
Setelah itu Xi Lilian mengubah penampilannya dengan penampilan aslinya, sebagai gadis kecil yang cantik jelita, dan kali ini ia Tak mengenakan topeng maupun cadar, sambil memperkenalkan diri.
"Namaku Xi Lilian putri resmi dari kediaman Jendral Besar Shen dengan istri sah nya Xi Yu Nian." Kata Xi Lilian di jeda.
"Gadis yang selama ini kalian kenal sebagai sampah tak berguna, penakut, buruk rupa dan juga tak memiliki bakat apapun." Lanjut Xi Lilian lagi.
Mereka yang ada disana semuanya tercengang tak terkecuali Tabib Liu, ia benar-benar tak menyangka bahwa sesungguhnya orang yang berada di hadapan mereka sejak tadi adalah Xi Lilian yang selama ini mereka anggap sepele dan hina.
Namun mereka semua yang ada disana pun tak ada seujung kukunya, jika dibandingkan dengan Xi Lilian yang selama ini menyandang gelar sampah kekaisaran dan pemborosan besar.
Ternyata rumor hanya lah rumor, tidak pantas dipercaya. Dan siapa orang yang kejam menyebarkan rumor buruk seperti itu. Sungguh orang biadap pikir mereka.
Saking lamanya mereka terbengong, Xi Lilian akhirnya mengeluarkan sebuah meja perjamuan yang sangat besar dengan gelas sejumlah orang yang ada di sana dan di dalam gelas tersebut ia isi dengan air soda yang gelap.
“Baiklah, karena kalian sudah tau siapa diriku yang sebenarnya maka kalian bisa putuskan mau mengikuti ku atau tidak. Jika kalian memutuskan ikut denganku maka ambil dan minumlah ramuan yang berada dalam gelas itu.” Kata Xi Lilian menyadarkan mereka.
Tak tunggu waktu lagi Chen Zhang Wen langsung maju dan menenggak habis ramuan dalam gelas, setelah beberapa saat Tabib Liu pun langsung maju melakukan hal yang sama. Setelah itu banyak orang berbondong bondong maju.
Hingga hanya menyisakan seorang perempuan yang tengah menahan sakitnya. Ia telah berbaring di tanah karena merasa sakit yang tak tertahankan disekujur tubuhnya. Selain itu ia juga menggigil kedinginan.
Menyaksikan hal tersebut Xi Lilian dan tabib Liu bergegas menghampirinya. Dan mengecek nadi di pergelangan tangan gadis itu pada masing-masing tangannya.
Namun tiba-tiba tabib Liu mengubah ekspresi wajahnya karena kondisi gadis itu sudah terlalu parah karena racun ular Kirin yang ada dalam tubuhnya telah menyerang jantungnya dan itu akan sulit dikendalikan ataupun dihilangkan dengan ramuan.
Karena waktu penyebaran racun itu lebih cepat dibandingkan reaksi dari ramuan itu sendiri.
“Seharusnya gadis ini sudah terkena racun ular Kirin ini sudah lebih dari 3 hari dan terlambat dalam penanganannya.” Kata Xi Lilian memecahkan keheningan.
“Nona anda mengerti ilmu medis?” Tanya Tabib Liu terkejut.
“Hanya sedikit.” Jawab Xi Lilian
“Seperti yang telah Nona Xi katakan penanganan untuk gadis ini, aku sungguh tak ada cara yang tepat menanganinya sekarang.” Kata tabib Liu dengan sedih.
“Apakah tabib Liu bisa menolongku untuk membuat ramuan penambah stamina sekaligus penghangat badan, aku akan mencoba menangani racun ini.” Kata Xi Lilian.
“Kebetulan aku mempunyai nya Nona, karena waktu sebelum saya terdampar di pasar budak saya telah membuat beberapa tonik dan ramuan yang sering dibutuhkan. Semua ada di dalam kotak ini Nona.” Kata Tabib Liu.
__ADS_1
“Bagus tolong berikan kepadanya sekarang dan aku akan melakukan akupuntur sebelum dia pingsan.” Kata Xi Lilian.
Mendengar perintah dari Xi Lilian Tabib Liu pun mengeluarkan ramuannya dan langsung meminumkannya kepada gadis yang tengah sekarat itu.
Begitupun dengan Xi Lilian, ia mengeluarkan jarum perak dari dalam cincin penyimpanan. Setelah itu ia segera menusuk setiap titik akupuntur dengan cepat dan tepat.
Setelah itu Ia menyalurkan tenaga dalamnya untuk membantu mengeluarkan racun dalam tubuh gadis itu.
Tak berapa lama seluruh jarum perak yang tertanam pada tubuh gadis itu bergetar dengan sangat cepat dan berubah menjadi hitam dan pada detik selanjutnya gadis itu memuntahkan darah hitam yang pekat dan berbau sangat busuk.
Setelah warna darah yang dimuntahkan oleh gadis itu berwarna merah terang seperti darah pada umumnya.
Kemudian Xi Lilian mencabut semua jarum perak nya dan melemparkan Jarum perak tersebut kedalam dimensi bintang untuk di sterilkan dengan alkohol di dalam ruang dimensinya.
Setelah itu Xi Lilian dan tabib Liu kembali mengecek nadinya. Dan semua sudah kembali normal.
Hingga tabib Liu menganga tak percaya, bahwa gadis kecil seusia Xi Lilian telah menguasai ilmu akupunktur yang bahkan dirinya saja tidak mampu.
Dengan menyaksikan hal tersebut membuat mereka semua yang berada di sana semakin yakin dengan keputusan yang mereka ambil.
Dan mereka pun merasa bangga karena mengikuti seseorang yang kuat, baik, penolong, ramah dan tidak pilih-pilih jika menolong.
“Heeiii... Apa yang kau lakukan, jangan pernah berlutut ataupun bersujud jika kau tak melakukan kesalahan. Berlutut dan bersujud lah pada orang tua, guru atau orang yang benar-benar pantas. Apalagi usiamu juga lebih tua dariku, ini sungguh tak pantas, dan aku tak bisa menerimanya.” Kata Xi Lilian yang membuat mereka semua tersentuh apalagi gadis yang telah ditolongnya tadi.
“Baiklah karena kalian telah memutuskan mengikuti ku, maka yang harus kalian ingat untuk selamanya adalah kesetiaan dan saling menjaga, membantu dan melindungi sesama anggota. Dan satu lagi jangan panggil aku tuan ataupun nona, kalian biasa memanggilku Lian’er atau Meimei terserah kalian tapi kalau sedang berada di luar kediaman kalian boleh memanggilku Queen Black Star, karena organisasi kita akan ku beri nama Black Star Mafia.” Kata Xi Lilian.
“Baik Lian’er/Meimei.” Jawab mereka serempak.
“Dan untuk mengenali satu sama lain dari kalian adalah anggota Black Star Mafia aku akan memberikan sebuah tato dengan simbol bintang pada bagian lengan kanan kalian. Jika kalian ingin menguji keasliannya kalian bisa mendekatkan simbol itu satu sama lain dan seketika akan muncul tulisan “Black Star” dan itu tidak akan bisa untuk ditiru siapapun. Kata Xi Lilian.
Setelah mendengar ucapan Xi Lilian merekapun langsung memeriksa lengan kanan mereka, dan ternyata benar di sana terdapat sebuah simbol bintang dengan Dua warna sebelah kanan berwarna hitam gelap dan sebelah kiri putih berkilauan.
Dan mereka juga mencoba mendekatkan simbol itu dengan simbol rekan mereka yang lainnya dan benar saja muncul tulisan black start dengan gradasi warna hitam putih juga.
“Kelebihan dari simbol tersebut, kalian bisa saling berkomunikasi meski jarak kalian sangat jauh, caranya kalian alirkan energi qi kalian dan fokuskan untuk siapa yang akan kalian hubungi.
Setelah itu kalian bisa terhubung begitu pun dengan diriku. Selain itu kalian juga bisa melakukan teleportasi ke tempat yang jauh jika kultivasi kalian telah mencapai tahap Kaisar Yang Agung.
__ADS_1
Namun bagi siapa saja yang berkhianat maka simbol itu juga akan menghukumnya secara langsung hingga orang itu akan mati dengan sangat tragis dan tersiksa.
Mereka semua yang mendengar kalimat terakhirnya dari Xi Lilian langsung menelan ludah dengan susah payah. Karena ngeri membayangkan apa yang akan terjadi kepada mereka jika sampai berkhianat.
“Baik Queen kami mengerti.” Jawab mereka.
“Baiklah karena hari juga sudah mulai larut lebih baik kita makan bersama terlebih dahulu setelah itu kalian bisa istirahat di setiap kamar yang ada di setiap paviliun dan akan kita lanjut besok lagi untuk memulai latihan.” Kata Xi Lilian sambil mengeluarkan banyak makanan yang ia pesan di kedai tadi sore bersama Chen Zhang Wen dan tak lupa ia juga mengeluarkan pakaian yang telah ia beli untuk mereka semua.
“Baiklah setelah makan kalian ambillah pakaian itu masing masing orang 10 setel pakaian ganti. Dan Temat istirahat kalian para gadis di sebelah barat paviliun utama. Dan untuk kalian akan berada di bagian timur dan Utara paviliun utama, untuk Gege Wen dan tabib Liu bisakah kalian ikut saya sebentar.” Kata Xi Lilian
“Baik Lian’er kami akan mengikuti mu.” Kata Chen Zhang Wen dan Tabib Liu bersamaan.
Setelah memastikan semua anggota mafianya pergi untuk beristirahat mereka langsung mengikuti Xi Lilian menuju aula utama.
Sesampainya mereka di dalam ruangan Xi Lilian langsung membuat arai perlindungan dan juga kedap suara agar tak ada yang mendengar apa yang akan mereka bicarakan.
Setelah itu Xi Lilian mengeluarkan dua butir pil stamina tingkat tinggi dan dalam kemurnian seratus persen. Dan menyerahkannya kepada Chen Zhang Wen dan Tabib Liu.
Chen Zhang Wen yang sudah pernah merasakan pil buatan Xi Lilian ia pun paham dan langsung mengambil dan menyerap pil itu. Namun berbeda dengan Tabib Liu yang malah ternganga melihat pil tersebut.
“Ambilah Tabib Liu dan juga segera serap lah. Agar stamina dan kondisi tubuh mu kembali segar dan bertenaga kembali.” Kata Xi Lilian pada tabib Liu.
“Ewhh... Baiklah Nona. Terima kasih. Selama hidup saya baru kali ini aku menjumpai pil stamina yang sempurna seperti ini. Bahkan jika ada yang menjualnya pasti harganya sangat mahal. Sedangkan Nona Xi memberikan kepada kami dengan percuma. Apa Nona tidak rugi?" tanya tabib Liu.
“Tapi tunggu sebentar, kalau nona Xi mempunyai pil stamina ini kenapa tadi...” Kata-kata Tabib Liu terpotong oleh Xi Lilian
“ Karena dalam kondisi kritis gadis itu tadi dia tidak mampu menelan dan menyerap pil ini dengan cepat, berbeda dengan ramuan, yang akan mudah masuk dan dia telan.
Sehingga saat kritis seperti itu lebih efektif meminum ramuan dibandingkan menyerap pil.” Kata Xi Lilian menjelaskan.
“Aihh... Kenapa aku tak terpikirkan hal itu tadi. Hah.. Nona memang pandai menilai situasi. Dan juga pandai ilmu medis. Bolehkah aku berguru pada Nona.” Tanya Tabib Liu.
“Itu lebih baik kita bahas nanti saja, sekarang ini aku ingin membahas mengapa anda seorang Tabib Kekaisaran yang di kagumi akan keterampilan medisnya dan dengan segudang pencapaian medis serta banyak pasien yang mempercayaimu sebagai tabib yang agung. Kenapa bisa berakhir di tempat seperti pasar budak itu? Bisakah kau ceritakan pada kami?” tanya Xi Lilian.
Mendengar pertanyaan Xi Lilian tabib Liu merasa marah, sedih, kecewa juga teraniaya. Dan setiap ekspresi wajahnya menunjukan itu sangat buruk baginya.
"Ini semua karena wanita iblis yang biadap itu. Dia tak hanya menjebak ku saja tapi masih banyak orang yang akan terseret oleh masalah yang akan ia perbuat. Termasuk salah satu orang yang telah tersingkir adalah kau nak Chen Zhang Wen.” Kata tabib Liu.
__ADS_1
“Apa? Siapa orang itu? Dan mengapa ia harus berbuat seperti ini. Bukankah itu sama saja membahayakan Kekaisaran kita. Karena menjadi tidak stabil jika banyak orang yang akan terlibat dalam jebakan orang itu?” tanya Chen Zhang Wen.