
Setelah kepergian kedua pelayannya, Xi Lilian langsung membaca surat dari Gege nya.
Yang ternyata isinya adalah pemberitahuan bahwa Shen Yu Lin Gege kandungnya akan pulang pekan depan dan juga akan berada di kediaman sampai kurang lebih 3 bulan karena Ia ingin mengikuti ujian perajurit khusus di kekaisaran yang akan di selenggarakan setelah perayaan festival bunga bulan depan.
Baguslah kalau Gege akan segera kembali, tapi aku tidak ingin Gege menjadi perajurit khusus kekaisaran Wuxi ini.
Karena Xi Lilian berencana membangun kembali organisasi mafianya Black Star seperti di zaman modern dulu.
Dan akan melatih Gege nya Shen Yu Lin menjadi lebih kuat lagi untuk membantunya menjalankan Black Star Mafia nya.
Mengingat mengenai keluarga Kekaisaran Wuxi. Xi Lilian menjadi teringat mengenai perjanjian pernikahan yang diberikan oleh Kaisar Huo Yu Yuan kepadanya dan sang putra mahkota Huo Lin Jin.
Yang akan diadakan setelah upacara kedewasaan nya yang masih sekitar 2 tahun lebih.
"Masih ada waktu bagi ku untuk membatalkan pertunangan ini. Akan aku pikirkan nanti saja lebih baik aku bergegas." gumam Xi Lilian.
Tak berapa lama kemudian, Xi Lilian ganti pakaian dengan hanfu laki laki dan penutup wajah serta jubah luar, semuanya serba hitam.
Serta rambut yang diikat satu diatas yang menyamarkan diri seperti laki karena memang tinggi badan Xi Lilian lebih tinggi dari pada anak seusianya sehingga terlihat seperti tuan muda pada umumnya, meski ia harus memblebat area dadanya agar tidak terlihat terlalu menonjol meski memakai hanfu agak kebesaran.
Setelah semua telah siap, kemudian ia keluar melalui jendela kamarnya menuju sebuah hutan lembah yang terdapat di antara pegunungan Fengyang sesuai Arahan yang diberikan oleh Wu Juan.
Setelah setengah jam lamanya Ia meringankan tubuh kini Xi Lilian telah sampai di ujung tebing di pegunungan Fengyang.
Kemudian ia memandang ke lembah yang terdapat hutan yang sangat gelap karena tak terjamah sinar matahari karena terlalu lebatnya tumbuhan dan pohon di sana.
"Gege apakah benar ini tempatnya? Kalau benar aku akan segera turun.” Tanya Xi Lilian pada Wu Juan yang berada dalam dimensi bintangnya.
“Benar Lian’er, aku telah merasakan sedikit hawa keberadaan pecahan dimensi bintang itu berada.
Sebelum turun kamu harus bersiap untuk mengalahkan hewan spirit didalam hutan itu dan juga disana ada perangkap ilusi yang bisa menjerumuskan mu.
“Baiklah Gege aku mengerti.” Balas Xi Lilian
Yang setelah itu ia langsung terbang turun menuju lembah hutan gelap tersebut.
Sesampainya di pinggir hutan ia langsung saja masuk menuju hutan menuju aura yang terpancar dari pecahan dimensi bintang.
__ADS_1
Setelah lima belas menit berjalan ia menemui banyak ular lembah yang sangat berbisa, dan itu bisa ia manfaatkan sebagai bahan racun ataupun penawarnya.
Melihat itu semua Xi Lilian tak tinggal diam, kemudian ia mengambil sebuah kotak dari dalam dimensi bintang untuk tempat beberapa ular lembah yang akan ia ambil.
Saat hendak mengambil ular-ular yang ada di sana tiba-tiba Xi Lilian mendapat sarangan dari belakangnya, namun sebelum serangan itu dapat mengenainya, Xi Lilian bergegas menghindar ke samping.
Kemudian Xi Lilian membalikan tubuhnya dan disana ia melihat hewan spirit beast seekor ular lembah yang besarnya setara dengan satu batang pohon kelapa dengan mata yang berkilau merah, yang artinya ia sedang marah dan merasa terusik.
Karena tingkat spirit beast tersebut hanyalah di tingkat 7 prajurit maka dengan mudahnya Xi Lilian untuk mengendalikannya.
Hanya dengan mengeluarkan sebagian kecil auranya saja telah mampu untuk membuat seluruh hewan spirit beast di sekitar sana ketakutan dan menunduk hormat kepadanya dan membiarkan Xi Lilian begitu saja.
Setelah Xi Lilian telah berhasil mengambil beberapa ekor ular lembah tersebut ternyata sang raja ular lembah yang merupakan spirit beast yang menyerangnya tadi kembali menghentikan langkah Xi Lilian.
Kemudian ia membuka mulutnya lebar-lebar dan memuntahkan sebuah kristal yang berwarna hitam keunguan, yang ternyata itu adalah mustika racun ular lembah yang sangat mematikan jika itu di olah sebagai racun.
Meski tanpa harus memprosesnya hanya dengan merendamnya saja menggunakan air hangat maka itu cukup untuk meracuni dan membunuh orang dengan jangka satu malam saja jika tidak ada penawarnya karena racun ular ini mampu membekukan darah. Dan tidak dapat di urai dengan apapun.
Melihat hal itu Xi Lilian mengerti bahwa ular tersebut memberikan mustika racunnya kepada dirinya.
Namun sebelum ia mengambil mustika racun ular lembah itu ia memberikan sebuah pil peningkat qi untuk membantu ular tersebut naik tingkatnya.
Tidak lama kemudian ular itu merasa hendak menerobos ke level lebih tinggi dan setelah bermeditasi beberapa waktu ular lembah tersebut telah masuk ke tahap jendral petarung level 4 dari tingkat prajurit level 7.
Sedangkan Xi Lilian saat ini mulai menuju aura pecahan dimensi bintang namun tiba-tiba ia di hadang oleh sekawanan serigala malam yang bulunya sehitam malam dengan ada simbol bintang di kepala salah satu serigala yang terbesar yang telah mencapai ranah kaisar akhir dan juga beberapa kawanannya di tingkat kaisar awal hingga menengah.
Karena Xi Lilian merasa mendapatkan lawan yang lumayan. Maka ia memutuskan untuk bermain-main sebentar dengan sekawanan serigala yang berjumlah 17 ekor itu.
Dan tanpa aba-aba sekelompok serigala itu langsung menerjang ke arah Xi Lilian. Namun dengan gesitnya Xi Lilian menghindari serangan para serigala yang mulai mengamuk karena merasa di permainkan oleh Xi Lilian.
Namun setelah beberapa saat sekawan Serigala itu semakin menggila karena mereka tidak mampu menggores sedikitpun kulit Xi Lilian.
Melihat para serigala itu sudah sangat marah, kemudian Xi Lilian menerjang kearah mereka kembali dan menotok titik akupuntur mereka satu persatu hingga mereka tak ada yang bisa bergerak.
Dan kemudian setelah itu ia memastikan semua sekawanan serigala tersebut tak ada yang terluka, kemudian ia memberikan mereka masing masing pil penambah stamina dan mengucapkan terima kasih karena mereka telah menemaninya berlatih.
Setelah itu dia menjentikkan jari untuk membuka titik akupuntur mereka agar bisa kembali bergerak.
__ADS_1
Dan kemudian Xi Lilian kembali melanjutkan Perjalanannya. Namun berbeda dengan sekawanan serigala tersebut, mereka merasa bingung sekaligus merasa beruntung, karena mereka tidak melukai Xi Lilian yang kini mereka anggap sebagai manusia yang baik.
Bahkan ia rela mengeluarkan begitu banyak pil penambah stamina yang mana itu sangat bermanfaat bagi mereka yang selalu menjadi buruan oleh kultivator serakah yang ingin mengambil inti kehidupan mereka atau menjadikan mereka hewan kontrak.
Agar mereka tak merasa kelelahan. Meski efek pil itu tidak permanen. Tapi mereka menghargai perbuatan Xi Lilian yang terkesan melatih dan menjaga mereka agar tetap aman tanpa terluka sedikitpun.
Kemudian sekawanan serigala tersebut memutuskan bahwa mereka akan selalu bersedia mengabdikan diri mereka kepada Xi Lilian. Sehingga mereka semua mengikuti jejak dari Xi Lilian.
Sedangkan Xi Lilian yang tengah fokus dengan tujuannya, ia tetap melaju tanpa menanggapi aura yang mengikutinya meski dirinya tau jika ia diikuti banyak sosok.
Karena Ia memegang mengeluarkan sedikit auranya agar banyak binatang spirit beast yang mendatanginya. Karena ia punya suatu rencana tersendiri.
Dan tepat saat tengah malam tiba, ia juga sampai pada tengah hutan lembah gelap tersebut. Dan berdiri tepat didepan sebuah air terjun yang menjulang sangat tinggi. Dan ia juga merasakan bahwa pecahan dimensi bintang berada tepat di arah air terjun.
Tanpa menunggu lama lagi Xi Lilian terbang menuju air terjun tersebut. Namun saat ia hendak menyentuh air terjun tersebut ternyata air terjun tersebut membelah dan menunjukkan sebuah gua yang sangat gelap.
Ketika para kawanan hewan yang mengikuti Xi Lilian tadi melihat apa yang terjadi mereka semua merasa tercengang karena setiap makhluk apapun bahkan manusia lainnya yang berjalan menuju air terjun tersebut pasti tidak bisa mendekat bahkan terpental jauh hingga terluka sangat parah atau bahkan merasa berjalan sangat jauh dan tak akan pernah sampai hingga kapanpun.
Tapi justru orang yang mereka ikuti tersebut begitu mudahnya menjangkau air terjun dan anehnya setelah mereka melihat Xi Lilian telah mencapai air terjun tiba-tiba saja, pandangan mereka seperti terhalang sesuatu dan penampakan air terjun tersebut menghilang dan diganti dengan hutan belantara yang sangat gelap seperti sekitarnya.
...****************...
Di sisi Xi Lilian.
Setelah Xi Lilian mencapai pintu sebuah gua yang gelap tersebut tiba-tiba saja pemandangannya berubah, karena dari suasana dan beberapa hal atau benda yang ia lihat menjadi begitu familiar namun juga ada yang berbeda-beda.
Ia merasa mengenali bangunan megah yang khas dari zaman modern. Dan beberapa bangunan lain yang sangat melekat di benaknya.
Ya itu adalah mansion pribadinya serta beberapa bangunan yang ia masukan dari zaman modern. Ini tidak salah lagi.
“Kenapa aku ada di sini? Bukankah tadi aku berada di dalam hutan belantara?” tanya Xi Lilian dalam benaknya.
Namun sebelum Xi Lilian bisa memproses informasi yang tengah terjadi pada dirinya tiba-tiba tiba saja terdengar suara yang sangat familiar
juga baginya.
“Selamat bagimu Lian’er karena kamu telah berhasil menemukan sebagian dari pecahan dimensi bintang.” Kata Wu Juan yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
__ADS_1
Setelah mendengar apa yang di katakan Wu Juan, Xi Lilian baru menyadari bahwa dirinya kini memang tengah berada di dalam dimensi bintang.