Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 228


__ADS_3

"Arrgghh.....Gege....!!!" tetiak Shen Sie Lie sambil berlari menghampiri dimana Sang Gege berada saat ini.


Begitu sampai dimana Shen Ming An berada saat dirinya kembali dibuat ketakutan dengan situasi dan keadaan yang dialami oleh Shen Ming An.


"Tidak, Apa yang terjadi pada mu Gege? Bangunlah jangan membuatku takut. Ayo bangunlah! Cepat bangun Gege!!" teriak Shen Sie Lie sambil mengguncangkan badan saudara laki-lakinya yang tengah tak sadarkan diri akibat mengalami cidera serius di bagian jantung nya.


Bahkan sudah bisa dipastikan jika beberapa tulang rusuknya pun banyak yang patah akibat ledakan yang sangat hebat tadi.


"Bangunlah! Aku meminta mu untuk segera bangun. Kenapa kau masih asik tidur dengan begitu pulas hah?" Shen Sie Lie yang mulai kehilangan kesabaran dan juga mengalami ketakutan yang mengguncang jiwanya, membuat dirinya seperti orang gila.


Namun sekeras apapun Shen Sie Lie mencoba membangunkan Gege nya itu, tetap saja tidak akan berguna.


Shen Ming An tidak akan semudah itu untuk bisa bangun. Karena saat ini dia bahkan sedang dalam masa kritis.


Karena serangan yang Shen Ming Rui luncurkan tadi tepat mengenai titik fatal bagi seseorang.


Bahkan bagi seorang tabib sakti pun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuat kondisi fisik Shen Ming An untuk pulih kembali.


"Arrgghhhh brengsek kalian semua! Lihat saja aku pasti akan membunuh kalian semua yang sudah berani menyerang dan membuat Gege ku menjadi seperti itu." teriak Shen Sie Lie yang kini mulai mengamuk, dan mulai melancarkan berbagai serangan pada orang-orang yang berada di sekitar nya.


Meskipun saat ini Shen Sie Lie baru berada di ranah penempa Qi level puncak, dan keempat orang yang lainya rata-rata berada di ranah prajurit penempa dan dua orang lainya yang merupakan kedua saudara kembar itu kini berada di ranah Jenderal petarung level puncak dan yang satu Shen Ming Rui yang berada di ranah Raja pemberani level menengah.


Namun sayangnya pada saat ini keadaan mereka juga sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Akibat luka yang mereka derita dari pertempuran mereka melawan ular spiritual tingkat 6 tadi.


Jadi saat ini mereka semua merasa sangat kewalahan ketika menghadapi amukan Shen Sie Lie yang menyerang mereka secara membabi buta. Dan justru membuat luka dalam yang di derita oleh enam orang lainnya cukup terdampak, dan menjadi jauh lebih buruk lagi.


Apalagi jika mereka memaksakan diri untuk mengeluarkan kekuatan spiritualnya. Maka sudah dapat dipastikan jika mereka akan segera menemui kematian. Karena kehilangan spiritualitas.


Selain itu mereka juga hanya akan memberikan keuntungan Jika mereka sampai mati di tangan Shen Sie Lie yang sangat kejam itu.


Namun jika mereka tidak membalas serangan yang di luncurkan oleh Shen Sie Lie yang tengah menggila itu. Nasib mereka juga tidak jauh berbeda dengan hasil akhir ketika mereka memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan terakhir mereka untuk menghalau setiap serangan dari gadis gila yang sangat brutal itu.

__ADS_1


Kini Akhirnya mereka berenam pun memutuskan bahwa mereka lebih baik menderita akibat dirinya melawan dan tidak ingin ditindas begitu saja oleh orang yang tak tahu malu seperti Shen Sie Lie itu.


Lagi pula mereka juga bukan lah orang yang hanya akan berdiam diri saja menerima nasib mereka dengan lapang dada dan menunggu ajal menjemput.


Namun akan jauh lebih baik bagi mereka untuk mati dalam perlawanan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak mudah untuk ditindas. Dan dari pada harus memaksakan diri untuk menerima nasib begitu saja.


Setelah sekian lama, Akhirnya keadaan keenam saudara sepupu dari kediaman Shen itu, kini keadaan mereka semu sangat memprihatinkan.


Bahkan Shen Fei Fei saat ini sudah sangat sekarat dan hampir tak sadarkan diri akibat dihantam oleh kekuatan spiritual sebanyak berulang kali oleh Shen Sie Lie.


Dan keadaan kelima orang lainnya juga tidak jauh berbeda dengan Shen Fei Fei. Bahkan Shen Ming Rui sendiri saat ini bahkan telah benar-benar menghabiskan seluruh energi spiritual nya dan bahkan hampir saja menghancurkan seluruh meridian dan juga dantian nya demi mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghalau serangan yang Shen Sie Lie arahkan padanya dan juga saudara dan saudarinya yang lain.


Namun meskipun demikian Shen Ming Rui masih sangat bertekad untuk melindungi seluruh keluarganya dengan segenap jiwa dan raganya.


Dan disisi Shen Sie Lie pun saat ini dirinya menjadi semakin geram dibuat oleh keenam orang yang sudah sekarat dihadapannya Itu, namun masih saja belum ada satupun dari mereka yang mati.


Padahal dirinya telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membunuh mereka semua. Bahkan kondisi dirinya saat ini juga sudah sangat lemah dan juga tampak begitu menyedihkan.


"Sialan kalian semua. Kenapa nyawa kalian masih saja begitu kuat bertahan di tubuh kalian yang sudah hampir hancur itu, Hah? Tapi lihat saja, cepat atau lambat, aku pasti akan bisa membunuh kalian semua. Setelah itu aku bisa memiliki dan menguasai seluruh harta yang kalian miliki. Aahaahhahhaaaa....." seru Shen Sie Lie yang merasa sangat frustasi dan tidak berdaya. dan Bahkan diakhiri dengan sebuah tawa yang sangat mengerikan.


Dan tiba-tiba saja Shen Sie Lie segera mengumpulkan seluruh kekuatan spiritualnya dan memanifestasikan pada elemen tanah miliknya. Yang akan dirinya gunakan untuk menghantam dan juga mengubur hidup-hidup keenam orang yang saat ini sangat kesulitan untuk berdiri dengan tegak. Bahkan dua diantara mereka saat ini dalam keadaan berlutut dan tangannya menopang pada pohon- pohon yang ada di sekitar mereka.


"Hahahaaa... bukankah kalian semua sangat kuat, jadi terima lah ini dan rasakan saja bagaimana rasanya di kubur di dalam tanah dalam keadaan hidup-hidup. Dan semoga saja setelah ini kalian semua akan segera mati, agar kalian tidak menyusahkan ku lagi setelah ini," seru Shen Sie Lie dengan sangat semangat, karena dirinya merasa bahwa gagasannya itu begitu brilian dan akan segera mengakhiri masalah kali ini.


"Hiattt... terimalah kematian kalian wahai saudara dan juga saudari ku. terimalah salam hormatku ini untuk yang terakhir kalinya sebelum kalian masuk neraka di dunia bawah.


" Glurrtttt, hruuggg..hruuuggg," suara tanah disekitar sana yang mulai bergetar hebat. Dan tiba-tiba saja terjadi sebuah lonjakan tanah yang begitu tinggi. Yang kemudian akan segera runtuh dan siap membenamkan keenam keturunan dari Klan Keluarga Shen yang saat ini dalam keadaan lemah dan tak berdaya. Bahkan saat ini mereka semua telah terbaring di tanah karena guncangan hebat itu yang menjatuhkan mereka semua.


Namun sesaat sebelum mereka tertimbun oleh tanah, tiba-tiba saja tampak dua buah bayangan putih yang berkelebat dan berhasil menyelamatkan mereka berenam dari kegilaan Shen Sie Lie.


Dan lebih dari itu. Kedua sosok bayangan itu juga membawa mereka semua ke suatu tempat yang tidak dapat mereka ketahui.


Hingga akhirnya mereka semua benar-benar kehilangan kesadaran mereka dan tidak dapat mengetahui hal apa lagi yang akan terjadi pada mereka nantinya.

__ADS_1


Sedangkan di siai Shen Sie Lie saat ini masih belum menyadari bahwa keenam sepupunya itu saat ini telah menghilang dan tidak berada di hadapannya lagi.


Karena sedari tadi dirinya telah disibukkan dengan gelak tawa dan kepuasan yang dirinya rasakan. karena Shen Sie Lie telah benar-benar merasa diatas awan karen dirinya telah berhasil membunuh para musuh nya dengan sekali libas.


keenam orang yang merundungnya tadi telah tewas di tangannya.


"Ahahaahaa.....Akhirnya...... Akhirnya aku berhasil membunuh kalian semua. Ah lebih tepatnya mengubur kalian semua hidup-hidup. Hal ini benar-benar melegakan bagiku. Bahkan kalian semua mati tanpa memberikan satu perlawanan pun yang berarti bagi ku." Shen Sie Lie bahkan telah melompat- lompat kegirangan dengan pemikiran nya sendiri.


Padahal jika dirinya mengetahui tentang kebenarannya pasti akan membuatnya sangat murka. karena merasa tertipu oleh enam sosok yang memiliki penampilan sangat menyedihkan seperti keenam saudaranya itu.


Terlebih lagi saat ini Shen Sie Lie telah berencana menunggu hingga malam inj berlalu, dan barulah dirinya akan kembali membongkar tanah yang telah menimbun ke enam orang itu untuk bisa mendapatkan seluruh harta dan juga barang berharga lainnya yang mereka semua miliki.


"Baiklah sampai jumpa esok hari para sepupu ku tersayang. Kalian istirahat lah dengan tenang di sana ya. Aku harus pergi sekarang. dan akan kembali mengunjungi kalian besok pagi," ucap Shen Sie Lie dengan nada yang sangat menjijikan.


Bahkan sebelum dirinya pergi Shen Sie Lie kembali memastikan dengan kembali meruntuhkan gundukan tanah tepat pada area dimana keenam saudara sepupu nya itu berada.


Ia melakukan semua itu hanya untuk memastikan jika semua orang yang terkubur di sana akan mati karena kehabisan napas.


Baru setelah itu lah Shen Sie Lie bisa meninggalkan tempat itu dengan tenang dan juga sangat bahagia.


Karena dirinya pikir, jika sebentar lagi dirinya akan segera menjadi orang yang sangat kaya dan juga sangat kuat, dengan berbagai sumberdaya yang akan segera aku dapatkan dari hasil jarahan yang akan dirinya lakukan pada beberapa sepupunya yang telah mati, itu menurut pemikiran yang mengerikan dari seorang gadis yang selama ini dikenal karena sikap dan sifatnya yang sangat santun dan juga lemah lembut itu.


Saat ini Shen Sie Lie pun segera menghampiri kembali Sang Gege yang sampai detik ini masih belum sadarkan diri sama sekali.


"Gege bangunlah, katakan padaku. Apa yang harus ku lakukan setelah ini. Aku benar-benar takut jika tiba-tiba saja ada seekor binatang buas ataupun monster tanaman merambat itu akan datang kemari. Aku benar-benar tidak tahu caranya untuk menghadapi mereka semua," gumam Shen Sie Lie yang kini justru menjadi sangat ketakutan karena dirinya hanya seorang diri berada di tengah hutan yang sangat mengerikan pada malam hari yang gelap seperti ini.


Namun di suatu tempat yang tidak diketahui sejara pasti lokasinya. Didalam sebuah gua yang berukuran cukup luas, kini tergeletak enam orang yang terdiri dari empat pemuda dan dua orang pemudi yang berjejer di sisi sebuah api unggun yang dibuat oleh seseorang pemuda tampan yang saat ini tengah asik menatap seorang gadis belia yang kini sedang sibuk memberikan perawatan pada keenam muda mudi yang baru saja mereka tolong.


"Lian'er apakah kau akan segera mengembunkan mereka, ataukah kau hanya akan merawat luka dan cidera mereka sekedarnya saja? Mengingat jika mereka juga masihlah kerabat mu, aku merasa sangat iba terhadap mereka. Tapi jika kembali menelaah sikap mereka terhadap dirimu di masa lalu. rasanya aku ingin segera menghabisi mereka semua pada saat ini juga," geram pemuda itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Pangeran ketiga Wang Jin.


Yang saat ini dirinya sedang menanyakan keputusan Xi Lilian Sang Istri tercintanya itu mengenai hal apa yang akan dilakukan oleh istrinya itu pada para kerabatnya yang saat ini tengah terluka sangat parah.


"Entahlah, aku juga belum tahu, hal apa yang harus Aku lakukan pada mereka. Namun yang pasti aku tidak akan membiarkan mereka semua mati begitu saja. Walau bagaimana pun aku tidak memiliki dendam pribadi terhadap mereka semua. Namun aku juga tidak mungkin mengabaikan begitu saja sikap dingin mereka terhadap diriku selama hampir dua belas tahun ini. Bahkan selama Itu pula aku juga tida memiliki kesan baik sedikitpun dari mereka. Dan mungkin hanya Sepupu Rui dan sepupu Wang saja lah yang pada waktu kecil mereka secara sembunyi-sembunyi sering mengirimkan kue-kue yang sengaja mereka beli di luar kediaman khusus untuk diriku. seperti apa yang selama ini Paman ke empat lakukan padaku. Namun sudah sejak lama mereka tidak pernah bagi muncul dan mengunjungi ku. Hal terakhir yang Aku dengar dari Paman keempat mengenai mereka berdua adalah. Selama ini mereka berada di suatu tempat yang jaraknya sangat jauh untuk belajar dan juga berlatih seni beladiri dan juga kultivasi. Dan baru saat ini aku bisa kembali bertemu dengan kedua saudara kembar itu. Namun sayangnya aku menemukan nya dalam keadaan yang sangat menyedihkan seperti ini. Seolah mereka sedang bertukar nasib dengan diriku. Dan mungkin juga jika saat ini adalah untuk merawat dan menjaga mereka berdua dengan sebaik-baiknya. Namun untuk yang lainnya, aku tidak memiliki kewajiban untuk membantu mereka dengan begitu berlebihan dan juga aku juga tidak ingin meninggalkan kesan baik atau apapun pada mereka," ucap Xi Lilian dengan sangat tenang.

__ADS_1


__ADS_2