Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
bab. 82 berhasil mengeluarkan seluruh racun.


__ADS_3

“Aku tahu akan hal itu, bahkan aku juga sama khawatir nya seperti diri mu, tapi kita juga tak boleh gegabah. Kita harus punya perencanaan yang baik agar tidak membuat keadaan semakin tidak stabil jika keadaan Yang Mulia Kaisar yang seperti ini diketahui orang lain. Sehingga membuat musuh dalam selimut ini menjadi lebih waspada atau bahkan sebaliknya. Dan kau tau dengan jelas, bahwa sebenarnya banyak keturunan Kaisar, saat ini tengah melakukan perang dalam memperebutkan kekuasaan dan mereka semua berambisi untuk menduduki tahta selanjutnya dan hanya satu orang yang benar-benar menampik tahta itu. Bahkan orang itu juga yang selalu perhatian terhadap Yang Mulia Kaisar dalam diamnya.” kata Kasim Bao.


Sang Kaisar yang sebenarnya masih sadarkan diri bisa mendengar apa yang para bawahan setianya itu bicarakan.


Ia juga bisa memahami kekhawatiran mereka berdua. Yang mana saat ini tengah berada dalam dilema.


Namun Sang Kaisar Hou Yuan Yu juga yakin jika sebenarnya Kasim kepercayaan nya itu mengetahui sesuatu.


Sehingga dia bisa berfikir dengan jernih dan juga tidak terlalu kalut dengan kondisi yang seperti saat ini.


Dan benar saja sesaat setelah perbincangan mereka, Kasim Bao merogoh dalam saku dalam hanfunya.


Kemudian mengeluarkan sebuah botol giok pemberian dari Pangeran Kedua Hou Juan Zi tadi.


Karena Sang Kasim tidak mengetahui jika Sang Kaisar sebenarnya tidak pingsan dan hanya memejamkan mata saja.


Yang mana hal tersebut dikarenakan Sang Kaisar berusaha untuk menahan rasa sakit yang mendera dirinya.


Sehingga Kasim Bao yang tak menyadarinya mengatakan pada pengawal Xiu Cheng Li bahwa itu adalah obat tingkat tinggi yang diberikan oleh Pangeran Kedua untuk Sang Kaisar.


Ia bahkan mengatakan semua pesan yang disampaikan oleh Pangeran Kedua kepadanya. Terutama mengenai Ia yang harus menyimpan rahasia ini terutama dari Kaisar.


Dan menyuruhnya untuk mengakui bahwa dirinya lah yang mencari pil-pil tingkat tinggi ini, terhadap rekannya nya itu yang selalu bersama ketika melayani Sang Kaisar.


“Apa kau serius Jun Yao? Jika benar begitu cepat barikan pil itu kepada Yang Mulia Kaisar. Semoga saja beliau segera pulih.” Kata Xiu Cheng Li terhadap Kasim Bao yang memiliki nama asli Bao Jun Yao.


“Tenanglah aku akan segera melakukannya menunggu Tabib Kekaisaran datang kembali, karena aku tidak bisa memberikan pil ini ketika Yang Mulia Kaisar sedang tidak sadarkan diri. Hanya tabib yang bisa melakukannya,” balas Kasim Bao terhadap rekannya Xiu Cheng Li


“Heiii apa yang kau pikirkan? Kau itu bodoh atau apa? Kau lihatlah ada aku disini? Apa kau itu selama ini meragukan kemampuan beladiriku, haahh... ?? Walaupun begini aku kurang lebih juga mengerti mengenai titik akupuntur seseorang meski tidak terlalu ahli. Jadi jika masalah memberikan pil pada seseorang saja itu hal mudah bagiku!” kata Xiu Cheng Li dengan nada setengah marah dan juga sedikit sombong terhadap rekannya Sang Kasim Bao.

__ADS_1


Kasim Bao yang menyadari akan kemampuan dari Pengawal Kaisar itu menjadi tercengang dan juga tersenyum canggung.


Karena Ia gagal untuk menyadari sedari awal mengenai kemapuan rekan seperjuangan nya itu, dan telah menunda hal baik begitu lama.


Itu membuatnya menjadi merasa sangat bersalah kepada junjungannya.


"Kau benar, aku ini memang terlalu bodoh. Mengapa aku tidak terpikirkan akan hal itu sejak tadi,” kata Kasim Bao sambil menundukkan dan menggeleng- gelengkan kepala.


Namun setelah itu Kasim Bao segera menyerahkan botol giok yang berisi pil pemberian Sang Pangeran Kedua itu kepada Xiu Cheng Li.


Dan keduanya bergegas menghampiri ranjang yang dimana Sang Kaisar berbaring saat ini.


Dan berencana untuk segera memberikan pil penawar segala racun untuk di serap oleh Sang Kaisar.


Sedangkan disisi Kaisar Hou Yuan Yu yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan antara Kasim dan Pengawal setiannya itu. Menjadi terharu bahkan didalam lubuk hatinya yang terdalam terbit kebahagiaan yang tiada tara.


Bahkan Pangeran Kedua tak ingin niat baiknya itu diketahui langsung olehnya yang adalah Ayahandanya sendiri.


"Sebenarnya apa yang kau pikirkan Zi'er, kau begitu peduli namun kau juga begitu sungkan terhadap ku. Aku ini Ayahanda mu, yang merawat dan mendidik mu dengan kedua tanganku sendiri. Kenapa kau harus bersembunyi dan pura-pura tidak tahu akan diriku. Sedangkan kau adalah satu-satunya putraku yang paling mengerti dan memahami orang tua ini," batin Kaisar Hou Yuan Yu.


Sesungguhnya Kaisar Hou Yuan Yu memang tak pernah salah jika memilih Putra Keduanya itu menjadi pewaris tahta di kemudian hari.


Namun karena tradisi dari dulu yang menjadi pewaris tahta merupakan Putra Tertua maka Sang Kaisar masih memberikan kesempatan bagi Putra Pertama dari Permaisuri sebagai calon pewaris tahta Kekaisaran.


Namun, jika putra pertama nya yidak bisa memenuhi syarat maka Ia akan mencari penggantinya yang lebih tepat.


Dan ketika Kaisar Hou Yuan Yu merasakan ada orang yang telah berada didekatnya, Sang Kaisar pura-pura terjaga karena kembali merasakan sakit yang teramat menyiksanya.


Dengan demikian kedua bawahannya itu tidak akan curiga jika sedari awal sebenarnya dirinya tidaklah pingsan.

__ADS_1


Sedangkan Kasim Bao dan juga Pengawal Xiu yang melihat jika Sang Kaisar kembali mengalami kesakitan. Mereka segera bergegas mendekat dan membantu Sang Kaisar untuk duduk bersandar pada kepala ranjang.


Kemudian Sang Pengawal buru-buru mengeluarkan pil didalam botol itu dan menyerahkan sebutir pil penawar segala racun tingkat tinggi kepada Sang Kaisar.


Sedangkan Kaisar Hou Yuan Yu yang memang sudah mengetahui mengenai pil tersebut yang merupakan pemberian Putra Kedua nya. Tanpa ragu ataupun bertanya lagi, Kaisar langsung menelan dan menyerap pil tersebut.


Dan beberapa saat kemudian Sang Kaisar kembali merasakan sakit yang lebih parah dibandingkan yang sebelumnya. Bahkan saat ini Ia telah sangat pucat dan berkeringat dingin.


Kedua bawahan Kaisar Hou Yuan Yu yang menyaksikan reaksi yang dialami oleh Junjungannya setelah menyerap pil penawar segala racun itu, menjadi lebih khawatir.


Apalagi terlihat sekali jika kaisar saat ini merasa lebih kesakitan. dan itu membuat kedua orang itu kembali kalang kabut. Karena tidak tahu harus bagaimana menanganinya.


Kaisar Hou Yuan Yu yang menahan rasa sakitnya yang kian lama kian bertambah sakit. Hingga ia memuntahkan seteguk darah yang berwarna hitam pekat. Dan kejadian itu terus berulang kali.


Sampai pada akhirnya Sang kaisar memuntahkan darah yang berwarna merah pekat seperti darah pada umumnya.


Dan setelah itu sang Kaisar yang telah lemah dan kehabisan tenaga dan juga darah yang keluar terlalu banyak hingga membuatnya langsung terbaring dengan deruan nafas yang ngos-ngosan yang menandakan kelelahan.


Bahkan Kaisar Hou Yuan Yu juga masih merasakan rasa sakit pada setiap organ dalam tubuhnya yang telah cidera akibat reaksi racun yang menumpuk didalam tubuhnya selama ini.


Hingga akhirnya Sang Kaisar benar-benar sudah tidak sanggup lagi menahan kesakitan yang dirasakannya sehingga jatuh pingsan kali ini.


Kasim Bao dan juga pengawal Xiu yang melihat jika Junjungannya itu telah berhasil memuntahkan seluruh racun yang ada dalam tubuhnya, menjadi lebih lega, karena setidaknya saat ini Sang Kaisar masih memiliki kesempatan untuk memulihkan kesehatan nya kembali.


Namun meskipun begitu mereka berdua masih cemas akan kondisi yang dialami Kaisar Hou Yuan Yu saat ini.


Karena mereka berdua tau, bahwa seluruh organ internal Sang Kaisar saat ini telah mengalami cidera yang sangat serius.


sehingga akan membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkannya seperti sedia kala.

__ADS_1


__ADS_2