
“Terima kasih Ren Ge, karena kau telah menjaga adik kecil yang ku miliki satu-satunya peninggalan Ibunda yang paling berharga dalam hidupku. Aku banyak berhutang padamu Ren Ge,” kata Shen Yu Lin yang kemudian juga memeluk Xi Mu Ren dan juga Xi Lilian yang masih memeluk lengan Xi Mu Ren.
"Apa yang kau katakan itu Lin'er, kalian itu adik ku juga, aku melakukan itu semua memang sudah semestinya. jangan pernah bilang terima kasih untuk hal itu," kata Xin Mu Ren dengan tulus.
"Hahaha, baiklah....baiklah kau memang yang terbaik Ren Ge, kalau begitu aku akan selalu berlatih dengan giat agar bisa menjadi kuat dan bisa melindungi seluruh keluarga kita. Dan aku juga akan berusaha untuk melakukan apapun untuk membatu menemukan bahan obat yang terakhir untuk Kakek Buyut agar beliau bisa kembali berkumpul dengan kita semua di masa depan," kata Shen Yu Lin dengan semangat dan juga penuh tekad.
Dan pada saat itu juga tiba-tiba muncul satu sosok pemuda yang dengan topeng di sebagian wajahnya dan memiliki aura yang sangat Agung yang tiba-tiba memeluk Xi Lilian dari belakang.
Bahkan Xi Lilian langsung berpaling dari Xi Mu Ren masuk dalam dekapan pemuda itu begitu saja, dan Xin Mu Ren juga membiarkan hal itu begitu saja membuat mereka sedikit geram pada awalnya.
Bahkan Shen Yu Lin yang awalnya ingin menegurnya akhirnya Ia urungkan karena tiba-tiba pemuda yang memeluk dan menciumi pucuk kepala Xi Lilian itu mengatakan sesuatu hal yang mengagetkan dan juga membuatnya seakan tak percaya.
“Tenanglah kakak ipar, aku hanya ingin menenangkan istri kecilku ini. Yakinlah aku tak akan pernah bertindak kurang ajar pada Lian'er ku ini.” Kata pemuda itu yang tak lain adalah Mo Fei Tian dalam wujud Wang Jin Tian.
Kaisar Xi Zhao Tian yang mengenal akan sosok pemuda itu juga sangat terkejut melihat reaksi seperti itu dan bahkan dia juga tidak menyangka bahwa cucu perempuan satu-satunya itu mengenal seseorang seperti Pangeran Wang Jin Tian yang merupakan pangeran ketiga Kekaisaran Li.
"Pangeran Ketiga Wang Jin Tian Anda mengenal cucu ku?" tanya Kaisar Xi Zhao Tian dengan ekspresi terkejut dan juga kebingungan.
Namun berbeda lagi dengan reaksi yang ditunjukan oleh Xin Mu Ren yang seolah sudah biasa. Sehingga menyapanya dengan sopan.
“Salam hamba kepada Yang Mulia Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma serta Dewi pengendali Takdir dan Karma,” kata Xin Mu Ren kepada Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian.
Sedangkan Mo Fei Tian yang mendengar panggilan dari Xin Mu Ren merasa sedikit tidak menyangka jika Ia akan menunjukan jati diri nya pada seluruh keluarganya.
Namun Mo Fei Tian masih memberikan respon yang baik padanya.
“Sepupu ipar terlalu sungkan, tolong perlakukan aku selayaknya seperti kau memperlakukan Lian'er.” Balas Mo Fei Tian sambil sedikit membungkuk untuk membalas salam hormat dari Xin Mu Ren.
Sedangkan seluruh anggota Keluarga Xin yang berada disana benar-benar dibuat bingung dengan seluruh kejadian ini.
"Lian'er ini...ini... apa maksudnya? bukankah jika kau reinkarnasi dari Dewi Alam Semesta bukankah itu berarti... "
__ADS_1
Xi Lilian dan Mo Fei Tian yang mengerti akan kebingungan dari semua orang disana, kecuali Xin Mu Ren Akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan identitas mereka yang sebenarnya.
Xi Lilian dan Mo Fei Tian saling memandang sebentar kemudian menganggukkan kepala untuk menyatakan persetujuan satu sama lain.
Hingga akhirnya Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian mengubah penampilannya ke penampilan mereka yang sesungguhnya ketika didunia atas khususnya ketika didunia para Dewa dan Dewi.
"Inilah identitas kami yang sebenarnya, Kakek, Nenek, Paman, Bibi dan juga Gege," Kata Xi Lilian sambil tersenyum hangat.
Namun Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian kemudian segera kembali ke penampilan awal mereka.
Karena mereka tidak ingin ada orang lain yang tahu dan merasakan ada aura yang agung berada di sana ketika mereka menggunakan wujud asli mereka.
"Kami berharap agar kalian semua bisa menjaga dan menyimpan rahasia ini sebaik mungkin. karena hanya kalian lah yang mengetahui identitas kami yang sebenarnya," ucap Mo Fei Tian dengan sopan kepada keluarga istrinya itu.
"Kami mengerti Tian'er," balas Xi Mu Ren dengan tegas.
Ketika mereka semua melihat perubahan yang terjadi pada dua sosok pemuda dan juga gadis kecil dihadapannya mereka.
Kemudian mereka baru menyadari akan aura yang familiar diawal tadi ketika Xi Lilian menunjukkan wajahnya yang sebenarnya.
Dan aura yang mereka rasakan tadi adalah memanglah aura dari sang penyelamat bagi Klan Xin mereka saat itu, Sang Dewi Alam Semesta yang selama ini mereka puja.
Yang tidak pernah mereka sangka-sangka akan bereinkarnasi kembali menjadi salah satu dari keturunan mereka semua.
Kini mereka mengerti mengapa pemuda tadi memanggil Xi Lilian mereka dengan sebutan istri.
Karena memang mereka adalah pasangan yang diikat dengan benang Takdir jodoh dan juga status mereka di kehidupan sebelumnya juga memang lah sepasang suami istri.
Bahkan mereka juga tak memiliki hak untuk mengatur jodoh dan kehidupan mereka dimasa depan.
Jika tidak maka seluruh dunia benar-benar akan hancur.
__ADS_1
Saat mereka semua mendapatkan kembali kesadarannya dari rasa terkejut mereka tadi, mereka semua buru-buru untuk menunduk dan bersujud di hadapan Kaisar Dewa dan juga Dewi Semesta Alam yang selama ini mereka puja itu.
Akan tetapi mereka semua segera dihentikan oleh Xi Lilian dab juga Mo Fei Tian.
“Hormat kami pada Yang Mulia Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma dan juga Dewi Yang Agung,” ucapan mereka semua serempak dan bergegas bersujud.
Namun sebelum sebelaum itu Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian telah membawa mereka kembali berdiri.
“Jangan pernah kalian melakukan hal tersebut jika tidak melakukan sebuah kesalahan. Terutama kita saat ini adalah Keluarga. Bahkan kami yang sebagai generasi penerus dan lebih muda dari kalian semua, kami benar-benar tidak berani menerima hal semacam ini,” kata Mo Fei Tian dengan tegas yang mewakili Xi Lilian.
Xi Lilian yang mengetahui jika suaminya itu melakukan semua itu demi dirinya. Ia sangat terharu dan tak sungkan untuk memeluk erat sang suami dihadapan seluruh keluarganya.
Sedangkan mereka semua yang mendengar ucapan dari Mo Fei Tian itu merasa agak ragu bahkan masih tidak percaya.
"Apakah mereka baru saja salah dengar?" batin mereka semua hampir serempak.
"Apa yang dikatakan oleh A Tian benar. kalian adalah Keluarga dan juga tetua Keluarga, jadi tidak pantas bagi kalian semua membungkuk atau bahkan bersujud dihadapan kami. Dan kami juga tidak berani begitu lancang untuk bisa menerima hal semacam itu." kata Xi Lilian meyakinkan seluruh keluarganya.
Karena Xi Lilian tahu dan juga dapat merasakan keraguan dalam hati mereka.
"Baiklah, kami paham nak, kami akan melakukan sesuai keinginan kalian. akan tetapi itu tidak berlaku jika kita berada di alam atas. karena bagaimanapun kalian adalah seorang Dewa dan Dewi Yang Agung. Jadi kami akan bertindak sebagai mana mestinya," kata Kaisar Xi Zhao Tian.
Dan langsung disetujui oleh seluruh Keluarga besar Xi Lilian. Bahkan Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian tak bisa lagi untuk membantah ucapan kakeknya itu.
Sedangkan Shen Yu Lin saat ini telah mengerti, mengapa sang adik yang sangat Ia sayangi selama ini tiba-tiba memiliki sikap dan sifat yang berbeda, dan seakan menjadi sosok yang lain.
Itu karena jiwa yang menempati tubuh Xi Lilian, adiknya yang lembut dan penuh kasih sayang itu bukanlah jiwa Xi Lilian yang sesungguhnya.
Melainkan jiwa ibundanya Xi Yu Nian yang memang memiliki karakter yang sangat lembut dan juga penyayang.
Dan jiwa adiknya yang sebenarnya adalah seseorang yang sangat agung dan sangat mustahil untuk di jangkau oleh orang biasa.
__ADS_1