
Setelah itu Sang Permaisuri Shi Yi Lan yang sedari tadi menyimak pembicaraan tiba-tiba berlari dan memeluk cucu laki-laki itu yang baru pertama kali iya jumpai selama hidupnya.
Begitu pula dengan Kaisar Xi Zhao Tian dan juga kedua Putranya. Mereka semua merasa seakan tidak menyangka dapat bertemu dengan keponakan mereka yang baru Ia ketahui itu.
Sedangkan Xi Lilian juga merasa senang akan respon seluruh keluarganya yang menyambut hangat kedatangan Kakak sepupunya itu.
Bahkan Ia juga merasa sangat senang ketika kedua Bibi Kekaisaran nya juga merasa senang dan memeluknya karena saking semangatnya melihat kehadiran mereka berdua.
Setelah selesai acara berpelukan antar keluarga itu. Akhirnya mereka menyadari bahwa Shen Yu Lin tidak ikut hadir bersama mereka berdua.
“Dimana Gege mu Lian’er? Kenapa dia tidak ikut hadir kesini?” tanya pangeran kedua Xi You Ming, sambil merangkul Xi Lilian dan mengajaknya duduk di temapt yang mereka tempati tadi, dengan diikuti oleh yang lainnya.
“Maafkan Gege Paman, sebenarnya Gege tadi juga ingin ikut, akan tetapi ada suatu hal yang harus Gege lakukan dan itu juga penting untuk proses penyidikan mengenai kasus dikediaman Jendral. Jadi mungkin Gege Yu Lin akan menyusul belakangan setelah semuanya telah selesai.
Mendengar Xi Lilian membahas mengenai hal itu membuat Kaisar Xi Zhao Tian menjadi bermuka masam, begitu juga Permaisuri Shi Yi Lan yang langsung teringat kembali dengan Putri satu-satunya yang telah tiada.
Namun mereka segera menyadari, bahwa orang yang paling menderita dan sedih akibat hal itu adalah cucu perempuannya ini yang kini berada dihadapan mereka.
Disaat mereka semua bercengkrama dan juga saling mengobrol, tak lupa Xi Lilian membuat formasi pelindung yang akan menyegel suara pembicaraan mereka agar tetap teredam.
Dan hanya orang-orang yang berada didalam formasi saja yang bisa mendengarkan nya dan bagi orang yang berada diluar hanya akan melihat keberadaan Anggota Keluarga Kekaisaran Wexia saja tanpa adanya Xi Lilian dan juga Xi Mu Ren.
Setelah itu Xi Lilian juga melakukan telepati pada Gegenya Shen Yu Lin untuk menanyakan keberadaan Sang Gege saat ini.
“Gege, Apakah semua sudah beres? Jika sudah segera susul kami ke paviliun khusus Keluarga Kekaisaran Wexia didalam Istana Kekaisaran.” Kata Xi Lilian dalam benaknya.
“Ya Lian’er semuanya sudah selesai, dan kau tinggal tunggu hasilnya saja pasti akan lebih menarik. Baiklah Gege akan segera ke sana,” Balas Shen Yu Lin yang baru saja melakukan misinya.
“Baiklah Gege, kami tunggu Gege disini!” Ucap Xi Lilian.
__ADS_1
Tak lama kemudian muncul satu sosok yang sedang di tunggu oleh Xi Lilian. Di hadapan Xi Lilian dan yang lainnya.
Yah, sosok itu tak lain adalah Shen Yu Lin yang telah ditunggu oleh semua keluarganya.
Begitu Shen Yu Lin mendekat, kemudian Shen Yu Lin tak lupa langsung membungkuk dan memberi hormat kepada Kakek, Nenek, Kedua Paman serta kedua Bibi nya.
“Salam kepada Kakek, Nenek, Paman dan juga Bibi, maafkan Lin’er yang datang terlambat. Karena Lin’er harus memastikan sesuatu hal terlebih dahulu.” Ucap Shen Yu Lin.
“Akhirnya cucuku sudah datang semua, tidak masalah kau datang belakangan, kami mengerti tadi Lian’er dan juga sepupu mu Ren’er telah menjelaskan semuanya pada kami,”balas Sang Kakek dengan pengertian.
“Ayo duduklah, kau pasti lelah setelah melakukan semua itu sendirian, lagi pula kami sangat bangga pada kalian anak-anak muda yang memiliki pemikiran maju dan tidak bergantung pada siapapun. Bahkan Paman merasa malu terhadap kalian semua karena diusia yang semuda ini dan di dunia yang hanya memiliki energi qi yang serendah ini kalian bisa mencapai ranah langit. Bahkan sebentar lagi kalian hampir melampaui kita semua bahkan mungkin lebih hebat lagi nantinya.” Kata Pangeran Kedua Xi You Ming.
“Paman jangan seperti itu. Bahkan Paman memiliki kemampuan yang sangat hebat yang tidak diketahui oleh orang-orang. Bisa-bisanya Paman merendah seperti itu dihadapan kami. Jangan kira kami ini tidak tau bahwa sebenarnya identitas sesungguhnya Keluarga Xi,” balas Shen Yu Lin dengan nada bercanda.
“Apakah kalian semua sudah tau marga kita yang sebenarnya Nak?” tanya Kaisar Xi Zhao Tian pada Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian.
“ Kabar apa yang kau bawa Nak? Coba katakan pada kami semua.” Kata permaisuri Shi Yi Lan.
“Begini Kek, Nek, Paman, dan juga Bibi....” selanjutnya Xi Mu Ren kembali menjelaskan mengenai kondisi Kakek Buyut nya yang saat ini tengah sakit keras dan juga kisah saat mereka mencari keberadaan seluruh Klan Xin yang bersembunyi hingga akhirnya Xi Mu Ren bisa berjumpa dengan Xi Lilian dan juga mereka.
Setelah mereka semua mendengar penjelasan dari Xi Mu Ren Sang Kaisar Xi Zhao Tian merasa tertekan dan sesak didalam dadanya.
Ketika Ia mengingat mengenai Ayahnya dan juga putra bungsunya itu yang telah lama terpisah dari mereka.
Ada rasa bersalah dan penyesalan dalam hati kecilnya selama ini.
Xi Lilian yang melihat seluruh keluarganya merasa sedih dan juga menyalahkan diri mereka sendiri membuatnya lebih yakin untuk mengungkapkan mengenai jati dirinya yang sebenarnya kepada seluruh keluarganya.
Saat ini Xi Lilian merasa sudah siap akan segala konsekuensinya yang akan dia terima setelah seluruh keluarga besarnya tau.
__ADS_1
Hingga kemungkinan terburuk sekalipun, respon yang akan ia dapatkan nantinya Xi Lilian sudah siap untuk menerimanya.
Akhirnya Xi Lilian angkat bicara yang mana itu langsung menyita perhatian dari seluruh keluarganya termasuk juga Shen Yu Lin yang merasa ada sesuatu hal yang sangat penting yang akan adik kesayangannya itu sampaikan.
“Kakek, Nenek dan semuanya, maafkan Lian’er. Semua itu terjadi karena Lian’er,” kata Xi Lilian dengan penuh rasa penyesalan.
Yang kemudian Xi Lilian membuka cadarnya dan siap untuk mengakui semuanya.
Semua orang yang ada disana merasa tercengang melihat wajah Xi Lilian yang sesungguhnya, yang memiliki kemiripan dengan Xi Yu Nian.
akan tetapi Xi Lilian memiliki pesona dan keanggunan tersendiri, yang membuatnya sangat cantik dan indah dipandang mata.
Akan tetapi yang membuat mereka semua lebih tertegun lagi dan juga berpikir sangat dalam adalah ketika merasakan aura Xi Lilian yang sesungguhnya terasa sangat agung dan juga sangat familiar bagi mereka.
Karena begitu mirip dengan aura dari dewi penolong Klan Xin mereka.
Sedangkan Xi Mu Ren yang mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Xi Lilian, Ia bergegas menggenggam kedua tangan Xi Lilian sambil menggelengkan kepalanya.
Yang mengisyaratkan agar Xi Lilian tidak perlu melakukan semua itu. Karena sejatinya itu bukanlah kesalahan dan juga keinginan dari Xi Lilian.
Akan tetapi semua itu memang sudah jalannya takdir kehidupan mereka.
Sedangkan Xi Lilian yang telah bertekad untuk mengungkapkan semua kebenaran yang ada. Akhirnya Xi Lilian membalas genggaman tangan kakak sepupunya itu.
Untuk meyakinkan bahwa dirinya sudah siap dan tidak akan jadi masalah baginya jika memang semua keluarga nya tak bisa lagi menerimanya.
Karena dia sudah merasa cukup telah merasakan kasih sayang yang sangat tulus dari mereka semua selama ini terutama kepada Gegenya Shen Yu Lin, maka Xi Lilian merasa harus menjelaskannya, karena Ia juga berhak tahu mengenai kepergian ibundanya untuk selamanya salah satunya memanglah disebabkan oleh dirinya.
Jika saja sang ibunda tidak pernah berkorban dengan mengirimkan jiwa Xi Lilian ke dimensi lain maka mungkin saja mereka bisa menghabiskan waktu sedikit lebih lama dengan ibunda mereka Xi Yu Nian.
__ADS_1