
Di sisi lain di tempat yang jauh dari Istana Kekaisaran Wuxi yang tengah ramai dengan diadakannya pesta perburuan.
Di saat yang sama di suatu lembah yang curam yang sering disebut dengan Lembah Kematian atau juga Lembah Hantu oleh orang-orang dari seluruh Daratan Nanxuang ini.
Di sana di tempat yang begitu sunyi dan selalu diselimuti dengan aura yang sangat pengap yang sarat akan hawa kematian yang sangat kuat dan juga mengerikan itu.
Kini tampak beberapa orang yang tengah bergerombol berjalan di atas jalan yang dipenuhi batu batu yang menonjol yang nampak begitu bergelombang dan tidak rata. Dan mereka juga tampak sedang membawa sebuah kotak besar.
Tidak, itu bukanlah sebuah kotak biasa. Justru tampak seperti sebuah peti mati yang terbuat dari kayu phoebe yang sangat bagus dan berharga.
"Hei, apakah kalian ada yang tahu Apa isi dari peti ini? Dan mengapa Nyonya juga menyuruh kita untuk membawanya ketempat yang mengerikan seperti ini?" tanya salah seorang dari mereka yang berjumlah enam orang yang tengah menggotong sebuah peti mati itu.
"Aku juga tidak tahu. Namun yang terpenting kita semua harus segera menyelesaikan misi ini dengan baik. Jika tidak, entah hal buruk apa yang tengah menantikan kita selanjutnya. ucap orang yang paling depan menimpali.
"Haiihhhh.... Semuanya menjadi semakin aneh dan tidak wajar semenjak kepergian Matriark Sekte. Ditambah ketika semua kendali, diambil alih oleh Nyonya. Semuanya menjadi sangat berubah drastis. Aku hanya berharap agar Matriark Sekte kita segera kembali dan memimpin Sekte kita dengan lebih baik lagi." timpal salah seorang yang lainnya.
Hanya saja yang tidak mereka ketahui adalah peti yang mereka para pendekar wanita itu bawa merupakan sebuah tempat yang digunakan oleh orang yang mereka sebut dengan panggilan Nyonya itu sebagai tempat untuk menyemayamkan jasad dari sosok yang mereka yakini sebagai seorang Yang mereka junjung sebagai Wanita Agung di Sekte Selendang Hitam Mereka sendiri.
Yang selama ini selalu mereka kenali sebagai sosok Wanita yang suci dan murni. Yakni Sang Matriark Sekte Selendang Hitam yang mereka harapkan kehadirannya selama ini.
Bahkan ke enam gadis yang kini tengah ditugaskan untuk membawa peti itu ke suatu tempat. Itu juga merupakan para murid terpercaya yang selama ini selalu. Berada di sekitar Sang Matriark.
Karena pada dasarnya di dalam Sekte Selendang Hitam keseluruhan murid yang berada di sana untuk belajar, semuanya adalah seorang gadis.
Namun, meskipun demikian mereka semua tidaklah kalah dari seorang pria. Bahkan dalam pencapaian kultivasi, ataupun penguasaan jurus-jurus mereka bahkan tampak lebih unggul dan gesit dari kebanyakan kultivator di luar sana.
__ADS_1
Dan hal itu bisa terjadi karena selama ini Sang Matriark Sekte Selendang Hitam, selalu bersikap tegas dalam memberikan peraturan dan pengajaran bahkan tidak hanya bagi para guru yang menjajar di sana saja yang bisa mendapatkan sumberdaya yang sangat bagus.
Melainkan seluruh murid yang berada di sana semuanya benar-benar di muliakan dengan berbagai macam fasilitas dan juga sumberdaya.
Selain itu yang paling penting dan utama, didikan moralitas di dalam Sekte Selendang Hitam juga sangat ketat.
Sehingga, meskipun mereka semua adalah seorang gadis tapi Dimata para guru dan Tetua Sekte Selendang Hitam, kedudukan mereka tampak setara dengan seorang pria.
Jadi tidak ada alasan bagi seorang gadis hanya bisa menerima nasib dan juga memiliki sifat toleran terhadap kekejaman yang dilakukan oleh para pria pada mereka.
Dan semua itu tentu saja di pelopori oleh Matriark mereka semua Sang Wanita Suci.
Namun Semenjak ketidak hadiran Sang Matriark Suci mereka di Sekte, Itu benar-benar membuat semua orang menjadi kehilangan Arah. Dan ditambah dengan sebuah kenyataan buruk.
Namun saat ini tampaknya Wanita itu telah mulai menampakan tabiat aslinya semenjak menghilangnya Matriark mereka yang secara misterius.
Bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini Wanita itu benar-benar telah mengubah hampir seluruh peraturan di Sekte Selendang Hitam.
Selain itu Wanita itu juga menganggap dirinya sendiri sebagai seorang penguasa di seluruh Sekte. Dan wanita itu juga menganggap semua penghuni Sekte Selendang Hitam itu sebagai seorang bawahan atau bahkan pelayan baginya.
Sehingga semua orang di Sekte kini semua diharuskan memanggilnya dengan hormat sebagai Nyonya yang berkuasa.
Meskipun pada awalnya mereka semua tidak ingin menuruti dan mengikuti perintahnya wanita itu. Hanya saja tanpa mereka ketahui apa sebabnya, Mereka semua seolah merasa bahwa ada seseorang yang telah mengendalikan diri mereka sendiri. Sehingga mereka semua tidak mampu menolak apapun yang diperintahkan oleh wanita itu pada mereka semua.
Bahkan jika mereka semua berusaha keras dengan sekuat tenaga mereka untuk melawan wanita itu. Justru mereka sendiri lah yang akan merasakan akibatnya.
__ADS_1
Jadi selama beberapa bulan terakhir nasib mereka hanya bisa menjalankan seluruh perintah yang diberikan oleh Sang Nyonya penguasa yang baru itu.
Sehingga apa yang sedang mereka jalankan saat ini, juga merupakan sebuah misi yang ditugaskan oleh wanita yang keji itu kepada mereka berenam.
"Sebenarnya aku masih tidak mengerti sama sekali. Bagaimana bisa kita semua berakhir menjadi seorang pesuruh dari wanita itu? Aku bahkan merasa, bahwa wanita itu memiliki sesuatu yang buruk dibalik punggung nya," ucap Wang Yua Lie yang merupakan murid tertua dari ke enam gadis itu.
"Kakak pertama, kau juga merasakannya? Aku kira hanya diri ku saja yang berpikiran terlalu berlebihan. Lagi pula kekuatan apa yang begitu besar sehingga bisa mengendalikan begitu banyak orang yang berada di seluruh Sekte sekaligus. Apakah ini hanya ilusi atau nyata? Tapi yang jelas ini sangat membingungkan bagi ku." ucap Hua Wan Yu yang merupakan adik seperguruan ke lima yang juga merupakan murid resmi dari Sang Matriark Suci sendiri.
"Jujur saja, aku bahkan sudah berpikir demikian semenjak awal. Tapi meskipun begitu kita semua tidak boleh terdengar membicarakan hal ini dengan sembarangan. Apalagi Wanita itu pasti memiliki mata dan juga telinga dimana-mana kan. Lagi pula apa kalian benar-benar tidak merasa curiga dengan keberadaan kita semua yang dikirim ke tempat ini. Selain itu, Ada hal apa yang berada di dalam peti ini? Sepertinya Wanita itu benar-benar merasa tertekan ketika melihatnya. dan seolah ingin segera menyingkirkannya?" ucap Su A'li yang merupakan sosok yang berbicara paling awal tadi.
"Apapun itu? Dan seberapa penasarannya kita dengan apa yang berada didalam kotak ini. Tetap saja kita juga tidak dapat membuka dan juga memeriksa apa yang sebenarnya berada di dalamnya." ucap Wang Yua Lie yang masih dapat berusaha berpikiran jernih.
"Tapi apakah kakak seperguruan semua sama sekali tidak berpikir jika apa yang ada di dalam kotak ini sebenarnya akan bisa membantu kita mengatasi wanita kejam itu membuat ulah. Bahkan firasat ku mengatakan bahwa apa yang terdapat di dalam peti ini merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kita semua. Apalagi apa alasan wanita itu meminta kita untuk membawanya ke tempat yang paling di hindari oleh semua orang di Daratan Nanxuang ini?" tanya Su An Ling yang juga merupakan adik kandung dari Su A'li dan juga adik seperguruan ke enam mereka.
"Apa yang kalian katakan sepertinya memang sangat masuk akal. Dan yang lebih jangan lagi dari semuanya adalah, mengapa kita semua yang disuruh melakukan misi ini? Mengapa bukan orang-orang kepercayaan wanita itu saja yang melakukan misi rahasia ini? Bukankah jika dipikirkan itu sangat aneh jika sesuatu rahasia sebesar ini diserahkan pada orang-orang yang selalu menentangnya. Lagi pula kita berenam selalu menjadi incaran dan juga bulan-bulanan wanita itu selama ini?" tanya Yao Si Lan, murid kedua yang selalu bijaksana dan juga pendiam.
Namun kali ini dirinya bahkan bersedia berbicara begitu banyak daripada biasanya.
Yang membuat semua gadis yang berada di sana kini tercengang ketika mendengarkan saudara seperguruan ke dua mereka yang saat ini tiba-tiba memiliki banyak kosa kata yang diungkapkan.
Namun terlepas dari keterkejutan yang mereka rasakan. Saat ini mereka juga tengah bertanya tanya mengenai apa motif sebenarnya yang membuat wanita yang selalu ingin membunuh mereka berenam, itu kini justru memberikan sebuah misi rahasia yang begitu penting.
"Mungkinkah semua ini hanyalah jebakan bagi kita semua?" timpal Hua Wan Yu yang selalu lugas.
"Itu memang bisa saja terjadi, Jadi apa yang harus kita semua lakukan? Bukankah jika kita terus menjalankan misi ini kita bisa benar-benar terjebak?" tanya Su An Ling
__ADS_1