Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 161


__ADS_3

"Lapor Queen, semua persis seperti yang anda duga di awal. Bahkan mereka tidak meremehkan anda dan juga tuan sama sekali. Karena selain mereka berencana untuk meracuni Anda dan juga Tuan Muda, mereka juga memiliki siasat yang lainnya. dan sepetinya gadis Shen itu benar-benar bukanlah orang yang sederhana. Karena Ia bahkan berencana menyingkirkan ibu kandungnya sendiri, demi pencapaian reputasinya juga upayanya mendekati Pangeran Huo Lin Jin." kata Feng Ling yang memang selalu memantau situasi di Kediaman Jenderal.


"Baik, Aku mengerti Ling Ge. Terima kasih banyak atas kerja keras gege selama ini. Biar sisanya akan menjadi tugasku, untuk menemani ketiga saudara yang culas dan juga tamak itu." Balas Xi Lilian melalui telepati.


"Kalau begitu kau dan juga Lin'er harus berhati-hati, dan jika ada sesuatu cepat beri kabar Gege mu ini Lian'er. Gege akan siap sedia saat kau membutuhkan bantuan," kata Feng Ling mengakhiri kontaknya dengan Xi Lilian.


Namun meskipun begitu ia masih saja sangat khawatir akan kedua kakak beradik itu yang juga telah Ia anggap sebagai adiknya sendiri.


sedangkan Xi Lilian yang saat ini tengah bergegas menuju aula utama Kediaman Jenderal Ia akhirnya membuka suara dan memberitahukan segala informasi yang diberikan oleh Feng Ling pada Shen Yu Lin.


"Gege, semua seperti yang kita perkirakan sebelumnya, bahkan aku rasa akan menjadi lebih seru lagi. Dan lebih baik, jika Gege selalu waspada dan jangan lupa untuk mengambil pil penawar segala racun mulai saat ini. Karena mereka telah mempersiapkan segalanya untuk menyerang kita pada saat lengah," ucap Xi Lilian dengan serius, serta tak lupa untuk mengingatkan Shen Yu Lin.


"Ternyata mereka benar-benar tidak pernah menyerah, bahkan mereka tidak peduli dengan adik mereka yang baru saja dibuang. Bahkan mereka menganggap hal itu merupakan sesuatu yang biasa saja. sungguh persaudaraan yang hebat." gumam Shen Yu Lin.


"Lupakan itu Gege, bahkan mereka tidak pernah berpikir dengan apa yang dinamakan keluarga. Jika tidak mereka tidak akan mungkin memiliki rencana untuk menghabisi kehidupan ibu kandung mereka sendiri." timpal Xi Lilian lagi.


Dan itu cukup membuat Shen Yu Lin dan juga Qing Yue cukup terkejut. Namun keduanya segera mengendalikan diri mereka seperti biasa. Meski mereka tak bisa mengatakan apa-apa mengenai hal itu, tapi dalam hati mereka bisa menebak niat serta jalan pikiran kedua putra dan putri dari Selir Duan Yu Yan itu.


"Jiejie, kau tenang saja. Tak perlu risau semua akan berjalan dengan baik-baik saja, Akan tetapi sebelum itu Jiejie harus ambil pil ini dan seraplah sekarang juga. Karena kita tidak tahu apakah nantinya racun itu hanya di tujukan padaku dan juga Gege atau bahkan dengan Jiejie juga." kata Xi Lilian.


"Ya kau benar Lian'er, Shen Sie Lie memang agak sulit ditebak jalan pikiran nya. takutnya dia bahkan mengincar semua orang yang menjadi batu penghalang di matanya." cetus Shen Yu Lin menambahkan ucapan adiknya Xi Lilian.


"Baiklah Lian'er, terima kasih" balas Qing Yue yang segera mengambil pil itu untuk ia konsumsi saat itu juga.


Begitu juga Shen Yu Lin, Ia juga segera mengambil pil miliknya yang telah diberikan oleh Xi Lilian padanya.


Karena saat ini mereka juga hampir sampai di Aula Utama Kediaman Jenderal. Sehingga mereka tidak ingin menimbulkan kecurigaan bagi siapapun nantinya.


Setelah mereka berjalan tak berapa lama lagi, akhirnya mereka telah tiba di halaman Aula Utama.

__ADS_1


Dan kebetulan kedatangan mereka bersamaan dengan munculnya Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng yang juga berjalan menuju Aula Utama dari arah yang berlawanan.


Sehingga ketika mereka melihat jika Sang Ayahanda yang bodoh itu tanpa sadar Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin mengeluarkan aura yang sangat dingin yang seolah tidak mudah untuk didekati dan tak tersentuh oleh orang luar.


Akan tetapi berbeda dengan Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng, saat Ia bisa melihat kedua Putra dan juga Putrinya dengan istri tercintanya yang telah Ia rindukan selama ini.


Sang Jenderal merasa hatinya sangat berbunga, yang seolah Ia telah menemukan permata hatinya yang selama ini telah menghilang selama berabad-abad lamanya.


Sehingga tanpa sadar Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng berlari dengan kencangnya untuk menghampiri kedua buah hatinya itu.


Hingga saat jarak di antara mereka tidak terlampau jauh Akhirnya Sang Jenderal mengungkapkan seluruh perasaannya, tanpa ragu maupun gengsi.


"Lin'er, Lian'er akhirnya kalian mau kembali nak, Ayahanda senang melihat kalian berada disini. Maafkan Ayahanda kalian yang bodoh ini nak. Tak perduli apa yang kalian pikirkan mengenai orang tua ini, maka orang tua ini akan menerimanya. Karena Ayahanda telah menyadari segalanya, dan apa yang selama ini Ayahanda lakukan itu salah dan juga terlalu kejam dan juga telah membuat kalian menderita. Terlebih lagi kepada kamu Lian'er , Ayahanda benar-benar telah menyesal karena telah memperlakukanmu dengan sangat buruk bahkan Ayah mu yang bodoh ini tak mau menganggap dan mengakui bahwa kau adalah darah daging ku sendiri, hanya karena kata-kata omong kosong wanita terkutuk itu. Bahkan jika kalian ingin menghukum ataupun menginginkan untuk mengambil nyawa Ayah, Ayah akan sangat bersedia melakukannya, supaya Ayahanda bisa menebus semua kesalahan ayahanda di masa lalu," kata Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng dengan tulus karena dirinya yang benar-benar menyesali segalanya yang telah Ia perbuat pada anak-anak nya yang resmi ini.


Bahkan saat ini Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng kini rela berlutut dan juga bersujud dihadapan kaki Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin.


Akan tetapi kedua Putra dan Putri nya itu seolah menghindarinya begitu saja.


Selain itu hanya ada tanggapan singkat dari Shen Yu Lin. Meski sebenarnya ia sangat malas dan juga enggan meladeni ayahnya itu. Hanya saja Ia juga mengerti dengan tempramen Sang adik yang benar-benar lembut hati terhadap sesuatu yang berkaitan dengan keluarga. Dan juga selama ini Xi Lilian telah terlampau kecewa dan juga membenci Ayahnya itu. Namun demi janji mereka terhadap jiwa ibundanya, Akhirnya ia bersedia membuka suara mewakili adiknya dan juga dirinya sendiri.


"Kami hanya butuh bukti yang nyata!" kata Shen Yu Lin dengan sangat dingin dan tegas.


sambil terus berjalan bersama Xi Lilian dan di ikuti oleh Qing Yue dari brlakang.


Bahkan Sang Jenderal Shen Guo Feng merasa sangat tertekan dengan Aura yang dikeluarkan oleh Shen Yu Lin terhadap dirinya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Putra Sulung nya itu, Jenderal Shen Guo Feng terdiam dan terpaku sejenak, hingga saat ia bisa mencerna segalanya ia baru menunjukan reaksinya kembali.


Dan seketika itu juga Sang Jenderal Shen segera bangkit dan juga mengejar kedua anaknya kembali yang kini telah menghilang dibalik pintu Aula Utama Kediaman Jendral.

__ADS_1


"Apakah ini Artinya kedua malaikat kecilku itu mau memberikan kesempatan terakhir bagiku? Apakah ini benar-benar nyata? Aku harus memastikannya lagi. Bahwa apa yang baru saja aku dengan ini bukan hanya ilusi semata. Yah benar, aku harus memastikannya lagi." gumam Sang Jenderal Shen yang kini semakin mempercepat langkah larinya untuk segera mengejar kedua putra dan putrinya itu.


Ketika Sang Jenderal Shen bisa mengejar kedua anaknya yang resmi itu, saat itu Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian tengang duduk di kursi keluarga yang paling sudut dan bercengkrama bersama dengan sangat bahagia. Bersama seorang gadis pelayan yang dipilih oleh mendiang istrinya dulu


Menyaksikan hal tersebut Jenderal Shen Guo Feng mematung di tempatnya. Dengan terus memperhatikan keceriaan dan juga senyuman bahkan tawa kedua putra dan putrinya itu, dan entah hal apa yang membuat keduanya bisa begitu bahagia dan tertawa lepas bersama gadis pelayan itu.


Dan jauh dilubuk hatinya yang paling dalam ia merasa sangat iri terhadap pelayanan itu yang bisa begitu akrab dan juga dihargai oleh kedua anak-anaknya itu.


"Akankah aku bisa tertawa dan bersenang-senang diantara mereka berdua? Dan kapan masa-masa indah seperti itu akan tiba? Aku benar-benar tersiksa seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, ini semua kesalahanku dab juga hasil dari segala perbuatanku terhadap putra dan putri ku sendiri." gumam Jenderal Shen Guo Feng.


"Nian'er Maafkan aku, aku benar-benar menyesali semua perbuatan ku terhadap dirimu dan juga kedua buah hati kita. Dan lihatlah mereka saat ini sudah sama sama dewasa dan menjadi sosok yang tanggguh seperti dirimu, meski mereka selama ini hidup menderita dab tanpa kasih sayang dari kita berdua, tapi mereka tumbuh dengan saling menguatkan satu sama lain. Bahkan mereka lebih akrab dengan para pelayan peninggalan mu itu Nian'er. Aku sungguh menyesal dan aku juga iri dengan gadis pelayan itu yang bahkan bisa lebih akrab dengan kedua putra dan putri kita dibandingkan dengan diri ku yang. merupakan Ayahanda mereka," batin Jenderal Shen Guo Feng.


Sesaat kemudian Sang Jenderal Shen Guo Feng mendapatkan kembali kesadaran dan segera mendekat pada kedua putra dan putrinya itu.


Namun begitu dirinya mendekat kedua anaknya itu justru tampak terganggu dan menghentikan canda tawa mereka. dan seketika aura dalam ruangan itu kembali berganti menjadi dingin dan juga mencekam.


"Ada apa?" tanya Shen Yu Lin dengan datar.


"Nak apakah kata-kata mu tadi itu berarti kalian mau memberikan kesempatan bagi ayah untuk bisa menebus semua kesalahan ayah dimasa lalu? Apakah benar begitu?" tanya sang jenderal dengan sorot mata penuh dengan pengharapan.


"Itu semua tergantung bagaimana Anda menilainya Tuan Jenderal. Yang jelas kami bukanlah orang yang berhati bersih dan juga mulia, yang bisa memaafkan semua kesalahan yang telah dilakukan secara berulang-ulang. Dan terlebih lagi kami tidak akan bisa mentolerir segala perbuatan yang dipenuhi tipu muslihat, dan juga sebuah penghianatan." kata Shen Yu Lin lagi dengan tegas dan datar.


Sang Jenderal Shen Guo Feng yang mendapatkan harapannya kembali, seolah ia bisa merasakan angin segar dan oasis, ditengah panasnya hamparan gurun pasir.


Sehingga Ia merasa sangat emosional, karena saking senangnya. Bahkan tanpa sadar Sang Jenderal Shen Guo Feng segera menyerbu dan memeluk kedua kaka beradik itu dengan sangat Antusias.


"Terima kasih.... Terima kasih banyak nak. Ayah pasti akan membuktikan pada kalian bahwa Ayahanda telah menyesali semua perbuatan ayah dimasa lalu. Mulai saat ini Ayahanda berjanji pada kalian bahwa ayah akan selalu meluangkan waktu dan juga menyayangi kalian berdua sebagai mana mestinya. Selain itu Ayah akan melakukan segala cara untuk membuat kalian bisa kembali percaya dan juga memaafkan ayah, Nak." kata Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan sangat serius dan juga sangat tulus.


Sedangkan Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian yang tiba-tiba saja mendapatkan pelukan hangat dari Ayahanda mereka, merasa aneh dan hanya bisa mematung, tanpa memberikan respon atau tanggapan apapun.

__ADS_1


Karena jujur saja dalam hati mereka, perasaan nya terasa hambar dan tidak tersentuh sedikitpun. karena sejujurnya hati mereka telah lama mati akibat kekecewaan yang mereka rasakan sudah sangat mendalam dan susah untuk membuka hatinya yang telah lama mati untuk ayahnya itu.


"Khem...!" dehem Xi Lilian untuk memecahkan keheningan yang terjadi dan juga menyadarkan Sang Jenderal Shen Guo Feng yang telah bersikap berlebihan menurutnya.


__ADS_2