
Melihat Xi Lilian yang tak merasa takut ataupun tertekan oleh auranya yang Ia keluarkan. Kini Siluman Laba-laba Perak itu langsung menyerang Xi Lilian dengan bertubi-tubi.
Namun Xi Lilian selalu saja bisa menghindar dan mengelak dari serangan Sang Jendral Siluman tingkat 11 itu.
Bahkan sampai Siluman itu semakin membabi-buta dalam melancarkan serangan-serangan kuat kepada Xi Lilian.
Namun Xi Lilian masih sibuk menghindari serangannya dengan lihai dan gesit bahkan terkadang dengan ekspresi bosan dan mengantuk hingga menguap.
Hingga akhir Xi Lilian berkata dengan suara yang keras. Sehingga itu berhasil menghentikan Jendral Siluman yang menggila itu.
“Sudah cukup!! Apa kau tidak merasa lelah atau haus Tuan Jendral Laba-laba Perak?" Tanya Xi Lilian dengan ekspresi serius.
"Lebih baik hentikan dulu serangan Anda itu Tuan Jendral Siluman, aku ingin bertanya mengapa kau marah-marah seperti itu?aku kan hanya ingin melihat benda ini dan ingin tau apakah benda ini keras atau tidak? Apakah mudah rusak atau patah dan hancur apa tidak? Hanya itu saja. Nanti juga akan ku kembalikan padamu, tenang saja. Aku ini bukan seorang pencuri yang akan membawa kabur barang orang lain." Kata Xi Lilian dengan nada dan tampang bodoh.
"Karena kata guru ku itu tindakan yang tidak baik.” Kata Xi Lilian melanjutkan ucapannya tadi.
Jendral Siluman itu kini kembali dibuat tercengang oleh bocah aneh didepannya itu.
Bahkan dia juga sangat penasaran dengan anak manusia ini yang bisa sekuat itu diusianya yang begitu muda bahkan bisa menghindari semua serangan mematikan darinya.
Sedangkan Mo Fei Tian yang dari tadi menyaksikan aksi wanitanya itu tidak bisa berhenti tertawa terbahak bersama dengan semua hewan kontraknya dan hewan kontrak Xi Lilian dari Dimensi Bintang.
Bahkan semua orang di Aula Pelelangan Liyun yang menyaksikan hal tersebut dibuat takjub dengan keberanian dan juga sikap pemuda itu (Xi Lilian).
“Baiklah sudah selesai atau belum kau melihat Lencana Mutiara Bangsa Siluman itu? Kalau sudah berikanlah itu padaku.” Kata Siluman Laba-laba Perak.
“Nanti dulu, sebentar lagi bahkan aku belum menguji apakah benda ini, ah apa tadi? Lencana ya Lencana ini benar-benar kuat atau tidak....”
Belum selesai Xi Lilian bicara sudah di serobot oleh Siluman Laba-laba Perak.
“Kau tahu apa? Itu adalah benda langka yang kekuatannya tak tertandingi, bahkan mustahil bagimu untuk menggoresnya. Jangan pernah berharap dirimu bisa mematahkan atau bahkan menghancurkan Artefak Langka milik Ras Siluman ini. Karena kau tak akan pernah mampu melakukannya.” Kata Siluman Laba-laba Perak dengan kesombongannya.
“Wooohhh,, benarkah itu hebat sekali pasti ini sangat berharga kan bagimu? Kalau begitu akan aku kembalikan pada mu saja aku takut jika tak sengaja merusaknya. Ini ambilah.” Kata Xi Lilian sambil menyodorkan Lencana itu kepada Jenderal Siluman tingkat sebelas itu.
Bahkan saat ini semua orang tercengang dan hampir menangis, apakah bocah lelaki yang sedari tadi membuat mereka takjub itu sebenarnya bodoh atau idiot.
__ADS_1
Ia sudah-susah membuktikan niat jahat dari Keluarga Kekaisaran Zhong, tapi saat ini alat bukti sekaligus benda yang sangat penting bagi berhasilnya rencana mereka akan dikembalikan begitu saja dengan mudahnya.
Bahkan banyak orang yang mengutuknya sebagai orang idiot dan sebagainya tapi Xi Lilian tidak terpancing emosi oleh mereka, karena Xi Lilian punya rencana dan perhitungannya sendiri.
Karena saat ini Ia tengah memasang pola formasi yang akan meledakan lencana itu ditangan Siluman Laba-laba Perak.
Dan selain itu Xi Lilian juga membuka ilusi pengamat dari semua Batu Inti Siluman yang telah tersebar ke seluruh wilayah Benua Nanxuang yang mana hampir setiap Keluarga Bangsawan atau Klan Besar yang berpengaruh di setiap Kekaisaran telah memilikinya.
Dan mereka akan bisa menyaksikan apa yang telah terjadi secara keseluruhan hingga saat ini melalui Batu Ilusi Inti Siluman yang mereka miliki.
Karena Batu Ilusi Inti Siluman itu telah para antek Keluarga Kekaisaran Zhong itu samarkan sebagai Mustika Bintang Paras yang selama ini telah beredar luas di seluruh Kekaisaran di Benua Nanxuang.
Jadi mereka akan tau dan sadar dari permainan ilusi yang dimainkan oleh Keluarga Kekaisaran Zhong terhadap mereka.
Dan apa tujuan mereka para antek-antek dari Kekaisaran Zhong tersebut menyebarluaskan mustika bintang paras palsu itu mereka semua yang memiliki Mustika Bintang Paras palsu itu akan mengetahui semuanya.
Sedangkan di pihak Pangeran Mahkota Gu Mo Han dan Perdana Mentri Wu Huo Ran kini telah kembali mendapatkan angin segar.
Dan mereka pikir sebentar lagi rencana mereka untuk menjadi seorang penguasa satunya akan segera terwujud.
Karena semua yang telah Xi Lilian mulai tidak akan pernah berhenti begitu saja. Karena sudah menjadi sifat Xi Lilian sedari dulu yang selalu menunaikan tugas-tugas hingga tuntas.
Namun dengan hancurnya Lencana Mutiara Siluman Abadi itu juga akan menghisap Inti dari Siluman Laba-laba Perak yang memegangnya.
Selain itu juga disaat Xi Lilian selalu menghindari gerakan dan serangan yang diluncurkan oleh siluman itu sebenarnya Ia sedang membangun sebuah Pola Formasi Arai yang sangat besar dan sangat rumit selain itu tidak dipahami oleh semua orang dan hanya terkesan dengan gerakan menghindar secara acak.
Namun sebenarnya Formasi Arai itu akan menghisap seluruh jaringan siluman yang terhubung dengannya dimana pun mereka berada dibelahan dunia manapun akan terhisap kedalam Pola Formasi Arai tersebut dan akan menyerap kekuatan mereka dan itu berguna untuk memperkuat kemampuan Ilusi Xi Lilian, agar Ia bisa mengendalikan aura pemikat yang Ia miliki saat ini.
Sedangkan para siluman yang telah kehilangan kekuatannya akan segera dimusnahkan dalam Formasi Arai tersebut tanpa bisa bereinkarnasi.
Karena mereka akan terbakar bersama jiwa mereka, yang mana itu artinya inilah kehidupan terakhir dari para silam yang terperangkap dalam Pola Formasi Arai yang di buat oleh Xi Lilian.
Saat Jendral siluman Laba laba perak itu melihat Xi Lilian menyerahkan Lencana Mutiara Abadi itu kepadanya.
Tanpa waspada dan pemikiran sedikitpun. Ia dengan yakinnya mengambil Lencana itu dari tangan Xi Lilian.
__ADS_1
Setelah itu Siluman Laba-laba itu tertawa terbahak-bahak akan kebodohan pemuda dihadapannya ini yang justru menyerah pada musuhnya dengan begitu saja.
Begitu juga pihak Kekaisaran Zhong juga merasa sangat senang dan merasa berada diatas awan.
Sehingga berani berpikir mereka telah berhasil dan akan menjadi Penguasa Tunggal di Benua Nanxuang ini.
Namun saat kebahagiaan mereka belum tercapai tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat bahkan muncul sinar dari Formasi Arai Penghisap yang menyerap semua kekuatan siluman yang memiliki jaringan dan hubungan dengan Siluman Laba-laba Perak itu dan dengan segera kekuatan itu mengarah pada Xi Lilian.
Dan Xi Lilian pun yang menerima aliran energi kekuatan yang tak terbatas itu dan menyerapnya tanpa diketahui oleh orang-orang yang ada disana karena Xi Lilian juga membuat ilusi seolah dia sedang menyaksikan kejadian itu dengan tenang.
Selain itu terjadi ledakan lagi dari Batu Ilusi yang diubah sebagai Mustika Bintang Paras sebelumnya.
Dan kejadian itu terjadi hampir di seluruh penjuru Benua Nanxuang sehingga ilusi yang dipasang oleh para siluman itu telah dihancurkan.
Sehingga seluruh kejadian di Aula Pelelangan Liyun hari ini bisa disaksikan oleh seluruh Klan dan orang-orang terkemuka yang menerima dan memiliki Batu Ilusi itu.
Selain itu mereka semua juga dapat menyaksikan kejadian-kejadian yang telah lampau apa saja yang telah keluarga Kekaisaran Zhong lakukan. Terutama Permaisuri dan adiknya Wu Huo Ran yang dengan serakahnya hingga tega melakukan hal keji untuk kekuasaan pribadinya.
Saat ini Perdana Mentri Wu Huo Ran dan keponakannya Putra Mahkota Gu Mo Han begitu terpukul dengan hasil akhir yang mereka dapat.
Bahkan sekarang mereka telah menjadi musuh semua orang di Benua Nanxuang ini.
Setelah kejadian itu selesai, akhirnya Xi Lilian melepas semua ilusinya dan juga arai pelindung yang Ia pasang tadi.
Kemudian Ia melangkah dengan langkah yang pasti dan mantap menuju perdana menteri Wu Huo Ran dan Putra Mahkota Gu Mo Han setelah itu ia menembakan kekuatan tenaga dalamnya untuk menghancurkan dantian kedua orang itu dan menyerahkan semuanya kepada Aula Pelelangan Liyun yang mana merekalah yang memiliki wewenang disana.
Setelah itu Xi Lilian pergi dari sana begitu saja dan ber teleportasi menuju kediaman Jendral besar Shen.
Tepatnya di kamarnya sendiri. Karena hari sudah lewat tengah malam dan hampir menjelang pagi akhirnya Ia memutuskan untuk masuk dalam Dimensi Bintang untuk menstabilkan kekuatan yang Ia serap tadi dengan bermeditasi dibawah Air Terjun Surgawi.
Setelah Ia berhasil menstabilkan seluruh kekuatannya dan telah bisa mengendalikan Aura pemikat nya. Kini Xi Lilian membuka matanya dan keluar dari air terjun.
Yang mana Ia telah disambut oleh suami tercintanya bersama 10 hewan kontrak mereka berdua.
Setelah itu mereka memutuskan untuk istirahat di dalam dimensi bintang. Karena mereka tau bahwa Xi Lilian saat ini tengah letih setelah menghadapi situasi itu dan menstabilkan kekuatannya.
__ADS_1
Dan akhirnya kini Xi Lilian tidur di kamar dalam mansion nya ditemani oleh Mo Fei Tian dan Putri kecilnya Mo Lie Yiran.