Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
bab. 178


__ADS_3

"Yang Mulia Kaisar Wang Junsi dan Yang Mulia Permaisuri beserta seluruh Keluarga dari Kekaisaran Li telah hadir." teriak sang kasim


"Yang Mulia Kaisar Xi Zhao Tian dan Yang Mulia Permaisuri serta seluruh Keluarga dari Kekaisaran Wexia telah hadir."


" Yang Mulia Kaisar Ming Shu Ji dan Yang Mulia Permaisuri serta seluruh Keluarga dari Kekaisaran Hong telah hadir."


"Yang Mulia Kaisar Gu Wan Xu beserta Yang Mulia Selir Agung dari Kekaisaran Zhong telah hadir." teriak Sang kasim secara berturut-turut.


Dan setelah seluruh Keluarga Kekaisaran Tamu telah berada di dalam Aula Perjamuan dan telah menempati tempat duduk masing-masing setelah menerima penghormatan dari seluruh tamu undangan yang hadir.


Kini Akhirnya Sang Tuan Rumah yang sesungguhnya juga segera hadir dengan ditandai dengan adanya seruan dari Sang Kasim.


"Yang Mulia Kaisar Huo Yu Yuan dan Yang Mulia Permaisuri beserta seluruh Keluarga Kekaisaran Wuxi telah memasuki ruangan." teriak Sang Kasim.


Setelah suara seruan itu terdengar, kini masuklah seluruh anggota Keluarga Kekaisaran Wuxi dengan di dahului oleh Sang Kaisar Huo Yu Yuan bersamaan dengan Sang Permaisuri Xiao Mu Wen dan diikuti para Selir dan juga Pangeran serta Putri Kekaisaran. Secara beriringan dan segera mendapatkan sambutan dan juga penghormatan sepeti yang telah dilakukan sebelumnya pada keempat Kekaisaran yang lainnya.


"Salam hormat kami kepada Yang Mulia Kaisar semoga diberkati dengan umur panjang dan kesejahteraan."


"Salam kepada Yang Mulia Permaisuri semoga berumur panjang."


"Salam kepada Yang Mulia Selir Kekaisaran,"


"Salam kepada Yang Mulia Pangeran dan Putri Kekaisaran semoga panjang umur." seru semua orang kecuali para keluarga Kekaisaran lainnya. sambil membungkukkan badan.


"Salam kalian kami terima silakan berdiri," jawab Sang Kaisar


Melihat salah satu sosok diantara iringan keluarga Kekaisaran Wuxi ini Xi Lilian bahkan tersenyum sinis.


"Heehhh... Bahkan setelah berdandan dengan begitu tebal, ternyata tidak dapat menyembunyikan kekacauan yang dirinya alami. Tapi tampaknya Putra semata wayangnya itu bahkan tidak bisa memahaminya dan bahkan terkesan sangat biasa saja meski melihat keadaan ibundanya yang mengenaskan itu." gumam Xi Lilian dengan sangat lirih. sehingga tak ada satupun yang mendengarnya.


"Lian'er Apakah kau yakin jika hal ini akan berjalan lancar? karena aku dapat melihat di saat kita memasuki ruangan tadi salah satu orang kepercayaan dari Pangeran Agung Huo Sun Yao, seperti meletakan sesuatu di bawah bantalan kursi Sang Permaisuri Xiao. Mungkinkah mereka sudah tahu?" tanya Shen Yu Lin melalui telepati.


"Gege tenang saja mereka tidak tahu sama sekali mengenai keadaan Sang Permaisuri Xiao yang sesungguhnya. Lagi pula jika mereka tahu sekalipun hal itu sudah terlambat, karena seluruh pasukan mereka telah dilumpuhkan dan bahkan pasukan militer tersembunyi mereka juga telah dibekukan oleh petugas dari pihak Pengadilan Negeri dan juga Kemetrian Yamen. kita bahkan dapat melihat Yang Mulia Pangeran Kedua Huo Juan Zi berada disini itu menandakan semuanya telah diamankan. Jadi kita hanya perlu memastikan Sang Permaisuri agar tidak buka suara. Akan tetapi sebaik apapun dirinya mencoba untuk melakukan pergerakan untuk mencari bantuan, hal itu justru akan merugikan dan mempermalukan dirinya sendiri." balas Xi Lilian dengan senyum yang tak bisa di artikan.

__ADS_1


"Syukurlah, Aku berharap Agar semua proses pengadilan ini akan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan kita. Dan mereka yang telah menyebabkan Ibunda kita tiada harus menerima pembalasan yang setimpal." ucap Shen Yu Lin dengan penuh harapan.


Disaat mereka tengah asyik berkomunikasi sambil memperhatikan keadaan sekeliling mereka. Akhirnya terdengar suara sambutan dari Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


"Baik, terima kasih kepada seluruh keluarga Kekaisaran dari Negeri Selatan, Negeri Timur, Negeri Barat dan juga Negeri Utara yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri Perayaan Festival Bunga yang diadakan setiap tahun secara bergiliran. Dan pada kesempatan kali ini Negeri Tengah kami yang mendapatkan kehormatan sebagai Tuan rumah sekaligus penyelenggara perayaan yang sakral ini. Tak lupa pula zhen ucapkan kepada seluruh pejabat kementrian dan juga para rakyat yang telah ikut berpartisipasi dan memeriahkan dalam acar ini. Dan dengan demikian Acara Perayaan Festival Bunga tahun ini resmi dimulai. Dan kalian semua dipersilakan menikmati acara yang telah terselenggara ini dengan bersuka cita. Dan tanpa harus ada aturan khusus. Dan untuk susunan acaranya akan dibacakan oleh Kasim Bao " ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan mengakhiri kata sambutannya.


Setelah sambutan itu di akhiri, semua orang yang hadir bertepuk tangan dengan sangat meriah dan penuh suka cita.


Terutama bagi para pangeran, Putri, Tuan Muda serta Nona Muda yang menghadiri Perayaan Festival Bunga ini.


Yang mana tujuan utama dari diadakannya perayaan ini ialah untuk memilih jodoh yang sesuai dengan kriteria selain itu juga untuk saling mempererat tali persaudaraan antar Kekaisaran di seluruh Benua Nanxuang ini.


Namun pada puncak Perayaan Festival Bunga ini juga akan diadakan peringatan hari bersejarah dimana pada hari itu merupakan hari tercapainya kesepakatan perdamaian dari seluruh Kekaisaran di Benua Nanxuang ini dan diadakan Deklarasi Perdamaian dari semua Kaisar dari seluruh Kekaisaran.


"Baiklah, sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Yang Mulia Kaisar Huo Yu Yuan, mengenai susunan acara yang akan diselenggarakan di acara Perayaan Festival Bunga yang akan diselenggarakan seperti pada tahun-tahun sebelumnya yakni selama tiga hari secara berturut-turut. Akan tetapi dikarenakan boleh beberapa hal, seperti halnya situasi medan, juga sumber daya maupun lokasi yang berbeda dari setiap Kekaisaran yang sebelumnya maka pada tahun ini akan ada penyesuaian dengan lingkungan kami. Dan adapun susunan acaranya akan saya bacakan adalah sebagai berikut." ucap Kasim Bao dengan sangat jelas.


Pada hari pertama, yang merupakan hari ini akan diawali dengan pembukaan oleh tarian sambutan dari para penari yang secara khusus dilatih oleh Guru Kesenian Kekaisaran secara pribadi.


Setelah itu karena di kekaisaran kami tidak memiliki wilayah lautan seperti yang lainnya maka kali ini perburuan akan diadakan di Hutan Sunyi yang mana lokasinya paling dekat dengan istana Kekaisaran dan memiliki tingkat resiko paling rendah dari hutan lainnya yang berada di kawasan Kekaisaran Wuxi ini. Dan acara perburuan ini akan diadakan selama dua hari. dimulai pada siang hari ini dan akan berakhir pada besok petang.


Dan untuk hari ketiga akan diadakan pertandingan bakat bagi para Tuan Muda dan juga Nona Muda yang hadir dalam Perayaan Festival Bunga ini yang akan dilakukan secara terpisah. Adapun mengenai pertandingan bakat ini merupakan bakat kesenian dan juga kekuatan. Dan untuk lebih rinci lagi akan dijelaskan pada saat pertandingan akan dimulai. Yang akan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang. Dan Acara yang terakhir adalah Deklarasi Perdamaian yang akan dilakukan oleh seluruh Penguasa dari setiap Kekaisaran.


"Begitulah sekilas, penjabaran mengenai rangkaian acara, dalam perayaan festival bunga pada tahun ini. Terima kasih atas perhatiannya," ucap Kasim Bao setelah selesai membacakan susunan acara.


"Baiklah mari langsung saja kita nikmati bersama kemeriahan pada hari ini dengan di iringi oleh penari penyambutan yang akan segera dipersembahkan untuk para hadirin sekalian." sambung Sang Kasim Bao, yang kemudiaan langsung turun dari mimbar besar yang terdapat ditengah Aula Perjamuan itu.


Dan tak lama kemudian tampaklah banyak para gadis penari yang sangat rupawan yang sangat memanjakan penglihatan siapapun yang memandangnya.


Segera setelah itu tarian penyambutan yang begitu elok dan tampak lemah gemulai namun juga memiliki sisi ketegasan yang khas yang memuat para Tuan Muda maupun para Pangeran dibuat terpikat dengan setiap gerakan Sang penari yang sangat lincah namun tetap anggun yang sangat menyatu dengan alunan musik yang mengiringi tarian mereka.


Bahkan banyak para nona muda yang juga terkesima dengan tarian yang tengah dipentaskan di depan.


Bahkan sebagian dari mereka berencana untuk mempelajari tarian yang sangat indah ini. dan salah satunya adalah Shen Sie Lie, yang sedari Awal dirinya merasa jika jenis tarian ini lebih cocok dengan karakter dirinya. Sehingga tanpa berpikir panjang, Ia pun segera meminta Ayahanda nya untuk menghadirkan guru seni tari itu ke kediaman Jenderal mereka.

__ADS_1


"Ayah mungkinkah Lie'er berkesempatan untuk bisa belajar tarian semacam ini dari Guru Kekaisaran, secara pribadi di dalam Kediaman Jenderal kita?" tanya Shen Sie Lie dengan enteng dan denggok gampangnya.


"Lie'er benar Ayah, jika Lie'er bisa belajar dari guru seni Kekaisaran itu pasti akan menjadi sangat hebat. dan bakatnya juga akan semakin baik. Sehingga dengan begitu Akan semakin mudah bagi Lie'er untuk bisa memikat hati Pangeran, dan itu akan menjadi dukungan terhebat untuk ku dimasa depan Ayah." ucap Shen Ming An ikut membujuk Sang Jenderal.


"Ooh, apakah Lie'er ingin menjadi anggota Keluarga Kekaisaran?" tanya Jenderal Shen dengan nada yang lembut, namun sejujurnya dia bahkan telah menekan amarahnya kuat-kuat bahkan kini kedua tangannya telah terkepal begitu erat.


Sang Jenderal Shen merasa jika kedua anak Selir nya ini benar-benar sangat luar biasa keterlaluan. Bahkan keduanya sama-sama memiliki ambisi yang sangat liar, yang tampak sangat jelas dalam pandangannya.


Shen Sie Lie yang mendapat pertanyaan semacam itu dari sang ayah, ia bahkan tidak menampiknya sama sekali, dan justru dia berpikir jika ayahnya akan mendukung serta membantunya untuk mencapai tujuannya. Dan segera mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan Pangeran Mahkota.


"Ayah, sebenarya Lie'er ingin bisa bersanding dengan Yang Mulia Pangeran Mahkota Huo Lin Jin." ucap Shen Sie Lie malu-malu.


"Ayah bukankah hal ini sangat bagus?! Dengan begitu maka masa depan kita akan sangat terjamin Jika Lie'er bisa bersatu dengan menjadi istri sah Putra Mahkota?" tanya Shen Ming An yang benar-benar tidak mengerti situasi sama sekali, dia tidak sadar jika sang ayah telah marah hingga menggertak kan giginya dan tinjunya semakin terkepal erat hingga gemetar karena menahan amarahnya.


Kini Jenderal Shen Guo Feng mengerti alasan mengapa keduanya merasa begitu semangat untuk menghadiri acara hari ini, bahkan mereka berencana menggunakan kereta kuda dan juga kuda milik kedua Putra dan Putri resmi nya. Agar mereka berdua tampak begitu hebat dimata orang.


Karena mereka berfikir dirinya pasti akan mendukung keduanya seperti di masa lalu dan mengabaikan setiap keluhan dari keturunan resminya.


" Tak ku sangka mereka benar-benar licik, seperti ibu mereka. Pantas saja sedari awal mereka selalu saja berusaha sebisa mungkin agar tidak dihukum dan diperbolehkan mengikuti perayaan kali ini. kemungkinan besar mereka memiliki rencana yang besar dibalik semua ini. Mari coba lihat apa yang mereka rencanakan, jika itu benar-benar menargetkan Lian'er yang kini masih memiliki status sebagai tunangan Pangeran Mahkota maka aku tidak akan di begitu saja. selain itu Aku harus segera membantu Xi Lilian Putri tercintanya itu untuk segera lepas dari perjodohan bodoh ini. Dan aku haru melindunginya," batin Sang Jenderal Shen.


Ketika Jenderal Shen Guo Feng masih berusaha menenangkan dirinya, agar tidak emosionalnya meledak dalam acara ini, tanpa di duga Anak selirnya itu benar-benar bertindak untuk menguras kesabaran.


"Ayah bisakah Ayah memohon pada Yang Mulia Kaisar mengenai keinginan Lie'er, yang sudah Lie'er simpan dalam hati semenjak kecil?" ucap Shen Sie Lie dengan malu mali dan menundukan wajahnya, yang mana jika dilihat oleh orang lain, hal itu akan tampak sangat menggemaskan dan juga penuh rayuan.


Akan tetapi dimata Sang Jenderal Shen Guo Feng saat ini adalah layaknya iblis yang menampakkan taringnya. Benar-benar sangat mengerikan dan juga menjengkelkan.


"Aku benar-benar tidak pernah menyangka jika gadis ini memiliki keberanian yang sebesar ini. Tapi dia juga begitu ceroboh sehingga dia berani berkata hal-hal tabu semacam itu dihadapan banyak orang. Hal ini sungguh membuat diriku kehilangan muka," keluh Sang Jenderal Shen Guo Feng dalam hatinya.


Memikirkan semua yang telah terjadi kini benar-benar membuat dirinya terdiam, dan merenungkan, bagaimana cara untuk membantu Xi Lilian Putri kecilnya itu bisa lepas dari perjodohan tanpa harus melukai reputasi putrinya sendiri.


Shen Sie Lie yang melihat ayahnya hanya terdiam, Ia justru beranggapan bahwa Sang Jenderal Shen akan benar-benar menyetujui permintaannya yang gila itu, dan kini tengah memikirkan bagaimana cara untuk melakukan untuk memenuhi semua keinginannya itu.


Waktu terus bergulir, hingga setelah kurang lebih tiga batang dupa waktu berlalu, Akhirnya tarian tersebut telah berakhir, dan kini saatnya bagi salah satu perwakilan terbaik dari setiap Kekaisaran masing-masing maju untuk menampilkan bakat sebagai bentuk penghormatan dan antusiasme mereka semua dalam acara pembukaan Perayaan Festival Bunga ini.

__ADS_1


__ADS_2