Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 209


__ADS_3

"Namun sebelum Kakak Yan Ji pergi, dan benar-benar berpisah dengan ku. Dirinya sempat menyerahkan sebuah kotak padaku dan memintaku berjanji untuk menjaganya sekaligus dia juga berpesan agar aku bisa membantunya untuk melindungi adik-adiknya yang akan segera dia kirim ke Ibukota Kekaisaran, untuk sementara waktu sampai dia bisa membantu Ayahnya Panglima Lin Su Jin menyelesaikan krisis yang terjadi di perbatasan. Dan barulah dia akan menjemput kalian kembali. Setelah itu kami pun sepakat dengan rencana kami ini. Tapi sayangnya semuanya tidak berjalan sesuai rencana kami. Karena begitu aku mencapai dan tiba di Ibukota Kekaisaran, saat itu aku juga menerima surat rahasia yang dikirimkan oleh kakak seperguruan Yan Ji dengan menggunakan cara khusus yang hanya kami saudara seperguruan yang mengerti hal itu.


Dan didalam surat tersebut kakak seperguruan Yan Ji menyebutkan bahwa situasinya saat itu sangat genting. Sehingga dia terpaksa mengirim kalian untuk pergi sendiri menuju Ibukota Kekaisaran, dan dia memintaku untuk menemukan kalian berdua. Hanya saja saat itu kondisi ku juga tidak jauh berbeda, karena saat itu Ibunda Selir ku tengah terbaring sakit parah karena sesuatu hal yang diketahui sebabnya. Selain itu kedua adik ku dituduh telah mencelakai Putra Mahkota oleh orang tertentu dan menuntut Kaisar untuk menghukum berat pada kedua adikku yang tidak bersalah sama sekali. Sehingga saat itu aku terpaksa harus segera kembali demi keluarga tercinta ku. Dan hanya bisa mengutus bawahan ku untuk segera menemukan kalian berdua. Dan melindungi kalian. Namun sayangnya keberadaan kalian sama sekali tidak dapat kami deteksi keberadaannya, yang seakan hilang ditelan bumi. Dan aku tahu bahwa itu semua merupakan sebuah konspirasi orang-orang tertentu yang terlibat dengan para penghianat dan juga sosok penguasa di Kekaisaran. Namun saat itu aku tidak berhasil mengetahui siapa dalang dibalik ini semua. Bahkan aku pun sampai mengusut keberadaan kalian hingga ke daerah perbatasan Utara. Namun sayangnya setibanya aku di sana Aku justru dihadapkan dengan pemandangan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahwa aku harus menyaksikan tubuh kaku dari orang yang selama bertahun-tahun ada bersamaku dalam keadaan hidup dan mati yang tersungkur dihadapan ku. Itu adalah Mayat Kakak seperguruan Yan Ji dengan keadaan yang sangat tidak wajar. Namun satu hal yang membuatku terpaku saat itu adalah, meski dalam keadaan seburuk apapun dia tetap mempertahankan benda yang ada dalam genggaman tangannya dengan sekuat tenaga. Mungkin dirinya ingin menyimpan bukti yang telah barhasil ia temukan itu agar tidak jatuh pada para musuh tersembunyi itu. Namun sayangnya keadaanya yang saat itu sangat buruk yang membuatnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi, selain karena luka dalam yang sangat serius, tapi juga terdapat racun mematikan yang berada dalam tubuh kakak seperguruan saat aku menemukannya dalam keadaan yang telah tidak bernyawa itu," dan semua itu tersimpan didalam kotak ini," ucap Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi mengakhiri penjelasannya sambil mengeluarkan sebuah kotak yang berukuran sedang dan kemudian ia serahkan pada Feng Nana.


"Jadi barang bukti apa yang Gege ku pertahankan hingga ajal menjemputnya? Dan apakah saat ini Yang Mulia Pangeran sudah mengetahui siapa sosok yang berada di belakang ini semua?" tanya Feng Nana dengan rasa yang bercampur aduk dalam hatinya. Namun apa daya dirinya juga tidak dapat menyalahkan Sang Pangeran yang datang terlambat untuk menemukannya dan terlebih Gege nya.


Karena Feng Nana sadar bahwa Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi juga tidak memiliki kewajiban dan tanggungjawab pada apa yang terjadi pada keluarganya.


Hanya saja Feng Nana kini bersumpah dalam hatinya. Bahwa dirinya akan membalaskan dendam pada semua orang yang telah berani mengusik dan membunuh seluruh keluarganya hingga mereka akan merasakan apa yang dinamakan dengan penyesalan yang tidak akan ada artinya ketika mereka mengalami penderitaan yang setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat pada keluarganya.


Di saat Feng Nana sedang larut dengan pikirannya sendiri. Tanpa sadar aura penekanannya telah menyebar ke seluruh ruangan itu. Dan hal itu membuat Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi cukup terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh gadis dihadapannya saat ini.


Pangeran tak pernah menyangka jika gadis kecil yang ia kira baru berusia 14 atau 15 tahun ini bisa memiliki aura yang begitu mengerikan di saat ranah kultivasi nya masih berada di tingkat prajurit penempa tingkat menengah.


"Mengapa di ranahnya yang masih begitu rendah dia bisa memiliki aura intimidasi sekuat ini? Untung saja aku telah membuat formasi segel di ruangan ini jadi aura ini tidak akan merembes keluar," batin Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi.


Namun melihat Feng Nana yang terdiam dan larut dalam lamunannya, akhirnya Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi pun segera merespon pertanyaan yang gadis itu lontarkan kepadanya barusan.


"Yah kurang lebih Aku mengetahuinya. Hanya saja ada satu hal yang harus Nona Lin pastikan sendiri. Setelah Anda membuka kotak itu saya yakin jika Anda juga akan segera memahami dan juga mengetahui apa yang terjadi saat itu." jawab Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi dengan nada yang sangat mendalam.


Mendengar apa yang dikatakan oleh sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi akhirnya Feng Nana pun segera tersadar kembali? Dan dengan segera menarik kembali aura penekanan yang ia keluarkan. Karena ia tidak ingin Sang Pangeran Kedua Negeri Wuxi tahu bahwa sebenarnya dirinya tidak benar-benar berada di ranah prajurit penempa. Karena dirinya benar-benar tidak ingin orang-orang luar tahu kemampuan dan tingkat kultivasinya yang sebenarnya dirinya tekan dan sembunyikan selama ini

__ADS_1


"Khemm... Apa maksud Yang Mulia? Apakah ada sesuatu yang sulut bagi yang Mulia Pangeran ungkapkan dalam kasus yang menewaskan orang tua dan juga Gege ku? dan juga Ah Jie tunangan ku?" tanya Feng Nana sambil menggerakkan giginya.


"Lebih baik Nona lihat sendiri isi dari kotak itu. Dan di dalamnya juga terdapat benda peninggalan yang kakak seperguruan Yan Ji yang ia titipkan pada ku sebelum kami berpisah. Dan aku juga belum pernah sekalipun membukanya sebelumnya." kata Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi. yang entah mengapa terdapat perasaan tidak suka dan juga marah ketika dirinya gadis dihadapannya ini menyebutkan satu nama "Ah Jie" yang memang merupakan mantan tunangan dari Lin Mei Li itu sendiri. Dia merasa benar-benar merasa tidak bisa terima jika gadis cantik itu menyebut nama pria lain dengan begitu intim dihadapannya.


"Emm ...! baiklah," balas Feng Nana singkat. Dan tanpa menyadari bahwa ada yang salah dengan reaksi yang di tunjukan oleh sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi ketika dirinya menyebutkan nama tunangannya yang sampai saat ini tidak pernah lagi ia ketahui kabar beritanya, setelah dirinya melarikan diri ke Ibukota Kekaisaran.


Apakah ia selamat atau malah juga telah ikut pergi bersama dengan seluruh keluarganya yang lain? Tapi saat ini dirinya tidak lagi memiliki perasaan apapun terhadap suatu hubungan dengan seorang pria. Karena sedari awal dirinya pun tidak begitu peduli dengan perjodohannya yang diatur oleh neneknya itu.


Dirinya menerima perjodohan itu bukan karena perasaan cintanya. Namun ia menerimanya hanya semata-mata demi ibunya yang selama hidupnya ia selalu diremehkan dan dipandang rendah oleh neneknya. Yang entah apa alasannya ia pun tidak tahu.


Sesaat kemudian Feng Nana segera membuka kotak yang diberikan oleh Pangeran Huo Juan Zi pada ya tadi.


Pertama yang dirinya lihat adalah kotak kecil itu, dan setelah dirinya membukanya disana terdapat beberapa benda yang selalu Gege nya simpan dan jaga dengan sepenuh hati.


"Saputangan ini?" gumam Feng Nana terkejut ketika dirinya melihat bahwa disana terdapat dua buah sapu tangan yang sengaja dirinya buat untuk Gege nya itu dan juga satu lagi sapu tangan yang serupa dengan bertuliskan namanya yang dulunya dirinya kira telah hilang dan juga dirinya cari-cari.


Selain itu dirinya juga melihat beberapa benda lain yang ada di dalam kotak peninggalan Gege nya itu. yakni sebuah plakat giok yang sangat mewah dengan simbol ular Piton putih dengan tulisan marga "Dong" di atasnya. Dan ada juga sebuah batu suara serta sebuah gulungan surat.


Ketika Feng Nana hendak mengaktifkan batu spiritual suara itu, sayangnya itu tersegel dengan formasi yang khusus dan juga belum pernah Feng Nana ketahui sebelumnya. Jadi akhirnya Feng Nana pun segera menyimpannya dan kemudian segera membuka gulungan surat yang ditulis oleh Gege nya.


Tepat ketika dirinya mengetahui seluruh isinya, dirinya bahkan sangat tercengang dan seolah tak bisa percaya dengan kenyataan yang ada. Ternyata orang yang selama ini dirinya sayangi dan juga menyayanginya sebagai seorang Gege ternyata bukanlah Gege kandung nya melainkan anak yang diangkat oleh Ayah dan juga Ibunya ketika dirinya masih kecil. Dan nama dan marga aslinya adalah "Dong Yan Ji" yang mana sampai saat ini tidak diketahui keberadaan keluarga yang bermarga "Dong" di belahan dunia Nanxuang ini. Dan karena hal itulah yang membuat neneknya sangat marah dan tidak suka pada Ibunya dan juga Gege nya selama ini.

__ADS_1


Dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah ketika dirinya membaca dalam surat itu, Gege nya Lin Yan Ji bahkan juga memiliki perasaan yang sama dengan dirinya selama ini. Dan dirinya tidak berani mengungkapkan hal itu secara langsung, karena dirinya takut jika Lin Mei Li tidak bisa menerimanya dan justru akan menghindari dirinya di sisa hidupnya.


"Ternyata perasaan cinta ku selama ini tidaklah bertepuk sebelah tangan," batin Feng Nana dengan raut sendu.


Karena sedari dulu dirinya memang sangat menyayangi bahkan telah mencintai kakak laki-lakinya itu sejak usianya masih 7 tahun. Bahkan sampai saat ini dirinya juga masih memiliki perasaan yang sama.


Mengetahui itu semua membuat hati Feng Nana merasa sedikit senang bahwa cintanya selama ini ternyata berbalas. Hanya saja kini hatinya sangat tertekan dengan kenyataan bahwa saat ini Gege nya, ah tidak kekasih hatinya itu kini telah tiada. Itu membuat aura Feng Nana menjadi sangat murung.


Namun sesaat kemudian Feng Nana segera menetralkan kembali suasana hatinya. karena saat ini dirinya sadar jika dirinya harus mengetahui siapa orang yang telah berani membunuh ayah dan ibunya serta kekasihnya itu.


Karena Feng Nana semakin bertekad untuk membalaskan dendamnya dan juga seluruh keluarganya pada orang yang sangat keji itu.


Sedangkan Pangeran Huo Juan Zi yang melihat perubahan suasana hati Lin Mei Li ketika melihat barang-barang peninggalan kakak seperguruannya itu ia pun menjadi sangat penasaran. Dan seolah merasa ada sesuatu yang tidak beres.


Namun Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi tetap bersikap tenang dan juga tidak menanyakan apapun pada gadis yang telah mencuri hatinya itu.


Karena Sang Pangeran pikir jika hal itu adalah privasi keluarga Lin, dan wajar bagi Lin Mei Li untuk merasa sangat sedih dan emosi yang tak terkontrol ketika dirinya mengenang keluarganya yang telah lama tiada.


Hanya saja Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi tidak akan pernah menyangka jika perasaan gadis cantik dihadapannya saat ini telah terpaut pada orang yang sama dengan orang yang mereka anggap sebagai Kakak laki-lakinya sendiri.


Saat ini Feng Nana pun segera menyimpan semua benda peninggalan Dong Yan Ji itu ke dalam kantong penyimpanannya. Itu untuk menghindari kecurigaan Sang Pangeran Kedua jika dia menggunakan cincin penyimpanan. Maka itu akan sedikit banyak memberikan petunjuk pada Sang Pangeran Kedua yang sangat terkenal dengan ketelitian nya ini agar tidak memicu keinginannya untuk menyelidikinya lebih lanjut.

__ADS_1


__ADS_2