
Namun dirinya tiba-tiba disadarkan dengan situasi yang tengah terjadi saat ini. Sehingga dirinya berpura-pura semakin lemah dan juga sedih agar meningkatkan rasa iba dari Sang Kaisar Wang Junsi terhadap dirinya. Dan membuat Sang Kaisar Wang Junsi segera melenyapkan ketiga keturunan resminya sendiri dengan wanita yang paling dirinya benci selama ini.
"Kaisar Wang Junsi jika kau berani menyentuh ketiga keponakan ku walaupun seujung kukunya saja, percaya atau tidak maka pada saat itu juga kepala mu yang tidak ada otaknya itu juga akan terpisah dari tempatnya oleh Pedang Petir Ilahi milik ku ini. Aku bersumpah dengan kata-kata ku ini," kata Sang Jendral Muda Xia Wei Yunho yang benar-benar kehilangan kesabaran atas tindakan Kaisar boneka itu.
"Yang Mulia Kaisar... Anda jangan gegabah!" teriak Ibu Suri Kekaisaran Sheng Qian Yu bersamaan dengan Sang Jendral Muda Xia. yang mencoba menghentikan kegilaan dari Sang Putra yang tidak tau situasi dan kondisi.
Namun apapun yang dikatakan oleh orang lain itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Karena Sang Kaisar Wang Junsi yang memang pada dasarnya bertindak semau keinginannya sendiri. Sehingga Ia akan tetap melakukan sesuai dengan apa yang ingin dia lakukan.
"Cepat ikat dan kemudian letakan bayi-bayi itu di tanah, setelah itu penggal kepala mereka semuanya sekarang juga atau kalian yang akan aku penggal." perintah Sang Kaisar Wang Junsi mutlak pada para pengawal Kekaisaran.
Begitu mendengar perintah dari Sang Kaisar Wang Junsi para pengawal pun segera melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.
"Baik, Yang Mulia," jawab ketiga Pengawal yang kini telah membawa ketiga putra kembar Sang Kaisar.
Kemudian mereka bergegas menurunkan dan meletakkan ketiga balita yang baru berusia tiga tahun itu di tanah. Dan mereka juga segera mempersiapkan pedang mereka untuk menebas leher ketiga Pangeran yang sesungguhnya adalah keturunan sah dari Sang Kaisar Wang Junsi tersebut.
Melihat kemajuan situasi saat ini Sang Permaisuri Kaisar benar-benar merasa sangat senang dalam hatinya, dan ingin segera bersorak atas keberhasilan nya itu.
Akan tetapi Sang Permaisuri tetap bersikap seolah sedang terpuruk dan juga sangat sedih. Agar semua rencananya segera terwujud. dan tidak diketahui oleh orang lain.
"Bagus, benar-benar Kaisar yang sangat pengertian terhadap Permaisuri nya. Aku sungguh sangat menghargai usaha mu ini Yang Mulia Kaisar Wang Junsi, bahkan kau bersedia untuk melenyapkan keturunan mu sendiri demi memuluskan segala jalan dan juga rencana ku untuk mencapai puncak kejayaannya yang ku dambakan bersama kekasih ku tercinta. Jadi lakukan lah semua ini dengan segera, agar tidak ada lagi yang akan mengganggu jalan Putra ku di kemudian hari," batin Sang Permaisuri Kaisar dengan seringai sinis dan tatapan membara.
Namun semua itu tidak nampak di mata orang lain karena saat ini dirinya tengah menunduk.
__ADS_1
Sedangkan kedua Jendral dari Klan Keluarga Xia itu benar-benar murka dibuat oleh Sang Kaisar Wang Junsi yang benar-benar bodoh itu.
Dan tanpa menunggu waktu lagi mereka segera bergegas menuju dimana ketiga putra mendiang Permaisuri Xia Yun Lie itu berada. Serta bersiap untuk menyerang para pengawal Kekaisaran yang hendak menebas ketiga balita laki-laki itu.
"Jangan pernah kau coba sentuh cucu-cucu ku. Atau aku akan menghancurkan seluruh Kekaisaran Li ini rata dengan tanah. Aku yang selama ini berjuang demi kemerdekaan dan kemakmuran Kekaisaran Li ini. Maka aku juga bisa meruntuhkannya dengan seluruh kekuatan yang aku miliki." teriak Sang Jenderal Besar Xia sambil mengarahkan senjatanya pada ketiga pengawal yang bertugas mengeksekusi ketiga cucunya itu.
Sedangkan Sang Jendral Muda Xia saat ini terjebak pertempuran dengan para pengawal Kekaisaran yang mencoba menghalanginya untuk menyelamatkan ketiga keponakan kecilnya itu.
Dan karena kedua Jendral Xia tengah terjebak dengan situasi perkelahian akhirnya Sang Kaisar Wang Junsi kembali memerintahkan kepada pengawal Kekaisaran yang lainnya untuk segera melakukan eksekusi terhadap ketiga putranya sendiri.
"Kalian bertiga cepat laksanakan eksekusi penggal kepala ketiga bayi terkutuk itu untuk ku saat ini juga." seru Sang Kaisar Wang Junsi menunjuk tiga Pengawal lainnya.
"Hamba, laksanakan Yang Mulia Kaisar," balas ketiganya serempak.
Dan mereka pun segera bergegas melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Sang Kaisar Wang Junsi.
Namun sayangnya sebelumnya Sang Kaisar Wang Junsi juga telah memerintahkan kawanan pengawal dan juga para panglima perang yang cukup terlatih untuk meringkus kedua Jenderal dari Klan Keluarga Xia itu. Sehingga hal itu sedikit menyulitkan Kedua Jenderal Xia itu untuk segera menyelesaikan perkelahian itu.
Dan mereka hampir kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan ketiga balita itu. Yang merupakan keturunan langsung dari seseorang yang mereka sayangi.
Namun apa yang terjadi selanjutnya sangatlah mengejutkan semua orang yang hadir dan menyaksikan tragedi tersebut.
Di saat ketiga Pengawal yang diperintahkan oleh Sang Kaisar tengah mengayunkan pedangnya untuk menebas leher ketiga balita tak berdosa itu yang juga telah menangis ketakutan sedari tadi karena tubuh mereka telah di ikat dengan kuat dan selain itu mereka di telentangkan dengan keadaan mata tertutup oleh kain hitam. Dan hanya bisa mendengarkan hiruk-pikuk suara yang mengerikan menggema di pendengaran mereka sehingga membuat mereka bertiga semakin ketakutan.
__ADS_1
Namun disaat mata pedang kurang dari satu inchi mengenai leher ketiga balita kembar itu tiba-tiba terdengar suara ledakan yang begitu keras dan memekakkan telinga semua orang yang berada disana.
Bahkan tidak hanya itu saja yang membuat mereka semua terkejut dan juga tercengang ketika menyaksikan apa yang telah terjadi.
Bukannya ketiga balita kembar itu yang meninggal akibat pedang para pengawal Kekaisaran tersebut. Melainkan justru ketiga pengawal tersebutlah yang mati karena terpental dan pedang yang mereka gunakan menghujam menembus dada bagian kiri mereka tepat pada jantung nya.
Yang mengakibatkan mereka bertiga mati seketika dihadapan para balita berusia tiga tahun itu.
Dan hal itu kembali membuat Sang Kaisar kembali murka sehingga memerintahkan tiga pengawal lainnya.
"Kurang ajar, siapa yang berani melakukan ini semua. Tapi itu tidak masalah bagi ku, aku masih bisa menghabisi nyawa bayi-bayi itu sekali lagi dan aku sangat yakin, jika kali ini kalian tidak akan pernah bisa lagi menyerang untuk melindungi bayi dari wanita rendahan itu." teriak Sang Kaisar Wang Junsi yang mengira bahwa itu adalah ulah salah satu dari Kedua Jenderal Xia itu.
Namun bahkan saat ini kedua Jendral yang dicurigai oleh Sang Kaisar Wang Junsi itu justru sangat penasaran dengan seseorang yang telah bersedia membantu mereka untuk menyelamatkan ketiga makhluk kecil yang mereka sayangi itu.
"Syukurlah masih ada seseorang yang peduli dengan kehidupan kecil mereka. Aku akan sangat berterima kasih kepada orang itu nantinya jika kami bisa terbebas dari situasi maut ini," batin Sang Jendral Besar Xia.
"Siapapun yang telah menyelamatkan ketiga keponakan ku adalah pahlawan yang sangat berjasa bagi Klan Keluarga Xia kami. Maka aku akan berusaha sekuat mungkin untuk mengakhiri semua ini agar aku bisa membalas kenaikan orang itu." kata Sang Jendral Muda Xia Wei Yunho dalam benaknya.
Namun yang tidak mereka semua ketahui adalah kekuatan besar yang mampu membuat ledakan sekeras dan sebesar itu tadi merupakan kekuatan yang berasal dari dalam diri Ketiga keturunan Kaisar Wang itu.
Kekuatan itu tercipta dan berasal dari keinginan hidup mereka bertiga dan juga tumbuhnya dendam mereka terhadap Sang Ayah dan juga orang yang telah membunuh Sang Ibu kandung dari mereka bertiga.
Karena sejatinya mereka merupakan sosok genius yang akan muncul selama seratus tahun sekali.
__ADS_1
Dan biasanya dalam kasus seperti ini mereka telah memiliki kecerdasan dan kemampuan bawaan semenjak kecil. Yang mana kemampuan itu akan muncul di waktu yang tepat dan juga mendesak atau bahkan di saat yang mengancam nyawa mereka seperti saat ini.
Di sudut terluar dari gerbang Kekaisaran Li kini terdapat sesosok yang Agung yang sangat misterius, namun tidak dapat nampak di mata orang-orang di sana. Karena keberadaan sesosok yang bukan berasal dari dunia fana itu disana sebenarnya disebabkan oleh aura familiar yang sesuai dengan penglihatannya yang dirinya dapatkan selama beberapa waktu ini.