
Setelah sadar jika Sang Kakak telah mengetahui semuanya, akhirnya Shen Gong Fu kini benar-benar menangis dan juga bersujud di kaki Kakak Tertuanya itu dan meminta maaf dengan tulus.
Bahkan dirinya juga menyalahkan dirinya sendiri atas kesalahan itu, dan Shen Gong Fu merasa lebih lega dan senang jika Sang Kakak mau menghukumnya. Karena perbuatannya itu memang salah. Dia juga telah menyesali semuanya.
“Kakak Pertama silakan jika ingin marah, ataupun ingin menghukum diriku Kak, kakak berhak melakukan semua hal itu kepadaku, aku memang salah, aku juga menyesal telah melakukan itu dan menyembunyikan kebenaran ini dari Kakak Pertama. Kakak silakan pukul aku ataupun jika ingin membunuhku aku juga siap. Namun aku mohon lepaskan anak-anak ku kak, mereka tidak bersalah, dan tidak ada hubungannya ini semua dengan mereka,” kata Shen Gong Fu yang sedang bersujud dan membenturkan kepalanya beberapa kali di hadapan Jendral Shen Guo Feng.
Sehingga keningnya memar dan berdarah karena Shen Gong Fu membenturkan kepalanya itu dengan keras.
“Kau? Kau apa yang kau lalukan hah? Gong Fu, apa yang kau katakan dan kau lalukan ini? Kau itu adalah adikku yang paling bodoh, apa perlu kau menyakiti dirimu sendiri seperti ini? Jika aku ingin menghukum dirimu, maka diriku lah yang berhak melakukannya bukanya kau yang menyakiti dirimu sendiri seperti ini! Dasar bodoh, kau itu sekarang sudah tua, sudah memiliki dua anak laki-laki dan juga seorang Putri yang hampir dewasa, dan kau masih saja bertingkah bodoh seperti ini? Lalu dimana wibawa seorang Ayah kalau kau bertingkah begitu?” kata Sang Jendral Shen Guo Feng yang memarahi adiknya itu.
Namun dari itu semua dapat terlihat bahwa Sang Jendral justru sangat peduli dan juga menyayangi adik bungsunya itu.
Meskipun mereka berbeda Ibu tetapi hubungan mereka berempat kakak beradik itu sangatlah rukun dan harmonis bagaikan saudara kandung dari satu Ibu.
“Kak, kau boleh menghukum ku sesuka hati mu, tapi aku mohon pada mu Kakak Pertama, tolong bebaskan Putriku dari penjara. Aku tahu dia banyak kesalahan, tapi aku janji akan mendidiknya secara keras, sehingga di masa depan dia tidak akan pernah mengganggu Lian'er lagi. Lagi pula aku juga sakit hati dan turut sedih jika melihat keadaan Lian'er sedari kecil hingga saat ini beranjak dewasa dia selalu saja diperlakukan tidak adil dan tertindas oleh saudaranya sendiri. Bahkan aku juga sangat menyayangi dirinya selayaknya Putri ku sendiri. Karena selama ini Lian'er lah yang lebih dekat dengan diriku dibandingkan Lan'er,” kata Shen Gong Fu dengan berderai air mata ketika mengingat bagaimana keadaan Xi Lilian selama ini.
Bahkan Shen Gong Fu kini kembali berlutut dihadapan Sang Kakak Jendral Shen Guo Feng. Dan mengucapkan permohonannya dengan sangat tulus.
__ADS_1
“Kakak Pertama ku mohon ....”ucapan Shen Gong Fu terhenti.
“ Sudahlah berdirilah aku akan berusaha membebaskan Putri mu, dan aku juga tidak akan pernah menghukum mu, berhentilah bersikap seperti ini. Atau kalau tidak maka anak-anak ku akan semakin membeci diriku dan tidak mau bertemu lagi dengan ku karena aku menghajar mu, seperti permintaan konyolmu itu. Dimana-mana orang akan meminta pengampunan sedangkan dirimu malah sebaliknya, meminta diriku untuk menghukum dan membunuhmu. Ku rasa kau harus belajar pada para selir biadap itu ketika memohon pengampunan dengan cara yang tak tahu malu,” kata Sang Jendral Shen Guo Feng yang merasa sidikit tidak berdaya menghadapi tingkah adik bungsunya itu.
“Apakah, kau tidak bercanda Kakak Pertama? Kau benar-benar akan membebaskan Putriku? Apakah aku tidak sedang bermimpi? Kakak pertama tolong kau pukul diriku. Aku tidak sedang bermimpikan?” tanya Shen Gong Fu yang seolah tak percaya dengan pendengarannya sendiri.
“Dasar bajingan, sebenarya apa maunya dirimu? Apakah kau benar-benar bodoh atau apa? Tadi kau sendiri yang meminta dan memohon agar aku mau membebaskan putrimu, tapi sekarang kau justru bertingkah sebagai seorang idiot yang minta di pukul hah... Dengarkan ini baik-baik supaya telingamu itu bisa mendengarkan apa yang ku katakan dengan jelas...!!! Aku Shen Guo Feng akan berusaha membantu adikku yang bodoh ini membebaskan putrinya Shen Wu Lan dari Tahanan Pengadilan. Sudah puas kau sekarang bocah tengik?!" teriak Sang Jendral Shen Guo Feng karena tidak sabar karena merasa dipermainkan oleh Sang Adik.
"Jika bukan karena Lin'er dan juga Lian'er maka aku akan benar-benar membunuhmu sekarang juga dasar Adik sialan,” rutuk Sang Jendral Shen Guo Feng ketika menanggapi kelakuan adiknya itu.
“Kau pikir aku mau melakukan ini karena siapa? Jika bukan karena Lin'er dan juga Lian'er aku juga tidak akan pernah melakukan semua ini,” kata Sang Jendral Besar Shen yang sudah tidak sabar menanggapi adiknya itu, yang tidak paham jika dirinya melakukan semua ini demi kedua buah hatinya itu.
“Apa maksud Kakak? Apakah mereka juga mengetahui jika Lan'er adalah...” ucapan Shen Gong Fu kembali terpotong oleh Sang Jendral.
“Tentu saja mereka juga telah mengetahui semunya, bahkan kau harus tau jika kotak dan surat yang kau baca tadi merupakan surat dari mereka, bahkan mereka menuliskan semuanya dengan jelas disana. Bahkan siapapun yang membaca nya maka akan langsung paham akan pesan tersirat yang mereka sampaikan, jika mereka meminta diriku untuk mengampuni mu dan juga Putri mu sebagai balas jasa atas semua kebaikan mu terhadap Lian'er dimasa lalu.” Kata Jendral Shen Guo Feng yang dibuat geram karena adik bungsunya itu, yang bagaikan orang yang benar-benar bodoh dan idiot.
Sedangkan Shen Gong Fu yang baru saja menyadari semuanya, benar-benar tercengang, dan juga terkejut.
__ADS_1
"Jadi ini semua karena Lian'er kecil dan juga Lin'er. Aku harus menemui mereka dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka. Kakak katakan padaku dimana mereka berdua sekarang? Aku harus bertemu dengannya dan berterima kasih kepada mereka. Ah ya aku juga akan menyiapkan kue beras dan juga sup teratai kesukaan Lian'er. Aku akan membuatnya sendiri, dia pasti akan sangat menyukainya seperti biasanya,” kata Shen Gong Fu dengan antusias dan juga semangat.
“Ternyata selama ini kau memang selalu menyayangi dan memperhatikan Lian'er, pantas saja jika dia begitu peduli dengan perasaan mu,” gumam Jendral Shen Guo Feng dengan menundukkan kepalanya.
Dan Shen Gong Fu yang juga mendengar gumaman Sang Kakak menjadi tersadar akan sesuatu hal.
“Ahh... Kakak, maaf kan diriku, aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyinggungmu, aku hanya tidak bisa mengendalikan rasa bahagia ku, dan mengingat semua ini berkat kebaikan Lian'er juga membuat diriku lepas kendali dalam kebahagiaan,” kata Shen Gong Fu sambil berlutut dan merasa sangat bersalah kepada kakaknya itu.
“Haahhhh, sudahlah kenapa kau ini sangat senang berlutut dihadapanku, bangun dan berdirilah yang tegap, dan tersenyumlah jangan tunjukan tampang bersalahmu itu lagi, atau kalau tidak kedua kakak kesayanganmu itu yang sedari tadi mengintip akan mengira bahwa aku ini sedang menindasmu lagi,” kata Sang Jendral Shen Guo Feng yang bersungut-sungut.
Namun sebenarnya dirinya hanya bercanda karena dirinya hanya ingin memancing kedua adiknya agar keluar dari persembunyiannya yang sedari tadi mencuri dengar dan menyaksikan mereka berdua dari atas pohon yang berada di sudut halaman Aula Leluhur.
Sedangkan kedua orang hang telah ketahuan keberadaan mereka oleh Sang Kakak, maka mereka juga langsung turun dan menampakkan diri di hadapan kedua saudara laki-laki mereka yang sedari tadi sedang asyik bercengkrama berdua itu.
“Tak ku sangka ternyata semakin tua, kakak kita ini semakin lihai dan juga waspada, pantas saja Sang Kaisar ketakutan akan keberadaan dan juga eksistensinya di dalam pemerintahan.” Kata Shen Guo Jun sang adik kedua Sang Jendral.
“Kau benar kakak kedua, karena saking takutnya bahkan Kaisar sampai mengirimkan seorang selir untuk menekan kedudukan saudara Tertua kita ini, yang justru menimbulkan kasus yang sebesar ini bagi seluruh Kekaisaran.” Timpal Shen Gong Mao Si putra ketiga dari mendiang Jendral Besar Shen Gong Fang.
__ADS_1