Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 192


__ADS_3

Xi Lilian yang telah mendengar pertanyaan dari Sang Kaisar Huo Yu Yuan sendiri. Ia juga tidak basa-basi lagi, dan langsung mengungkapkan maksud dan tujuannya pada Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


"Menjawab Yang Mulia Kaisar, Nona ini hanya ingin meminta Yang Mulia memberikan keadilan bagi saudari-saudari diluar sana yang mendapatkan ketidakadilan dan juga kekerasan hingga merenggut banyak nyawa dari para rakyat lemah yang diakibatkan perilaku yang menyimpang dari seorang Tuan Muda yang secara tidak sengaja dianugerahkan oleh seseorang di Istana Kekaisaran Wuxi Anda Yang Mulia." ucap Xi Lilian dengan lugas, tidak ada keraguan namun juga tidak ada kesan sungkan sama sekali.


"Siapa Yang Nona Xi Lilian maksud?" tanya Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang masih tidak mengerti.


Ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xi Lilian mengenai perempuan-perempuan yang menuntut keadilan itu mengingatkan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi dan segera Ia mengerti apa yang Xi Lilian maksud.


Dan tanpa rasa ragu sedikitpun Sang Pangeran Huo Juan Zi segera berdiri dan menghadap Sang Kaisar dan kemudian segera berlutut didepan Singgasana Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


"Izin Lapor kepada Yang Mulia Kaisar," ucap Sang Pangeran Huo Juan Zi memberikan dalam hormat kepada Sang Ayah.


"Berdirilah. Ada apa gerangan Pangeran Kedua Huo Juan Zi?" tanya Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Putra kesayangannya itu yang tiba-tiba juga maju dihadapannya.


Sebelum Pangeran Huo Juan Zi menjawab Sang Ayah, terlebih dahulu dirinya berkata pada Xi Lilian.


"Nona Xi, bisakah jika Benwang yang mengatakan hal itu terhadap Yang Mulia Kaisar?" tanya Pangeran Huo Juan Zi dengan sangat hati-hati dan sopan terhadap Xi Lilian.


Karena Pangeran Huo Juan Zi bukanlah orang yang bodoh, jadi dirinya sedikit banyak memiliki tebakan mengenai kemampuan dan juga pendukung yang dimiliki oleh Xi Lilian.


Sehingga dirinya tidak ingin membuat masalah terhadap gadis yang tampak lemah lembut didepannya ini.


Xi Lilian yang telah mengetahui maksud dan juga tujuan Sang Pangeran Huo Juan Zi pun segera mengiyakan, dan tidak menyusahkan sama sekali.


"Silakan, dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang telah berkenan menyempatkan diri untuk masalah sepele seperti ini." ucap Xi Lilian dengan sangat lembut dan juga tulus pada Sang Pangeran kedua.


Yang Xi Lilian nilai sangat baik, bahkan Xi Lilian merasa bahwa Pangeran Huo Juan Zi inilah satu-satunya kandidat yang sesuai sebagai calon pewaris tahta Kekaisaran selanjutnya.


Namun baru berpikir demikian saja Xi Lilian sudah mendapatkan protes keras dari seseorang.


"Lian'er aku tidak mengizinkan mu memikirkan pria lain dibelakang suami mu ini? Atau kalau tidak maka hukuman akan segera menyambut mu malam nanti," ucap Sang Kaisar Dewa Mo Fei Tian melalui transmisi suara didalam benak Xi Lilian.


Yang benar-benar membuat Xi Lilian tercengang dan merasa ada yang salah pada suaminya itu. Yang tiba-tiba saja menjadi begitu cemburuan dan juga protektif.


"Terima Kasih Nona Xi," ucap Sang Pangeran Huo Juan Zi dengan rasa hormat.


Namun hanya mendapatkan anggukan ringan dari Xi Lilian. Karena saat ini Xi Lilian sedang fokus untuk membujuk suaminya yang sedang dilanda cemburu buta.

__ADS_1


"Ah Tian tidakkah kamu bisa membedakan antara perasaan tertarik dengan sebuah penilaian secara objektif terhadap seseorang?" balas Xi Lilian dengan sedikit tidak berdaya.


"Tetap saja Istriku hanya boleh memikirkan suami mu ini dipikiran dan juga hatimu hanya harus ada Mo Fei Tian seorang. tidak lebih!" balas Mo Fei Tian yang sebenarnya hanya menggoda istri kecilnya saja.


"Iya, baiklah... baiklah hanya akan ada suami ku yang tercinta Yang akan menguasai hati, pikiran dan juga tubuhku," balas Xi Lilian dengan sedikit geli dengan kata-katanya sendiri.


Sedangkan Sang Pangeran Huo Juan Zi segera melaporkan mengenai hal yang akan disampaikan oleh Xi Lilian pada awalnya.


"Melapor kepada Yang Mulia Ayahanda Kaisar, Pagi-pagi sekali sebelum Pangeran ini memasuki Istana, di depan gerbang Pengadilan Negeri Wuxi telah berkumpul banyak para wanita, gadis dan juga anak-anak kecil bahkan bayi telah membuat keributan. Karena mereka ditahan dan tidak diizinkan masuk ke dalam gedung pengadilan untuk membuat pengaduan. Yang mana mereka semua menuntut keadilan bagi diri mereka dan juga saudari mereka yang telah menjadi korban dari perbuatan bejat dari Tuan Muda Yun dan juga para tetua dan pengawalnya yang telah dengan biadabnya melecehkan dan menyiksa mereka. Bahkan mereka tidak segan-segan membuang mereka kehutan dalam keadaan yang tragis setelah tidak berdaya melayani nafsu bejat mereka semua.


Bahkan tak jarang bayi yang mereka lahirkan justru dibunuh hidup-hidup sebagai santapan binatang buas di hutan." ucap Sang Pangeran Huo Juan Zi yang kemudian Ia juga tidak lupa memberikan bukti laporan orang hilang yang selama ini mereka dapatkan dari para Keluarga miskin yang selama ini tidak dapat menemukan saudara atau bahkan putri mereka.


Yang ternyata orang-orang yang berkumpul didepan gerbang Pengadilan Negeri Wuxi itu adalah sebagian gadis yang dilaporkan telah hilang selama beberapa tahun terakhir.


Dan beberapa diantaranya adalah orang-orang yang pernah Xi Lilian selamatkan ketika di hutan belantara kala itu. dan sebagian lagi adalah orang-orang yang mengalami nasib yang sama yang telah Feng Nana sengaja menemukan mereka agar mereka juga dapat membalaskan rasa sakit hati dan juga rasa dendam mereka pada Tuan Muda Yun dan yang lainnya dengan tangan mereka sendiri.


Begitu Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang mendengar apa yang telah disampaikan oleh Putra keduanya itu. Ia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa perbuatan Sang Permaisuri Xiao Mu Wen yang telah menjadikan para manusia rendahan itu berdampak sangat besar pada kejadian-kejadian buruk yang menimpa dan juga sangat merugikan para rakyatnya dan juga banyak pihak.


Sang Kaisar Huo Yu Yuan benar-benar marah. Dan tanpa memikirkan lebih lanjut maka Sang Kaisar telah memutuskan untuk mengabulkan apa yang akan di minta Xi Lilian kali ini.


"Baiklah dengan izin dari Zhen, Nona Muda Xi Lilian bebas melakukan apa saja yang akan Nona Muda Xi Lilian lakukan untuk membantu mereka semua mendapatkan keadilan. Selain itu Zhen juga akan memberikan kompensasi bagi mereka semua dan seluruh keluarga mereka yang telah dirugikan." ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan tegas.


"Jika Nona Muda Xi membutuhkan bantuan maka Pangeran ini akan sangat senang membantu." ucap Sang Pangeran Huo Juan Zi dengan bersungguh-sungguh.


"Terima kasih atas anugerah yang Yang Mulia Kaisar berikan. Hal ini tentu akan sangat berarti bagi para gadis kecil dan juga wanita-wanita yang telah diperlakukan tidak manusiawi oleh orang-orang yang kejam itu. Dan Nona ini akan menyerahkan hal ini sepenuhnya pada Yang Mulia Pangeran Kedua untuk menindak lanjuti kasus ini dengan saksama. Mohon bantuannya Yang Mulia Pangeran Kedua dan maaf telah merepotkan," ucap Xi Lilian dengan tulus.


Tentu Nona Xi, Benwang akan melakukan yang terbaik untuk menangani masalah ini dengan baik. Justru Benwang yang seharusnya berterima kasih kepada Nona Muda Xi Lilian yang telah bersedia membantu para rakyat Kekaisaran. Bahkan dengan sukarela Anda menukar penghargaan yang anda dapatkan demi kepentingan orang lain," ucap Pangeran Huo Juan Zi sambil mengepalkan tangannya sambil memberi busur hormat pada Xi Lilian.


Namun Xi Lilian segera menghindar dan tidak menerima penghormatan dari Sang Pangeran kedua Huo Juan Zi.


"Yang Mulia Pangeran Kedua terlalu berlebihan, Nona ini tidak sanggup menerima penghormatan dari Yang Mulia. Lagipula saya melakukan semua ini karena murni rasa kemanusiaan. Saya benar-benar sangat prihatin dengan kondisi yang telah dialami banyak gadis yang seharusnya memiliki masa depan dan mimpi yang indah untuk mereka wujudkan. Namun telah dirampas begitu saja oleh orang-orang yang tidak tahu aturan." ucap Xi Lilian dengan apa adanya. Dan tanpa memiliki pamrih apapun atas apa yang telah dirinya lakukan.


"Nona Xi Lilian memang memiliki hati yang sangat Mulia," puji Sang Pangeran Huo Juan Zi dengan tulus.


Dan tentu saja hal itu juga yang menjadi pendapat banyak orang yang berada didalam ruangan itu.


Mereka bahkan tidak pernah mengira jika gadis yang begitu mereka pandang rendah dan juga mereka remehkan itu justru melakukan sesuatu yang sangat murah hati seperti ini.

__ADS_1


Bahkan demi memperjuangkan keadilan bagi orang lain yang tidak dirinya kenal, Dia bahkan bisa berkorban dengan menukarkan sebuah harta Karun yang menjadi rebutan banyak orang begitu saja tanpa ada rasa engan sama sekali.


Dan pembicaraan semacam ini semakin berkembang di dalam ruangan perjamuaitersebut.


Sedangkan disudut lain di tempat Pangeran Huo Lin Jin duduk dirinya bahkan telah mengepalkan tinjunya dengan sangat kuat. Dan otot-otot pada tangan dan juga dahinya yang tampak sangat kentara itu, menunjukan bahwa saat ini dirinya sedang marah, dan juga tertekan oleh keadaan.


Dari awal Sang Pangeran Huo Lin Jin telah memperhatikan apa yang tengah terjadi. Sedari Xi Lilian memulai pertunjukan hingga saat ini dirinya menyaksikan dan memperhatikan Xi Lilian dengan sangat intensif.


Dirinya benar-benar tidak pernah menyangka jika keadaan justru akan menjadi seperti ini. Bukannya dirinya merasa lega setelah terlepas dari perjodohan dengan Xi Lilian. Ia justru merasa semakin terpojok dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Ketika dirinya menyadari, bahwa Xi Lilian bukanlah orang yang bodoh dan penakut seperti yang dirinya kenal selama ini. Dirinya benar-benar tidak menyangka jika Xi Lilian yang selama ini terlihat begitu tidak bergairah dalam hidupnya itu mampu melakukan hal-hal yang tidak semua orang bisa lakukan.


Apalagi setelah dirinya menyaksikan cara Xi Lilian berinteraksi dengan adik keduanya yang merupakan Pangeran Pertama dari Kaisar Huo Yu Yuan yang sesungguhnya, itu membuat dirinya tiba-tiba saja merasa sangat terancam.


Pangeran Huo Lin Jin saat ini sangat menyesali keputusannya yang gegabah karena telah membatalkan pertunangannya sendiri dengan Xi Lilian.


Sebelumnya Pangeran Huo Lin Jin tidak pernah terpikirkan akan ada hal semacam ini. Dan hanya menganggap sebagai gadis yang tidak berguna dan hanya akan membuat dirinya malu seumur hidupnya saja.


Namun dari apa yang telah dirinya lihat dengan mata kepalanya sendiri, dirinya baru menyadari bahwa Xi Lilian bukanlah orang seperti yang selama ini dirinya kenal. Dan seperti yang dibicarakan oleh rumor jelek mengenai gadis itu.


Apalagi setelah dirinya menyadari bahwa Xi Lilian ini benar-benar gadis yang memiliki pesonanya tersendiri dan memiliki sisi misterius yang tidak pernah dirinya sadari sebelumnya.


Sang Pangeran Huo Lin Jin kini bahkan bisa berkhayal, jika wajah gadis yang selalu tertutup cadar itu adalah wajah yang sangat cantik.


Ditengah pemikiran Sang Pangeran Huo Lin Jin yang begitu berkecamuk, tanpa disadari Sang Pangeran Huo Lin Jin kini telah menenggak beberapa gelas anggur secara berturut-turut. Yang membuat dirinya sedikit mabuk. Namun meskipun begitu, Sang Pangeran Huo Lin Jin masih tampak enggan untuk meninggalkan tempat diadakannya acara.


Dirinya masih berpikir bagaimana cara agar dirinya bisa kembali memenangkan hati Xi Lilian.


Hingga tanpa Sang Pangeran Huo Lin Jin sadari, kini Shen Sie Mei telah kembali ke sisinya setelah mengganti pakaiannya kembali, dengan mengenakan pakaian seorang gadis pelayan Kekaisaran.


Namun tanpa semua orang sadari Shen Sie Mei juga menyematkan sesuatu di dalam kantong wewangian yang dirinya kenakan saat ini.


"Yang Mulia Pangeran Mahkota, hamba rasa Anda tidak bisa lagi menghabiskan Anggur-anggur ini. Atau kalau tidak itu tidak akan baik bagi keadaan Anda, Yang Mulia." ucap Shen Sie Mei dengan sangat lembut dan sangat perhatian. Seraya melancarkan godaan pada Sang Pangeran Huo Lin Jin yang kini telah setengah mabuk


"Huh... apa yang kau tau! Mei'er, bukankah kau adik dari Xi Lilian itu? Apakah kau tahu jika selama ini gadis buruk itu menyembunyikan kemampuan dan juga bakatnya?" tanya Sang Pangeran Huo Lin Jin, yang kini benar-benar telah tidak tahan dengan pemikirannya sendiri dan juga mulai berbicara sedikit ngelantur.


Namun Shen Sie Mei bisa memahami pertanyaan dari Sang Pangeran Huo Lin Jin. karena Jujur saja, dirinya sendiri juga sangat terkejut dengan apa yang telah Xi Lilian lakukan tadi.

__ADS_1


"Apakah Dia benar-benar hanya sampah yang tidak mampu berkultivasi? Tidak-tidak, tentu saja dia hanyalah seorang gadis yang sangat bodoh dan juga tidak berdaya, Jadi mana mungkin dia bisa berkultivasi. Tapi kenapa tiba-tiba saja dia tampak begitu berbeda, Bahkan sangat menakjubkan." ucap Sang Pangeran Huo Lin Jin yang semakin tidak fokus.


__ADS_2