
"Apa yang telah terjadi pada Kakek Buyut mu bukanlah salah mu, Nak. Ini semua sudah jalannya takdir, dan kamu juga tidak bisa menyalahkan dirimu sendiri akan hal itu. Dan yang terpenting adalah, kami ingin kamu akan selalu baik-baik saja." ucap Permaisuri Shi Yi Lan sambil mengusap lembut pucuk kepala cucu perempuannya itu dengan penuh kasih sayang.
"Apa yang dikatakan Nenek benar, Lian'er. Kami adalah keluarga, tentu saja sebagai Tetua kami tidak inging jika salah satu dari keturunan kami akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, dan juga mengancam nyawa. Meskipun Kakek buyut tidak pernah sekalipun melihat dan bertemu dengan mu secara langsung, tapi kakek yakin jika beliau juga sangat menyayangi kalian semua." kata Sang Kakek menambahkan.
"Kau harus tahu Lian'er, bahkan jika Akhirnya Gege tahu jika Gege harus kehilangan sosok Ibunda demi melindungi dirimu dengan sedemikian rupa. Tapi Gege tidak akan pernah menyesal, karena Gege tahu jika apa yang dilakukan oleh ibunda kita adalah jalan yang terbaik. Selain itu jika pada saat itu Gege yang berada di posisi beliau, maka aku juga akan melakukan hal yang sama tanpa ada keraguan sedikitpun." ucap Shen Yu Lin dengan serius.
Karena dirinya berharap agar adik kecil kesayangannya itu tidak lagi, merasa bersalah dan juga menanggung segalanya sendiri.
"Ya Lian'er mengerti, Gege. Lian'er hanya ingin melakukan yang terbaik yang Lian'er bisa, Untuk kesembuhan Kakek Buyut," ucap Xi Lilian yang benar-benar merasa terharu dan juga hangat dalam hatinya.
Betapa beruntungnya dirinya yang dikaruniai sebuah keluarga yang sangat menyayangi dirinya.
Di saat mereka tengah asyik bercengkrama dengan penuh kasih dan juga kebahagiaan, tiba-tiba saja terdengar suara gaduh dari depan gerbang Aula perjamuan Istana yang memang tidak jauh dari Taman tempat mereka semua berada saat ini.
"Ada apa sebenar? Mengapa di sana sangat berisik?" cetus Permaisuri Pangeran Kedua He Lan Li.
Sedangkan Xi Lilian saat ini justru tersenyum sinis. Dan berkata pada seluruh keluarga nya.
"Apakah Bibi ingin melihat pertunjukan? Itu pasti akan menarik jika kita bisa ikut memeriahkan keseruan yang terjadi disana," kata Xi Lilian yang mengandung niat terselubung.
"Lian'er, maksud mu ini? Kau benar-benar keponakan ku yang brilian!" ungkap Sang Pangeran Kedua Xi You Ming yang kini mengerti jika itu merupakan ulah keponakannya itu.
Dia benar-benar tidak menyangka, bahwa Xi Lilian akan memulai balas dendam dengan cara mempermalukan mereka disaat perayaan besar seperti ini.
__ADS_1
Jika hal ini berhasil, maka orang-orang itu pasti tidak akan memiliki wajah dan bahkan hari yang baik setelah hari ini.
"Tentu saja itu aku, Paman. Lagi pula keponakan mu ini bukanlah orang yang bodoh, dan terlebih lagi aku juga bukanlah orang yang baik hati hingga tidak bisa membalas segala hutang mereka semua dan juga perlakuan kasar yang selama ini mereka lakukan dengan segenap hati mereka." kata Xi Lilian mengkonfirmasi dugaan Sang Paman.
"Baiklah, Akankah kita melihat keseruan itu sekarang?" tanya Shen Yu Lin yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan bagaimana hasil karya Sang Adik.
"Tentu Mengapa tidak? Bahkan kita harus menunjukan jika mulai saat ini kalian berdua cucu-cucu kesayangan ku, Tidak ada lagi hubungannya dengan keluarga yang tidak tahu diri itu." ucap Sang Kaisar Xi Zhao Tian dengan sengit.
Ketika dirinya mengingat bagaimana keadaan kedua cucunya itu begitu menderita di dalam kediaman Ayahanda nya sendiri.
"Ini tidak buru-buru, kita bisa berjalan dengan santai, Lagi pula kita juga tidak akan terlambat untuk memberikan ledakan di akhir pertunjukan ini. Agar mereka semua dapat melihat bagaimana harmonisnya hubungan keluarga dari Seorang Jenderal yang selama ini dikagumi oleh semua orang." kata Xi Lilian dengan tenang.
Akan tetapi di lain sisi, saat ini keributan yang terjadi di depan gerbang Aula istana Kekaisaran itu, semakin riuh dan bahakan sangat banyak orang yang datang untuk menyaksikan keramaian tersebut.
Dan itu semua di sebabkan oleh seorang gadis muda yang sangat cantik dan juga menawan, yang ingin memasuki gerbang Aula Perjamuan.
"Apa? Apakah kau tidak mengenali diriku yang cantik ini? sehingga kau berani menanyakan masalah undangan? Apakah kau pikir aku ini tidak layak untuk bisa menghadiri Perayaan ini? Beraninya kau menghalangi ku untuk masuk? Apakah kau tidak lagi menghargai Ayahku Sang Jenderal Besar di Negeri ini, hah?" teriak gadis itu dengan sangat lantang yang membuat semua orang menjadi geram dan juga tidak mengira bahwa gadis itu merupakan salah seorang nona dari Kediaman Jenderal Shen.
"Tapi maaf Nona, meski Anda putri raja sekalipun jika Anda tidak bisa menunjukan undangannya maka Anda tetap tidak akan pernah diizinkan untuk masuk, itu sudah peraturan yang di tetapkan oleh Yang Mulia Kaisar sendiri. Jadi Nona silakan menyerahkan undangan terlebih dahulu, agar tidak ada kesalahan kedepannya." tegas pengawal itu lagi, tanpa memperdulikan amarah dan ketidaksukaan gadis yang berada di hadapannya itu.
"Apakah kau benar-benar tidak akan pernah membiarkan ku masuk? Kau pasti akan menyesali perbuatan mu kali ini. Karena Ayahku pasti akan segera menghabisi mu, yang sudah berani melawan ku." ucap gadis itu meraung kencang.
Yang mengakibatkan semakin banyak orang yang berkerumun, karena mereka merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi.
__ADS_1
Akan tetapi, dari seluruh keluarga yang telah hadir mereka bahkan tidak menyangka jika gadis pembuat keributan itu merupakan Putri dari Sang Jenderal Besar Shen.
Yang mana selama ini mereka ketahui, jika seluruh Putri dari kediaman Jenderal Shen adalah Putri-putri terbaik dan juga sopan serta berpendidikan.
Jadi apa yang mereka lihat kali ini justru mengingatkan kembali pada insiden tindakan asusila yang dilakukan oleh mantan Nona Muda Pertama kediaman Jenderal dengan seorang gigolo tua di Paviliun Kembang yang telah terlupakan, kini kembali dibicarakan lagi.
Sedangkan di sisi keluarga Sang Jenderal Besar Shen belum mengetahui masalah yang akan mereka tanggung gara-gara seorang gadis arogan dan juga tak berotak yang telah ia buang dari rumahnya.
Karena saat ini Sang Jenderal beserta rombongannya yang ikut hadir masih berada di luar gerbang masuk Istana untuk menunggu seluruh anggotanya berkumpul untuk memasuki gerbang Istana Kekaisaran dan berjalan menuju ke Aula Perjamuan Istana Kekaisaran.
Akan tetapi ketika mereka semua mulai memasuki gerbang luar Istana, merek justru disambut dengan bisikan dan juga cemoohan oleh orang-orang. Dan itu membuat Sang Jenderal Shen dan yang lainnya tidak paham dengan apa yang telah terjadi.
Dan pada akhirnya mereka semua mengetahui sumber masalah, yang telah membuat mereka semua jadi bahan pembicaraan dan gunjingan orang-orang yang berada di sana. Ketika mereka telah sampai si depan gerbang Aula Perjamuan Istana Kekaisaran yang memiliki halaman yang begitu luas dan telah didekorasi dengan sangat indah.
Namun sayangnya saat ini yang menjadi pusat perhatian bukanlah pemandangan dan juga dekorasi yang telah dipersiapkan dengan begitu detail.
Malah justru seorang gadis muda yang tampak sangat familiar oleh seluruh keluarga besar Sang Jenderal Besar Shen. Yang mana gadis itu saat ini tengah marah dan juga berkoar-koar akan identitas nya yang merupakan seorang Putri dari kediamannya untuk memaksa seorang penjaga gerbang istana untuk memperbolehkan dirinya memasuki Aula Perjamuan Istana Kekaisaran.
"Apalagi yang orang rendahan seperti dirimu tunggu, hah? Cepatlah buka gerbangnya dan biarkan aku masuk, Atau kalau tidak kau akan merasakan bagaimana cara Ayah ku Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng menangani mu dan seluruh keluarga kecilmu itu yang tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan keluarga ku." teriak marah gadis itu yang tak lain adalah Shen Sie Mei dengan sangat arogan.
"Maaf Nona, Apapun kedudukan dan jabatan keluarga Anda, Namun selagi Anda tidak bisa menunjukan undangan atau identitas resmi Anda, tetep saja tidak diperbolehkan untuk masuk. Namun jika Anda masih terus memaksa, Maka kami juga berhak melakukan tindakan keras kepada Anda. karena anda tidak menghormati dan juga melanggar perintah dan aturan yang telah ditentukan oleh Yang Mulia Kaisar secara pribadi. Dan saya yakin jika Keluarga Anda ataupun Sang Jenderal Besar sendiri, tidak akan pernah mempermasalahkan hal ini terhadap kami yang hanya menjalankan perintah ini." tegas pengawal penjaga gerbang itu lagi.
"Kau....!! Kau manusia rendahan! Beraninya kau....." ucapan Shen Sie Mei terhenti oleh suara teriakan yang sangat dirinya kenali.
__ADS_1
Bahkan kini dirinya menjadi sangat percaya diri dengan kehadiran orang itu, pasti akan membatunya. untuk melawan penjaga rendahan itu.
Namun Shen Sie Mei tidak akan menduga jika papa yang akan terjadi justru sebaliknya.