Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 195


__ADS_3

Setelah itu Sang Kasim pun segera menyelesaikan acara dan membubarkan para tamu dan membimbing mereka menuju ke Aula Makan Istana Kekaisaran yang memang di khususkan untuk jamuan besar seperti saat ini.


Namun sebelum semua orang benar-benar meninggalkan ruangan perjamuan. Kali ini Sang Kaisar Huo Yu Yuan secara pribadi memanggil Sang Pangeran Huo Lin Jin, Pangeran Huo Lin Dan beserta Shen Sie Mei yang telah ribut di hadapan semua orang di Aula Perjamuan tadi.


"Pangeran Pertama, Pangeran Ketiga dan juga Nona Muda ketiga dari Kediaman Jenderal Besar Shen, tolong temui Zhen di Aula utama Kekaisaran setelah ini." ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan tegas dan berwibawa.


Yang kemudian langsung melangkah pergi bersama para Kaisar yang lainnya meninggalkan ruangan tanpa menunggu jawaban ketiganya.


Sedangkan ketiganya terkesiap dengan panggilan Sang Kaisar Huo Yu Yuan, terhadap mereka.


Terlebih lagi ketika mereka mendengar Yang Mulia Kaisar Huo Yu Yuan memanggil Pangeran Pertama dan tidak lagi dengan sebutan Pangeran Mahkota seperti biasanya.


Yang seolah hal itu bukanlah hal yang biasa dan sulit dijelaskan ataupun dipahami oleh mereka bertiga.


Namun ketiganya mengerti bahwa saat ini Sang Kaisar Huo Yu Yuan tampak sangat marah. Mungkin karena hal itulah yang membuat Sang Kaisar memanggil Pangeran Mahkota Huo Lin Jin dengan sebutan Pangeran Pertama.


Jadi ketiganya segera bergegas untuk menemui Sang Kaisar Huo Yu Yuan di Aula Utama Kekaisaran Wuxi sesuai dengan perintah Sang Kaisar Huo Yu Yuan tadi.


Xi Lilian yang melihat semua pemandangan ini, seolah tidak heran ataupun terkejut. Melainkan Xi Lilian tampak sangat tenang dan juga sudah tahu jika hal semacam ini akan terjadi. Dan bahkan gadis cantik jelita yang bercadar ini justru tampak sangat menantikannya.


"Heh, Aku jadi penasaran. Bagaimana Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang terkenal sangat baik hati dan bijaksana di seluruh Negeri ini menyelesaikan masalah ini? Dan apakah Sang Kaisar akan berusaha menyenangkan Jenderal Besar Shen atau tidak. Maka hal itu bisa kita lihat nanti. Namun Apapun keputusannya itu tampaknya tidak akan banyak berarti. Karena mungkin kekecewaan orang tua bermarga Shen itu sudah mendarah daging atau bahkan mengakar pada hati dan jiwanya. Tapi aku juga akan sangat senang, jika aku bisa melihat orang tua itu merasa tertekan dan tersiksa seperti itu. Dan aku rasa ini masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang telah Ibunda, Gege dan juga diriku rasakan selama ini," batin Xi Lilian dengan tatapan tajam yang Ia sembunyikan, karena saat ini Xi Lilian tengah menunduk.


Namun semuanya juga percuma Ia berusaha menutupi sekeras apapun, Bahkan aura yang dirinya keluarkan jelas-jelas tidak bisa berbohong.


"Lian'er dengan sikapmu yang seperti ini kau bisa saja membunuh semua orang di Aula ini tanpa pernah kau sadari," ucap Shen Yu Lin dengan sangat lembut, sambil mengusap lembut pucuk kepalanya.


Dan entah sejak kapan Sang Gege yang begitu menyayangi dirinya itu telah tiba di sampingnya.


Dan tak hanya Shen Yu Lin saja yang berada di sana, karena masih ada orang lain lagi yang tinggal disana. Meski semua orang telah berbondong-bondong menuju Aula Makan. Dan tidak sedikit orang yang melewati tempat mereka berdiri saat ini.


Namun seolah hal itu tidak pernah mereka pedulikan dan tidak mengganggu sama sekali.


"Apa yang dikatakan oleh Lin Ge itu sangat benar. Bahkan aku sendiri sangat tertekan ketika melihat gadis ku ini merasa tidak nyaman seperti ini. Jika saja aku tidak mengingat jika saat ini aku berada di dunia fana ini dan memandang istriku Yang sangat tangguh ini mungkin saja semua orang yang telah menyebabkan Lian'er ku menderita selama ini telah ku musnahkan sedari awal," sahut Wang Jin Tian yang kini juga berada di sisi Xi Lilian.


"Salam hormat kepada Yang...." ucap Shen Yu Lin terhenti seketika ketika dirinya mendengar suara yang menyelanya.


Selain itu Shen Yu Lin juga menyadari, bahwa saat ini dirinya juga tidak cocok jika dirinya mengungkapkan siapa sosok 0angeran Wang Jin Tian yang sebenarnya. karena didalam ruangan itu masih banyak orang di sekitar mereka saat ini berdiri.

__ADS_1


"Hei Lin Ge, dimana kah Yang Mulia yang kau sebut itu? Apakah aku juga harus menghormatinya Lian'er?" tanya Sang Pangeran Wang Jin Tian pada Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin dengan ekspresi wajah yang tampak kebingungan sehingga celingak-celinguk melihat sekeliling seolah mencari seseorang yang disapa oleh Shen Yu Lin tadi.


Xi Lilian tersenyum dengan lembut ketika mendengar dan menyaksikan interaksi Sang Gege dengan suaminya yang agung itu.


Terlebih lagi ketika dirinya tahu, jika suaminya Sang Kaisar Dewa itu bisa merendahkan dirinya sendiri dihadapan kakaknya, orang yang sangat berarti dalam kehidupan nya di kehidupan kali ini. Dan pengorbanan yang sebesar itu hanya untuk dirinya sendiri. Bagaimana bisa Xi Lilian merasa tidak senang?!


Sedangkan Shen Yu Lin justru sangat terkejut dan juga tercengang melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Sang Kaisar Dewa yang kini dalam wujud Sang Pangeran Wang Jin Tian.


Namun karena Shen Yu Lin bukanlah orang yang bodoh. Tentu saja dirinya tahu bahwa Sang Kaisar Dewa Yang sangat Mulia dan Agung ini, yang notabenenya adalah Adik iparnya di kehidupan ini, tidak ingin melihat tindakan sungkan dari dirinya. Shen Yu Lin pun segera mengubah dan menyesuaikan dirinya ketika berhadapan dengan Adik iparnya itu.


"Baiklah, kalau begitu lebih baik kita juga segera menyusul yang lainnya, atau kalau tidak kita tidak tahu akan ada masalah apa lagi yang akan menanti kita. Terutama pada Lian'er. Karena aku merasa jika semua tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik dan tenang ketika masih banyak orang yang sangat meremehkan gadis kecil kita ini," ucap Shen Yu Lin yang kini telah bersikap santai dan seolah hanya mengobrol biasa dengan para saudaranya sendiri.


"Yah Gege benar, bahkan aku juga sudah tidak sabar dan menantikan sebuah pertunjukan menarik yang lainnya.


"Bukankah semuanya sudah sangat jelas. Mereka semua memang bodoh sehingga beraninya orang-orang itu mengganggu istri kecilku ini, bukankah ini sama saja dengan menyerahkan diri sendiri untuk dipermalukan. Karena bagaimana biasa. Lian'er kita ini dimanfaatkan oleh orang lain dengan seenaknya." sahut Sang Pangeran Wang Jin Tian yang khas dengan gayanya yang sangat sembrono itu.


Meskipun begitu apa yang dikatakan oleh Sang Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Li itu semuanya adalah kebenaran.


Akan tetapi jika orang lain yang mendengar kata-kata itu, mereka pasti hanya akan mengatakan bahwa Sang Pangeran Wang Jin Tian itu hanyalah omong kosong belaka.


Karena tempramen yang terkenal buruk selama ini, jadi akan banyak orang yang merasa lumrah dan juga menganggap bahwa Sang Pangeran Wang Jin Tian itu bodoh dan terlalu memandang tinggi Xi Lilian.


Setelah itu pun mereka semua segera berjalan menyusul semua orang yang telah meninggalkan ruang Aula Perjamuan.


...****************...


Sedangkan disisi lain, di dalam ruangan


Aula Utama Kekaisaran Wuxi. Kini Kedua Pangeran dari Kekaisaran Wuxi dan seorang gadis kecil dari kediaman Sang Jenderal Besar Shen saat ini tengah berlutut dia tengah aula di hadapan Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang tengah duduk di singgasana nya yang begitu tinggi dan tampak sangat mengagumkan bagi seluruh rakyat Kekaisaran Wuxi.


Dan situasi yang terjadi saat ini terasa sangat mencekam dan juga sangat hening. Sehingga Ketiga orang yang tengah berlutut itu merasa sangat tertekan.


Terlebih lagi Sang Pangeran Pertama Huo Lin Jin yang baru saja sadar dari efek mabuknya setelah meminum ramuan mabuk pun, merasa sangat tidak stabil ketika dirinya terus saja berlutut.


Jadi kini dirinya mulai sedikit lebih sadar dengan keadaan saat ini dari sebelumnya ketika dirinya masih berada di dalam Aula Perjamuan, dan membuat keributan dengan Adik ketiganya itu gara-gara memperebutkan seorang gadis cantik yang telah menarik hatinya itu.


"Hormat Kepada Yang Mulia Ayahanda/Kaisar, " ucap Kedua Pangeran dan juga Shen Sie Mei yang menghadap Sang Kaisar.

__ADS_1


Sambil berlutut hormat dan menundukkan pandangannya dan tanpa berani berbuat ulah sedikit dihadapan Sang Kaisar sampai Sang Kaisar menyuruh mereka bertiga untuk berdiri.


Namun setelah sekian lama mereka menantikan reaksi dari Sang Kaisar, mereka bertiga tetap tidak mendapatkan reaksi apapun dari Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


Selain itu Aura penekanan yang dikeluarkan oleh Sang Kaisar Huo Yu Yuan benar-benar membuat mereka bertiga merasa sangat tidak nyaman.


Meski aura itu tidak sebanding dengan apa yang telah mereka rasakan sebelumnya dari Keluarga Kekaisaran Wexia sebelumnya.


Tapi tetap saja hal ini mampu membuat mereka tertekan dan sesak sehingga mereka merasa sulit untuk bernafas dengan bebas.


Barulah beberapa saat kemudian Sang Kaisar Huo Yu Yuan memberikan respon yang dingin pada ketiganya.


"Hmm, berdirilah!" ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan Acuh.


Mendengar perintah Sang Kaisar yang dengan sangat dingin itu ketiganya segera bergegas untuk bangkit dan berdiri dengan tegak dan tidak berani membantah sama sekali. Dan mengucapkan Terima Kasih dengan sangat rendah hati.


"Terima kasih Yang/ Ayahanda," ucap Shen Sie Mei dan juga kedua Pangeran bermarga Huo itu secara bersamaan.


Bahkan Sang Pangeran Huo Lin Jin pun sangat patuh dan menuruti perintah Sang Kaisar. Meskipun didalam hatinya dirinya sangat marah dan merasa tidak terima akan perlakuan Sang Kaisar Huo Yu Yuan kepadanya.


"Dasar Kaisar brengsek, lihat saja sebentar lagi apakah kau akan bisa menegakkan tubuh mu itu di hadapan ku, ketika semua pasukan ku telah berhasil merebut semuanya darimu. dan aku sebagai penguasa negeri ini menggantikan dirimu yang bodoh itu. Aku pasti tidak akan pernah melepaskan mu begitu saja. Apalagi selama ini kau telah membuat ayah dan ibu ku harus terpisah. sehingga aku tidak bisa memanggil Ayah kandung ku sendiri dengan sebutan Ayah di depan semua orang. Aku pasti akan segera memusnahkan dirimu dan seluruh keturunan mu itu. Oh tak lupa pula Ibu Suri yang paling kau hormati itu, dan selalu membandingkan diriku dengan cucunya Huo Juan Zi yang katanya sangat hebat dan berbakat itu. Aku pasti akan membuatnya sangat menderita dengan melihat seluruh keturunannya di bumi hanguskan satu persatu dengan sangat kejam dan tragis." rutuk Sang Pangeran Huo Lin Jin dalam hatinya yang sangat marah dan terhina akibat perlakuan Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


Sedangkan kedua orang lainnya yang kini juga masih menunduk takut pada Sang Kaisar hanya bisa berharap bahwa mereka tidak akan mendapatkan hukuman yang berat dari Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


"Kalian bertiga, Apakah kalian tahu apa kesalahan kalian?" tanya Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan tegas sehingga memecahkan keheningan yang terjadi di dalam Aula Utama Kekaisaran Wuxi ini.


" Hamba mengerti Yang Mulia," jawab Shen Sie Mei dengan suara sirih karena merasa sangat takut pada Sang Kaisar.


"Ananda mengerti Ayahanda, Maaf karena Ananda kembali mengecewakan Ayahanda lagi," balas Sang Pangeran Huo Lin Dan dengan sepenuh hati.


Yah selama ini Sang Pangeran Ketiga Huo Lin Dan ini memang seorang pangeran yang sangat tidak mencolok dalam urusan politik ataupun masalah yang lainnya. Dirinya juga tidak pernah berpikiran untuk ikut dalam memperebutkan kekuasaan dan juga tahta seperti Saudara Pangeran yang lainnya.


Dirinya hanya ingin hidup dengan nyaman dan bahagia. Namun dirinya juga tidak akan semudah itu untuk ditindas orang. Terutama para saudaranya yang tamak akan kekuasaan dan juga jabatan.


Selama ini dirinya hanya bisa menghargai pangeran kedua dan keempat yang memang selalu tenang, selain itu ibu Selir Agung Xian Yu Bin, Ibu kandung dari kedua pangeran tersebut juga sangat toleran terhadap dirinya sedari kecil. Selain itu dirinya juga sangat memandang adik keenamnya yang juga merupakan seseorang yang sangat rasional yang bisa membedakan antara dendam dan Budi. Dan tak pernah ikut bersaing dalam perebutan tahta Kaisar selanjutnya


"Ananda mengerti Ayahanda, Akan tetapi Hamba benar-benar menginginkan Nona Muda Shen Sie Mei sebagai Selir dari pangeran ini Ayahanda, jawab Sang Pangeran Huo Lin Jin dengan sangat bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Sehingga Sang Kaisar Huo Yu Yuan pun mengernyitkan alisnya.


__ADS_2