Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 21 Berlatih Didalam Dimensi Bintang


__ADS_3

Ketika semua orang telah tertidur pulas Xi Lilian masih asyik dengan kegiatannya di dalam ruang dimensi bintang.


Dia saat ini sedang berada di hutan yang terdapat dalam dimensi bintang bersama Wu Juan dan Rou Xie.


Mereka sedang membuat sebuah bangunan Bertingkat 10 dengan total ruangan 500 kamar tidur dan juga membuat pondok sebagai dapur yang cukup luas.


Disana Xi Lilian juga membuat tempat latihan fisik seperti arena latihan di kemiliteran di zaman modern dan dia juga membuat kolam renang untuk laki-laki ban perempuan secara terpisah.


Karena ia ingin menggunakan tempat tersebut untuk melatih semua anggotanya. Agar semuanya bisa menguasai keadaan mau di daratan atau di perairan mereka bisa melaluinya dengan mudah dan semua dipastikan bisa berenang.


Setelah selesai semua ia meminta pada para hewan kontraknya untuk membuat arai perlindungan di luar hutan sedangkan dia juga akan membuat arai pelindung di sekeliling tempat latihan dan dia juga menciptakan ilusi seolah mereka berada di dalam hutan sungguhan yang belum pernah mereka masuki. Yang penuh dengan hewan buas maupun hewan spirit beast.


Meski mereka tetap di lingkup pelatihan dan tak bisa menembus arai pembatas, tapi mereka akan masuk dalam ilusi seolah mereka akan bertempur dengan hewan buas maupun spirit beast yang muncul didalam ilusi itu dan itu juga bisa untuk meningkatkan pelatihan mereka juga.


Setelah selesai Xi Lilian makan bersama dengan kedua hewan kontraknya itu. Kemudian ia istirahat didalam ruang dimensinya.


Setelah Xi Lilian bersiap dengan rapi ia keluar dari ruang dimensi nya, ternyata di luar masih gelap dan akhirnya Xi Lilian merebahkan diri lagi di tempat tidurnya.


Pagi harinya setelah selesai bersiap ia langsung keluar ruangan ternyata dihalaman paviliunnya ia telah melihat kedua lelaki beda usia telah menantinya.


“Salam Paman, Gege. Apakah kalian sudah dari tadi menunggu ku disini?” tanya Xi Lilian pada tabib Liu dan Chen Zhang Wen.


“Kami baru saja sampai Lian’er, apakah tidurmu nyenyak semalam?” balas Chen Zhang Wen.


“hah... Ya tidurku sangat nyenyak Gege, apa Gege dan Paman sudah siap kembali ke markas anggota Black Star Mafia?” tanya Xi Lilian


“Ya kami siap Lian’er.” Jawab tabib Liu.


“ Baiklah mari kita berangkat.” Kata Xi Lilian.


Sesampainya mereka di markas Black Star Mafia mereka sudah disambut oleh para anggotanya.


Setelah itu Xi Lilian mengintruksikan pada mereka untuk berkumpul di halaman aula yang semalam setelah itu Xi Lilian mengeluarkan karpet yang berukuran besar dengan jumlah 20 buah.


Dan memerintahkan mereka untuk membentangkan semua karpet tersebut sebagai alas duduk mereka.


Setelah seluruh karpet sudah dibentangkan semua Xi Lilian langsung mengeluarkan makanan yang sangat banyak, makanan itu hasil dari masakannya sewaktu berada dalam ruang dimensi nya sesaat setelah ia membangun area pelatihan bersama dengan Wu Juan dan Rou Xie.


“Mari semua kita duduk dan makan bersama, kalian harus mencoba masakan ku ini. Dan setelah itu aku akan mengajak kalian menuju tempat latihan kalian nantinya.” Kata Xi Lilian mengundang mereka semua makan bersamanya.


“Terima kasih Nona.” jawab para anggotanya serempak.


“Hei... Apa kalian minta ku hukum?? Panggil aku apa?” ucap Xi Lilian tak mau di panggil nona.


“Aaah.. maafkan kami Lian’er, kami belum terbiasa.” Jawab salah seorang dari mereka.


“ Hmm...baiklah kali ini aku maafkan, tidak untuk lain kali. Aku telah menganggap kalian semua sebagai Gege dan juga Jiejie ku, jadi aku minta kalian juga begitu terhadap diriku. Karna mulai hari ini kita adalah keluarga. Jadi jangan sungkan.” Ucap Xi Lilian.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Xi Lilian itu membuat mereka terharu, karena selama ini tak ada orang yang menganggapnya seperti itu, bahkan keluarga dan sanak saudara kandung mereka sendiri justru yang membuang mereka begitu saja.

__ADS_1


Dan sebagian dari mereka merupakan orang orang yang dicampakkan oleh keluarganya dan ada juga yang dibuang oleh suaminya demi wanita lain dan ada juga yang merupakan korban bencana yang sudah tak memiliki apa pun dan siapa pun di dunia ini.


Sehingga mereka harus mengorbankan diri mereka sendiri sebagai budak. Tapi mereka kini bersyukur dipertemukan dengan Xi Lilian, yang bukan menganggap mereka sebagai budak rendahan justru menganggapnya sebagai keluarga.


Sungguh betapa mulianya hati nona Xi Lilian ini. Dan sungguh biadap orang yang membuat kehidupan nona muda Xi ini menderita apalagi dengan rumor yang beredar tentang dirinya.


Sehingga secara naluriah yang merasa tersentuh dengan perbuatan Xi Lilian menetapkan sumpah di hati mereka masing masing untuk selalu setia terhadap Xi Lilian meski apapun yang akan terjadi.


“Kami berjanji akan selalu setia dan mengabdikan hidup kami padamu Lian’er. Dan kami juga akan menyayangi dirimu selayaknya Meimei kami sendiri. Dan kami juga bertekad untuk berjuang keras untuk menjadi lebih kuat lagi agar bisa melindungi mu dari segala macam kekejaman dunia ini, bagi kami kamu bukan hanya seorang penyelamat yang berjasa tapi juga harta yang paling berharga yang dikirim kepada kami. Sehingga kami akan Selalu berusaha yang terbaik untuk melindungi dan menjagamu meski harus berkorban nyawa sekalipun kami siap.” batin mereka semua.


Setelah itu mereka semua lanjut makan sarapan yang telah disiapkan oleh Xi Lilian. Hingga terdengar celetukan seseorang.


“Wah... Sungguh luar biasa, baru pertama kali aku merasakan makanan selezat ini. Sungguh kau sangat berbakat Lian’er.” Kata Chun Chun salah satu anggota gadis.


“Benar bahkan ini sangat menggugah selera makan. Jika ini di jual di kedai, pasti kedai itu sangat ramai.” Kata seorang lainnya


Bahkan masih banyak komentar lain dan itu membuat keadaan menjadi lebih ramai dan hidup. Mereka saling bercengkrama dan bercanda ria bersama. Menghilangkan kecanggungan yang ada di antara mereka.


“Sebenarnya apa yang para Gege dan Jiejie katakan itu adalah salah satu rencana ku. Kalian akan aku latih menjadi lebih kuat, dan selain untuk menjadi anggota Black Star Mafia, kita juga akan membuka beberapa toko dan kedai selain untuk pemasukan serta pendapatan kita, kita juga bisa menjadikan toko dan kedai kita sebagai sumber berkumpulnya informasi yang kita butuhkan dan kita bisa menelusurinya hingga ke akarnya.” Ucap Xi Lilian menjelaskan.


“Baiklah kami akan berlatih dengan sungguh sungguh dan tak akan mengecewakan mu Lian’er.” Jawab salah seorang dari mereka.


Setelah mereka semua semua selesai sarapan akhirnya Xi Lilian mengintruksikan kepada mereka untuk saling bergandengan tangan dan memejamkan matanya. Karena Xi Lilian akan membawa mereka ke dalam dimensi bintang untuk berlatih.


“Baiklah kalian sudah boleh membuka mata kalian, kita sudah sampai tempat latihan.” Kata Xi Lilian.


Tak berapa lama mereka semua membuka mata mereka dan betapa terkejutnya dengan pemandangan yang mereka lihat.


“Gege tenanglah, tanyanya satu satu, aku bingung mau jawab yang mana dulu.”kata Xi Lilian sambil geleng-geleng kepala.


“Baiklah akan aku jelaskan, kita sekarang berada di dalam hutan mati. Karena biasanya jika orang lain masuk ke dalam hutan ini tak akan pernah kembali dengan hidup. Dan kediaman ini adalah kediaman kita untuk sementara kita berlatih, meningkatkan kekuatan kita disini.


Karena aku telah menyiapkan tempat dan sarana berlatih untuk kita semua. Kenapa aku memilih berlatih di sini, itu karena aku rasa tempat ini memiliki qi langit dan bumi yang padat, sehingga kalian bisa meningkatkan kultivasi kalian disini.” Kata Xi Lilian.


Setelah menjelaskan semua mengenai tempat tinggal mereka, ruang dapur, tempat latihan fisik dan juga berenang. Xi lilian memberikan beberapa pil stamina, pil penyembuh dan satu butir pil kultivasi untuk mereka masing-masing.


Setelah itu ia menyuruh merek untuk memulai dengan melatih fisik mereka terlebih dahulu untuk membangun pondasi yang kuat untuk kekuatan kultivasi yang akan mereka jalani dan jika fisik mereka sudah cukup kuat maka mereka Xi Lilian sarankan untuk melakukan kultivasi tertutup.


Dan dia juga akan melakukan hal yang sama dengan mereka.


Kini Xi Lilian tengah berlatih seperti yang biasa ia lakukan namun kali ini banyak orang yang mengikutinya.


Ia berlatih kekuatan fisik rutin selama 3 bulan penuh. Bersama para anggotanya. Setelah itu ia menyarankan untuk segera menyerap pil kultivasi tingkat tinggi dengan kadar sempurna yang telah ia bagikan di awal dan segera melakukan kultivasi tertutup.


Sedangkan Xi Lilian sendiri setelah memastikan mereka semua telah melakukan kultivasi tertutup, ia pergi ke air terjunnya surgawi untuk berkultivasi juga.


“Gege Wu Juan dan juga kau Jiejie Rou Xie tolong kalian awasi mereka, aku juga ingin berkultivasi dulu.” Kata Xi Lilian pada kedua hewan kontraknya.


“Baiklah Lian’er, kamu tenanglah dan berkultivasi lah.” Balas Wu Juan.

__ADS_1


Setelah itu Xi Lilian menuju tempat kultivasi nya di air terjun.


Setelah sebulan berlalu, dan berkat energi qi yang lebih padat dari sebelumnya kini akhirnya Xi Lilian telah menyudahi kultivasi nya.


Dan ternyata ia telah berada di ranah misteri level puncak yang telah melampaui kekuatannya di kehidupan sebelumnya. Dan sebentar lagi akan menyamai ranah kultivasi dari suaminya. Mo Fei Tian.


“Lian’er kau sudah selesai?” tanya Wu Juan yang tak menyangka Xi Lilian akan selesai kultivasi secepat ini. Apalagi dengan peningkatan kultivasinya itu membuat Wu Juan dan Rou Xie terkejut.


“Ya Gege dan jiejie karena saat ini masih siang di dunia luar, aku akan mencoba mencari kepingan dimensi Bintang yang terakhir.


Karena dalam kultivasi ku kali ini aku bisa merasakan bahwa pecahan dimensi itu berada di tempat yang tak jauh dari kekaisaran Selatan.” Kata Xi Lilian pada kedua hewan kontraknya.


“Kamu benar Lian’er, aku juga merasakan keberadaan pecahan terakhir dimensi itu.” Kata Wu Juan.


“Apa kau mau ku temani ke sana Lian’er? Tanya Rou Xie.


“Kali ini belum perlu, Jiejie. Aku belum ingin mengekspos keberadaan kalian.” jawab Xi Lilian.


“Baiklah jika itu memang keputusanmu. Tapi ingatlah untuk menyamarkan dirimu. Kalau tidak dengan penampilanmu yang demikian ini akan membawa masalah besar nantinya.” Kata Rou Xie mengingatkan.


“Hahhhh... Aku hampir lupa jika kau tak mengingatkan ku Jiejie. Ini kenapa.... huuuffft...ah sudahlah aku akan bersih bersih dulu Gege Jiejie, dahhh....” kata Xi Lilian sambil berlari menuju mansion pribadinya.


“Hahh... Anak itu sangat ceria. Semoga keceriaan itu akan selalu menyertai nya.” Ucap Wu Juan.


“Ya kau benar Gege Juan, aku rasa aku lebih senang melihatnya seperti ini. Dan tidak terlalu terlihat serius setiap saat seperti kehidupan masa lalunya.” Balas Rou Xie.


Setelah itu mereka pun kembali mengawasi pergerakan para anggota Black Star Mafia yang ternyata mereka semua belum ada yang bangun dari kultivasi mereka.


“Sepertinya pil buatan Xi Lilian sangat berguna untuk mereka, dan di dukung dengan sumber daya energi qi yang padat aku yakin mereka akan meningkat pesat dibanding manusia diluar sana.” Kata Wu Juan.


“Gege sebaiknya kita ke tempat Lian’er, sebelum ia keluar kau berikanlah gelang itu padanya. Agar dia tak kerepotan nanti ketika diluar.” Kata Rou Xie yang teringat akan gelang ciyan yang ada di dalam istana air terjun pelangi.


“Ah... Kau benar Xie'er. Ayo!” Ucap Wu Juan.


Setelah beberapa saat mereka berdua mencari keberadaan Xi Lilian. Akhirnya mereka menemukannya juga.


“Ternyata kamu disini Lian'er, dari tadi kami mencari mu tak taunya kamu berada di dapur.” Kata Wu Juan.


“Kamu sedang masak apa Lian’er?” tanya Rou Xie.


“Ahh... Gege dan Jiejie ada apa mencari ku, aku sedang masak ayam panggang dan juga beberapa sayuran untuk sarapan kita.” Jawab Xi Lilian.


“Aku hanya ingin memberikanmu ini Lian’er.” Jawab Wu Juan sambil memberikan gelang ciyan kepada Xi Lilian.


“Apa ini Gege? Aaaaaaahhhh... Gege dan Jiejie kalian memang paling pengertian kepada ku.. aku menyayangi kalian. Dengan ini aku tak perlu repot-repot lagi menyamarkan diriku.


“Jelas saja kami peduli padamu karena bagi kami kau adalah adik kesayangan kami. Kami Sengaja mencarikan gelang itu untukmu. Agar kamu lebih mudah ketika berada di luar, dan tak ada yang akan mengetahui penyamaran mu saat kau di luar kediaman.” Kata Rou Xie


“Terima kasih Juan Ge dan Xie Jie. Aku bahkan melupakan jika aku memiliki gelang ini dan bahkan aku juga lupa dimana aku menyimpannya, karena dulu aku tak memerlukan gelang itu sehingga aku tak terlalu memperdulikan keberadaan gelang ini.” Kata Xi Lilian.

__ADS_1


Setelah itu mereka bertiga langsung makan bersama, karena kebetulan semua masakan yang dibuat Xi Lilian telah selesai dimasak.


__ADS_2