
"Ya selama ini Jiejie memang tidak pernah melakukan apapun terhadap gadis sampah itu, dan jika Jiejie bertindak pada Xi Lilian itu bisa dipastikan kalau dirinya juga melakukanya dengan cara yang cantik serta tidak terlalu mencolok ketika menindas gadis itu. Bahkan selama ini aku yang selalu saja bersikap naif dan bodoh karena telah begitu percaya akan setiap kata Jiejie. Dan
selalu saja terbawa emosi dan juga amarah yang sebenarnya dibuat dan di pancing akibat kata-kata Jiejie yang provokatif itu. Sehingga aku yang sebenarnya tidak pernah memiliki masalah secara langsung dengan gadis bodoh itu justru menjadi orang yang paling sering menindasnya diantara saudara kandungnya yang lain. Hahahaa...pantas saja....pantas saja selama ini Ayahanda lebih menyayangi dan memanjakannya jika dibandingkan dengan aku putri bungsunya. Ternyata selama ini aku begitu bodohnya, sehingga dengan mudahnya percaya dengan semua kata dan juga siasat liciknya dari Jiejie ku itu. Bahkan aku juga selalu berpikir jika aku harus selalu melindungi Jiejie ku yang lemah dan juga sangat lembut itu. Tapi apa yang terjadi kemudian? Justru diri ku sendirilah yang akan berakhir sebagai seorang penjahat yang kejam diusia ku yang begitu belia. Ini benar-benar siasat yang sangat sempurna yang kakak ku lakukan untuk diriku, yang selama ini dengan tulus menyayangi dan melindungi nya. Hehehh.. sungguh mengesankan dengan Ia dengan apiknya berperan sebagai kakak yang baik namun dibalik itu semua, dirinya mendapat keuntungan yang tak terkira dari hancurnya kepercayaan dan hilangnya kasih sayang dari Ayahanda. Sehingga dirinya lah yang akan menuai semua kenyamanan dan juga kasih sayang yang diberikan oleh Ayahanda. Baiklah kalau begitu, aku pasti tidak akan pernah membiarkan dirimu menang begitu saja, dan aku akan membalas semua yang telah kamu lakukan untuk membuatku dibenci hingga dibuang oleh Ayahanda," batin Shen Sie Mei yang kini hanya tampak diam dan juga melamun.
Xi Lilian yang tahu bahwa kini umpannya telah di tangkap dengan sangat baik, dan Ia juga yakin bahwa semua rencananya telah berjalan dengan semestinya. Akhirnya Ia memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Shen Sie Mei.
"Baiklah kalau begitu, sepertinya Nona Muda Shen ini memang tidak mempercayai kata-kata ku ini, jadi aku akan segera pamit, dan nikmatilah kesunyian, kedinginan dan juga kegelapan tempat ini sendiri Nona, Aku akan kembali terlebih dahulu. Selamat malam dan sampai jumpa lagi dilain waktu Nona Muda Shen jaga dirimu," kata Xi Lilian yang kemudian berjalan meninggalkan tempat penahanan Shen Sie Mei itu.
Namun sebelum Xi Lilian benar-benar pergi, kini Shen Sie Mei segera menghentikannya dengan memanggil nya untuk kembali.
__ADS_1
"Hai Nona siapapun kau, dan apapun tujuanmu, Aku tidak akan pernah termakan oleh segala ucapan mu itu sebelum aku menyaksikan dan membuktikan sendiri semua kebenarannya," Teriak Shen Sie Mei yang kini merasa bimbang dan resah akan nasibnya sendiri. Karena dirinya tidak ingin berada didalam kurungan yang menakutkan itu untuk selamanya.
Terlebih lagi dirinya juga tidak tahu siapa orang yang menculiknya itu dan apa tujuannya yang sesungguhnya.
"Hahaha.... Nona Muda, aku sungguh tak meminta dirimu untuk mempercayai setiap kata-kata ku ini. Dan semua itu adalah masalah serta urusanmu sendiri, jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan diriku ini. Dan kedatangan ku saat ini sebenarnya hanya ingin memastikan bahwa salah satu musuhku berada dalam genggaman tangan ku. Jadi apapun yang kau rasakan dan kau ingin lakukan maka itu tidak ada kaitannya denganku. Meskipun kau mencoba untuk melarikan diri juga silahkan jika memang kau bisa." kata Xi Lilian dengan lugas tanpa membalikan badannya untuk menghadap Shen Sie Mei.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Xi Lilian, saat ini Shen Sie Mei merasa sangat geram. Namun ketika dirinya kembali mengingat jika seluruh kekuatannya tidak bisa berfungsi didalam tempat itu akhir dirinya pun merasa sangat tertekan dan juga putus asa.
Xi Lilian yang mengetahui hal itu pun menjadi tersenyum sinis.
__ADS_1
"Hehhh... ternyata Nona Muda Shen yang sangat sombong dan juga kejam itu saat ini hanya bisa meratap dan menangis. Dan lihatlah wajahnya yang jelek itu benar-benar menjijikkan sekali. Haiiiihhh....Tapi baiklah aku juga bukanlah orang yang begitu kejam seperti dirimu itu Nona Muda, maka akan ku tunjukan kau sesuatu yang begitu indah dan juga menarik untuk kau lihat. Agar kau bisa melihat bagaimana indahnya hubungan persaudaraan kalian. Maka lihat kearah dinding samping kanan mu itu dan saksikanlah dengan saksama pertunjukan yang ada disana nantinya." ucap Xi Lilian, yang kemudian Ia mengeluarkan energi spiritual nya yang kemudian Ia alirkan pada dinding yang dirinya maksud tadi.
Setelah itu beberapa saat kemudian terpampang lah sebuah adegan yang begitu sangat familier dimata Shen Sie Mei.
Betapa tidak, semua kejadian yang diputar dihadapan saat ini merupakan apa yang dirinya alami pada malam ini, bermula sejak berada di Aula Perjamuan di Kediaman Jenderal. Hingga akhirnya sampai pada saat dirinya dihukum oleh para pengawal Ayahanda hingga di kirim keluar Kediaman Jendral dengan menggunakan kereta kuda yang bobrok.
Bahkan dirinya juga bisa menyaksikan bagaimana Ibunda nya dihukum cambuk hingga sekarat dan hampir mati ketika diseret oleh para pelayan untuk dilemparkan di gubuk kumuh yang tidak jauh dari tempat Xi Lilian tinggal selama bertahun-tahun ini.
Bahkan yang paling mencengangkan dan juga mengguncang jiwanya saat ini adalah, ketika dirinya menyaksikan adegan Sang Gege Shen Ming An dan juga Jiejie nya Shen Sie Lie yang justru malah menghindar dan tidak ingin ikut terlibat dengan apa yang menimpa dirinya dan juga Ibundanya.
__ADS_1
Terlebih lagi ketika dirinya mendengar dan juga memahami niatan jahat Gege dan juga Jiejie nya itu terhadap dirinya dan juga Ibundanya. Hanya demi kepentingan dirinya sendiri.
"Kurang ajar, kalian berdua memang busuk, kejam dan tidak punya perasaan...!!! Begitu teganya kalian menyaksikan adik dan juga Ibu kalian yang selama ini menyayangi kalian dihukum dan tersiksa seperti ini, tapi kalian diam saja bahkan dengan sengaja menghindar. Dan....dan.... aku benar-benar tidak menyangka jika kau Jiejie ku yang selama ini ku jaga, Shen Sie Lie yang ku anggap lemah lembut dan juga penyayang, ternyata hatimu sungguh busuk bahkan kau tidak peduli sedikitpun terhadap kami. Bisa-bisanya kau memanjakan diri dan juga melakukan perawatan untuk mempersiapkan diri di acara perayaan Festival Bunga esok hari. Aahh... kurang ajar kalian, breng*** kau Shen Sie Lie, Aku bersumpah akan membalas dengan kejam ketika aku terbebas dari tempat ini. meskipun aku mati maka hantu ku yang akan terus mengejar dan menuntut balas pada mu, dan tidak akan pernah membiarkan dirimu hidup dengan tenang!" teriak Shen Sie Mei yang akhirnya mengeluarkan sumpah serapah untuk saudara dan saudarinya yang kejam itu.