
“Anak kurang ajar, sini kau akan ku beri kau pelajaran yang setimpal,” ucap Sang Jendral Shen Guo Feng yang langsung melayangkan tamparan pada wajah Shen Sie Mei kembali.
“PPLAAKK........! PLLLAAAKKKK.........!!”
Suara tamparan yang begitu keras kembali menggema.
Dan kini wajah gadis Shen Sie Mei itu benar-benar babak belur, kedua pipinya bengkak bahkan sampai keluar darah dari kedua telinganya karena Sang Jendral kali ini menamparnya menggunakan kekuatan nya.
“Sudah cukup selama ini kalian semua bersikap lancang, tidak tahu malu dan tidak tahu diri dengan menyiksa Lian'er. Dan apa saja yang kalian berikan padanya sehingga membuat dirinya menjadi seperti seorang yang tak berguna? Dan jangan kira selama ini aku tidak tahu mengenai itu semua. Hanya saja aku hanya mencoba menutup mata dengan apa saja yang kalian semua para selir dan keturunan kalian itu pada putriku Xi Lilian, Namun saat ini aku telah menyadari bahwa perbuatan ku terhadap putriku itu telah salah. Jadi jika hal semacam ini sampai terjadi lagi di masa depan maka lihat saja apa yang bisa aku lakukan kepada kalian dan juga Ibu kalian itu. Apa kalian pikir kejadian yang menimpa mantan pesaing kalian itu sesederhana yang kalian tau? ” peringatan keras Sang Jendral untuk Selir Duan Yu Yan dan seluruh anaknya itu.
“Apa? Apa maksud Ayahanda itu karena masalah Lian'er yang membuat Bibi selir pertama dan seluruh putra dan putrinya mengalami nasib seperti itu?” tanya Shen Sie Lie dengan nada tak percaya.
“Kurang tepat, yang benar adalah semuanya bisa terungkap itu berkat Lian'er putri ku yang selama ini aku abaikan, dan aku sakiti selama ini yang mampu memberikan bukti yang sangat kuat mengenai apa saja yang mereka lakukan didalam kediaman Jendral selama ini. Jadi jika kalian masih ingin merasakan hidup lebih lama dan juga nyaman maka aku sarankan untuk bersikaplah baik mulai dari sekarang,” kata Jendral Shen Guo Feng dengan dingin yang kemudian dia berbalik untuk berjalan pergi meninggalkan mereka semua.
“Ah hampir saja aku melupakan satu hal, Pengawal seret Nona Muda Keenan menuju halaman dan beri dia hukuman pukulan 10 kali menggunakan tongkat dan setelah selesai antarkan dia ke aula leluhur setelahnya. Biarkan dia merenungi kesalahannya dan juga menyalin seluruh kitab yang ada disana selama sebulan ini. Dan berikan makanan dua kali dalam setiap harinya. Cepat laksanakan sekarang juga!” kata Jendral Shen Guo Feng dengan tegas.
(Mengapa Shen Sie Mei masih menjadi nona ke enam dan bukan nona ke tiga, itu karena surat gugatan pencabutan nama anak dari wanita Chui Xue Ruo alias Yun Xue Ruo itu belum mendapatkan persetujuan akhir dari pengadilan dan juga Kaisar.)
Selir Duan Yu Yan yang mendengarkan bahwa putrinya akan mendapatkan hukuman yang berat, Ia langsung berlari dan berlutut di hadapan Sang Jendral untuk memohon ampunan bagi putri bungsunya itu.
Apalagi keesokan harinya mereka harus menghadiri Perayaan Festival Bunga di Istana Kekaisaran Wuxi.
Oleh karena itu Ia tidak ingin kedua putrinya melewatkan kesempatan sebagus itu agar mendapatkan pasangan dari kalangan Bangsawan Kerajaan maupun Kekaisaran.
Oleh karena itu Selir Duan Yu Yan berusaha sebisa mungkin untuk membujuk suaminya agar mau membebaskan putri bungsu mereka dari hukuman berat itu.
“Tuan ku, ku mohon jangan beri hukuman seberat itu untuk Mei'er, dia masihlah anak-anak, Anda sebagai Ayahanda janganlah perhitungan akan perbuatan nakalnya. Saya janji, akan saya pastikan jika hal semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi di masa depan, akan ku pastikan itu Suamiku. Apalagi Anda juga tahu, bahwa besok merupakan acara yang sangat penting untuk para gadis, jadi aku mohon agar Anda berbelas kasih kepada Mei'er untuk kali ini saja. Maka saya akan mendidiknya dengan benar,” melas Sang Selir Duan meminta anaknya agar dibebaskan dari hukuman.
Jendral Shen benar-benar marah sehingga hanya memandang Selir Duan Yu Yan yang bersimpuh dihadapannya dan memegangi pergelangan kakinya dengan sinis dan jijik.
__ADS_1
Kemudian Sang Jendral Shen Guo Feng segera menendangnya kuat-kuat hingga tersungkur jauh menghantam pintu Aula Perjamuan.
"Aaaahhhh.... uhuk uhuk," rintihan Selir Duan Yu Yan sambil mencengkeram perutnya dan terbatuk-batuk.
"Bibi...? Kau tak apa? apakah itu sakit?" tanya Shen Sie Lie yang dengan sangat perhatian menghampiri Selir Duan Yu Yan dan membantunya untuk bangun.
Namun Selir Duan Yu Yan yang mendengar bahwa Putri tertuanya memanggilnya Bibi ada rasa sakit di dalam hatinya. Akan tetapi ia paham mengapa putrinya itu memanggilnya seperti itu.
Itu semua hanya untuk tidak memperkeruh suasana yang tegang ini.
"Ya aku tidak kenapa-kenapa, maafkan Bibi yang telah membuat Nona Muda Kedua khawatir," jawab Selir Duan Yu Yan sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat pada perut bagian bawah nya.
Berbeda situasinya dengan kedua putra dan putri bungsu dari Selir Duan Yu Yan.
Mereka berdua seolah tak perduli terhadap apa yang telah menimpa ibundanya itu.
Itu semua disebabkan oleh kekalutan yang dialami oleh Shen Sie Mei yang harus menjalani hukuman dari ayahnya.
Jadi dirinya dan juga Gege serta Jiejie nya akan menjadi kesayangan dari Ayahanda mereka.
Namun justru sebaliknya, gara-gara temperamennya yang suka ceplas-ceplos dan juga impulsif itu berujung membuahkan hukuman yang begitu berat baginya.
Sehingga setelah mendengar sang ayah akan menghukumnya secara berat hanya bisa membuatnya menangis dalam diam dan juga penyesalan karena perbuatannya sendiri dan selain itu Shen Sie Mei bahkan semakin membenci Xi Lilian karenanya.
Akan tetapi berbeda dengan Shen Ming An, ia benar-benar merasa kacau dan juga muak saat ini, ketika dirinya telah mengetahui asal-usul dari kehidupan Ibunya di masa lalu yang begitu hina.
"Haahh.... jika semua yang dikatakan Ayahanda mengenai asal-usul ibu itu benar, betapa malunya diriku ini yang terlahir dari seorang rendahan seperti ibunya itu." kata Shen Ming An dalam benaknya.
"Aku harus cepat bertindak dan juga memutuskan untuk menjaga jarak dengan ibu dan kedua adikku itu, jika tidak maka aku akan ikut terseret dan bahkan terlibat dalam masalah mereka nantinya. Atau yang paling mengerikan adalah jika diriku sampai kehilangan dukungan terkuat yang ku miliki saat ini, yaitu Ayahanda. Tidak... tidak itu tidak boleh sampai terjadi. Karena jika aku juga kehilangan dukungan dari Ayahanda maka aku akan benar-benar rugi, selain aku tidak punya lagi tempat untuk bernaung tapi juga semua harapanku untuk mendapatkan kemewahan Kediaman Jendral ini gagal dan juga hancur. Baiklah mulai sekarang aku akan mencoba untuk lebih bertoleransi pada Gege Sulung yang bodoh dan gampang dimanipulasi itu serta adiknya yang buruk rupa itu. Agar posisi ku di kediaman ini tetaplah aman," batin Shen Ming An bermonolog.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja terdengar suara yang tinggi dan juga lantang menyapa pendengaran semua Orang.
"Jadi Apakah kau masih memiliki keinginan untuk melindungi dan memohon pengampunan bagi putri mu itu Duan Yu Yan?" Tanya Sang Jendral untuk memastikan kembali, apakah orang itu berubah pikiran dengan perhitungan yang baru saja ia perbuat untuk Selir rendahan itu.
Namun ternyata selir itu begitu bodoh, meskipun dia telah lama mengikutinya sebagai Selir nya.
Bahkan dirinya tak mengenal kebiasaan dan juga pantangan bagi Sang Jendral Perang seperti dirinya untuk menarik kembali kata-katanya dan dia juga yang terkenal akan melakukan semua yang telah dirinya katakan.
"Hamba, tetap dengan keinginan awal saya tadi Tuanku, karena hamba yakin jika Tuan ku juga sangat menyayangi Mei'er dan tidak tega melihatnya menderita," Kata Selir Duan dengan percaya dirinya.
Bahkan sang Selir Duan tidak memikirkan mengenai raut wajah Sang Jendral Shen Guo Feng yang menjadi semakin kelam ketika memandangnya.
“Baiklah jika itu yang kau inginkan maka kalian bisa memilihnya sendiri hukuman yang pantas untuk seorang Nona Muda yang tak tau aturan dan tata krama keluarga dan juga penebar kebencian sepertinya. Aku akan memberi kalian dua pilihan dan ku harap kalian segera menentukan mana yang akan kalian pilih.” Kata Jendral Shen Guo Feng dengan memendam amarahnya.
“Baik, itu baik ,terima kasih suamiku, aku sangat yakin jika kau sangat menyayangi anak-anak kita,” kata Selir Duan sangat percaya diri dan juga tak tahu malu.
Selir Duan Yu Yan pikir dirinya masih bisa membujuk dan merayu Sang Jendral Shen Guo Feng hanya dengan meratap dan berpura-pura menangis menunjukan kesedihan yang palsu itu.
Bahkan sebelum dia tahu apa yang akan di katakan Sang Jendral selanjutnya.
"Perhatikan statusmu sendiri Selir, apakah kau pantas memanggilku seperti itu. Atau kau juga ingin aku hukum bersama putrimu yang kurang ajar itu,” kata Sang Jendral Perang itu memperingatkan Selir nya yang tak tahu diri itu.
“Ah maaf kan hamba Tuan ku, aku tidak bermaksud lancang” balas Selir Duan dengan gelagapan.
Dia tampak jelas ketika terlihat bingung ketika mendapatkan reaksi dan juga respon yang tidak bersahabat seperti biasanya, ketika dia telah mengeluarkan jurus air mata buaya yang Ia tunjukkan selama ini.
Namun semua ekspresi kebingungan di wajahnya itu segera berubah ketika dirinya mendengarkan Sang Jendral mulai mengatakan kedua pilihan yang akan didapatkan oleh putri bungsunya Shen Sie Mei.
Dia mulai memiliki angan yang tinggi mengenai Sang Jendral yang akan membebaskan putri bungsunya dari hukuman.
__ADS_1
Apalagi tadi putrinya telah menerima tamparan yang cukup parah dan melukai wajah putrinya yabg cantik menurutnya.
“Hmn, baiklah kau bisa memilih untuk mengambil hukuman yang ku katakan sebelumnya atau pilihan kedua yang akan aku tawarkan ini. Yakni potong habis seluruh rambut gadis itu dan kirim dia ke Kuil di Pegunungan Sunyi malam ini juga tanpa membawa harta apapun dari kediaman Jendral ini, kecuali gaun putih kualitas menengah yang akan dia kenakan nantinya. Dan selain itu namanya juga akan dihapus dari daftar keluarga didalam buku silsilah Keluarga Bangsawan Shen ini. Sehingga dia tidak akan bisa kembali lagi untuk selamanya. Dan dengan begitu, aku yakin jika dia baru akan bisa khusyuk beribadah dan mengintrospeksi diri dari seluruh kesalahannya yang telah dia lakukan. Dan ingat ini, jika masih ada orang yang membela dan memohon untuknya setelah ini maka orang itu akan ikut menerima hukuman bersama gadis brandalan itu,” ucap Jendral Shen Guo Feng dengan tegas dan kemudian langsung meninggalkan ruangan itu tanpa menoleh sedikitpun.