
Bahkan Sang Permaisuri Kaisar tidak pernah berpikir jika kedatangan para Mentri dari Yamen itu akan menangani dan menyelidiki mengenai kasus yang diajukan oleh Sang Jendral Shen.
Karena menurutnya kasus Keluarga Sang Jendral itu hanya akan masuk ke ranah Pengadilan Negeri Wuxi saja dan tidak melibatkan pihak Kementerian Yamen yang terkenal untuk menangani masalah dan Pelanggaran berat di suatu Kekaisaran.
Dan menurutnya juga bahwa semua masalah itu telah bisa dikendalikan oleh kekasihnya setelah menerima surat darinya.
Selain itu Sang Permaisuri Kaisar juga tidak tahu jika kasusnya telah melebar kemana-mana. Karena semua kasus itu saling terkait dengan beberapa kasus yang telah silam dan ditutup karena tidak adanya bukti maupun saksi yang cukup.
Termasuk kasus Klan Xiao nya yang telah banyak membuat masalah demi mendapatkan keuntungan dan juga kepentingan pribadi Klan mereka maupun untuk mendukung Sang Permaisuri dan juga Putra Mahkota, agar kekuasaannya dalam Pemerintahan tetap aman.
Apalagi telah didapatkan banyak bukti yang menunjukan sisi lain dari seorang Permaisuri Kekaisaran yang baik itu.
Dari apa yang diserahkan oleh Sang Jendral Shen maupun pihak Black Star Mafia atau bahkan dari hasil penyelidikan anggota pengadilan maupun anggota Yamen mereka di beberapa TKP.
Sehingga telah terkumpul bukti-bukti dan juga saksi dari kejahatan yang dilakukan oleh Permaisuri Xiao dan juga para antek-antek nya, seperti halnya Perdana Mentri Han dan juga beberapa Mentri kekaisaran dan juga Pejabat Daerah yang telah melakukan korupsi dana militer dan dana kesejahteraan rakyat miskin.
Bahkan tak tanggung-tanggung mereka meminta pungutan liar pada para pedagang. Yang mana uang itu akan mengalir ke tangan Permaisuri Xiao. Sehingga mereka semua tidak tahu bahwa seluruh dana hasil korupsi itu digunakan untuk memenuhi sumber daya bagi tentara rahasia yang dibina oleh Pangeran Pemangku Kaisar Hou Sun Yao.
Sang Permaisuri Kaisar yang kali ini tidak berpikir jauh membuatnya sangat santai. Sambil menyesap teh nya yang dituangkan oleh salah seorang pelayannya.
Jadi Sang Permaisuri Kaisar saat ini merasa sangat tenang dan juga bahkan masih bersikap angkuh dan arogan sama seperti biasanya.
Namun semuanya berubah ketika Sang pelayan pribadinya melaporkan tujuan para Petugas Yamen datang ke Istana Phoenix milik Permaisuri ini.
“Gawat...gawat... Ini gawat... Yang Mulia, ini sangat gawat, Yang Mulia Permaisuri para petugas itu... para Petugas Kementerian Yamen itu... Itu datang untuk penyelidikan mengenai.....” ucap sang pelayan terhenti karena Permaisuri Kaisar telah memotongnya.
“Aku tau, karena aku sudah menebak bahwa kasus racun yang diangkat oleh Pangeran Mahkota pasti telah menjadi pemikiran Yang Mulia Kaisar. Dan akan segera memancing Baginda Kaisar untuk mengusutnya hingga tuntas. Sehingga dengan begitu semua rencana ku akan berjalan lancar. Sehingga kali ini aku akan bisa menyingkirkan Selir murahan kesayangan Baginda Kaisar itu untuk selamanya...haha...ha... Dan tidak akan ada lagi yang bisa menyaingi dan menghalangi jalan Putra ku untuk menaiki tahta Kekaisaran,” ucap Sang Permaisuri Kaisar merasa bangga.
__ADS_1
Namun semua kebahagiaan yang baru saja terpancar jelas diwajahnya yang elok dan menggoda itu. Seketika hilang dan lenyap ketika mendengar sang pelayan pribadinya melanjutkan kalimatnya yang tadi sempat terpotong.
“Ampun Yang Mulia Permaisuri, para Petugas Kementrian Yamen tersebut, saat ini hendak melakukan penyidikan terhadap Yang Mulia, terkait kasus Keluarga Sang Jendral. Bahkan saat ini seluruh Istana ini telah di kepung dan akan segera di geledah untuk menemukan barang bukti.” Kata pelayan itu dengan menundukan kepalanya sedalam-dalamnya dan suaranya semakin lirih juga bergetar yang sarat akan ketakutan.
“Apa..? apa katamu barusan, beraninya?? Beraninya mereka semua mau menggeledah kediamanku seenaknya sendiri tanpa izin dari ku. Cepat kalian segera hentikan mereka semua sekarang juga,” teriak Sang Permaisuri Xiao marah.
Dan seketika berdiri dari tempat duduknya yang nyaman dan empuk itu sambil melemparkan cangkir tehnya.
Yang mana itu hampir mengenai kepala sang pelayan yang telah melapor itu.
Semua itu membuat sang pelayan menjadi semakin merasa sangat ketakutan, apalagi kemarahan Sang Permaisuri Kaisar sangatlah menakutkan bagi mereka.
Karena bisa saja kepala mereka akan terlepas dari tempat asalnya. Sehingga banyak dari mereka yang trauma akan sifat Sang Permaisuri yang pemarah.
Dan bahkan sudah sangat banyak rekan sesama pelayan mereka menjadi korban akibat kemarahan Sang Permaisuri.
“Apa...tidak, tidak mungkin kan? Apa yang baru saja kau katakan itu tidaklah benar-benar terjadi kan? Bicaralah dan katakan padaku jika semua itu hanya omong kosong mereka semua untuk mengertakku menggunakan nama Baginda Kaisar kan. Ya pasti begitu. Karena Yang Mulia Kaisar tidak akan mungkin melakukannya. Aku sangat mengenalnya dengan sangat jelas. Bahwa Kaisar itu tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang akan membuat Nama Keluarga Kekaisaran Wuxi ini menjadi buruk. Karena menurutnya reputasi itulah yang terpenting baginya," kata Permaisuri
Xiao dengan sangat percaya diri.
Bahkan Sang Permaisuri tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa kejadian ini bisa terjadi, apalagi disaat-saat seperti ini.
Dimana didalam istana Kekaisaran ini akan diadakannya sebuah Perayaan Besar dan juga penting. Yang mana akan melibatkan seluruh Kekaisaran tetangga.
Apalagi saat ini para pemimpin Kekaisaran tetangga juga telah berada di dalam istana Kekaisaran Wuxi. Jadi yang membuat Sang Permaisuri merasa heran dan tidak habis pikir.
Bukankah jika Yang Mulia Kaisar melalukan semua ini, itu sama halnya merendahkan reputasi Keluarga Kekaisaran terutama dirinya sendiri dimata rakyat dan juga Kekaisaran tetangga tersebut.
__ADS_1
Namun yang tidak Sang Permaisuri Kaisar ketahui ialah. Kaisar melakukan semua ini merupakan desakan dari para Kaisar Kekaisaran tetangga yang menuntut balas akan kematian Putri Kekaisaran dari salah satu Penguasa Kekaisaran tetangga tersebut.
Yang mana mereka semua menginginkan peperangan terhadap Kekaisaran Wuxi ini. Jika saja Kaisar Hou Yuan Yu tidak mengindahkan keinginan mereka.
Selain itu karena Sang Permaisuri Xiao tidak tau mengenai semua perkembangan kasus dan juga seluruh kejadian maupun informasi penting mengenai rencana Kaisar. Yang biasanya dilaporkan oleh para mata-mata utusannya.
Karena semua utusan Permaisuri yang selalu Ia tugaskan untuk mencari informasi dan juga menyadap hasil rapat Sang Kaisar selama ini yang telah banyak membantunya untuk mendapatkan informasi dan mengetahui segala rencana Sang Kaisar, sehingga sang Permaisuri bisa melakukan semua hal dan juga menyusun segara siasat buruknya selama ini.
Dan orang- orang itu telah diketahui. Dan diamankan oleh Sang Pangeran Kedua. Sehingga tiga orang yang Permaisuri utus untuk memata-matai Sang Kaisar itu tidak bisa kembali dan memberikan laporan kepada Sang Permaisuri selama beberapa hari ini.
Oleh sebab itulah permaisuri selama beberapa hari terakhir tidak mendapatkan informasi apapun mengenai kegiatan dan rencana Sang Kaisar.
sehingga permaisuri xiao hanya berpikir jika tidak ada perkembangan situasi apapun, dan kaisar juga tidak memiliki perencanaan apapun sementara ini.
Bahkan sang permaisuri juga tidak tahu jika perkembangan kasus nya saat ini telah melebar ke beberapa kasus sebelumnya yang telah di tutup dan juga di anggap selesai. Dengan ketidak adilan bagi banyak orang yang tertuduh dan menjadi kambing hitamnya.
Disaat Sang permaisuri masih saja merenung akan sesuatu hal akhirnya sang pelayan kepercayaan nya tadi kembali angkat bicara, untuk menjelaskan bahwa situasi saat ini, bukanlah main-main. Akan tetapi mereka semua terutama Sang Permaisuri dalam keadaan yang rawan.
“Ampun Yang Mulia Permaisuri, akan tetapi mereka memang benar-benar mem....”
Belum sempat pelayan Permaisuri Xiao menjelaskan tiba-tiba saja pintu ruangan kembali dibuka. Kali ini tak hanya seorang pengawal keparcayaanya saja yang tampak didepan pintu utama Istana Permaisuri, namun juga tampak lah banyak orang.
Yang mana beberapa diantaranya sangat permaisuri kenali bahkan tersirat rasa benci dari pandangan Sang Permaisuri ketika menatapnya.
Di saat itu juga dari luar ruangan Sang Kasim Shan meneriakan kedatangan Kasim Bao yang selalu mendampingi Kaisar, yang kini telah tiba bersama dengan Pangeran Kedua Hou Juan Zi dan juga para penyidik dari Pengadilan Negeri dan Anggota Kementerian Yamen.
Sebenarnya Sang Kasim milik Permaisuri itu ingin menghalangi para Petugas Pengadilan itu bersama Pangeran Kedua.
__ADS_1
Namum yang tidak bisa membuat Kasim Shan melakukannya adalah keberadaan Kasim kepercayaan Sang Kaisar yang juga ada disana. Yang mana Kasim Shan tahu, bahwa kedudukannya berada dibawah Kasim Bao dan bahkan Kasim Shan juga masih harus hormat terhadap para pengawal Sang Kaisar.