Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 231


__ADS_3

Dan Sang Pangeran Wang Jin Tian pun yang menyaksikan bahwa istri kecilnya itu merasa begitu malu dirinya justru merasa sangat senang.


Apalagi dirinya juga dapat melihat jika telinga kekasih hatinya itu begitu merah itu membuatnya semakin bahagia.


Dengan begitu Sang Pangeran Wang Jin Tian menjadi jauh lebih mengeratkan perlukannya terhadap istri tercintanya itu dan sesekali mencium pucuk kepala Xi Lilian yang hanya sebatas dada bagian atasnya saja. Meskipun Xi Lilian telah berjinjit dan dirinya juga membantunya menopang tubuh yang ada dalam pelukannya saat ini.


Yah walau meski bagaimanapun juga usia Xi Lilian saat ini masih sangat muda dan baru akan menginjak usia 13 tahun dalam beberapa bulan ke depan.


Jadi tinggi badannya juga belum mencapai batas maksimal. Namun jika dibandingkan dengan gadis lain yang seusia dengannya. Xi Lilian jauh lebih unggul. Bahkan Shen Sie Lie pun saat ini hanya mencapai dagu Xi Lilian, dengan usianya yang hampir lima belas tahun.


"A..A Tian, sudah cukup lepaskan aku, Kau iseng sekali, begitu senangnya dirimu menggoda diriku. Ayo cepat lepaskan Aku, Atau akan menjadi sangat memalukan jika sampai mereka bangun dan menyaksikan kita yang seperti ini," ucap Xi Lilian yang pura-pura merajuk.


Namun sayangnya Sang Pangeran Wang Jin Tian masih belum puas untuk memeluk dan juga merasakan kebersamaannya dengan sang istri. Jadi bagaimana bisa durinya rela melepaskan pelukannya pada sang istri.


Bahkan jika dirinya bisa dirinya juga ingin membuat sang istri tercintanya itu bisa menyatu menjadi satu kesatuan dari dirinya sendiri.


Agar di saat kemanapun dirinya pergi maka Sang istri kecilnya itu bisa selalu bersama dan menemaninya setiap waktu.


Namun apa daya, Pangeran Wang Jin Tian tidak bisa melakukan semua itu. Jadi dirinya hanya bisa menemukan dan membuat waktu untuk dirinya sendiri untuk dapat dekat dan memeluk erat istrinya itu, seperti saat ini.


Xi Lilian pun yang mengerti akan pemikiran Sang suami, kini dirinya pun tidak menolak lagi dan terus menikmati pelukan hangat dari suami tampannya itu.


Karena Xi Lilian sendiri juga sangat menikmati saat- saat momen romantis seperti ini. Yang entah mengapa membuatnya menjadi sangat nyaman dan juga perasaan bahagia yang tidak bisa dirinya sembunyikan dari senyum dan juga raut wajahnya yang begitu berbinar bagaikan bintang yang bersinar terang yang menghiasi langit malam.


"Aku sungguh sangat merindukan mu Lian'er, meski hanya dalam waktu sekejap saja aku merasa akan gila karena merindukan mu." gumam Pangeran Wang Jin Tian di telinga Xi Lilian.


Yang membuat Xi Lilian kembali tersipu. Namun dirinya juga tidak bisa berbohong dengan perasaannya sendiri. Bahwa saat ini dirinya sangat senang mendengar pengakuan dari pria yang merupakan adalah pasangan takdir nya itu.


"Aku kira hanya diriku saja yang merasakan hal itu, kini aku sangat senang bahwa kau merasakan hal yang sama pada ku A Tian. Aku sungguh sangat bahagia saat ini." balas Xi Lilian dengan malu-malu sambil memandang sekilas pada suaminya itu. dan Ia pun mendaratkan sebuah kecupan singkat pada bibir Sang Pangeran ketiga dari Kekaisaran Li tersebut.


Namun tepat saat dirinya hendak menarik diri dari Sang suaminya itu, Tapi usaha yang Xi Lilian itu pun gagal. Karena pada saat ini bagian belakang lehernya telah ditahan oleh pria itu yang membuatnya terkunci dalam posisi saling mencium itu.


Bahkan pada detik berikutnya kini telah terasa sebuah ******* lembut pada bibirnya yang ranum itu yang semakin lama semakin dalam dan membuatnya ikut terbawa arus permainan yang dilakukan oleh Sang Pangeran Wang Jin Tian padanya.

__ADS_1


Kini Xi Lilian pun mulai memberikan bakasan sambutan bagi aksi Sang suami yang kian lama semakin menuntut lebih yang membuat keduanya terjerat dalam gelora yang membara.


Hingga saat mereka hampir kehabisan nafas, kini akhirnya sebuah ciuman yang panas dan penuh dengan api cinta itu terhenti dengan suara keduanya yang terengah-engah.


Hanya saja Wang Jin Tian pun segera menenangkan dirinya dan segera memeluk istrinya itu lebih erat lagi dan mengecup pucuk kepala Xi Lilian berulang kali. Hingga dirinya merasa tenang.


Dan barulah Sang Pangeran Wang Jin Tian mulai melepaskan pelukannya pada istrinya itu.


Tepat pada saat keduanya melepaskan diri dari satu sama lain kini tiba-tiba saja terdengar sebuah pergerakan dari sekitar mereka.


Dan ternyata saat ini tampak kedua sepupu Xi Lilian yang berasal dari keluarga paman keduanya itu mulai sadar. Dan disusul oleh dua lainnya yang dari keluarga Paman Kedua. hanya meninggalkan ketiga orang yang merupakan kedua saudara kembar mereka itu.


"Sstttt... aahhh... sakit sekali badan ku. Rasanya sangat menyakitkan seakan tulangku patah semua," gumam Shen Fei fei sambil berusaha bangkit dari posisi nya saat ini.


"Ahh,, aku juga merasakan hal yang sama," sahut Shen Zu Yan


"Hanya saja aku merasa jika ini hanya luka luar saja sedangan organ dalam ku tampaknya sudah pulih, apakah kita terlalu lama pingsan sehingga tidak sadar jika kita telah pulih? Jadi apakah kita telah terkurung di dalam hutan sunyi ini hingga waktu yang belum di tentukan?" sambung Shen Zu Yan dengan perasaan cemas.


"Apa yang kalian katakan benar. Aku juga merasakan hal yang sama. Bagaimana dengan mu sepupu Yuan Li?" tanya Shen Hao Chen pada sepupunya Shen Yuan Li yang tengah terdiam sambil memandang ke arah sebelahnya yang terdapat kedua orang saudara sepupu mereka yang lain yang madih belum sadarkan diri.


"Tidak apa-apa, ini akan segera pulih. Tapi entah bagaimana keadaan Rui'er dan juga Wang'er sekarang. Mereka telah berusaha sekuat tenaga demi keselamatan kita semua. Kita tidak bisa berdiam diri saja disini. setidaknya kita harus berusaha untuk mencari obat dan pertolongan seseirang untuk menolong kedua sepupu kita itu. Lihatlah mereka bahkan maduh terbaring dengan banyak luka di sekujur tubuhnya," jawab Shen Yuan Li yang merupakan putra pertama dari cabang keluarga ke tiga. Kakak kandung dari Shen Zu Yan.


"Apa yang dikatakan oleh Gege Yuan Li benar, kita tidak bisa membiarkan Gege Rui dan juga Gege Wang mengalami penderitaan begitu saja setelah melindungi kita senua dari Ular spiritual berkepala tiga itu dan juga gadis biadap itu," cetus Shen Zu Yan yang kini juga tengah mendekat dengan tertatih-tatih untuk melihat kondisi Shen Ming Rui dan juga Shen Hu Wang yang masuh belum sadarkan diri.


Saat menyaksikan beberapa bersaudara saling berinteraksi dan saling peduli itu membuat Xi Lilian merasakan hal yang tak bisa dijelaskan dalam hatinya.


Karena sesungguhnya dirinya bisa merasakan ke akraban seperti itu hanya ketika dirinya berkelana di zaman modern. Dan kini dirinya justru kembali merindukan orang-orang terdekatnya. Khususnya keluarga dari Black Star Mafia yang mana ke sepupu ribu orang mafiosonya yang dirinya pimpin selama ini, Mereka semua selalu memparlakuka mereka dengan sangat baik dan selayaknya saudaranya sendiri.


Tapi sesaat kemudian Xi Lilian kembali menenangkan perasaannya dan mulai berbicara dan memberikan penjelasan pada beberapa saudara yang sedang dalam perbincangan itu. Hingga tidak memperhatikan keberadaan nya dan juga Sang Pangeran Wang Jin Tian yang juga berada di sana.


"Kalian tenang saja, mereka berdua sudah tidak dalam keadaan yang kritis, dan itu semua berkat Pil obat yang diberikan oleh Pangeran Wang Jin Tian yang telah berhasil menyelamatkan nyawa mereka berdua dan termasuk kalian semua. Hanya saja kalian masih harus menderita beberapa luka luar kang kalian dapatkan selama beberapa waktu ini. Ku harap kalian tidak menyalahkan ku karena sembarangan memberikan obat pada kalian. Dan seharusnya kalian bisa percaya pada ku jika obat yang diberikan oleh Yang Mulia Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Li itu benar-benar bukan racun." ucap Xi Lilian dengan nada datar dan tak memiliki kesah hangat sedikitpun pada keempat orang saudara sepupu yang ada di hadapannya itu.


Sedangkan keempat orang yang tiba-tiba mendengar suara seorang gadis yang terdengar sangat familiar itu, akhirnya mereka pun segera mengalihkan pandangan mereka pada arah suara itu berasal.

__ADS_1


Ternyata di dalam ruangan gua itu masih ada dua sosok pria dan wanita. Yang mana sang pemuda mengenakan sebuah topeng yang sangat mengerikan sedangkan si gadis sendiri yangsangat meteka kenali dengan cadarnya yang selalu menutupi wajahny selama ini.


"Lian'er itu kau?" tanya Shen Fei Fei yang kini menatap Xi Lilian dengan penuh perasaan yang tak menentu.


Namun dirinya tidak mendapatkan tanggapan apapun dari sosok gadis yang dirinya tanya.


"Salam Yang Mulia Pangeran Ketiga Wang Jin Tian. Terima kasih karena Anda dan juga sepupu Lilian telah membantu dan menyelamatkan kami," ucap Shen Yuan Li sambil bangkit dan membungkuk hormat kepada Sang Pangeran Wang Jin Tian.


"Bukan aku yang menyelamatkan kalian. Tapi Calon Permaisuri ku yang berbaik hati menyelamatkan kalian. Lagi pula aku tak akan repot-repot mengurusi kalian. Apalagi aku tidak mengenal kalian semua. Jadi jika kalian semua mati juga bukan urusan ku," ucap Wang Jin Tian dengan gayanya yang sembrono dan juga menyebalkan.


Yang membuat ke empat orang yang mendengarnya menjadi terdiam. Dan juga tertohok dengan ucapan Sang Pangeran Wang Jin Tian itu yang sebenarnya tidak ada yang salah.


Kenuduan mereka berempat memandang ke arah Xi Lilian yang hanya terdiam di sana tanpa ada keinginan untuk mengatkan apa-apa.


"Em... itu sepupu Li...." ucapan Shen Fei Fei terhenti ketika dirinya tiba-tiba mendengar suara Xi Lilian yang dingin dan datar.


"Aku tidak bermaksud menyelamatkan kalian. Hanya saja ini semua aku lakukan hanya karena demi kedua orang yang masih terbaring di sana yang merupakan kedua putra kandung dari Paman ke empat yang sudah banyak berjasa bagi diriku selama ini. Jadi kalian tak perlu merasa sungkan atau apapun." kata Xi Lilian tanpa peduli dan mrmandang kearahnya ke empat orang yang ada di hadapannya saat ini.


Namun Xi Lilian justru sibuk memandang ke arah kedua saudara kembar yang masih terpejam matanya di bagian dalam gua yang terdapat sebuah meja batu besar tempat keduanya terbaring lemah.


Empat orang yang ada di sana benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Jujur saja saat ini mereka merasa sangat tidak nyaman dengan situasi yang terjadi.


Karena Xi Lilian sepertinya sengaja mengacuhkan mereka semua. Namun mereka juga tidak bisa marah ataupun mengeluh akan sikap Xi Lilian pada mereka yang seperti itu.


Mereka semua sadar, jika selama ini mereka juga tidak ada satupun yang pedyli dengan keberadaan gadis itu. Di masa lalu, bahkan jika tanpa sengaja mereka saling bersiaipan mereka bahakan mengacuhkan dan memandangnya hina. Dan itu memang kesalahan mereka semua.


"Lian'er kami minta maaf atas kesalahan kami di masa lalu, Kami juga sangat berterima kasiha tas kebaikan hatimu dan juga jasamu yang telah menyelamatkan kami semua. Jika ada hal..." ucapan Shen Zu Yan kembali disela oleh Xi Lilian.


"Kalau ingin berterima kasih, orang yang berhak mendapatkan ucapan itu dari kalian adalah kedua sepupu ku yang kini tengah terbaring di sana. Karena berkat meteka lah nyawa kalian masih bisa selamat. Jika tidak aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi pada kalian saat ini. Jadi berikan balasan yang selayaknya pada kedua saudara kembar itu. Yang telah berjasa melindungi nyawa kalian berempat dengan mempertaruhkan diri mereka sendiri. Sehingga mereka berdua hampir menjadiborang cacat akubat dantian mereka telah hancur," ucap Xi Lilian yang mengatakan yang sesungguhnya mengenai keadaan kedua bersaudara itu.


"Aaa Apa !? Apakah kau serius Lian'er? Bagaimana kau.... ucapan Shen Hao Chen terhenti, karena dirinya merasa tak enak hati menamyakan hal-hal yang sensitif seperti masalah kultivasi pada Xi Lilian yang dirinya kira hanya orang yang tak bisa membangkitkan kekuatannya.


"Apa Menurut mu, aku ini hanya asal bicara saja? Kau boleh saja meragukan ucapan ku. Bukannya aku tidak tahu selama ini kalian juga tak pernah sekalipun menganggap keberadaan dan kebenaran akan diriku dan status ku di dalam temapt yang kalian sebut dengan kediama itu. Tapi untuk masalah ini, kalau kamu masih tidak mau percaya pada ku, aku juga tidak akan mau memaksa kaluan untuk percaya. Sekarang Kalian bisa tanyakan sendiri pada Mereka berdua." ucap Xi Lilian yang kini mulai muak dengan para keturunan Keluarga Shen itu.

__ADS_1


__ADS_2