Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 60 Kasus Yang Rumit


__ADS_3

“Ya ternyata dia adalah seorang yang setia pada Kekaisaran ini. Aku juga menyesal telah berbuat demikian dan meragukannya. Andai saja itu terjadi pada Mentri lain, pasti mereka akan langsung bertindak pada Selir itu dan anaknya tanpa ampun dan juga Keluarga Perdana Mentri karena membuat keadaan keluarganya menjadi kacau sedemikian rupa," kata Kaisar Hou Yuan Yu.


“Dan dia juga bisa saja gelap mata untuk menuntut keadilan secara langsung pada Kaisar ini, dihadapan semua orang tanpa mempedulikan reputasi Keluarga Kekaisaran. Karena mengingat kedudukan serta seluruh jasa besarnya selama ini dan banyaknya pasukan militer yang ada dibawah kendalinya. dirinya bisa saja melakukannya. Namun dia tak melakukan semua itu. Ini sungguh membuat ku semakin menyesal.” Kata Kaisar Hou Yuan Yu.


“Jadi menurut Yang Mulia Ayahanda, bagaimana kah baiknya para Mentri dari Pengadilan Negeri Wuxi dalam menangani hal ini. Karena Ananda juga yakin, jika saat ini Jendral Besar Shen juga tidak akan diam ditempat untuk menunggu putusan dan keadilan dari pengadilan.” Kata Pangeran Kedua Hou Juan Zi.


“Maksudmu, meskipun dia menyerahkan kasus ini pada pengadilan, Namun dia juga mencari dan melakukan penyelidikan secara pribadi untuk mengetahui dan mengungkap sumber masalah yang menimpa keluarga itu?” Tanya Sang Kaisar pada anaknya itu.


“Andaikan Ananda yang berada di posisi Sang Jendral, maka tanpa ragu lagi saya akan melakukan hal itu. Apalagi beliau yang merupakan seorang yang penuh pengalaman dalam bidangnya. Maka demi sang istri yang Ia cintai dan juga keluarga serta harga dirinya yang telah ternodai sampai sedemikian rupa maka akan aneh jika dia hanya diam saja. Dan mengalah dengan keadaan. Dan kembali menerima putusan yang sama sekali tidak adil baginya,” kata Pangeran Kedua dengan sangat yakin.


“Apa yang kau katakan itu memang masuk akal putraku, tapi disini apakah dia tidak menghargai Ku Kaisar ini dan juga Permaisuri yang telah berniat baik padanya?” kata Sang Kaisar dengan nada kurang bersahabat.


“Niat seseorang tidak ada yang tau, apa tujuan Permaisuri pada kala itu juga hanya dia dan pihak tertentu saja yang tau, tapi jika melihat dari reputasi dan identitas Selir yang diajukan. Selama ini dari hasil penyelidikan kami para menteri penyelidik dan juga organisasi Black Star sama-sama memiliki perbedaan dan cenderung bertentangan dengan apa yang menjadi alasan dan pertimbangan Anda kala itu. Semua bisa Yang Mulia Ayahanda lihat pada lampiran atas identitas Selir dan keluarganya, yang kami dapatkan dan dikuatkan oleh penyelidikan dari anggota Black Star.” Sanggah sang Pangeran kedua.


“Bagaimana...bagaimana mungkin seperti ini? Kenapa disini terlampir jika asal usul Selir itu merupakan keluarga miskin yang turun temurun bekerja sebagai penghibur dan juga ahli seni pertunjukan Opera. Bahkan anak keturunan mereka juga tidak jelas status ayah mereka. Jadi selama ini gosip yang beredar jika Keluarga Yun yang tidak jelas yang tiba-tiba menjadi seorang bangsawan itu benar? Lalu sebenarnya siapa Pejabat Yun Tua itu?" tanya Sang Kaisar seolah tak percaya pada kenyataan yang tertulis dari laporan ditangannya itu.


“Menurut penyelidikan kami, Pejabat Yun itu merupakan satu-satunya orang yang tersisa dari Klan Zhao yang telah dimusnahkan oleh Keluarga Cabang dari Klan Xiao yang tinggal di Utara Kekaisaran Wuxi,” kata Hou Juan Zi sambil menyerahkan hasil penelusurannya pribadi kepada Sang Ayah.


Sedangkan mantan Pejabat Yun Tua itu merupakan seorang anak murba dari selir yang telah lama meninggal dan yang merupakan adik laki-laki satu-satunya dari kepala keluarga Zhao.


Namun sikapnya yang penutup dan memilih hidup terpisah dari Klan nya karena menginginkan hidup dengan tenang menggunakan Marga Ibunya, yaitu Marga Yun yang berasal dari Kekaisaran Li.


Namun setelah Klan Zhao dimusnahkan. Dan dalam penyelidikan kami juga tak menemukan titik terang mengenai siapa dalang dibaliknya. Pejabat Yun tua itu menjadi lebih pendiam lagi dan temperamennya menjadi semakin dingin terutama jika ia berada di dalam wilayah istana.


Namun entah siapa yang selama ini telah mengancamnya untuk mengakui keluarga penghibur itu menjadi keluarganya.


Karena di dalam Aula Leluhur Kediaman lamanya ditemukan bahwa dalam Silsilah Keluarganya berakhir dengan namanya saja.


Karena, Pejabat Yun Tua itu memang tidak memiliki keluarga lain, karena Ia memutuskan tidak pernah menikah selama hidupnya.


Dan dia sendiri ditemukan tak bernyawa sebulan setelah pengangkatan Selir Yun itu oleh Sang Jendral Shen. Dengan cara yang tidak wajar.

__ADS_1


Yang seolah sengaja dibunuh untuk menutup mulut dan membungkamnya agar rahasia tidak tersebar luas.


Saat Sang Kaisar telah membaca dan memahami maksud dari putranya itu kini raut mukanya benar-benar gelap dan kilatan matanya terlihat rumit.


Karena begitu peliknya kasus yang kini ada dihadapannya itu dan sangat banyak orang yang telah terlibat dalam kasus ini.


Akhirnya Sang Kaisar menyadari, bahwa terdapat konspirasi besar dibalik semua masalah ini.


Yang memaksanya untuk membuka kasus ini lebih jauh lagi. Dan itu artinya dia juga harus menurunkan reputasi Keluarga Kekaisaran didalam kasus ini.


Karena selain Permaisuri nya, bahkan Dirinya sendiri yang menganugerahkan Dekrit Pengangkatan Selir itu kepada Jendral Perang nya itu.


Kini dirinya benar-benar menyesal karena telah memiliki pikiran buruk pada Mentri setia nya itu. Dan kini harus menanggung akibatnya sendiri.


Setelah terdiam dan merenung serta menenangkan diri cukup lama, akhirnya Sang Kaisar membuka suaranya.


“Kembalilah ke Kediaman mu Zi'er, dan untuk kasus ini Aku percayakan Kepada Mu, aku ingin melihat otak dari ini semua darimu,” kata Sang Kaisar yang membuat Pangeran Kedua menarik senyum tipis di ujung bibirnya, dan tanpa di ketahui oleh Sang Kaisar


Setelah itu Pangeran Kedua berbalik badan dan meninggalkan tempat kerja Kaisar.


Ia berjalan dengan langkah tegap dan pasti, ketika Ia telah keluar dari ruangan Ayahandanya itu dirinya melihat kasim Kepercayaan Sang Ayah, masih setia menunggu di depan Ruang Kerja Kaisar.


Dan dia pun berpesan sesuatu pada Sang Kasim sebelum dirinya pergi dari sana.


“Kasim Bao alangkah lebih baiknya mulai sekarang lebih waspada, dan lebih memperhatikan sekitar, termasuk juga makanan untuk Ayahanda. Karena aku melihat kesehatan Ayahanda menurun akhir-akhir ini. Dan berikan pil ini kepada Ayahanda agar kesehatan nya kembali pulih. Dan jangan katakan jika ini dariku. Katakan saja jika kau yang telah khawatir akan kesehatannya,” kata Pangeran kedua sambil menyerahkan satu botol porselen ke tangan Sang Kasim.


Kemudian pergi dengan cepat bagaikan angin.


Ketika sang Kasim mendengar perkataan dan juga menerima botol porselen itu kini ia menjadi sedikit bingung.


Namun Ia tidak panik dan segera memahami situasIa

__ADS_1


Oleh karena itu Kasim Bao membuka dan melihat isi didalam botol porselen itu dengan hati-hati.


Dan itu membuatnya sangat terkejut. Karena didalamnya ada dua butir pil kualitas tinggi dengan kemurnian 100%.


“ Ini...ini... Pil penawar segala racun dan juga pil penyembuh tinggkat tinggi,” gumam Sang Kasim Bao dengan lirih.


Meskipun Ia bukan seorang tabib, namun dengan pengalamannya yang hampir 40 tahun mendampingi Kaisar melalui hari-hari di Istana yang penuh dengan trik dan kelicikan ini, membuatnya belajar cukup banyak.


Sehingga Ia juga bisa mengenali beberapa jenis obat maupun racun.


Setelah itu Ia segera menyimpan kembali kedua pil itu dan memasukannya pada saku bajunya.


Kini Sang Kasim Bao telah memiliki pemahaman baru mengenai Putra Kedua Kaisar.


Meskipun Ia terlihat dingin dan acuh terhadap Yang Mulia Ayahandanya. Namun Ia begitu lembut, pengertian dan berbakti kepada Sang Ayah.


Memang patut jika Sang Kaisar mempertimbangkannya sebagai Penerus Tahta Kekaisaran di masa mendatang.


Karena menurut Kasim Bao selama ini, Putra Mahkota tidaklah seberguna Putra Kaisar yang Kedua itu.


Bahkan Putra Mahkota lebih cenderung seperti boneka bagi Sang Permaisuri Kaisar.


Namun Kasim Bao tak tau, bahwa sebenarnya bukannya Putra Kedua yang berjuang untuk mendapatkan pil tingkat tinggi untuk Sang Ayah.


Tetapi kebetulan Pangeran Kedua bertemu Xi Lilian yang berwujud Xiaolian, dan akhirnya Xi Lilian mengatakan bahwa Sang Kaisar telah diracuni dan dia mengirimkan obat itu melalui Pangeran Kedua tanpa memberikan identitasnya.


Dan hanya berpesan kepada pangeran kedua untuk lebih waspada pada sekitar Kaisar dan juga makannya.


Setelah itu Xi Lilian menghilang, berteleportasi. Sehingga membuat Pangeran Kedua tercengang.


Beralih dari Sang Kaisar dan juga Pangeran Kedua.

__ADS_1


Di malam yang semakin larut ini, tetapi masih ada saja orang yang tak henti-hentinya merencanakan perbuatan liciknya. Tanpa mengetahui bahwa situasi mereke kini terancam ketahuan oleh masa.


__ADS_2