa bawa penyesalan mereka sudah sangat terlambat. dan dirinya juga tahu, bahwa tidak semua dari mereka itu benar-benar tulus menyesali perbuatan mereka di masa lalu.


Karena sebagian dari mereka hanya ingin memiliki koneksi dan juga dukungan dari Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin. setelah mereka tahu bahwa kehidupan Xi Lilian dan juga Gege nya itu telah berubah. Dan sangat disayang oleh seluruh Keluarga besar Kekaisaran Wexia.


Ditengah keheningan yang tercipta setelah ucapan Xi Lilian tadi kini akhirnya tuan Shen Gong Fu akhirnya mengalihkan pembicaraan ke topik yang lainnya.


"Oh ya Lin'er, Paman dengar dua bulan lagi akan diadakan pemilihan Perajurit Khusus Kekaisaran Apakah kamu juga berniat untuk mengikutinya? Atau Kau benar-benar kau akan ikut kembali seluruh keluarga kalian ke Kekaisaran Wexia?


"Lin'er tidak berminat sama sekali akan kompetisi itu Paman. Dan untuk masalah kembali ke Negeri Bagian Timur atau tidak itu semua terserah pada Lian'er, aku akan selalu mengikuti kemanapun Xi Lilian ingin tinggal." balas Shen Yu Lin dengan serius.


"Lalu jika kalian memilih kembali ke Timur, bagaimana dengan pendidikan mu di akademi Nak? tanya Shen Gong Fu lagi.


"Aku bahkan tidak lagi berniat kembali dan melanjutkan pendidikan di dalam akademi Kekaisaran Paman. Apalagi selama ini aku mau memasuki dan pergi ke akademi itu hanyalah demi mendapatkan sebuah janji dari Tuan Jenderal Besar Shen itu yang katanya ingin menyayangi dan menganggap Lian'er sebagai putrinya dengan sepenuh hati. Tapi apa yang kami dapatkan setelah aku berkorban dan menurutinya untuk pergi ke akademi dan meninggalkan Lian'er. namun kenyataannya adalah orang yang selama ini disanjung dan dipuja oleh seluruh rakyat negeri ini tidak lebih dari seorang pembohong besar dimata kami. Dia benar-benar pandai dalam membual selain itu dia juga hanyalah seorang pria yang memanjakan dan memuja Selir nya setinggi langit, dan tidak ada hal lain lagi yang bisa dilihat selain langitnya itu. Jadi tidak ada gunanya lagi bagiku untuk ke akademi itu. Aku jauh lebih memilih hidup untuk melindungi adik kesayangannya ku ini meski apapun yang terjadi." jawab Shen Yu Lin sekaligus mengungkapkan kebencian nya terhadap Ayahnya sendiri.


"Semua telah berlalu, lebih baik Gege tidak perlu menghiraukan hal itu lagi, lagi pula kita juga akan segera keluar dan meninggalkan Kediaman yang mengerikan itu secepat mungkin," ucap Xi Lilian dengan senyum mengembang dan membuat gege nya yang sensitif itu bisa kembali tenang.


"Oh ya Paman Keempat. Mungkinkah Paman dan juga Adik sepupu ikut tinggal bersama dengan kami, setelah kami berdua pindah?" ucap Shen Yu Lin serius terhadap pamannya itu.


"Maafkan paman Lin'er, sepertinya Paman tidak bisa memenuhi keinginan kalian, karena Paman sebenarnya juga telah memiliki rencana tersendiri untuk kedepannya, setelah kedua saudara sepupu kalian memasuki sekte, Paman juga akan berkelana, dan menemukan suasana kehidupan yang baru." kata Shen Gong Fu sambil menundukan kepalanya.


"Lalu bagaimana dengan Wu Lan? Jika paman memutuskan untuk pergi?" tanya Shen Yu Lin yang khawatir ketika dirinya melihat reaksi Paman Keempat nya yang berubah murung itu.


"Ini semua keinginannya, dia tidak mau bertemu dengan ku, ataupun menganggap ku sebagai Ayahnya. Hahhh... sudahlah tidak perlu membahas masalah seperti ini di hari tang baik ini. Apakah kalian anak muda tidak ingin berpartisipasi dalam Perayaan Festival Bunga ini. Bukankah ini kesempatan yang bagus bagi kalian untuk saling mengenal dan juga saling berteman baik dengan yang lainnya." kata Tuan Shen Gong Fu mengalihkan perhatian pada Acara yang sedang berlangsung.


"Kami masih belum begitu tertarik dengan acara jamuan semacam ini Paman, Apalagi dengan adanya kompetisi yang menurutku ini justru membuat orang-orang berpikir untuk melakukan segala hal agar mereka bisa mencapai tujuannya. Dan sering kali memandang rendah orang lain hanya karena status dan juga jabatan orang tua mereka." balas Shen Yu Lin lagi.


" Hmn lagi kalau begitu Kalian bisa duduk santai disini bersamaku menyaksikan kemeriahan yang ada. Lagi pula tidak ada paksaan ataupun keharusan yang menuntut semua pemuda dan juga para nona muda mengikuti kompetisi. Semuanya dibebaskan," ucap Shen Gong Fu.

__ADS_1


"Ya Paman, Lagi pula Acara juga belum dimulai, jadi lebih baik kami menyaksikan semua dari sini. Ini bahkan jauh lebih baik daripada harus berbaur dengan mereka para nona muda yang suka membanggakan diri sendiri dan juga kekayaan orang tuannya. Dan lihatlah itu sikap mereka yang tampak sekali sangat dibuat-buat dan penuh dengan kepalsuan. Ck ck ck benar-benar merepotkan, tidak bisakah mereka bersikap biasa saja tanpa harus berpura-pura sempurna seperti itu? sungguh orang yang Aneh yang hobinya menyusahkan diri sendiri seperti mereka, entah akan bertahan berapa lama mereka, untuk memerankan sosok Nona muda yang suci, lemah-lembut dan juga sopan layaknya teratai putih yang pandai bersandiwara." gumam Xi Lilian dari tempat duduknya menyaksikan orang-orang disekelilingnya saling berinteraksi.


"Haha...Lian'er kami memang yang terbaik," ucap Shen Gong Fu dengan disertai tawa yang indah.


Karena hingga saat ini sebenarnya acara belumlah resmi di mulai, Akan tetapi para pemuda dan juga nona muda yang lainnya sangat antusias dengan hal ini sehingga membuat suasana tampak sangat meriah.


Membuat mereka semua berusaha untuk saling mengenal dan membangun koneksi dengan orang-orang yang berpengaruh terlebih lagi dengan para tamu dari Kekaisaran tetangga yang menurut mereka akan membawa keuntungan bagi mereka.


Bahkan disaat seluruh Anggota Keluarga Kekaisaran Wuxi dan juga seluruh Kekaisaran tetangga juga belum ada yang hadir di dalam Aula Perjamuan itu.


Namun meskipun begitu mereka semua yang hadir dalam Acara Besar seperti ini pasti akan menggunakan kesempatan sebaik mungkin untuk saling mengenal dan bertukar sepatah dua patah kata terhadap orang-orang yang mereka anggap menarik dan juga cocok dengan kriteria yang dimiliki dan tentu saja mereka juga akan memperhatikan tentang status dan juga kedudukan keluarganya. Agar mereka semua bisa mengembangkan kesejahteraan keluarga mereka masing-masing.


Begitu juga dengan Shen Ming An, dan juga Shen Sie Lie yang mana keduanya telah memperhatikan beberapa orang yang sesuai dengan keinginannya.


Bahkan mereka sama sekali tidak repot-repot bersimpati ataupun memikirkan mengenai adik bungsu mereka yang masih ditahan oleh penjaga gerbang untuk mendapatkan hukuman. Selain itu mereka sama sekali tidak pernah peduli dengan apa yang akan ditanggung oleh Sang adik.


Hal itu benar-benar membuat Sang Jenderal Shen Guo Feng bertanya-tanya mengenai hubungan persaudaraan diantara anak-anaknya terutama adak dari Selir nya itu.


Melihat reaksi dari kedua putra dan putrinya yang biasa saja dan terkesan melupakan keadaan sang Adik bungsu mereka sendiri itu membuatnya sedikit kekecewaan menelusup dalam hati Sang Jenderal.


Meskipun mereka berdua tidak ikut membaur dengan para Tuan Muda ataupun Nona Muda yang lainnya. Mereka masih mempertahankan diri dan juga etikanya, tetapi tetap saja mereka tidak pernah sekalipun membahas atau sekedar menanyakan Shen Sie Mei.


Bahkan Sang Jenderal Shen Guo Feng yang sedari tadi terpikir mengenai masalah Shen Sie Mei yang kini entah mendapatkan hukuman semacam apa. Itu membuat Sang Jenderal lalai dan mengacuhkan kedua Putra dan juga Putri resminya yang justru berada jauh dibelakang. Sedangkan kedua Putra dan Putri dari Selir nya dengan lancangnya duduk dengan nyaman di kursi yang seharusnya dimiliki oleh dua keturunan resmi Sang Jenderal.


Dan sudah banyak orang yang berbisik dan juga bergosip mengenai hal itu, Namun tidak ada satupun dari mereka yang berani menyampaikan secara terang-terangan.


Sedangkan Shen Sie Lie dan juga Shen Ming An yang mendengar mereka bergosip pun tampak tenang dan tak terpengaruh sama sekali. Bahkan mereka justru berpikir, jika. Ayahandanya lebih mengutamakan mereka daripada keturunan resmi nya yang tidak sebanding dengan mereka berdua, baik secara penampilan dan juga kekuatan.


Karena mereka berdua sama sekali belum mengetahui jika hal itu hanya dalam pikiran mereka berdua saja. Dan kenyataannya sangat jauh berbeda dengan apa yang mereka pikirkan.

__ADS_1


Disaat semua orang tengah asyik dengan semua orang-orang tengah sibuk dengan aktivitas mereka sendiri. Tiba-tiba terdengar seruan yang menggema di seluruh penjuru Aula Perjamuan.


__ADS_2