Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 32 Rahasia Dibalik Kematian Xi Yu Nian


__ADS_3

Jadi Shen Yu Lin segera kembali ke paviliunnya untuk membersihkan diri dan beristirahat.


Ketika Ia sedang membaringkan tubuhnya, Shen Yu Lin tiba-tiba teringat kotak pemberian Xi Lilian masih ada satu yang belum Ia buka.


Akhirnya Shen Yu Lin pun mengambil kotak itu dan membukanya.


Didalamnya ternyata ada beberapa benda, yang ternyata adalah tiga Plakat Keluarga Kekaisaran Wexia, tempat dimana Kakek dan Nenek nya dari pihak Ibundanya Xi Yu Nian.


Dan Plakat itu ternyata milik Ibundanya, miliknya dan milik Xi Lilian. Selain itu masih ada sebuah buku catatan atau lebih mirip buku diary di dunia modern, sebuah gulungan surat dan juga dua cincin penyimpanan.


Yang sebenarnya masih ada satu gulungan surat lagi yang ditujukan untuk Xi Lilian, dan Xi Lilian telah mengambil dan menyimpannya sendiri karena dia tak ingin seluruh keluarganya tau mengenai jiwanya yang telah berkelana.


Karena Yang mana dalam gulungan itu mengatakan alasannya Xi Yu Nian mengirimkan jiwa putrinya Xi Lilian ke zaman modern karena Ia pernah bermimpi ketika Ia belum melahirkannya.


Xi Yu Nian bermimpi jika putri yang tengah Ia kandung akan membawa takdir yang besar. Namun karena keadaan di dunia kultivator ini keselamatan putrinya itu akan terancam jika ada yang mengetahui bahwa jiwa putrinya itu akan diincar banyak Klan maupun Ras lain untuk bisa mendapatkannya. Maka dari itu Xi Yu Nian memutuskan menggunakan seluruh sisa kekuatan terakhirnya untuk mengirim jiwa putrinya itu melintasi dimensi lain yang lebih aman menurutnya.


Sedangkan Shen Yu Lin saat ini tengah asyik membaca seluruh kisah hidup Ibundanya sejak Ia bertemu dengan sosok suaminya atau ayah bagi Yu Lin.


Disana Ibundanya menuliskan awal pertemuannya, pernikahannya, hingga rasa kecewanya ketika mengetahui bahwa suaminya mengingkari janjinya dengan mengangkat selir di waktu yang hampir bersamaan.


Karena jarak waktu pengangkatan selir pertama dan kedua tak lebih dari sebulan dari pernikahannya dengan Jendral besar Shen.


Padahal sebelumnya sesaat sebelum menikah Jendral Shen telah berikrar setia hanya mempunyai satu orang istri yaitu Xi Yu Nian didepan kedua orang tua nya Kaisar dan Permaisuri Kekaisaran Wexia.


Namun nyatanya Xi Yu Nian bahkan harus menelan kekecewaan dan kesedihannya setelah dua pekan ia menikah.


Karena Jendral besar Shen memutuskan untuk mengambil dua Selir sekaligus. Dan itu membuatnya ingin pergi meninggalkan Sang Jenderal.


Namun sebulan kemudian ketika ia memutuskan akan pergi dari Kediaman Jendral Ia justru mendapat kabar bahwa Ia tengah mengandung dan itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk pergi karena Ia tak ingin anaknya lahir tanpa status dari ayahnya.


Dan sejak saat itu kehidupannya penuh dengan peperangan tak kasat mata di dalam rumah tangga.


Dan dalam buku itu Xi Yu Nian juga menuliskan bagaimana ia menjalani masa kehamilan dan apa saja yang Ia sukai saat mengandung.


Dan saat Shen Yu Lin telah lahir pun Ia mencatat semua keseharian nya selama dua tahun lebih dan juga pada waktu Saat dirinya tengah mengandung Xi Lilian pada awal kehamilannya semua berjalan dengan lancar bahkan lebih mudah dibandingkan kehamilan pertamanya.

__ADS_1


Namun saat usia kandungan nya mencapai usia empat bulan Ia merasakan tubuhnya terasa sangat lemah dan tak bertenaga hingga akhirnya Ia mengetahui dari seorang tabib bahwa Ia telah diracuni.


Dan racun itu belum di temukan penawarnya sampai sekarang. Racun itu adalah racun langka yang akan menimbulkan sakit dan kematian secara perlahan.


Oleh karenanya Ia tetap berjuang untuk mempertahankan kandungan nya apapun yang terjadi, Ia mencoba segala cara untuk menekan racun itu agar tak berpengaruh pada kandungan nya.


Dan dalam gulungan surat itu juga menuliskan bahwa sesaat sebelum ibunya melahirkan ia baru mengetahui bahwa yang meracuninya adalah kedua selir Jendral Shen tersebut.


Mereka bersekongkol untuk menyingkirkan nya untuk merebut kedudukan nyonya Jendral.


Dan dalam persalinan nya juga terjadi kesulitan karena disebabkan oleh racun tersebut.


Hingga Ia mengerahkan seluruh tenaga nya hingga Ia berhasil melahirkan seorang putri yang sangat cantik. Ia berharap pada suami dan anak sulungnya Agar menyayangi dan menjaga buah hatinya dengan baik, karena Ia sudah tak bisa bertahan lebih lama lagi karena efek racun itu telah menyebar ke seluruh organ tubuhnya setelah melahirkan putri kecilnya.


Setelah membaca semua catatan dan surat dari Ibundanya dan mengetahui kenyataan hidup yang Ibundanya alami demi dirinya dan juga adik perempuannya Shen Yu Lin merasa jika saat ini ia tengah terhantam batu yang sangat besar yang membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Sesaat kemudian setelah keterdiamannya. Shen Yu Lin beranjak ingin keluar menuju Paviliun tempat Xi Lilian berada.


Tapi Shen Yu Lin menyadari bahwa saat ini hari hampir menunjukkan tengah malam.


Akhirnya Ia mengurungkan niatnya mencari Xi Lilian karena ia tak ingin menggangu istirahat adik kesayangannya itu.


Dan akhirnya Shen Yu Lin memilih melihat-lihat cincin penyimpanan yang diberikan Ibundanya untuk dirinya dan menyimpan yang milik Xi Lilian.


Ia melihat di dalamnya ada banyak harta berharga, koin emas, perhiasan serta berbagai senjata serta beberapa tanaman herbal langka.


Dan selain itu ia menemukan beberapa surat dari aset yang dimiliki oleh ibunya di Kekaisaran Wuxi ini salah satunya adalah toko kain terbesar di Ibukota, Balai Obat Xin-Seng dan juga beberapa sertifikat tanah perkebunan yang selama ini semua aset ini di kelola dan di kendalikan oleh kediaman Jendral ini dibawah tangan Selir Yun.


“Haahhh lihatlah bahkan selama ini para parasit itu hidup nyaman dan mewah menggunakan harta kami.” Dasar ****** murahan dan anaknya itu harus menerima pelajaran.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Xi Lilian kini tengah berada di dalam dimensi bintang sedang bermain dengan putrinya Mo Lie Yiran dengan di temani sang kekasih hati, siapa lagi kalau bukan Mo Fei Tian.


“Eemm A Tian, apakah kelak kalau kita punya anak sendiri kau juga akan menyayangi nya seperti kau menyayangi Yiran kecil?” tanya Asal Xi Lilian, karena meskipun usia tubuhnya baru berusia 12 tahun tapi jiwanya adalah jiwa orang dewasa. Yang berusia 25 tahun jika di dunia modern seharusnya sehari setelah kematian nya adalah hari ulang tahunnya ke 25 tahun.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari wanitanya itu Mo Fei Tian langsung menyeringai.


“Apakah istri kecilku ini sudah menginginkan memiliki anak sendiri? Jika demikian sekarang kita bisa membuatkan adik untuk Yiran kecil. Kemudian lihatlah aku akan menyayangi mereka semua tanpa ada yang akan ku bedakan.” Kata Mo Fei Tian sambil memeluk Xi Lilian dari belakang dan menciumi ceruk leher istri kecilnya itu.


Mendengar perkataan Mo Fei Tian, Xi Lilian pun langsung tersipu malu, dan ia pun menolehkan mukanya dari Mo Fei Tian karena ia telah merona merah hingga ke telinganya.


Melihat wanitanya tersipu malu Mo Fei Tian pun merasa gemas dan ingin menggoda lagi.


“Baiklah Lian’er, apkah saat ini kau sudah siap untuk membuat adik kecil untuk Yiran kecil?


Xi Lilian yang digoda seperti itu oleh kekasihnya tak bisa menahan dan menjadi lebih tersipu.


“Aahhh eehh, sudahlah A Tian lupakan apa yang ku tanyakan tadi. Aku hanya asal saja. Dan anggap aku tak pernah menanyakannya.” Kata Xi Lilian dengan gugup.


Mendengar jawaban Xi Lilian itu Mo Fei Tian langsung membalikan badan Xi Lilian untuk menghadap padanya. Dan membelai lembut kepala Xi Lilian dan akhirnya menangkup wajah cantiknya. Ia pun mengatakan apa yang ada di hatinya.


“Lian’er Aku tau kita saat ini tidak dalam situasi yang tepat jika untuk saling melakukan hal intim layaknya pasangan suami istri lainnya. Meskipun sejatinya kita sudah dinikahkan oleh takdir dan sah bagi kita untuk menjalankan ritual itu. Tapi aku sadar dan tak ingin membebankan mu karena status kita di dunia ini masihlah anak anak yang belum mengerti akan dunia luar. Jadi aku tak akan pernah melakukan itu, hingga tiba waktunya. Aku sangat menyayangimu, mencintaimu dan aku sangat bahagia mendengar pertanyaan mu tadi, itu tandanya kamu memiliki perasaan yang sama dan menerimaku segenap hatimu. Aku sangat bahagia atas hal itu sayang.” Kata Mo Fei Tian panjang lebar dan pada akhirnya mengecup pucuk kepala istrinya itu dengan lama.


Setelah itu mereka fokus pada Yiran kecil lagi, yang ternyata telah terlelap dengan nyenyaknya di atas ranjang king size milik Xi Lilian.


Setelah itu Xi Lilian menyelimuti putri kecilnya itu dan mengecup keningnya.


Tak lama setelah itu Yuan Long pun mengetuk pintu dari luar kamar.


“Lian’er sepertinya sebentar lagi mereka akan keluar dari kultivasi tertutup mereka, apakah kau akan kesana sekarang?” tanya Yuan Long.


“Baiklah Gege, Lian’er akan segera ke sana, Gege tolong beri tahu Gege dan Jiejie yang lain untuk kembali tak usah berjaga disana.


Setelah itu kalian makan malam saja bersama A Tian, aku telah memasakkan makanan untuk kalian semua dan kemungkinan aku akan makan bersama mereka di tempat pelatihan di hutan sunyi.” Kata Xi Lilian.


“Baiklah Lian’er. Aku pergi dulu.” Balas Yuan Long langsung pergi.


“Nah A Tian ku sayang, sekarang panggillah para kontraktual mu untuk makan malam bersama kalian, karna kau tau aku sudah masak sangat banyak hari ini.” Kata Xi Lilian dengan bergelayut manja pada lengan Mo Fei Tian.


“Baiklah istriku, terima kasih karena kau selalu perhatian pada kami.” Balas Mo Fei Tian sambil mengelus pucuk kepala Xi Lilian.

__ADS_1


“Kalau begitu aku pergi dulu suamiku tercinta.” Kata Xi Lilian yang kemudian mengecup pipi suaminya itu dan langsung melarikan diri karena dia sudah tersipu malu.


Sedangkan Mo Fei Tian yang ditinggalkan begitu saja hanya terkekeh, karena gemas melihat tingkah istrinya yang malu-malu itu.


__ADS_2