Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 51 Pelayan Rendahan Berulah


__ADS_3

“Hai sampah, apakah kau tak mau memberi hormat kepada kami, yang datang dengan memberikan sesuatu yang sangat berharga yang tak akan pernah bisa kau beli meski seumur hidup mu!” Teriak seorang ibu pelayan yang sering disebut Ibu Chui.


Yang merupakan pelayan setia Selir Yun dengan sangat angkuhnya.


“Dasar kurang ajar, dimana sopan santun mu, apakah kau tak diajarkan tata Krama oleh majikan mu sehingga mulut busuk mu itu berani beraninya menyebut Nona resmi keturunan asli dari istri sah Kediaman Jendral Besar ini dengan cara seperti itu.” Balas Bibi Hong Mei dengan marah.


“Hei.... Apakah ada yang salah dengan ucapan ku? bukankah majikan kalian itu memang hanyalah seorang sampah yang buruk rupa yang tak dianggap di kediaman ini?! Yang justru menjadi pemboros besar dari sumber daya di Kediaman Jendral ini. Dasar menyusahkan saja.” Kata pelayan tua itu dengan diselingi gelak tawa.


“Kau....!” Ucapan Bibi Hong Mei terhenti karena Xi Lilian.


“Sudahlah Bibi, jangan habiskan tenaga mu hanya untuk meladeni gonggongan anjing tua itu.” Kata Xi Lilian dengan lembut, dan manis seolah sedang membujuk bibinya.


Semua orang yang ada disana tercengang karena kata-kata Xi Lilian barusan.


Namun berbeda dengan para pelayan Selir Yun. Yang mana saat ini mereka merasa tercengang dan tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengarkan.


Karena setau mereka bawa Nona resmi yang sampah itu adalah seorang penakut. Jadi


kenapa dia bisa berkata seperti itu pada mereka yang selalu menindas nya.


Di saat ini di sela keterkajutan mereka semua Qingyu dan Bibi Hong Mei justru tertawa terbahak-bahak akan hal itu.


Dan membuat mereka bahagia karena saat ini Nona mereka bukan hanya telah sembuh namun juga telah berubah menjadi lebih pemberani namun juga menggemaskan bagi mereka.


Sedangkan para pelayan dari Selir Yun saat ini menjadi lebih marah karena mereka dikatakan anjing oleh seorang sampah yang selalu mereka tindas.

__ADS_1


Dan Mereka yang merasa ditertawakan akhirnya merasa tidak terima dan ibu pelayan Chui berteriak lagi dengan lebih keras.


"Beraninya kau menghina kami pelayan kepercayaan Nyonya Kediaman dari Kediaman Jendral Besar ini. Benar-benar tidak tahu sopan santun. Baiklah kalau begitu tunggu saja aku akan mengadukan kalian pada Nyonya Yun dan Tuan Besar. Agar kalian dihukum dengan berat." Kata pelayan tua Chui itu. Seolah Ia dan majikannya itu seorang yang paling berkuasa di Kediaman ini.


Saat mendengar teriakan keras itu Qingyu merasa pusing dan sangat marah karena mereka berani berteriak dan menindas Nona mereka lagi dengan terang-terangan.


“Kau, beraninya kau menindas nonaku, akan kuberi pelajaran kalian, ayo sini maju hadapi aku sekarang juga." Kata Qingyu sambil membawa tongkat penyapu yang siap dia gunakan untuk memukul mulut mereka yang berani kurang ajar pada Nonanya.


Xi Lilian yang melihat kedua pelayannya begitu membelanya meski mereka juga tau jika mereka akan terlibat masalah bersamanya, tapi tetap saja tidak merasa gentar sedikitpun. Itu membuat hati Xi Lilian menghangat karena terharu.


“Tenanglah Jiejie Qingyu, jangan dengarkan ucapan para pengemis itu, jika selama ini majikan mereka tidak menggunakan dan mencuri kekayaan peninggalan Ibunda ku dari mas kawin serta semua aset pertokoan dan lainnya aku yakin mereka tidak akan bisa bertahan hidup sampai saat ini. Tenanglah dan tunggu hingga aku dan Gege mengambil semua hak kami maka mereka hanyalah serpihan kecil yang mudah dibuang kapan saja.” Kata Xi Lilian dingin dan sinis. Serta matanya yang mengeluarkan kilatan bahaya.


Para pelayan Selir Yun yang mendengar nada ancaman dari Xi Lilian menjadi agak takut dan bergetar hebat dihatinya.


“Dasar sampah kurang ajar, apa yang baru saja kau katakan? Berani-beraninya kau menyebut kami sebagai anjing dan menghina majikan kami sebagai seorang pengemis. Kaulah pengemis yang sesungguhnya dalam Kediaman ini. Kau benar-benar minta diberi pelajaran. Lebih baik saat ini kau merangkak dan bersujud dibawah kakiku ini, kalau tidak kau akan.....” belum selesai pelayan Chui mengatakan kalimatnya telah diselah oleh orang lain yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.


“Mana ada seorang Nona resmi yang terlahir dari seorang istri sah harus bersujud dikaki seorang pelayan dari seorang Selir rendahan seperti kalian. Memang sungguh tak tahu malu sekali. Apakah seluruh keluarga besar Yun juga mengajarkan tata krama seperti itu didalam kediaman mereka? Pantas saja selama ini mereka sangat tak tahu diri dan berbuat sesuatu yang lebih rendah dibandingkan para pelayan kediaman bangsawan.” Kata Shen Yu Lin dengan nada dingin.


Dan aura suram yang Shen Yu Lin keluarkan membuat mereka para pelayan dari Selir Yun berlutut gemetaran dan tak berani mengangkat kepalanya.


Kemudian salah satu dari keempat pelayan Selir Yun itu mencoba dan memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu kepada Shen Yu Lin.


“Aahh, tidak, bukan begitu Tuan Muda Sulung. Tadinya kami hanya datang untuk mengantarkan pakaian untuk Nona Xi Lilian yang telah disiapkan oleh Nyonya Yun untuk dikenakan ketika Nona akan menghadiri perayaan di Istana agar tak mempermalukan Keluarga Besar Jendral Shen. Namun terjadi sedikit kesalah pahaman diantara kami dan pelayan Nona Xi Lilian.” Kata pelayan itu yang tak menyadari bahwa setiap ucapannya akan membuat dirinya sendiri dalam bahaya.


“Jangan kau pikir bahwa aku ini bodoh, sehingga tidak tau maksud kalian tadi kepada adikku. Karena sejak tadi kedatangan kalian aku telah melihat dan mendengar semunya dan tak ada yang terlewat satupun.” Bentak Shen Yu Lin dihadapan mereka semua.

__ADS_1


“Dan kau bilang apa tadi Nyonya Yun? Sejak kapan Selir ****** rendahan itu menjadi Nyonya Besar dari kediaman Jendral ini hah. Dan lagi kalian bilang Lian’er ku membuat malu. Aku pikir selama ini yang mempermalukan Keluarga Jendral Besar Shen ini adalah kalian Selir Yun dan juga anak-anak nya itu. Terbukti jelas bawa anak perempuan nya itu mengikuti jejak Ibunya sebagai seorang gadis penghibur murahan yang sangat menjijikan." Kata Shen Yu Lin lagi yang membuat para pelayan Selir Yun terdiam.


Saat suasana menjadi hening Xi Lilian angkat bicara. Dan membuat suasana menjadi lebih hidup. Meski masih dalam suasana mencekam akibat aura yang dikeluarkan Shen Yu Lin.


“Kau bilang tadi membawakan pakaian untuk ku. Mana, coba aku ingin melihatnya, apakah Selir Yun itu memiliki selera yang bagus atau tidak.” Kata Xi Lilian.


Setelah itu pelayan yang tadi membawakan kotak yang berisikan pakaian khusus yang disiapkan untuk mempermalukan Xi Lilian di semua orang diacara Perayaan Festival Bunga nantinya, maju dan hendak menyerahkannya pada Xi Lilian langsung.


Namun segera dihentikan oleh Bibi Hong Mei. Dengan cara mencegat didepan pelayan yang ingin melangkah menuju majikannya.


“Lancang, sungguh berani kau pelayan rendahan menyerahkan benda itu langsung pada Nona kami, aku tidak tau jika benda itu ada yang tidak beres seperti racun atau yang lainnya yang akan membuat masalah untuk Nona besar. Apa kau sanggup menanggungnya?” kata Bibi Hong Mei dengan ketus.


Sedangkan Qingyu juga telah maju dihadapan Xi Lilian untuk menghalangi pelayan itu menyerahkan kotak berisi pakaian dari Selir Yun kepada Xi Lilian.


Melihat tindakan Bibi Hong Mei dan Qingyu yang bersikap melindungi Xi Lilian, akhirnya Shen Yu Lin mengembangkan sedikit senyumnya. Dan merasa bahwa Bibi Hong Mei dan Qingyu adalah orang baik yang dapat dipercaya oleh adiknya.


Akhirnya pelayan itu menyerahkan kotak pemberian Selir Yun itu kepada Bibi Hong Mei.


Dan barulah Xi Lilian meminta Bibi Hong Mei untuk membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya didepan semua orang yang ada disana.


Namun saat Bibi Hong Mei hendak mengambil pakaian yang dikirimkan oleh Selir Yun. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat Agung menyapa pendengaran semua orang.


“Mengapa kau harus membutuhkan waktu yang begitu lama untuk memanggil adikmu Lian'er untuk menyapaku Lin'er, apakah kau tak tau bahwa Bibi mu juga telah sangat merindukannya?" Kata seseorang itu yang merupakan Paman Shen Yu Lin Dan Xi Lilian.


.

__ADS_1


__ADS_2