Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 23 Menolong Korban Tuan Muda Yun 2


__ADS_3

Tanpa menunggu jawaban dari mereka akhirnya ia mengeluarkan beberapa pil yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh mereka semua.


Dan Xi Lilian juga mengeluarkan beberapa kudapan yang ia beli di pasar sebelum berangkat perjalanan dan juga ia mengeluarkan banyak buah buahan dari dimensi bintang. Yang ia samarkan seolah ia mengeluarkannya dari cincin penyimpanan yang ia kenakan.


“Kalian makan lah dulu. Aku akan mencari air di sekitar sini, karena tadi persediaan air kalian sudah habis.” Kata Xi Lilian kemudian ia pergi keluar dari pondok tersebut.


Ketika Xi Lilian sudah berjalan lumayan jauh dari pondok tersebut ia pun masuk ke dimensi bintang dan langsung mencari Rou Xie.


“Jiejie bisa kah kau membantuku untuk mengurus para perempuan terlantar di hutan itu? Tolong bawalah mereka ke kota dan carikan lah mereka sebuah kediaman yang layak untuk mereka tinggali dan penuhi kebutuhannya untuk beberapa bulan.” Kata Xi Lilian pada Rou Xie.


“Tentu saja aku akan selalu bersedia untuk membantu mu Lian’er. Akan ku pastikan keberadaan mereka juga aman tak akan ada yang mengusik mereka.” Kata Rou Xie menenangkan Xi Lilian.


“Terima kasih Jiejie. Aku sangat kasihan pada mereka. Mereka yang begitu polos sehingga dengan mudahnya menjadi korban bujuk rayu dari orang yang biadap itu. Dan menjadi budak pemuas hasrat dan nafsu dari bajingan Yun itu. Memang sungguh tak layak untuk disembuhkan tapi juga ia tak pantas mati dengan begitu mudah.


Aku akan membantu mereka membalaskan ketidakadilan yang telah mereka terima selama ini.” Kata Xi Lilian dengan amarah yang terlihat jelas dari sorot matanya.


Ya memang Xi Lilian sebenarnya sudah tahu apa yang telah para wanita dan gadis itu alami.


Dan itu semua adalah ulah dari Tuan Muda Yun yang telah di lumpuhkan oleh Xi Lilian ketika di kedai makan waktu itu.


Xi Lilian mengetahui itu semua karena ia sengaja membaca pikiran dan kata hati para wanita itu.


Bahkan yang lebih membuatnya marah dan sangat geram kepada Keluarga Yun adalah. Seluruh keluarga tau tabiat dari putra tertua mereka namun mereka justru malah terkesan mendukungnya.


Apalagi korban mereka banyak yang telah meninggal dan di buang begitu saja di tengah hutan belantara untuk dimakan para binatang buas.


Bahkan dengan darah daging mereka yang telah lahir mereka buang begitu saja hidup-hidup.


“Baiklah Jiejie aku akan mengambil beberapa hal dikamar kemudian kita akan segera keluar, tapi Jiejie tolong tutuplah auramu. Agar tak menggemparkan para kultivator pemburu.” Kata Xi Lilian.


“Kamu tenang saja Lian’er aku selalu mengingatnya.” Balas Rou Xie.

__ADS_1


Kemudian setelah itu Xi Lilian keluar dimensi bersama dengan Rou Xie. Dengan dua ember kayu yang cukup besar yang berisi air yang dicampur 10% air surgawi. Kemudian kembali ke pondok yang berpenghuni para wanita itu.


“Nona kau telah kembali, maafkan kami yang telah menyusahkan mu.” Kata salah satu dari mereka.


“Terima kasih nona, kau telah menyelamatkanku dan kedua anakku, jika tidak ada anda, kemungkinan aku hanya tinggal nama saja. Dan sungguh aku tak tau bagaimana cara ku untuk membalas semua kebaikan mu.” Ucap Wu Yue dengan begitu tulus.


“Kalian tak perlu memikirkan bagaimana cara untuk membalasnya. Yang harus kalian tau aku merasa senang bisa membantu kalian para saudara perempuan.” Kata Xi Lilian dengan sangat tulus pada mereka semua.


“Terima kasih banyak Nona.....? Ucapan mereka terpotong karena tak mengetahui nama sang penolong berhati malaikat bagi mereka.


“Lian nama ku adalah Lian. Dan dia adalah kakaku Xie'er.” Kata Xi Lilian menyebutkan namanya dan menunjuk pada Rou Xie yang berada disampingnya.


“Baiklah Nona Lian kami sungguh sangat berterima kasih kepada Nona Lian atas semua bantuannya. Setelah ini kami akan bisa pergi dari sini dan mencari tempat bagi kami bernaung. Karena kami tak akan mungkin bisa kembali ke keluarga kami dengan keadaan kami yang seperti ini. Kami tak ingin keluarga kami menanggung aib kami.” Kata seorang wanita hamil yang terlihat paling muda


“Kalian nanti ikutlah dengan Jiejie ku. Ia akan mencarikan sebuah kediaman yang aman untuk kalian. Dan aku juga akan menyediakan tabib serta bidan yang baik untuk tinggal di kediaman kalian nantinya. Agar kalian dan anak-anak kalian bisa hidup lebih layak dari pada disini.” Kata Xi Lilian.


“Baiklah nona, sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak kepada Nona berdua yang telah sudi membantu kami. Kami sungguh beruntung bisa bertemu dengan Nona.” Kata Wu Yue.


“Kami juga akan mengabdi pada nona seumur hidup kami” kata mereka serempak.


“Hei kalian jangan begitu, bangunlah jangan pernah bersujud di depanku. Aku telah menganggap kalian sebagai saudara ku sendiri jadi semua ini tidak pantas dilakukan.” Kata Xi Lilian.


Setelahnya itu Xi Lilian memutuskan agar mereka pergi ke kota pada malam itu juga bersama Rou Xie.


Xi Lilian pun tak lupa menyerahkan kantong yang berisi 100.000 koin emas kepada mereka masing masing.


Kemudian Xi Lilian melanjutkan perjalanan menuju hutan kematian.


“Ternyata istriku tak pernah berubah. Selalu bersikap baik dan rendah hati. Tunggu sebentar lagi sayang. Aku akan segera menemui mu.” Kata Mo Fei Tian yang ternyata ia telah lama mgengintai dan mengikuti kepergian Xi Lilian.


...****************...

__ADS_1


Di tempat lain dalam Kediaman Jendral Besar Shen


Di paviliun Anggrek.


Di malam yang telah larut terdengar suara seseorang yang mengendap endap masuk melalui jendela kamar yang sengaja tidak di kunci oleh sang pemilik paviliun.


“Ruo’er aku telah datang.” Kata seseorang yang baru saja menyusup melalui jendela itu.


“Aahhh Tuan kenapa lama sekali. Kau tak pernah mengunjungiku. Apa kau tak tau betapa rindunya Ruo'er pada Tuan?” tanya Yun Xue Ruo dengan nada manja dan gaya yang menggoda.


“Kau tau kesibukan ku Ruo’er, dan kau juga tau bahwa aku selalu merindukan tubuhmu yang molek ini. Kau harus memberikan jatah lebih malam ini karena aku membawa kabar baik untuk mu dan putra kita.” Kata lelaki itu yang ternyata adalah Perdana Menteri Han.


“Katakanlah Tuanku kabar apa yang kau bawa untuk putra kita.?” Tanya selir Yun Xue Ruo.


“ Aku telah mengatur posisi putra kita sebagai wakil Jendral Besar Shen dan itu akan lebih memudahkan rencana kita untuk menggulingkan gunung es yang bodoh itu.


“Benarkah itu Tuan, aaahhh Tuan, kau tau, aku selalu menantikan itu darimu, bahkan aku selalu marawat tubuhku ini untukmu. Kau tau itu.” Kata selir Yun Xue Ruo dengan manja dan mulai menggoda dan meraba bagian sensitifnya sendiri untuk memancing Perdana Mentri Han.


“Ruo’er kau yang memintanya, maka aku akan mengabulkannya, dan rasakanlah kenikmatan yang akan kuberikan kepadamu. Tapi apakah gunung es yang bodoh itu tak pernah memuaskanmu Ruo’er.


" Tanya Perdana Mentri Han sambil menyeringai.


“Mana mungkin manusia batu itu ada waktu untuk mengunjungi Selir ini, jika dia hanya tau cara berperang dan lama menetap di perbatasan." Balas Yun Xue Ruo.


"Baguslah kalau dia tak pernah datang menemui mu, lagi pula masih ada aku yang akan menghangatkan ranjang ini bersamamu." kata perdana menteri Han.


"Tapi Tuan takutnya nanti dia akan lepas dari kendali kita, apalagi sebentar lagi para Tuan Muda kediaman ini akan segera kembali, dan akan menetap dikediaman dalam waktu yang cukup lama. Dan Tuan juga tau bagaimana perlakuan Shen Yu Lin pada sampah itu. takutnya..." belum selesai Yun Xue Ruo bicara telah di sanggah oleh Mentri Han.


"Kau cukup memastikan posisi anak-anak kita untuk selalu diposisi terbaik di kediaman ini. dan semua hal yang lain tidak akan menjadi penting lagi." kata Perdana Mentri Han.


Dan setelah itu mereka telah terhanyut dalam aktivitas panas mereka hingga waktu berlalu fajar mulai menyingsing barulah kesenangan mereka berakhir.

__ADS_1


__ADS_2