
"Ah dan satu lagi, kenapa sepupu ipar masih saja memanggil ku seperti itu? Bukankah sebentar lagi kita akan segera menjadi keluarga? Kenapa kau masih begitu sungkan pada ku? Apakah kau menyesali keputusan mu untuk menikahi sepupu Pangeran ketiga dari keluarga kami?" cerocos Xia Ning Shui dengan raut wajah yang cemberut.
"Haihh.... Baiklah Shui Shui, apakah aku bisa memanggil mu dengan ini? Dan lagi pula saat ini kita berada di luar dan akan banyak orang yang akan beranggapan bahwa ini tidak pantas jika kita kehilangan tata krama. Dan hanya akan menimbulkan masalah yang tak diperlukan saja," terang Xi Lilian pada Xia Ning Shui.
"Bagus, aku puas dengan keakraban ini. Dan apa masih akan ada yang begitu bodoh dengan menyinggung mu dengan status mu yang sekarang?" Xia Ning Shui merasa jika Xi Lilian terlalu memikirkan orang lain.
"Kau memang benar, tidak ada yang perlu di takutkan. Jika memang ada toh aku juga tidak akan peduli dengan itu.Oh ya ada apa kau mencari ku? Apakah ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanya Xi Lilian pada Xia Ning Shui.
"Ahh... aku mencarimu karena aku ingin...." belum selesai ucapan Xia Ning Shui, yang ingin mengajak Xi Lilian untuk melakukan perburuan bersama dengan mereka. akan tetapi sudah di interupsi oleh seseorang yang baru saja sampai disana.
"Tidak akan ku biarkan Lian'er untuk pergi berburu dengan mu gadis. Karena Lian'er hanya akan pergi bersama dengan ku saja. dan juga kakak ipar tentunya," ucap Pangeran ketiga dari Kekaisaran Li, Wang Jin Tian.
Yang baru saja tiba di antara mereka bersama kedua kakak kembarnya.
"Apa yang kau katakan, Sepupu Pangeran ketiga, bukankah kita semua akan melakukan perburuan ini bersama-sama?" tanya Xia Ning Shui dengan menyipitkan matanya. seolah dirinya menegaskan jika dirinya hanya ingin mendapatkan jawaban "Ya" dari sang sepupu ketiga nya itu.
"Tidak bisa, kau hanya akan mengganggu kami saja jika kau ikut dengan kami. Lebih baik kau dengan yang lain melakukannya sendiri. Jangan ganggu kami yang sedang ingin memupuk jalinan kasih kami," ucap tegas Wang Jin Tian dan tidak ingin dibantah sama sekali.
Sebenarnya Sang Pangeran Wang Jin Tian melakukan ini bukannya tanpa alasan, ketika ia menolak untuk melakukan perburuan bersama dengan yang lainnya.
Tentu saja dirinya melakukan semua ini. karena dirinya tahu jika Xi Lilian sang istri kecilnya itu memiliki rencana dan akan malakukan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh orang-orang.
Jadi dirinya sengaja mencarikan alasan untuk menolak ajakan sepupu nya yang sangat aktif dan juga tidak mau diam itu.
"Sepupu ketiga, kau..kau... menyebalkan sekali...." Sebelunya Xia Ning Shui tidak pernah menyangka jika sepupu batu nya itu akan menjadi orang yang sangat berbeda ketika menemukan seorang gadis yang dirinya sukai.
Meskipun Xia Ning Shui merasa sangat marah akan sikap protektif sepupunya itu. Tapi jauh didalam lubuk hatinya, dirinya merasa sangat lega dan juga senang akan perubahan sikap sang sepupu. Setidaknya sepupunya bisa mendapatkan kebahagiaannya sendiri, setelah sekian banyaknya masalah yang menderanya selama ini. Yang mengubah sifat sepupu nya itu menjadi sosok yang sangat dingin dan tak tersentuh, setelah dirinya bangun dari komanya setelah kecelakaannya terjatuh di dalam sumur tua yang hampir membuat nyawanya melayang.
Meskipun selama ini di luaran sana semua orang mengatakan jika sepupu ketiga nya itu adalah seorang Pangeran sia-sia dan bodoh yang sangat sombong dan arogan ditambah dengan isu bahwa dia juga buruk rupa setelah kecelakaan itu.
Namun Xia Ning Shui dan seluruh keluarga Xia tahu benar bagaimana dan apa yang terjadi pada sepupu ketiga nya itu.
Hanya saja mereka semua tidak tahu, jika setelah kejadian itu, jiwa yang menempati tubuh Sang Pangeran ketiga Wang Jin Tian itu bukan lagi jiwa yang sama. Melainkan telah digantikan dengan jiwa yang lain dari seorang penguasa dari Alam Atas.
Selain itu Xia Ning Shui juga merasa jika Xi Lilian adalah sangat baik dan cocok untuk sepupunya itu. Dan mereka berharap agar Xi Lilian bisa membawa warna baru bagi saudara sepupunya itu. Sehingga bisa mengubah kesedihannya menjadi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan.
"Sudahlah Shui'er biarkan mereka pergi. Dan berikan kesempatan bagi mereka untuk mengakrabkan diri satu sama lain," bujuk Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan bijak. Dan diangguki oleh Pangeran Mahkota Wang Yun Ji.
"Ya sepertinya Chen'er juga telah lama menunggu kita," tambah Sang Pangeran Mahkota Wang Yun Ji.
__ADS_1
Yang juga berusaha membujuk Xia Ning Shui agar tidak lagi bersikeras dengan keinginannya.
Karena mereka berdua tahu bahwa apa yang akan dilakukan adik kembar mereka itu bukanlah karena suatu alasan yang sederhana.
Jadi Wang Yun Ji dan Wang Xue Min berupaya agar mereka tidak mengganggu rencana adiknya itu.
Sedangkan Xia Ning Shui yang mendengar kata Sang Pangeran Mahkota, seketika itu juga Xia Ning Shui jadi teringat pada kakak sulungnya Xia Ye Mochen.
Tadi awalnya Xia Ning Shui, hanya pamit untuk pergi sebentar pada Gege nya itu. Tapi saat ini sudah berlalu cukup lama, jadi dirinya juga harus segera kembali.
"Ya kakak sepupu benar, pasti Gege telah lama menunggu ku," gumam Xia Ning Shui
"Baiklah, aku mengalah kali ini. Tapi tidak untuk lain kali," ucap Xia Ning Shui pada Pangeran Wang Jin Tian sambil mendelik dan mengerucutkan bibirnya.
Kemudian berbalik dan berjalan kembali dengan menghentakan kakinya karena masih merasa sangat kesal, dan itu semua semuanya gara-gara sepupu batunya itu.
Mereka semua yang menyaksikan tingkah Xia Ning Shui seketika tak bisa menahan senyum dan tawa, karena merwka menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh Xia Ning Shui itu sangat lucu dan menggemaskan.
"Baiklah kalau begitu kami juga akan kembali terlebih dahulu. Dan kamu adik ku yang ceroboh, seharusnya kau akan menjaga calon adik ipar ku yang sangat cantik itu dengan baik bukan? atau kau juga butuh bantuan Gege mu ini untuk menjaganya, ha?" tanya Pangeran Kedua Wang Xue Min yang sengaja menggoda Sang adik.
"Tidak perlu, lebih baik kau dan juga Gege Pertama juga kembalilah. Jangan ganggu kami, apalagi jika kalian berani mengganggu istriku yang cantik ini, maka jangan salahkan aku akan apa yang bisa ku lakukan pada kalian nanti," tukas Pangeran Wang Jin Tian sambil mendengus kesal karena ulah Gege keduanya yang memang sangat usil.
"Kalau begitu kalian berhati-hatilah saat perburuan. Mari Pangeran Yu Lin dan Putri Xi Lilian, kami kembali terlebih dahulu," ucap Pangeran Mahkota Wang Yun Ji sembari mengangguk dan menepuk pundak Sang adik Wang Jin Tian.
"Hati-hati di jalan yang Mulia Pangeran Mahkota dan juga Pangeran Kedua Wang." ucap Xi Lilian dengan tulus.
Yang mendapatkan anggukan dan juga senyuman dari Kedua pria tampan yang merupakan Gege dari suaminya di dunia fana ini.
Setelah kedua Pangeran dari Kekaisaran Li itu meninggalkan mereka, kini suasana menjadi lebih tenang.
"Gege, apakah kau sudah siap untuk mrmulai pelatihan tertutup kembali?" tanya Wang Jin Tian pada Shen Yu Lin.
Shen Yu Lin yang kini mupai terbiasa dan akrab dengan sang Pangeran Wang Jin Tian pun segera memberikan tersenyum dan mengangguk untuk memberikan respon pada sang adik iparnya itu.
"Ya, aku sudah siap. Bahkan aku sangat berharap agar tidak mengecewakan kalian semua," balas Shen Yu Lin dengan tegas.
"Yah, aku yakin kau bisa menjadi lebih baik lagi nanti. Akan tetapi sebelum itu aku sarankan agar Gege juga mempersiapkan pondasi tubuhmu terlebih dahulu sebelum memasuki pelatihan pintu tertutup. Aku memiliki firasat jika kali ini tidak akan mudah bagimu jika kondisi fisik mu masih sama seperti ini," ucap Wang Jin Tian menyarankan.
Setelah itu Wang Jin Tian pun segera mengeluarkan sebuah pil dari ruang dimensinya. Kemudin ia menyerahkannya pada Shen Yu Lin.
__ADS_1
"Yang Mulia ini...." Shen Yu Lin tak bisa berkata-kata ketika dirinya melihat sebutir pil yang sangat langka di tangannya.
"Pil pembersih sumsum tingkat dewa legendaris....." gumam Shen Yu Lin seolah tak percaya dengan apa yang tengah ia saksikan saat ini.
"Yah, kau benar. Dengan itu kamu bisa membersihkan dan memperkuat seluruh meridian dan juga tulang Gege dari racu dan segala sumbatan yang selama ini menghalangi kemajuan kultivasi Gege. Setelah Gege menyerapnya maka jalan Gege akan menjadi jauh lebih mudah apalagi dwngan bantuannya pil dan elixir dari Lian'er. maka aku sangat yakin jika tidak akan ada masalah bagi Gege untuk menembus ranah misterius dan seterusnya," jelas Wang Jin Tian melalui transmisi suara batin pada Shen Yu Lin.
Shen Yu Lin terkejut dan tercengang ketika dirinya mendengar penjelasan dari adik iparnya itu. Dan Shen Yu Lin juga sangat menantikannya. Ia sangat bersemangat, sehingga dirinya ingin segera menyerap segala hal baik itu. Agar dirinya bisa secepatnya menjadi lebih kuat agar dirinya bisa naik ke Alam Atas bersama yang lainnya. Dan terlebih lagi dia juga berharap agar dirinya bisa selalu melindungi adik kesayanganya itu.
Meski Shen Yu Lin tahu bahwa kemampuan Sang adik jauh lebih besar dan kuat darinya. Itu tetap saja tidak akan pernah menyurutkan tekadnya untuk bisa melindungi Sang adik.
"Baiklah, terima kasih Yang Mulia, aku akan melakukan semua yang saya bisa agar aku bisa selalu menjaga dan melindungi Lian'er di masa depan," ucap Shen Yu Lin dengan penuh keyakinan dan tekad yang kuat.
"Tidak perlu berterima kasih Gege. Aku juga sangat lega, karena Lian'er bisa memiliki seorang Gege yang begitu peduli dan juga menyayanginya dengan tulus." kata Pangeran Wang Jin Tian yang benar-benar meras puas akan sifat dari kakak sang istri kecilnya.
Disaat interaksi mereka yang begitu harmonis itu tapak dari arah kejauhan ada sesosok yang memandangbke arah mereka dengan lekat. Bahkan tatapan mata itu tampak begitu rumit dan juga penuh dengan beban dan tekanan batin yang menyesakkan.
Dan semua itu tidak pernah luput dari penglihatan Xi Lilian yang sangat tajam.
"Sudahlah hentikan pembahasan ini. Lebih baik kita segera bersiap karena sebentar lagi perburuan pasti akan segera dimulai," sela Xi Lilian pada kedua pria yang sangat peduli padanya itu.
Selain itu alasan utama Xi Lilian mengatakan jika itu sebenarnya hanya ingin segera pergi dari tempat mereka berada sekarang.
Karena jika tidak, maka akan sulit bagi Xi Lilian untuk menjaga agar dirinya tidak betbuat buruk atau bahkan membunuh seseorang yang sedari tadi memandang ke arahnya.
Yah, orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Jenderal Shen Guo Feng. Sosok Ayah jahanam yang paling Xi Lilian benci bahkan dalam darah daging dan tulangnya pun telah mengendap kebencian yang nyata pada pria tak berperasaan itu.
Terlebih lagi ketika dirinya mengingat akan para selir dan anaknya itu yang tak tahu malu, benar-benar membuat Xi Lilian sangat muak.
"Baiklah kita pergi dari sini, jangan hiraukan apapun lagi. Lagi pula bukankah kita akan menemui kakek dan nenek terlebih dahulu. Jadi tunggu apa lagi, kita harus bergegas ke tenda mereka," ucap Shen Yu Lin yang tahu mengapa tiba-tiba saja mood sang adik kecilnya itu berubah menjadi buruk.
Bahkan Shen Yu Lin sendiri merasa sangat tidak senang ketika melihat keberadaan orang yang selama ini menelantarkan mereka.
Segera setelah itu mereka bertiga bergegas meninggalkan tempat itu. Tanpa memperdulikan apapun.
Sedangkan disisi lain, tempat dimana Sang Jenderal Shen Guo Feng berada bersama dengan yang lainnya hanya bisa menatap dan juga jatuh dalam penyesalan di hati mereka masing-masing ketika melihat jika sikap Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin yang benar-benar asing terhadap mereka semua.
Dan hanya dua orang saja yang merasa sangat tak acuh terhadap apa yang yerjadi antara keluarga besar Shen dengan Xi Lilian dan juga Gege nya Shen Yu Lin.
Bahkan Shen Ming An dan juga Shen Sie Lie merasa bahwa itu semua sangat bagus dan menguntungkan bagi mereka berdua.
__ADS_1
Karena dengan demikian, maka tidak akan ada lagi pesaing mereka untuk dapat menguasai seluruh harta Kediaman Jenderal dan mewarisi garis keturunan Bangsawan yang akan di turunkan pada generasi selanjutnya yang kini mereka pikir hanya tinggal Shen Ming An saja yang memenuhi syarat untuk menjadi penerus kepala keluarga dan tuan Bangsawan kelas 1 setelah keturunan keluarga Kekaisaran.
"Sudahlah Ayahanda, Tidak perlu menghiraukan dan memikirkan mereka lagi. Bukankah itu sudah keputusan mereka yang memilih untuk pergi," ucap Shen Sie Lie yang merasa sangat tidak senang, ketika dirinya melihat jika Sang Ayah masih sangat peduli dengan orang yang paling Ia benci. Sehingga membuatnya tidak bisa menahan amarahnya yang membuatnya lepas kendali. Dan melupakan teguran keras yang diberikan Sang Jenderal Shen Guo Feng sebelumnya.