Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 63 Menjenguk Kenalan Lama


__ADS_3

Kini malam semakin larut. Namun meskipun demikian tak akan menyurutkan pendirian dan juga keinginan seorang gadis kecil untuk keluar dari kediamannya.


Gadis itu kini mengubah penampilannya dengan tampilan seorang pria dewasa dengan fitur wajah yang sangat lembut dan cantik dengan jubah berwarna ungu gelap dan rambut di biarkan tergerai begitu saja yang akan berkibar ketika tertiup angin malam yang sepoi-sepoi.


Tak lupa dengan topeng perak setengah wajah yang telah menjadi ciri khasnya ketika berpenampilan sebagai seorang pria.


Setelah dirinya selesai mengubah penampilannya Ia langsung melesat menuju sebuah kediaman yang cukup mewah untuk ukuran pejabat kecil di suatu daerah di perbatasan Ibukota Kekaisaran dengan daerah pedesaan yang asri dan nyaman.


Kediaman itu bukan milik seorang pejabat daerah atau apapun. Melainkan sebuah kediaman yang dihuni oleh para wanita muda dan juga anak-anak yang Xi Lilian selamatkan di hutan belantara waktu itu.


Dan gadis yang berpenampilan layaknya laki-laki dewasa tadi adalah Xi Lilian sendiri yang kini telah berada di depan kediaman tersebut.


Dan kini tengah di sambut oleh dua orang penjaga kediaman dengan penuh selidik.


Karena mereka merasa waspada ketika melihat seorang pria yang menuju kediaman yang mereka jaga saat ini.


Apalagi mereka berdua juga merasa belum pernah melihat pria tersebut sebelumnya. jadi para penjaga kediaman itu menjadi lebih berhati-hati.


Melihat reaksi yang ditunjukan oleh kedua penjaga gerbang kediaman tersebut akhirnya Xi Lilian puas dengan kedua penjaga gerbang ini. Karena mereka benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab.


Hingga akhirnya Xi Lilian pun tidak bertele-tele lagi, kemudian Ia mengeluarkan banyak kebutuhan sehari-hari seperti beras, sayur, gandum, rempah-rempah, obat-obatan dan lain sebagainya dari cincin penyimpanannya. Ada juga pakaian kecil untuk para bayi.


Setelah itu Xi Lilian berkata kepada kedua penjaga gerbang Kediaman itu.


“Tolong sampaikan semua ini kepada penghuni kediaman ini, katakan saja dari Nona Lian, katakan juga bahwa Nona Lian minta maaf kepada mereka karena belum bisa menjenguk mereka kesini. Dan tolong juga berikan surat ini kepala mereka. Mereka akan tau dengan sendirinya dengan melihatnya,” kata Xi Lilian kepada kedua penjaga gerbang itu.


“Baik Tuan, maafkan sikap kami tadi. Kami tidak tau kalau Tuan adalah utusan Nona Lian,” Kata keduanya bersamaan.


“Emh,” Dehem Xi Lilian singkat sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Xi Lilian hendak pergi, namun Ia teringat satu hal. Kemudian Xi Lilian kembali lagi dan menyerahkan dua kantong koin pada kedua penjaga gerbang itu.

__ADS_1


Yang masing-masing orang mendapatkan satu kantong koin emas.


“Aku senang dengan kerja kalian melindungi kediaman ini, itu bonus untuk kalian dariku. Tolong jaga saudari-saudari yang ada di dalam sana dengan baik,” kata Xi Lilian pada keduanya.


Kemudian Xi Lilian kembali melesat meninggalkan kedua penjaga Kediaman yang terbengong melihat kepergian Xi Lilian bagai tak pernah ada di sana.


Setelah kepergiannya itu Ia merasakan ada suatu aura yang cukup kuat mengikuti jejak langkahnya.


Hingga kini Xi Lilian memutuskan untuk bersembunyi di sebuah gang sempit di ujung jalan. Yang mana jika berbelok akan menuju ke wilayah Ibukota Kekaisaran Wuxi.


Di sana Xi Lilian kembali mengubah penampilannya layaknya pembunuh bayaran yang mengenakan jubah serba hitam serta penutup wajah yang berwarna hitam juga.


Xi Lilian memang sengaja mengubah penampilannya kali ini, karena memang Ia ingin melakukan sesuatu hal dan juga untuk mengecoh sosok yang sedari tadi mengikutinya.


Bukannya Xi Lilian takut untuk menghadapi sosok itu, tapi dia hanya berpikir untuk menghindari suatu masalah yang tidak perlu dan tidak penting baginya.


Setelah dirasa penyamarannya telah sempurna akhirnya Xi Lilian kembali melanjutkan perjalanan nya menuju sebuah kediaman di tengah Ibukota Kekaisaran Wuxi.


Yang mana hal itu akan menyulitkan bagi siapa saja yang hendak menyusup maupun kabur dari kediaman tersebut, jika tidak memiliki ilmu bela diri yang tinggi.


Namun Xi Lilian kini telah berhasil memasuki kawasan kediaman tersebut dengan lancar. Dan juga lolos dari pantauan penjaga Kediaman tersebut.


Karena mereka memang tidak bisa untuk dikatakan sebagai para ahli bela diri.


Karena sesungguhnya kediaman itu bukan merupakan milik seorang Bangsawan ataupun Pejabat Tinggi dari Kekaisaran melainkan hanya pebisnis biasa yang selalu mengandalkan koneksi dan juga telah merong-rong harta benda dari kerabat yang sebenarnya bukanlah hak mereka.


“Tak ku sangka, ternyata selama ini gundik dari Han Ling Gou itu telah merampok dan menguras harta benda Ibunda ku untuk mencukupi gaya hidup keluarganya yang tak memiliki status resmi ini. Sungguh ironis,” gumam Xi Lilian setelah Ia melihat seluruh penjuru kediaman dengan kekuatan penglihatan nya yang bisa menembus hingga ratusan meter jaraknya.


Setelah itu Xi Lilian bergegas menuju sebuah paviliun besar yang berada di sebelah paviliun utama.


Karena dari yang telah Xi Lilian lihat tadi, ia mengetahui bawa paviliun itulah yang merupakan kediaman dari Putra satu-satunya keluarga Yun.

__ADS_1


Yang sering dikenal oleh masyarakat luar sebagai Tuan Muda Yun Meng Su. Pria Muda yang selalu menindas para gadis-gadis muda.


Tak tunggu waktu lagi, Xi Lilian segera berteleportasi menuju ke dalam kamar Tuan Muda Yun tersebut. Disana Xi Lilian bisa melihat bahkan para penjaga yang berjaga di luar Paviliun Tuan Muda Yun ini cukup banyak.


Namun sayangnya mereka hanya tau bermain keroyokan tanpa bekal ilmu beladiri yang memadai.


Dan para pengawal itulah yang selalu mengikuti tuannya ketika merendahkan para gadis yang polos dan tak berdosa.


“Sungguh menjijikan sekali, karena perilaku kalian yang seperti itu maka tunggulah sebentar lagi aku akan memberikan kejutan kepada kalian semua setelah membereskan urusanku pada Tuan Muda kesayangan kalian ini,” gumam Xi Lilian sambil menyaringai.


Segera selepas itu Xi Lilian beralih menatap seorang pemuda yang sangat kurus dan juga merasa sangat tidak nyaman dalam tidurnya, dan juga terlihat sanggat tersiksa karena rasa sakit yang telah menyiksanya selama sebulan ini.


“Kali ini aku masih berbaik hati untuk sedikit meredakan rasa sakit dan penderitaan mu selama ini. Tapi jangan pikir aku berbaik hati terhadap mu. Karena aku hanya ingin mempersembahkan kematianmu untuk orang-orang yang telah kau sakiti. Dan mungkin dengan begitu kau baru akan bisa melihat seluruh dosa-dosa mu itu,” kata Xi Lilian sinis sambil menaburkan sebuah serbuk yang akan menawarkan racun yang diderita oleh Yun Meng Su.


Karena sebenarnya sebulan yang lalu Xi Lilian sebenarnya menyerang Yun Meng Su Sang Tuan Muda Yun yang sangat angkuh itu dengan sebuah jarum beraracun yang sangat tipis.


Sehingga tak ada orang yang bisa melihat perbuatannya itu. Dan Xi Lilian kembali mencabut jarumnya itu ketika Sang Tuan Muda Yun itu hendak menyerangnya.


“Baiklah, karena urusanku denganmu telah selesai maka aku akan pergi dan jaga dirimu baik-baik sampai saatnya tiba kematianmu,” kata Xi Lilian, setelah itu dirinya segera berteleportasi keluar menuju luar Paviliun yang baru saja Ia terobos. Dan dengan cepat Xi Lilian bersembunyi diatas pohon yang cukup rindang.


Kemudian ia mengendalikan elemen anginnya cukup kencang guna menebarkan serbuk racun buatannya kepada semua pengawal Tuan Muda Yun yang tengah berjaga di Paviliun tersebut.


Ya sebenarnya Xi Lilian saat ini sedang membalaskan dendam para wanita yang pernah para pengawal itu gagahi bersama tuannya yang bodoh itu.


Setelah dirasa sudah cukup akhirnya Xi Lilian mulai beranjak dan hendak pergi, meninggalkan tempat persembunyiannya barusan.


Namun ketika Xi Lilian hendak keluar dari kediaman besar milik Keluarga Yun itu, Xi Lilian seolah teringat akan sesuatu. Dan hal itu cukup penting.


“Ah ya aku hampir saja melupakan wanita malang itu. Akan lebih baik jika saat ini aku juga menjenguknya.” Gumam Xi Lilian.


“Bukankah dulu dia juga sangat rajin menjengukku, dan bahkan Ia sendiri tidak segan-segan membuat kediaman dan juga kamar yang ku tempati menjadi sangat meriah dan juga semarak akibat ulahnya itu.

__ADS_1


Dan bahkan aku tak pernah lupa jika selama ini tubuhku ini hidup dipenuhi racun akibat ulah mereka dan ibunya juga.” Lanjut Xi Lilian dengan nada yang sangat ironi dan sinis.


__ADS_2