
Mo Fei Tian yang melihat kegigihan istri kecilnya itu untuk tetap memegang teguh pendiriannya, Ia juga tidak menyerah begitu saja untuk membujuk Xi Lilian agar menarik kembali sumpah yang telah Ia ucapkan tadi.
" Lian'er ayolah, dengarkan aku...." ucapan Mo Fei Tian terpotong
"Tidak A Tian ini sudah menjadi keputusan ku. Dan kamu tidak akan bisa mengubahnya," kata Xi Lilian yang telah menyahut perkataan Sang Kaisar Dewa itu.
Kini Mo Fei Tian benar-benar frustasi karena dirinya tidak ingin melihat Sang Istri menderita karena hidup bersamanya.
"Lian'er aku mohon," kata Mo Fei Tian sambil menunjukan wajah memelas.
"A Tian kau sudah tau keputusan ku dan juga sifat ku sedari dulu bukan? jadi jangan katakan apapun lagi, bisakah?" balas Xi Lilian.
Meskipun Mo Fei Tian selama ini selalu berusaha untuk sebisa mungkin membuat Xi Lilian bahagia, namun Ia sendiri bahkan tidak bisa menjamin jika dirinya tidak pernah terluka akibat semua tugasnya sebagai Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma yang memiliki tingkat resiko terbesar bagi kehidupannya sendiri.
Namun bagaimanapun Mo Fei Tian mencoba membujuk istrinya itu, namun tetap saja Xi Lilian tidak parnah goyah dengan pendiriannya itu.
Bahkan Xi Lilian masih saja bersikukuh untuk tidak akan pernah menarik semua sumpah yang telah ia ikrarkan tadi. Meski bagaimanapun Mo Fei Tian membujuknya.
Karena Xi Lilian tahu bahwa resiko yang ditanggung oleh Suaminya itu ketika menjalankan tugasnya sangatlah besar.
Dan Xi Lilian juga tahu dengan jelas bagaimana tempramen Sang Suami yang akan bertindak sewajarnya ketika dihadapannya dan menyembunyikan semua derita, kesakitan dan kepayahan hidup yang dia alami untuk dirinya sendiri, demi menyenangkan dirinya.
__ADS_1
"Kau tahu A Tian, karena dengan begini kau baru akan bisa jujur mengenai seluruh keluh kesah mu yang selalu kau sembunyikan dariku selama ini. Jadi aku tak akan pernah menyesali keputusan saat ini." kata Xi Lilian dalam benaknya.
Dan mulai saat ini Xi Lilian tidak ingin itu semua terjadi sehingga dia juga ingin membagi kesedihan dari suaminya itu pada dirinya juga.
Karena dengan begitu Xi Lilian bisa mengetahui Semuanya mengenai suaminya. Bukan hanya sekedar tau akan kebahagiaannya saja namun juga segala keluhan dan penderitaan yang dialami oleh Suami yang Ia cintai dengan segenap hati itu. Yang mana selama ini selalu Mo Fei Tian sembunyikan dari dirinya.
“Ayolah Lian’er dengarkan suamimu ini, kau harus mencabut kembali sumpahmu tadi sayang, aku mohon padamu Lian’er, lakukanlah demi diriku.” Pinta Mo Fei Tian yang berusaha membujuk Xi Lilian.
“Sekali ku katakan tidak itu artinya tidak akan untuk selamanya A Tian, kau mengerti kata-kata ku ini kan?” balas Xi Lilian tetap pada pendiriannya.
“Tapi Lian'er, percuma saja kau melakukan itu, lagipula aku tidak pernah terluka dan menaggung kepayahan hidup apapun, seperti yang kau pikirkan itu. Lebih baik kau menarik sumpah mu tadi dan gantikan dengan yang lainnya seperti akan memberikan anak yang banyak dan lucu-lucu untuk Suamimu ini di masa depan dan itu akan lebih berarti untukku sayang,” kata Mo Fei Tian masih saja tak mau menyerah membujuk Xi Lilian.
Sedangkan Xi Lilian dan juga seluruh keluarganya yang lain yang mendengarkan perkataan Mo Fei Tian barusan dibuat ternganga dan tidak pernah menyangka jika seorang Mo Fei Tian akan sejujur dan terbuka seperti itu mengenai permintaannya.
“Baguslah jika menang kau selalu dalam keadaan yang baik dan tak mengalami kesulitan sedikitpun, maka itu artinya aku tidak akan pernah mengalami kepayahan hidup seperti yang aku katakan tadi, jadi kenapa kau harus mempermasalahkannya A Tian. Bukankah tidak ada gunanya juga bagiku untuk menarik kembali apa yang telah aku katakan tadi.” Kata Xi Lilian masih tidak mau menyerah.
“ Dan untuk masalah anak, tanpa harus bersumpah pun aku akan selalu berusaha untuk memberikan sebanyak yang kamu mau di masa depan.” Lanjut Xi Lilian dengan muka yang memerah hingga ke cuping telinganya.
Mo Fei Tian yang mendengar jawaban dari Xi Lilian kali ini, Ia bahkan juga ikut merona dan juga tersipu.
Apalagi didepan seluruh keluarga istri kecilnya itu, Mo Fei Tian menjadi begitu salah tingkah dan juga malu.
__ADS_1
Sehingga itu membuatnya agak menyesal karena telah membahas masalah anak pada keadaan yang seperti saat ini.
Namun jauh didalam lubuk hatinya Mo Fei Tian sangat gembira sehingga hati dan juga dunianya seolah dipenuhi akan bunga-bunga yang indah dan juga harum. Yang membuat hidupnya lebih indah dan ceria.
Sedangkan Xi Lilian setelah mengatakan hal yang akan mengabulkan keinginan Mo Fei Tian yang menginginkan banyak anak itu, Ia merasa ingin segera menghilang dan menenggelamkan dirinya di suatu tempat yang sangat gelap untuk menghindar dari rasa malunya saat ini.
Namun apa boleh buat, Xi Lilian juga tidak bisa pergi dan melarikan diri begitu saja. Selagi seluruh keluarganya juga masih ada disana.
“Lian’er ku mohon tolong dengar.....” ucapan Mo Fei Tian terpotong.
“Apapun itu alasan yang kau buat tidak akan pernah mempengaruhi diriku untuk kali ini A Tian. Kau harus tau itu,” kata Xi Lilian tak lagi bisa untuk dibantah.
Shen Yu Lin dan juga Xi Mu Ren yang menyaksikan perdebatan kedua sejoli itu akhirnya ikut bereaksi, karena sebagai anggota Keluarga Klan Xin mereka juga memiliki tanggung jawab Atas apa yang terjadi saat itu.
Seolah memiliki perasaan dan juga pemikiran yang sama Xi Mu Ren dan juga Shen Yu Lin segera berlutut dan memngucapkan sumpah dihadapan Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian.
“Sebagai keturunan dari Klan Xin kami akan selalu bersedia mengabdikan diri kami kepada Yang Mulia Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma dan juga Dewi takdir Alam Semesta dan melakukan segala upaya meski seberat apapun itu sebagai rasa terima kasih dari klan Xin kami yang telah diberikan anugerah besar untuk keluarga kami dan kami juga berjanji untuk sebisa mungkin menjaga adik kecil kami dengan segenap hati dan juga dengan seluruh jiwa raga kami.” Ucap keduanya dengan serempak dan juga matap.
Sehingga hal itu menarik seluruh Keluarga Klan Xin yang ada disana untuk melakukan sumpah Setia hidup dan mati mereka akan selalu mengabdi kepada kedua pasangan takdir itu, yang tak lain adalah Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian selama sisa hidupnya.
“Kami selutuh Keluarga Klan Xin yang Legendaris, mulai saat ini juga kami bersumpah setia untuk mengabdikan hidup dan mati kami untuk Yang Mulia Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma dan juga Dewi Alam Semesta. Jika kami ingkar ataupun berkhianat maka kami semua akan menanggung konsekuensi dari lagit.” Ucap serempak Keluarga Klan Xin.
__ADS_1
Sedangkan Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian yang tersadar dan menyaksikan seluruh keluarganya telah berlutut dan bersumpah itu, kini mereka membantu semuanya untuk berdiri.