Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 25 Melepaskan Rindu


__ADS_3

Mo Fei Tian yang melihat tingkah para hewan kontraknya dan hewan kontrak istrinya yang sangat agung itu menciut dihadapan istri kecilnya itu menjadi sangat terhibur.


Dan akhirnya Mo Fei Tian memerintah kan para hewan kontrak mereka untuk pergi lebih dulu, karena ia ingin menghabiskan waktu berdua bersama Xi Lilian.


“Baiklah Lian’er sayang sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan kepada para manusia fana yang kau Latih di dalam Hutan Sunyi itu?” tanya Mo Fei Tian.


“Kau tau A Tian, dimasa ini telah terjadi banyak kemerosotan dalam peradaban hidup manusia, mereka saling berlomba untuk mendapatkan sesuatu hal yang semu, meski harus menggunakan cara-cara yang licik dan merugikan orang lain, bahkan sebuah nyawa pun tak berharga bagi mereka orang yang culas.” Kata Xi Lilian.


“Eemm aku mengerti, jadi kau ingin menjadikan mereka sebagai penegak keadilan bagi orang-orang tertindas itu?” tanya Mo Fei Tian dengan lembut.


“Lebih dari itu, bahkan aku mempersiapkan mereka untuk menjaga seluruh orang yang aku sayangi termasuk Kakakku di kehidupan ini. Karna hanya dirinya lah dan kedua pelayan ku yang selalu tulus dan peduli denganku selama ini, hingga aku bisa kembali ke dunia ini.


Dan selain itu aku tak ingin Gege kandungku satu-satunya itu terlibat intrik kejam dari kehidupan kekaisaran." kata Xi Lilian bersungguh-sungguh.


“Baiklah apapun itu yang istriku ini inginkan aku akan membantu mu.” Kata Mo Fei Tian mendukung keputusan Xi Lilian.


“Eemm A Tian, aahh... Bukan kah i..ini..?” kata Xi Lilian terhenti karena ia tak tau ingin mengatakan apa.


Karena ia gugup dengan sikap Mo Fei Tian


yang tiba-tiba memeluk Xi Lilian dari belakang dan menciumi ceruk lehernya karena itu menurut nya itu sangatlah intim dan langsung saja membuat Xi Lilian merona malu hingga telinganya ikut memerah dan jantung nya berdegup begitu kencang.


Xi Lilian merasa tak tau harus berbuat apa, karena selama di kehidupan sebelumnya ia tak pernah melakukan hal seintim ini dengan Mo Fei Tian, meski mereka telah menikah, tapi ia memang belum pernah bertindak demikian.


Dan ketika jiwanya melintasi waktu ke zaman modern meski usianya telah dewasa dan sudah waktunya untuk menikah, namun ia justru tak pernah mengenal dan berhubungan dengan pria manapun dan merasakan rasanya jatuh cinta. Kecuali ia hanya berinteraksi dengan ayah, kakaknya dan juga para keluarga mafianya saja.


Ditambah lagi saat ini tubuhnya baru berusia 12 tahun dan tak pernah mengenal lawan jenis karena ia selalu terkucilkan di kediaman bobroknya dan tak pernah keluar kediaman sekalipun.


“Aaahhh A Tian, aku...” ucapan Xi Lilian terpotong oleh mo Fei Tian.


“Tolong biarkan aku seperti ini sebentar Lian’er, aku sangat-sangat merindukan mu. Aku hanya ingin merasakan kenyamanan bersama dengan mu.”


kata Mo Fei Tian memohon.

__ADS_1


Setelah mendengarkan ucapan Mo Fei Tian, Xi Lilian mulai menenangkan dirinya dan berbalik dan ia juga memeluk Mo Fei Tian dan menyandarkan kepalanya di dada bidang kekasih hatinya itu. Hingga beberapa saat dan terdengar lagi gumaman Xi Lilian.


“A Tian....” ucap Xi Lilian dengan sangat lembut dan mempesona.


“Emmm ya Lian’er apa kau menginginkan sesuatu?” tanya Mo Fei Tian lembut penuh kasih sayang.


Namun ia tak mendengar jawaban dari Xi Lilian untuk beberapa saat. Akhirnya ia menundukkan pandangannya untuk melihat wajah kekasih kecilnya yang ada dalam pelukannya itu.


Akan tetapi Mo Fei Tian justru tercengang karena ternyata Xi Lilian telah tertidur lelap di dalam pelukannya.


Saking nyamannya Xi Lilian tidur sampai ia tak merasakan ketika ia di gendong ala bridal style oleh Mo Fei Tian, dibawa ke kamarnya di istana air terjun pelangi.


“Kau bahkan tak menyisakan kewaspadaan mu Lian’er. Tapi aku senang, setidaknya kamu begitu mempercayai ku hingga kau bahkan saking nyamannya tidur dalam pelukan ku.” Kata Mo Fei Tian.


Saat setelah Mo Fei Tian membaringkan Xi Lilian dengan hati-hati di atas ranjangnya ia kemudian mengecup kening Xi Lilian dan akan berbalik untuk keluar Agar Xi Lilian bisa tidur dengan nyenyak.


Namun Xi Lilian justru menggenggam erat pergelangan tangan Mo Fei Tian. Dan akhirnya Mo Fei Tian kembali melihat ke arah Xi Lilian.


Sedangkan Xi Lilian yang merasa kurang nyaman dengan posisinya kini tengah mencari kenyamanan yang mana ia malah memeluk Mo Fei Tian dengan erat dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Mo Fei Tian.


Saat Mo Fei Tian merasa kan Xi Lilian kembali tertidur pulas. Kini ia merasa sedikit tertekan dengan keadaannya saat ini.


Bukan karena dia tak suka berdekatan dengan Xi Lilian tapi ia tertekan karena harus menahan sesuatu yang tiba-tiba saja membuncah pada dirinya.


“Lian’er kau tau bahwa aku ini pria dewasa yang normal. Dengan tingkah mu yang seperti ini. Itu sama halnya kau memberikan ku ujian yang sungguh menyiksa kejantananku.” Gumam Mo Fei Tian sambil membelai kepala Xi Lilian dengan lembut.


“Meskipun begitu aku sangat bahagia karena aku bisa lebih dekat denganmu dan kau juga tak menghindar dari diriku sama sekali.” Kata Mo Fei Tian lagi.


Saat Mo Fei Tian tengah asik memperhatikan kekasih hatinya yang dengan nyenyaknya tidur. Tiba-tiba saja ada suara yang sungguh sedih dan memilukan menyapa pendengarannya.


“jangan pergi, A Tian... Ku mohon tetap tinggal lah.. aku tak sanggup berpisah denganmu lagi. A Tian.... A Tian... A Tian!!” ucap Xi Lilian mengigau menyebut nama Mo Fei Tian berulang kali.


Mendengar suara kekasih hatinya yang begitu menyedihkan, dan juga selalu menyebut namanya, Mo Fei Tian pun semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup lembut pucuk kepala Xi Lilian dan mengusapnya dengan lembut.

__ADS_1


“Aku akan selalu bersamamu sayang, aku tak akan pernah pergi darimu dan tak akan pernah membiarkan mu pergi dariku lagi.


Kamu tak tau bagaimana sakitnya aku melalui hari-hari ku tanpa adanya dirimu selama ini.” Kata Mo Fei Tian penuh dengan kepastian dan juga dengan nada yang lembut.


...****************...


Keesokan harinya Xi Lilian bangun dan merasakan ada sesuatu yang berat menindih bawah dadanya. Dan seketika ia menengok ke arah bawah dadanya.


Betapa terkejutnya ia, bahwa yang ia jumpai adalah sebuah lengan kekar yang sangat familiar dan itu adalah lengan Mo Fei Tian yang masih tertidur sambil memeluknya erat-erat.


Kala ia mengingat ingat kembali saat sebelum ia tertidur, kemudian seluruh wajah dan telinganya merona merah, ia sangat malu ketika mengingat nya.


Tepat saat Xi Lilian akan beranjak turun dari tempat tidur dan melarikan diri untuk bersembunyi ternyata Mo Fei Tian telah bangun dan memandangnya dengan tatapan lembut dan penuh pesona.


Mo Fei Tian bukan melepas kan Xi Lilian pergi tapi malah memeluk nya semakin erat. Ia senang melihat rona merah yang terpancar di wajah wanitanya itu.


“Selamat pagi sayang, kenapa kau bangun pagi-pagi sekali?” ucap Mo Fei Tian


“A A Tian, aku.... Aku... Ahh selamat pagi.” Ucap Xi Lilian gugup dan membuat wajahnya semakin merona karena diperhatikan oleh Mo Fei Tian.


“Ada apa sayang? tenang lah jangan gugup. Aku ini suamimu, meski saat ini kita berada di tubuh dan status yang berbeda dari masa yang lalu. Tapi kita adalah jiwa yang sama. Bahkan takdir lah yang menyatukan kita kembali. Dan kau juga tau itu.” Kata Mo Fei Tian menenangkan Xi Lilian agar tidak gugup lagi terhadapnya.


“Aahh... Aku mengerti A Tian.” Balas Xi Lilian dengan tersenyum lembut setelah menenangkan dirinya.


“Aku berjanji pada mu Lian’er, aku akan menjaga dan menghormati kehormatan dan kesucian mu sampai kita mencapai ikatan resmi dimata semua orang di kehidupan ini.” Kata Mo Fei Tian meyakinkan.


“Aku mempercayai mu A Tian.” Kata Xi Lilian sambil mengecup pipi kanan Mo Fei Tian.


Kemudian ia langsung melarikan diri dari kamar dan kembali ke mansion pribadinya untuk mandi dan ia akan memasak masakan spesial.


Sedangkan Mo Fei Tian yang baru pertama kali mendapatkan ciuman di pipinya dari wanita tercintanya ia seakan tak percaya hingga mematung cukup lama karna ia merasa sangat senang dan hatinya berbunga-bunga.


Seketika setelah ia kembali sadar Mo Fei Tian pun segera bergegas membersihkan dirinya dan segera keluar mencari istri kecilnya itu.

__ADS_1


__ADS_2