
Sedangkan Shen Sie Mei yang kini telah kembali fokus, dan mendengar pertanyaan dari Sang pujaan hatinya dirinya merasa sedikit tidak terima karena dihadapannya saja Sang Pangeran Huo Lin Jin malah membahas wanita lain.
Dan wanita itu juga adalah wanita yang sama, yang telah Sang Pangeran Huo Lin Jin campakkan. Jadi apakah saat ini dirinya telah menyesal?
Namun tak urung didalam hatinya sendiri juga ada rasa penasaran, yang sama seperti yang dirasakan oleh Pangeran Mahkota Huo Lin Jin kesayangannya itu.
Bahkan bahkan saat ini Shen Sie Mei juga merasa sedikit takut, jika Xi Lilian benar-benar mampu berkultivasi, bukankah itu artinya dia bisa membalas dendam kepada dirinya kapan saja?
Namun semua pemikiran itu segera disangkal oleh Shen Sie Mei. Karena menurutnya itu sangatlah tidak mungkin terjadi. Dan Shen Sie Mei sangat yakin akan hal itu.
"Bukankah selama ini Xi Lilian telah diracuni oleh Yun Ruo Xue dan juga anak-anak nya. Bahkan dari yang aku dengar, bahwa selama ini Dantian Xi Lilian itu telah benar-benar rusak. Jadi tidak mungkin dia bisa berkultivasi. Andai kata dia memang telah berhasil berkultivasi, pasti tingkatannya juga akan berada jauh di bawah diriku yang telah berkultivasi sejak kecil. Selain itu setelah aku berhasil menjadi Putri Mahkota dari Pangeran Huo Lin Jin, maka apa lagi yang bisa dirinya lakukan terhadap diriku. Bahkan aku tak perlu bersusah payah untuk menanganinya sendiri. Karena setelah diriku berhasil mendapatkan Yang Mulia Pangeran Mahkota Huo Lin Jin tujuan utama aku adalah untuk membalas dendam pada Jiejie tersayang ku itu. Yang selalu bersembunyi dibalik topeng Lotus Putih nya," batin Shen Sie Mei dengan sangat percaya diri.
Dengan pemikiran yang seperti itu membuat Shen Sie Mei menjadi jauh lebih tenang dan merasa sangat percaya diri.
Hingga tanpa sadar dirinya kini telah melihat kearah Shen Sie Lie yang kini tengah duduk diantara Gege dan juga Ayahnya.
"Shen Sie Lie tunggu saja, sebentar lagi akan tiba giliran mu untuk bertekuk lutut di hadapan ku. Dan jangan harap jika kau akan bisa lolos dari pembalasan ku. Hutang ini harus segera kau lunasi," gumam Shen Sie Mei yang masih memandang Shen Sie Lie dengan tatapan mata yang sangat tajam
Setelah itu dirinya segera menenangkan amarahnya yang kini telah memuncak pada Jiejie kandung nya itu. Dan kini fokusnya saat ini adalah untuk memastikan dirinya sendiri sebagai Putri Mahkota.
Sehingga saat ini Shen Sie Mei tanpa ragu lagi melancarkan aksinya untuk bisa lebih menggoda Sang Pangeran Huo Lin Jin dengan berbagai cara.
Sedangkan saat ini Sang Pangeran Huo Lin Jin yang kini telah setengah mabuk dengan mudahnya dirinya terpikat oleh Shen Sie Mei yang memang sedari awal telah membuatnya sangat penasaran dan ingin merasakan indahnya surga bersama gadis kecil yang begitu menggairahkan itu.
Terlebih lagi ditambah dengan aroma yang tercium dari tubuh Shen Sie Mei kini membaut Sang Pangeran Huo Lin Jin menjadi semakin lepas kendali.
Shen Sie Mei yang menyadari bahwa saat ini Sang Pangeran pujaan hatinya itu telah berada dibawah pengaruh obatnya. Ia pun merasa sangat senang dan juga puas.
"Tidak sia-sia aku kehilangan seluruh harta simpanan yang sengaja ibu berikan kepada ku. Ternyata aroma dari wewangian pemikat ini sangat ampuh dan berguna untuk ku. Jadi dengan begini maka tujuan ku untuk bisa bersanding dengan Yang Mulia Pangeran Mahkota Huo Lin Jin akan segera tercapai," batin Shen Sie Mei yang merasa bahwa seluruh rencananya berjalan dengan baik dan lancar.
Sehingga setelah Shen Sie Mei memastikan bahwa Sang Pangeran Huo Lin Jin telah benar-benar terpikat dengan wewangian yang menyihir itu. Shen Sie Mei pun bergegas ingin segera membantu memapah Pangeran Huo Lin Jin itu ke aula samping yang digunakan untuk beristirahat.
Setelah itu dirinya bisa bebas menjalankan aksinya, Ia bahkan tidak memiliki keraguan sedikitpun dalam hatinya. Meskipun usianya saat ini masih terbilang masih terlalu muda, Namun apa boleh dikata jika seluruh tubuhnya kini telah berkembang secara semua dan juga memiliki daya pikat yang mampu menggoda siapa saja.
__ADS_1
Bahkan dirinya sendiri pun merasa bahwa seluruh tubuhnya merasa menegang dan seolah dapat bereaksi secara spontan ketika dirinya membayangkan ketika dirinya bersama Sang Pangeran Huo Lin Jin yang tampan dan juga menawan hatinya itu.
Jadi dirinya tidak berpikir lagi jika perbuatan itu akan sangat beresiko terhadap dirinya sendiri.
Namun disisi lain Shen Sie Lie yang sedari tadi dirinya telah ditatap oleh seseorang, hingga akhirnya Ia pun mengedarkan pandangannya untuk menyapu seluruh ruangan perjamuan itu.
Yang mana dirinya justru mendapatkan pemandangan yang membuatnya sangat marah. Namun apa boleh buat saat ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
Shen Sie Lie merasa sangat tidak berdaya. Namun dirinya juga tidak rela. Ketika dirinya harus melihat Sang Pangeran tambatan hatinya kini tengah bersama wanita lain. Meskipun itu adalah adik kandungnya sendiri.
Dan akhirnya Shen Sie Lie benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi. Ketika matanya menyaksikan secara langsung bagaimana sang adik menggoda Pria idamannya, dan bahkan pria itu juga merespon dan menjadi lebih agresif lagi terhadap gadis kecil yang tampak menawan itu. Sehingga Shen Sie Lie segera lemparkan serangan tak terlihat pada Sang Adik yang kini tengah berusaha memapah Sang Pangeran Huo Lin Jin keluar dari Aula Perjamuan Istana.
Dan tepat sasaran, serangan itu berhasil mengenai kaki Shen Sie Mei. Hingga akhirnya Shen Sie Mei pun goyah dan hampir saja terjatuh bersama Sang Pangeran Huo Lin Jin.
Namun untungnya Sang Pengawal pribadi Sang Pangeran Huo Lin Jin segera bergegas menahan tubuh Sang junjungan yang tengah mabuk, sehingga tidak sempat terjatuh dan menimpa Shen Sie Mei yang awalnya memapahnya.
Sedangkan Shen Sie Mei kini justru terjatuh tepat dipangkuan Sang Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Wuxi ini. Yang memang tempat duduk nya tak berada jauh dari tempat duduk Sang Pangeran Huo Lin Jin.
Pangeran Ketiga adalah Pangeran Huo Lin Dan yang selama ini terkenal akan sosok yang menyukai kecantikan serta Pangeran yang memiliki paling banyak Selir di dalam kediamannya. Namun sampai saat ini masih belum ada seseorang yang benar-benar dirinya jadikan sebagai seorang Selir Pangeran atau istri sahnya.
Dan ketika Shen Sie Mei terjatuh dipangkuan nya, Sang Pangeran Huo Lin Dan awalnya Sang Pangeran merasa begitu terkejut dan hendak memaki seseorang. Akan tetapi ketika dirinya menyadari bahwa yang kini tengah terbaring berada dalam pangkuannya adalah Shen Sie Mei, gadis kecil yang sangat menggoda, yang membuatnya sangat tertarik sejak dirinya menaiki panggung untuk menampilkan tarian dan menggunakan pakaian khusus yang mengekspos seluruh keindahan tubuhnya secara sempurna itu, telah menggoda minatnya. Bahkan seolah kejantanan nya selalu tertantang ketika dirinya menyaksikan setiap lekuk tubuhnya yang begitu aduhai dimatanya.
Jadi bagaimana mungkin Sang Pangeran Huo Lin Dan akan melepaskan begitu saja kesempatan bagus yang datang begitu saja padanya saat ini.
"Aaahhh...!" seru Shen Sie Mei yang tiba-tiba terjatuh dengan cukup keras, sehingga memicu perhatian orang-orang untuk melihatnya yang tengah tertimpa sial.
"Kau...! Beraninya kau, apa yang kau lakuk..." teriak Sang Pangeran Huo Lin Dan yang dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba saja menimpa dirinya dan jatuh terlentang di pangkuannya.
Namun ketika Sang Pangeran Huo Lin Dan menyadari bahwa yang saat ini tengah terbaring di pangkuannya merupakan gadis kecil yang mencuri perhatiannya tadi, akhirnya dirinya tidak melanjutkan untuk menghardiknya lagi
Dan justru malah berubah sikap menjadi sangat lembut dan juga sangat pengertian. Namun di dalam hatinya Sang Pangeran Huo Lin Dan merasa sangat senang. Dan merasa bahwa dirinya mendapatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan apa yang akan menjadi tujuannya.
Entah kejadian ini terjadi karena disengaja atau memang murni kecelakaan, Namun saat ini dirinya yang paling diuntungkan disini. Jadi dirinya juga akan bersikap layaknya seorang Pangeran yang gagah Perkasa menyelamatkan seorang gadis kecil nan cantik jelita.
__ADS_1
"Ahh, rupanya Nona Muda ketiga dari kediaman Jenderal Besar Shen. Maafkan Pangeran ini yang tanpa sengaja bertindak kasar pada Nona Shen Sie Mei. Namun percayalah bahwa Benwang sungguh tidak berniat untuk membentak Anda. Apakah Nona Ketiga Shen tidak apa-apa? Mengapa Nona bisa jatuh? Lain kali Nona harus lebih berhati-hati ketika berjalan. Mari Benwang bantu, Untungnya Nona Shen Sie Mei terjatuh di pangkuan Benwang, sehingga tidak ada masalah yang cukup serius." ucap Sang Pangeran Huo Lin Dan pada Shen Sie Mei dengan tutur kata yang lembut dan juga senyum yang indah yang seolah mampu meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya.
Dan Shen Sie Mei sendiri kini merasa terpesona akan wajah dan juga senyum yang sangat lembut dan menawan itu. Bahkan bisa dikatakan bahwa Pangeran Huo Lin Dan ini jauh lebih tampan dari Sang Pangeran Huo Lin Jin.
Hanya saja karena statusnya dan juga reputasinya yang lebih buruk, dari Sang Pangeran Mahkota, Itu membuat kebanyakan orang dan khusus para gadis memandangnya sebelah mata.
Dan saat ini saat Shen Sie Mei sadar dari lamunannya dirinya juga menyadari bahwa tubuhnya masih berada di atas pangkuan Sang Pangeran Huo Lin Dan pun segara ingin bangkit.
Namun ketika dirinya benar-benar melihat secara jelas ternyata kini bahkan tangan sang pangeran telah melingkar di pinggangnya dan juga telah mendudukkan dirinya di pangkuannya. Dan kepalanya juga Talah condong dan menyandar di dada bidang Sang Pangeran Ketiga yang bermarga Huo itu
Ketika orang-orang menyaksikan posisinya saat ini pun beranggapan. bahwa mereka berdua tampak saling berpelukan dengan sangat mesra.
Hal ini membuat Shen Sie Mei sangat gugup dan juga takut dibawah tatapan banyak mata.
Bahkan saat ini dirinya juga sangat yakin bahwa Yang Mulia Kaisar Huo Yu Yuan pun juga telah menyaksikannya berada dalam pelukan dan juga pangkuan Sang Pangeran Huo Lin Dan.
"Maafkan Hamba Yang Mulia Pangeran Ketiga, hamba tidak sengaja terjatuh dan menimpa Anda, Terima Kasih atas bantuan Yang Mulia, tolong lepaskan hamba, hamba sudah tidak kenapa-kenapa sekarang." ucap Shen Sie Mei dengan lembut dan berusaha untuk bangun dari pangkuan Sang Pangeran Huo Lin Dan dengan segera.
Namun apa yang terjadi justru sebaliknya. dirinya justru malah ditahan oleh Sang Pangeran Huo Lin Dan dengan posisi Shen Sie Mei dalam pelukan dan juga dekapannya yang begitu hangat.
"Nona Shen hati-hati jangan sampai jatuh lagi. begini sebentar akan jauh lebih baik, agar Nona Shen bisa benar-benar bisa menghilangkan rasa keterkejutan nona yang baru saja terjatuh." ucap Sang Pangeran Huo Lin Dan dengan pelan dan tampak tulus.
Semua orang yang menyaksikan interaksi itu merasa tampak sangat aneh dan juga bingung.
Bahkan tidak sedikit orang yang berpikiran buruk terhadap Shen Sie Mei yang tidak segera turun dari pangkuan Sang Pangeran Huo Lin Dan.
Namun Shen Sie Mei menyadari bahwa ada yang aneh dengan Sang Pangeran Huo Lin Dan ini yang tidak mau melepaskan jeratannya terhadap dirinya.
Dan sedetik kemudian, Shen Sie Mei seolah telah mendapatkan jawaban dan tercerahkan. Namun seketika itu juga dirinya pun memucat. Apakah dugaannya itu benar?
"Ya Dewa, bagaimana ini bisa terjadi, Apakah Pangeran Huo Lin Dan juga terkena sihir pemikat ini karena tak sengaja bersentuhan langsung dengan ku? Ohh... bagaimana ini apa yang harus aku lakukan?" pikir Shen Sie Mei yang kini tengah panik dan semakin memucat.
Sang pangeran Ketiga Huo Lin Dan juga menyadari perubahan ekspresi di wajah gadis dalam pangkuannya itu. Dan segera menanyakannya dengan sangat perhatian.
__ADS_1