
Saat ini Xi Lilian benar-benar masih terpikirkan akan pengorbanan suaminya demi dirinya, yang membuat dirinya juga menyesalinya.
Xi Lilian tak menyangka jika Sang suami, benar-benar memberikan sebuah harapan besar bagi mereka semua sehingga memiliki kesempatan untuk bisa memiliki kemungkinan untuk bertemu dengan Xi Yu Nian lagi, meski dalam identitas yang berbeda.
"A Tian, Kau....?" Xi Lilian tak bisa berkata-kata.
Bahkan Xi Lilian telah kembali berderai dengan air matanya yang mengalir dengan derasnya.
"Apapun itu, asalkan kau bahagia dan menyukainya aku akan lakukan sebaik mungkin. Itu adalah salah satu janji ku terhadap dirimu dulu," kata Mo Fei Tian dengan senyuman yang tulus menghiasi bibirnya sambil mengusap air mata Xi Lilian.
"Tapi kau pasti...." ucapan Xi Lilian kembali terhenti.
"Sssssstttt, sudah jangan katakan apapun lagi. Aku ini Suami mu, dan aku bisa melakukan apa saja untuk membuatmu tetap tersenyum bahagia," ucap Mo Fei Tian memotong perkataan Xi Lilian.
Melihat semua hal yang dilakukan Mo Fei Tian untuk Xi Lilian itu benar-benar membuat semuanya yang ada disana terkejut dan juga senang sekaligus terharu atas pembuktian cinta Sang Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma untuk Sang Istri Dewi Alam Semesta yang mana Ia adalah keturunan Klan Keluarga Xin mereka.
Sehingga mereka semua tanpa memberikan aba-aba lagi langsung bersujud syukur dihadapan Mo Fei Tian yang merupakan Sang Penguasa Alam Dewa.
"Hidup untuk Yang Mulia Kaisar Dewa Sang Pengendali Takdir dan Karma, semoga selalu berumur panjang dan juga berkuasa," ucap anggota Keluarga Klan Xin serempak.
Bahkan Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian tidak memiliki kesempatan untuk menghentikan mereka semua yang telah bersujud.
"Kalian? Apa yang kalian semua lakukan, jangan seperti ini, aku mohon bangkitlah, aku tidak bisa menerima semua ini dari kalian semua," kata Mo Fei Tian dengan tidak berdaya.
__ADS_1
Dan ketika Mo Fei Tian akan membatu Kaisar Xi Zhao Tian untuk berdiri, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan hal yang terjadi selanjutnya.
Bahkan Xi Lilian pun yang menyaksikan hal itu juga ikut berlutut dihadapan Mo Fei Tian dan membawa telapak tangan kanan Sang Suami untuk menyentuh kepalanya.
Kemudian Xi Lilian juga ikut memberikan ikrar sumpah kepada Sang Suami. Untuk sedikit menebus rasa bersalahnya terhadap pengorbanan Mo Fei Tian demi memberikan sebuah kebahagiaan bagi dirinya.
Dan dengan begitu dia juga akan mengetahui betapa besarnya kerugian yang dialami oleh Suaminya di masa depan.
Dengan tekad yang sangat kuat Xi Lilian berseru memberikan sumpahnya demi Sang Suami yang selalu saja mementingkan urusan dan kebahagiaannya dibandingkan dengan dirinya sendiri.
“Aku Sang Dewi Pembawa Takdir bagi seluruh Alam Semesta bersumpah untuk menyerahkan raga dan jiwa ku demi keselamatan dan juga kemakmuran bagi pasangan takdir ku Yang Mulia Kaisar Dewa Yang Agung yang memiliki kendali akan Takdir dan Karma. Dan dengan ini maka seluruh duka dan kesakitan nya juga akan menjadi milikku. Bahkan jika terjadi hal yang mengancam nyawanya, Maka aku juga akan merasakannya. Dan sebagai gantinya maka seluruh jiwa dan ragaku akan menggantikan dirinya untuk menebus segala penderitaan yang suamiku rasakan.” Ucap Xi Lilian dengan lantang dan tanpa keraguan sedikitpun akan sumpah yang Ia berikan itu.
Setelah itu muncul sebuah cahaya yang terang menyelimuti Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian dan disertai kilatan petir yang lebih besar lagi dibandingkan dengan yang terjadi sebelumnya.
Dan kali ini bahkan telah membuat kegemparan yang lebih besar lagi, sehingga sebagian Klan di Dunia Atas segera bergegas untuk mencari tahu sumber kilatan petir surgawi yang terjadi secara tiba-tiba itu.
Entah itu sebuah kebaikan ataupun sebaliknya mereka tetap berusaha untuk bersiap dan menghalau hal itu.
Sedangkan di dunia fana tempatnya para manusia biasa tinggal juga telah terjadi kehebohan di seluruh penjuru dunia, bukan hanya dari Benua Nanxuang saja, melainkan seluruh benua yang terbentang di dunia fana ini juga merasakan hal yang besar itu.
Hanya saja mereka semua tidak dapat merasakan dan menemukan dari mana sumber dari kekuatan yang misterius itu berasal.
Yang menyebabkan kilatan petir yang menerjang hampir ke seluruh penjuru dunia tersebut.
__ADS_1
Dan semua itu dapat terjadi disebabkan segel formasi pelindung yang dibuat oleh Xi Lilian sejak awal Ia menjumpai Keluarga Kekaisaran Wexia tersebut dan dikuatkan kembali oleh Mo Fei Tian ketika Ia baru saja hadir ditempat itu.
Sehingga seluruh aura misterius dan Agung yang ditimbulkan oleh tingkatan Kultivasi Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian yang spesial dan berbeda dari yang lainnya itu tidak bisa terdeteksi oleh siapa pun.
Bahkan Yang Mulai Agung Lord pun tidak mampu menandingi kultivasi Takdir yang telah mengikat Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian.
Berbeda dengan kericuhan yang terjadi di luaran sana, di tempat mereka para keluarga Klan Xin berada kini terjadi keheningan dan kesunyian.
Karena tidak ada satupun dari mereka yang dapat bereaksi setelah menyaksikan kejadian yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
Mereka semua termenung, bukanya mereka menganggap semua itu hanya biasa saja, melainkan hal itu benar-benar membuat mereka bingung untuk mengekspresikan perasaan mereka.
Karena sejujurnya mereka sangat terkejut, terharu, bahagia dan juga merasa sedih karena mereka menyaksikan momen itu.
Bahkan mereka bisa menyaksikan bahwa cucu perempuan satu-satunya itu begitu tulus dan menghargai pasangan takdirnya yang telah berkorban besar dengan memberikan kesempatan untuk hidup yang kedua kalinya bagi putri dan saudara perempuan mereka Xi Yu Nian meski harus dengan kemauan dari jiwa Xi Yu Nian sendiri.
Bahkan tanpa berpikir panjang cucu serta keponakan perempuan satu-satunya itu juga mengorbankan dirinya sendiri untuk Sang Suami yang telah memberikan kehidupan kedua bagi Sang Ibu.
Setelah beberapa saat tidak ada yang bereaksi, kini Mo Fei Tian yang telah tersadar dari keterkejutan nya akibat ikrar sumpah yang istrinya Xi Lilian ucapkan untuknya itu kemudian membantu Xi Lilian untuk berdiri dan memeluknya dengan erat-erat.
Dan bahkan matanya telah memerah dan berkaca-kaca, bahkan air matanya tidak bisa iay bendung lagi. Dan dengan segera luluh sudah dari pelupuk matanya yang indah itu.
“Kenapa? Kenapa kau harus melakukan itu semua? Sayang kau selalu saja tidak pernah berpikir panjang sebelum kau mengambil keputusan. Bagaimana bisa kau mempertaruhkan hidupmu hanya untuk diriku ini? Akan lebih baik bagi diriku ketika bisa melihatmu hidup dengan bahagia meski apapun itu yang harus aku tanggung untuk membuatmu selalu bahagia dan hidup dengan nyaman. Tidak itu semua tidak benar Lian'er, kau harus mencabut kembali seluruh sumpahmu itu sayang," kata Mo Fei Tian benar- benar tak berdaya
__ADS_1
Bagaimana...? Bagaimana aku bisa bahagia jika aku tau kau berkorban sebesar itu untuk ku. Aku tidak ingin kehilangan mu lagi Lian'er istriku.” Ucap Mo Fei Tian yang merasa tertekan dengan apa yang dilakukan oleh istri kecilnya itu.
“Tidak...! A Tian ini semua sebanding dengan apa yang kau berikan padaku, dengan memberikan kesempatan kedua bagi ibunda Nian itu sudah sangat berarti dalam hidupku. Setidaknya itu dapat sedikit mengobati rasa bersalahku pada beliau. Dan untuk apa yang aku ikrarkan tadi untuk dirimu, itu adalah bukti cinta ku kepadamu Baginda Kaisar Dewa Yang Agung, selama ini selalu saja kau yang selalu berkorban besar untukku. Dan kali ini izinkan aku melakukan sedikit hal kecil ini untuk mu Suamiku.” Bantah Xi Lilian yang tidak ingin menarik kembali sumpah yang telah Ia ikrarkan untuk pasangan takdirnya itu.