
Setelah lima menit Xi Lilian dan yang lainnya berjalan mengikuti pengawal tadi.
Akhirnya merekapun dapat menyaksikan bahwa di tempat yang mereka tuju itu, tidak hanya ada Sang Paman Kekaisaran Kedua saja. Melainkan seluruh Anggota Keluarga Kekaisaran Wexia juga berada di taman yang tak begitu jauh dari gerbang Aula Utama Istana Kekaisaran Wuxi ini.
Di saat mereka semua sedang berjalan mendekat, merekapun langsung mendapatkan sambutan yang hangat dari seluruh keluarga besarnya itu.
"Ahh... Akhirnya kedua cucu ku tersayang sudah datang, Apakah kalian baik-baik saja, karena yang aku dengar dari para pengawal bayangan yang Kakek mu ini kirim, kalian kembali mendapatkan perlakuan buruk dari anak-anak Selir tidak tahu diri itu." tanya Sang Kakek, Kaisar Xi Zhao Tian.
"Mengenai hal itu Kakek bisa tenang, harusnya merekalah yang harusnya merasa takut akan mengalami penderitaan setelah berulang kali menyinggung kami," balas Shen Yu Lin yang menenangkan seluruh Keluarga Besar nya.
"Baik, memang seharusnya seperti itu. Mereka memang layak mendapatkan balasan yang lebih kejam." cetus Sang Pangeran Mahkota Xi Mo Han dengan berapi-api.
Karena sesungguhnya dirinya sudah tidak sabar ingin segera menghabisi seluruh orang yang telah berani menindas kedua Putra dan juga Putri angkatnya itu.
"Masalah untuk balas dendam, itu Ayahanda bisa serahkan semua pada kami berdua. Karena yang pasti aku dan juga Gege tidak akan pernah melepaskan mereka begitu saja. Aku juga berencana untuk membuat kehidupan mereka semua tidak akan mudah untuk dilalui, dan mereka akan mengetahui rasanya tertindas, namun mereka tidak bisa berbuat apapun. Selain itu kami ingin membuat mereka semua mengalami apa yang dinamakan penderitaan yang lebih mengerikan dibandingkan dengan kematian itu sendiri," kata Xi Lilian dengan penuh ambisi di dalam tatapan matanya.
"Haahh.... sudahlah, kita jangan bahas mengenai mereka di hari yang baik ini. Eh tapi mengapa kalian hanya berdua saja? Dimana Ren'er? Mengapa dia tidak hadir bersama dengan kalian?" tanya Sang Putri Mahkota Xia Jian Jia.
"Em, itu... sebenarnya semalam Ren Ge telah kembali ke Dunia Atas, karena keadaan Kakek Buyut yang semakin menurun dan juga hanya Ren Ge lah yang bisa membuat Kakek Buyut mempertahankan kondisinya agar tetap stabil sampai aku bisa menemukan herbal roh terakhir itu. Jadi Ren Ge tidak bisa berpamitan secara langsung kepada kita semua, dia hanya menemui ku dan menyampaikan hal ini untuk kita semua," kata Xi Lilian sambil menyerahkan dua buah gulungan, yang kemudian Xi Lilian serahkan pada Sang Kakek.
Karena Xi Lilian telah menyadari perubahan raut wajah dan juga reaksi yang Kakek nya itu tunjukan setelah dirinya memberi tahukan akan kondisi terkini mengenai Ayahnya atau Sang Kakek Buyut.
__ADS_1
Yang mana salah satunya merupakan gulungan surat dan yang lainnya adalah peta lokasi keberadaan persembunyian Kakek Buyut dan yang lainnya selama ini.
"Ini....apakah ini benar-benar lokasi dimana mereka tinggal selama ini? Bagus sekali, bahkan musuh tidak bisa menemukannya padahal selama ini mereka selalu berada diantara para Ras dan Klan yang serakah itu." gumam Kaisar Xi Zhao Tian ketika dirinya telah melihat kedua gulungan yang baru saja Xi Lilian berikan. Terutama ketika Ia membuka gulungan peta yang menunjukan lokasi keberadaan Ayah beserta para anak cucunya selama berabad-abad lamanya.
"Ah dan yah, ada satu lagi hal yang ingin Ren Ge sampaikan, selama ini mereka sebenarnya selalu memantau para musuh dengan sangat detail. Dan kemungkinan besar adalah keberadaan kita yang berada di dunia fana ini telah ditemukan, oleh karena itu banyak Ras dari dunia atas yang selalu mengincar Klan Keluarga Kekaisaran Langit kita, secara bertahap telah turun ke dunia fana ini. Dan mereka juga telah berupaya membangun sebuah pasukan untuk menyerang kita, dan salah satunya yang telah berhasil ku ungkap terakhir kali adalah Klan Siluman," ungkap Xi Lilian dengan ekspresi wajah yang sangat serius.
"Tentu saja orang-orang itu pasti tidak akan menyerah begitu saja. Kami juga sudah curiga akan keberadaan mereka selama ini. Bahkan Paman Kedua Mu itu selalu berkeliling dan menjelajah dunia fana ini hanya untuk mengantisipasi kejadian seperti ini. Bahkan terlalu sibuknya dia mengenai kepentingan Keluarga kita ia sampai lupa dengan istrinya yang selalu menanti dirinya." ucap Sang Pangeran Mahkota Xi Mo Han yang diakhiri dengan sebuah gurauan agar suasana yang sudah menengang menjadi lebih santai.
"Kakak ipar, lihatlah Yang Mulia Pangeran Mahkota mulai meledek diriku lagi, kau harus membalaskan itu semua untuk ku." kata Putri He Lan Li, Permaisuri dari Pangeran Kedua Xi You Ming.
"Haih.... kalian ini, Apa yang perlu diributkan masalah itu, lagi pula kita bukanlah seperti orang-orang di dunia fana ini. Kita tidak akan pernah terlambat untuk hal-hal romantis semacam itu. Dan juga, yang perlu kita perhatikan dengan serius adalah, bagaimana dengan keadaan Kakek saat ini? Apakah kita harus segera kembali dan menyusul mereka secepatnya?!" kata Putri Mahkota Xia Jian Jia.
"Apa yang kau katakan itu benar Jia'er. Bagaimana menurut pendapat mu Lian'er, Apakah Gege kalian Ren'er mengatakan sesuatu, atau mungkin mereka menginginkan kami semua untuk segera kembali? Aku benar-benar khawatir dengan keadaan Ayah Mertua. Sudah sangat lama bagi kami tidak berjumpa satu sama lain." tanya Permaisuri Shi Yi Lan dengan nada sedih dan tampak sangat cemas.
Karena bagaimanapun dia juga seorang anak, tentu saja ia sangat khawatir dengan keadaan orang tua kandungnya sendiri. terlebih lagi, dirinya hanya tinggal memiliki satu orang tua tunggal saat ini.
Xi Lilian mengerti benar, bagaimana perasaan mereka semua, karena dirinya sendiri pun merasakan hal yang sama.
"Untuk sementara ini keadaan Kakek Buyut akan aman dan juga baik- baik saja, Karena Lian'er telah memberikan cukup pil, elixir maupun bahan ramuan y yang dibutuhkan untuk menjaga kondisi Kakek Buyut. Setidaknya sampai aku kembali dari pencarian herbal roh terakhir untuk memurnikan pil regenerasi akar roh spiritual milik Kakek Buyut yang terluka cukup parah." ucap Xi Lilian menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
"Dan kalian semua bisa kembali ke Dunia Atas setelah acara perayaan ini selesai. Untuk urusan disini, sementara ini bisa diserahkan pada orang-orang kepercayaan kita. Selain Itu, aku juga akan memastikan semua hal yang berada di dunia fana ini tetap aman sebelum aku pergi Kakek, Nenek? bagaimana menurut kalian?" sambung Xi Lilian lagi.
__ADS_1
"Syukurlah jika itu masih bisa aman, selama orang tua itu masih bertahan aku juga tidak akan gegabah untuk masalah lainnya. Setidaknya Kami masih memiliki harapan besar untuk kesembuhannya," ucap Sang Kaisar Xi Zhao Tian dengan linglung.
"Hehh...?! Tapi apa maksud mu dengan menunggumu di sana, Nak? Dan kau bilang tadi ingin pergi? Apa yang ingin kau lakukan? Dan apakah kepergian mu itu berbahaya? Kalau memang begitu berbahaya lebih baik jangan, biarkan Kedua Paman mu saja yang pergi melakukan apa yang ingin kau lakukan. kau cukup di tinggal bersama kami saja, aku tak rela kau kenapa-kenapa nantinya." ucap Kaisar Xi Zhao Tian yang mendadak sangat panik setelah ia memahami kata-kata cucu perempuan satu-satunya itu.
"Benar apa yang dikatakan Kakek, Lian'er. Lebih baik kau katakan sekarang kau ingin kemana, biarkan Ayah dan juga Paman Kedua yang pergi." ucap Pangeran Mahkota Xi Mo Han dengan serius.
"Ya Lian'er, kau tahu kau begitu berharga bagi kami, kami benar-benar tidak menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada mu lagi. Setelah apa yang kau dan Lin'er alami selama ini dan juga kepergian ibunda mu itu sudah cukup memberikan pukulan yang sangat menyakitkan bagi kami. Kami tidak ingin kalian mengalami hal-hal lain lagi." sambung Pangeran Kedua Xi You Ming menanggapi ucapan Kakak tertuanya itu.
"Kakek, Ayah, Paman dan juga semuanya. Terima kasih kalian selalu peduli dan menyayangi Lian'er, Akan tetapi untuk masalah ini Lian'er benar-benar harus melakukan perjalanan mencari bahan obat terakhir itu sendiri. Karena karakteristik bahan yang terakhir ini sangat rentan. Dan tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama. Karena jika tidak segera dimurnikan setelah herbal itu diambil, maka khasiatnya akan hilang hanya dalam waktu paling lama satu jam. Oleh karena itu aku tetap harus pergi. Selain itu, Paman dan Ayah mungkin juga akan sangat sulit untuk mencapai tempat itu. karena sebenarnya perjalanan kali ini aku harus melintasi dimensi Alam Roh Abadi. Yang mana tidak semua orang bisa untuk menempuhnya. Jika tidak Kemungkinan juga Kalian juga harus menanggung resiko yang sudah bisa dipastikan itu tidaklah sepele. Tapi Kakek dan semuanya tidak perlu khawatir mengenai diriku, lagi pula aku ditemani oleh A Tian, jadi kalian semua bisa tenang." jelas Xi Lilian dengan sabar. dan sedikit bersemu malu ketika mengucapkan kalimat terakhirnya.
Ketika semua orang-orang yang ada di sana mendengarkan penjelasan Xi Lilian, mereke bahkan menjadi sangat khawatir dan juga takut terjadi sesuatu seperti apa yang dikatakan oleh gadis kecil itu.
Namun ketika mereka semua mendengar kalimat terakhir yang Xi Lilian sampaikan meski dengan lirih, dan juga malu-malu. Tapi itu benar-benar membuat mereka cukup lega ketika mendengarnya.
Karena mereka yakin, Jika Yang Mulia Kaisar Dewa pasti akan selalu melindungi cucu dan anak gadis kesayangan mereka itu.
"Ehm, jika memang seperti itu bagaimanapun kami juga tidak bisa apa-apa. Namun selama kamu bersama dengan Yang Mulia Kaisar Dewa kami bisa sedikit lega. Tapi kami harap kamu berhati-hati dan juga utamakan keselamatan mu diatas yang lainnya Lian'er. Kakek berhutang besar atas jasa mu ini Nak," ucap Sang Kaisar Xi Zhao Tian dengan tulus dan juga merasa bersalah pada cucu perempuan nya itu.
Karena Kaisar Xi Zhao Tian sungguh merasa segan dan juga tak berdaya, karena dirinya terpaksa harus melepaskan kepergian Sang cucu demi kesembuhan Ayahanda nya.
"Kakek, apa yang kakek katakan? Ini memeng yang seharusnya Lian'er lakukan untuk sedikit menebus rasa bersalah Lian'er terhadap Kakek Buyut. Dan Lian'er juga berjanji pada semuanya bahwa Lian'er akan berusaha sekuat tenaga agar bisa berhasil mendapatkan bahan obat itu dan memurnikannya demi Kakek Buyut." kata Xi Lilian dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
"