Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 130 Mengembalikan Mainan Milik Pembunuh


__ADS_3

Oleh karena itu Mo Fei Tian tidak akan pernah bersedia untuk memberikan sebuah kesempatan atau bahkan merasakan sedikit pun kemudahan bagi para pembunuh bayaran itu.


Meski dirinya juga memang berencana untuk membuat perhitungan dan juga menghukum mereka semua, namun dirinya juga tidak akan membunuh mereka, sebelum mereka mengakui semuanya secara langsung di hadapan Sang Kaisar Wang Junsi dan juga Permaisuri kaisar.


Karena Mo Fei Tian yang dalam wujud Pangeran ketiga Wang Jin Tian ingin menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana cara dari wanita penggoda Xia Wu Mei itu akan menangani masalah ini dan memenangkan hati Kaisar Wang Junsi kali ini.


Setelah semua kedok dan juga perilaku buruknya selama ini telah diketahui oleh Kaisar Wang Junsi yang selama ini memanjakannya dan mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada Sang Permaisuri yang merupakan seorang pendosa besar.


“Beraninya kau manusia rendahan menghina Ibuku, apa kau tahu apa yang bisa ku lakukan untuk menutup mulut mu itu untuk selamanya? Jika kau berani lagi mengatakan sesuatu yang buruk mengenai mendiang Ibuku maka jangan harap kau dan juga seluruh keluarga dan keturunan mu akan selamat dan bebas dari bahaya.” Kata Mo Fei Tian yang kini dalam wujud Wang Jin Tian yang kini sangat marah.


“Memangnya Apa yang bisa dilakukan oleh orang seperti dirimu itu terkecuali memerintahkan para pengawal kekaisaran mu itu untuk mengalahkan kami? Bahkan aku masih tidak percaya jika kau benar-benar mampu dan juga memiliki kultivasi.” Kata Sang Ketua pembunuh bayaran itu memprovokasi.


Karena dia beranggapan bahwa Ia masih memiliki sebuah kartu as untuk bisa menangani masalah dan mengalahkan semua putra kembar Sang Kaisar Wang Junsi itu.


“Haha.... Aku tak butuh dirimu untuk percaya.” Kata Mo Fei Tian dengan dingin dan mengeluarkan aura keagungan nya.


Yang kemudian Mo Fei Tian menatap pada bola api yang dilemparkan oleh salah satu pembunuh bayaran itu untuk menyerangnya tadi.


Dan kemudian Mo Fei Tian membuat ukuran bola api itu menjadi jauh lebih besar 10 kali lebih besar dari yang semula seukuran kepala manusia.


Bahkan mereka semua yang menyaksikan bagaimana cara Mo Fei Tian membuat serangan dari lawannya menjadi bahan mainanya dan bahkan saat ini ukuranya benar-benar membuat mereka semua ketakutan.

__ADS_1


“Bukankah mainan ini milik salah satu dari kalian berempat, maka akan aku kembalikan. Dan lihat betepa murah hatinya diriku yang mengembalikannya lebih untuk kalian. Jadi aku harap kalian bisa menikmatinya bersama-sama.” Kata Sang Pangeran yang terkenal bodoh itu dengan nada yang sangat lembut.


Namun semua orang tahu benar maksud dari itu semua. Kini mereka semua tahu bahwa mereka telah menyinggung orang yang salah.


Selain itu mereka semua yang berada disana tidak ada yang bisa melihat ranah kultivasi yang dimiliki oleh Pangeran Wang Jin Tian itu.


Kecuali seseorang yang sedari awal tengah bersantai dan menyaksikan keseruan diantara mereka semua dari atas pohon di luar kamar.


“Ternyata kami semua telah salah memilih lawan, bahkan orang yang selama ini dianggap remeh merupakan orang yang sangat kejam dan berbahaya, pantas saja jika setiap rencana pembunuhan yang dilakukan oleh Permaisuri Xia Wu Mei selalu gagal dan selalu menderita banyak kerugian.” Kata salah satu pembunuh bayaran itu dalam hati.


“Kurang ajar ternyata anak itu benar-benar memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, bahkan aku juga tak dapat melihat tingkat Kultivasi nya. Benar-benar tidak bisa dibiarkan. Terpaksa aku harus menggunakannya ketika mulai terdesak.” Kata sang Ketua pembunuh dalam benaknya.


“Baiklah, maka terimalah mainan kalian ini, aku sudah bosan bermain dangan sesuatu yang membosankan seperti ini. Pasti kalian juga sudah menunggu ku untuk mengembalikan mainan kalian ini, sedari tadi. Bukankah begitu?” kata Mo Fei Tian acuh tak acuh sambil melemparkan bola api yang tingginya melebihi tinggi badan pria dewasa itu dengan entengnya.


"Oh tidak...!! Bagaimana ini aku tidak ingin mati, istri dan anak-anak ku masih membutuhkan aku sebagai tulang punggung keluarga. bagaimana jadinya nasib mereka ketika aku tiada nanti?" gumam salah satu pembunuh bayaran itu.


"Mungkin ini akan menjadi jauh lebih baik bagiku untuk segera mati terbakar oleh api itu, daripada diriku harus menanggung rasa sakit yang tak tertahankan ini," batin pembunuh bayaran kedua yang tadi telah dilumpuhkan oleh Mo Fei Tian karena telah berani mengutuk jodohnya.


Apalagi setelah melihat bola api yang begitu besar yang melesat dan terus mendekat pada mereka berempat.


Karena begitu terlepas dari tangan Sang Pangeran Wang Jin Tian bola itu mengarah kepada mereka berempat dan menunjukan gejolak api yang begitu panas membara.

__ADS_1


yang seakan bisa langsung mengubah benda apapun menjadi abu tanpa harus butuh waktu lama.


Bahkan yang membuat mereka semua lebih terkejut adalah ketika keluar beberapa rantai api yang kemudian mengikat keempat pembunuh bayaran itu dan menariknya mendekat pada inti api yang besar itu.


“Ahh... Apa ini? Mengapa bisa jadi seperti ini? ini sangat sakit dan juga terasa sangat panas. Tolong lepaskan aku ini sungguh sangat menyiksaku.” Teriak seseorang yang telah Mo Fei Tian serang jantungnya di awal.


“Ah...panas.... panas sekali... Pangeran tolong ampuni hamba, hamba berbiat seperti ini karena hamba hanya diperintahkan oleh pangeran keempat Wang Xie Mo saja. Bahkan kami juga belum jadi meracuni Anda dan merampas kencana keluarga ibu Anda. Tolong ampuni hamba dab lepaskan hamba pangeran.” Pinta seorang pembunuh bayaran termuda.


Dan bahkan masih banyak keluhan lagi yang dikatakan oleh para kawanan pembunuh bayaran yang kini terjebak dalam belenggu rantai api itu.


“Hei, apa yang kalian katakan itu, bukanlah kalian yang lebih dulu mengajakku bermain? Maka dari itu kini giliran ku untuk mengajak kalian semua bermain-mainan yang lebih seru. Kenapa kalian masih saja menggerutu seperti itu? Apakah hal itu masih kurang menarik dan tidak menantang bagi kalian? Baiklah kalau begitu aku bisa membuat itu menjadi lebih menarik lagi,” kata Mo Fei Tian dengan berlagak bagai orang bodoh.


“Pangeran mohon Anda jangan pura-pura seperti orang bodoh, kami semua minta maaf karena kami telah menganggap dan mengatakan bahwa Anda adalah Pangeran yang bodoh dan tidak berguna, tapi itu juga karena kami benar-benar tidak tahu jika Anda selama ini hanya menyembunyikan kegeniusan diri anda sendiri dan bertingkah sebagai orang yang bodoh.” Kata Sang Ketua pembunuh bayaran itu memelas.


“Oh... Jadi kau menyalahkan diriku? Seharusnya kalian juga tidak berhak menilai semua orang dengan rendah di mata kalian. Meski mereka tidak memiliki kultivasi sekalipun. Tetap saja kalian harus bisa menghargai orang. Karena bagaimanapun keadaannya mereka juga mempunyai sebuah nyawa yang berarti dan sangat berharga baginya dan juga Keluarganya.” Kata Mo Fei Tian dengan dingin.


“Baiklah, jika memang demikian keinginan mu Yang Mulia Pangeran, jangan kau pikir aku akan menyerah hanya karena hal sekecil ini. Kau jangan merasa bahwa kau sudah bisa mengalahkan kami semua. Akan aku tunjukan bagaimana dan apa saja yang bisa ku lalukan untuk membalas penghinaan yang kau perbuat kali ini Pangeran. Kau sendiri yang memintaku untuk menjadi kejam, dengan mengeluarkan kartu keberuntungan ku. Dan aku sangat yakin jika kau dan bahkan kedua saudara kembar mu itu akan tiada di tangan ku. Sehingga apa yang menjadi tujuan Yang Mulia Permaisuri Xia Wu Mei dan juga Tuan kami akan segera terwujud setelah kalian tewas. Haaha...haha....” kata Sang Ketua pembunuh bayaran itu dengan sangat yakin bahwa dirinya akan bisa mengalahkan ketiga Pangeran Tertua dari kekaisaran Li tersebut.


“Lakukan saja jika kau benar-benar mampu melakukannya. Namun jika tidak maka kau dan seluruh anggota organisasi pembunuh bayaran yang menaungi kalian selama ini beserta tuan kalian harus siap dengan segala konsekuensinya yang akan menantikan diri mu, untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan jahat yang pernah kalian lakukan.” Kata Mo Fei Tian dengan sangat lugas dan juga tenang.


Seakan dirinya tak pernah mendengar ancaman yang buruk mengenai dirinya dan juga saudaranya.

__ADS_1


Ketika Sang Ketua pembunuh bayaran itu mendengar apa yang telah dikatakan oleh Pangeran Wang Jin Tian, dirinya merasa sangat dipandang rendah dan remeh oleh Sang Pangeran Ketiga Kekaisaran Li itu.


__ADS_2