
Belum sempat kata-kata Shen Sie Mei selesai diucapkan sudah terdengar suara tamparan yang sangat karas yang dilayangkan oleh Sang Jendral Shen pada Shen Sie Mei hingga meninggalkan jejak lima jari di pipi kirinya hingga bengkak dan bahkan membuat sudut mulutnya mengeluarkan darah karena sobek.
“Berani-beraninya kau anak Selir kurang ajar. Apakah ini hasil didikan dari Bibi Selir mu itu pada kalian semua? Bahkan kau berani menghina Nona Muda Resmi Kediaman ini yang merupakan darah dagingku dengan Istri sah ku. Dan kau sebut apa tadi Bibi Nian? Tidak kah kau tau bahwa yang kau sebut Bibi Nian itu adalah Nonya rumah dari Kediaman Jendral ini yang sesungguhnya. Atau selama ini kau pikir jika Selir rendahan yang berasal dari seorang budak rendahan yang dipungut oleh Istriku Xi Yu Nian itu sebagai Nyonya Besar yang berkuasa atas Kediaman Jendral ini? Jika memang begitu, maka dengarkan peringatan ku ini. Kalian jangan pernah untuk bermimpi ataupun berharap akan hal itu. Karena itu tidak akan pernah terjadi. Sampai aku mati,” kata Jendral Shen Guo Feng memperingatkan.
Mendengar hal itu diucapkan oleh Jendral Shen secara langsung di depan anak-anaknya dan seluruh anggota keluarga yang lain itu membuat Selir Duan Yu Yan sangat malu dan juga sangat marah karena nya.
Karena semua orang di kediaman ini memanglah sudah tahu akan seluruh kebenaran itu.
Dan selama ini dia selalu berusaha menyembunyikan itu semua dari anak-anaknya, agar mereka tidak merasa malu dan rendah diri.
Namun saat ini Selir Duan Yu Yan tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi dia hanya berusaha menahan kemarahannya itu dan mencoba melerai keributan yang disebabkan oleh putri bungsunya itu.
“Tuan Besar tolong tenangkan amarah Anda, aku yakin Mei'er tidak bermaksud demikian, dia masih muda dan juga sering bertindak dengan impulsif, itu wajar bagi anak seusianya, Jadi Anda tak perlu memasukkannya kedalam hati. Lagi pula jika terjadi sedikit percekcokan antar saudara itu juga sudah lumrah, nanti pasti akan membaik kembali seperti semula.” Kata Selir Duan yang mencoba menjelaskan pada suaminya itu.
“Ternyata semua ini memang hasil dari didikan yang kau berikan pada mereka sehingga membuat mereka tak tau adab dan juga tata krama. Kau jelas-jelas bisa mendengar sendiri apa yang dia katakan, tidak mungkin kau tidak mengetahui apa maksudnya. Aku yakin kalian Ibu dan anak adalah orang yang mengetahui paling jelas jika dibandingkan kita semua yang ada di kediaman ini. Bukan kah begitu Duan Yu Yan.” Kata Jendral Shen dengan sinis.
__ADS_1
Dan itu benar-benar membuat Selir Duan Yu Yan gemetar dan gelagapan. Karena itu memanglah perbuatannya.
“Ayahanda jangan salah paham dengan Ibunda terlebih dahulu, ini bukan....”
Kata kata Shen Ming An terhenti oleh Sang Jendral.
“Dengan mendengarkan satu kata yang kau katakan bisa menyimpulkan bahwa semua yang aku katakan adalah kebenaran. Bahkan tadi telah ku jelaskan bahwa wanita itu hanyalah berstatus Selir rendahan di Kediaman ini, tapi kalian beraninya memanggilnya dengan sebutan “Ibu” itu sudah menunjukkan betapa tidak tahu dirinya wanita itu yang tidak mematuhi aturan dan tata krama dari Kediaman Jendral ini. Dan selain itu kau juga merupakan seorang Putra seharusnya kau bisa mendidik adik-adik mu, bukannya membela setiap kesalahan mereka.” Kata Jendral Shen sambil menunjuk Selir Duan dan juga Shen Ming An secara bergantian.
Sedangkan Shen Sie Mei yang keras kepala, melihat ibu dan juga Gegenya ikut dimarahi oleh Sang Ayah.
Bukanya dia merasa bersalah justru semakin tidak tahu diri dan menunjukan kebanciannya.
Dengan kata-kata Shen Sie Mei yang keterlaluan itu, kini semakin membuat Sang Jendral Besar Shen paham, jika sikap lemah lembut dan baik berbudi luhur itu hanyalah sebuah kedok dari Selir dan anaknya itu.
Namun Sang Jendral kini menyesali semuanya, betapa buta dan bodohnya dirinya sehingga tidak bisa melihat perilaku busuk para Selir dan seluruh anak Selir nya itu sedari awal.
__ADS_1
"Kau memang benar-benar anak tak tahu diuntung, apakah kau tau siapa sebenarnya yang merupakan seorang gelandangan yang mengemis di Kediaman ini? Kalau kau ingin tahu kalian lah orang itu. Apakah kalian semua tau sebelum wanita sialan ini (menunjuk Selir Duan Yu Yan) masuk dalam Kediaman ini, dia hanyalah seorang budak yang tengah disiksa oleh mantan pemiliknya dan akan di jual ke tempat hiburan. Tapi berkat kebaikan Istriku, kemudian dia diambil dari jalan dan dirawat hingga lukanya sembuh. Yang akhirnya Ia diangkat menjadi orang kepercayaan istriku. Tapi dengan tak tahu malu nya dia malah menjebak ku dan juga menggunakan nama istriku untuk menuntut ku agar mau menikahinya jika tidak maka dia akan mengadukan hal ini ke pengadilan kalau tuntutannya tak dipenuhi. Dengan aku mengatakan semua ini kalian mengerti dengan jelas bahwa wanita ini masuk ke kediaman ini tanpa membawa harta sepeserpun kecuali pakaian kumal yang Ia kenakan waktu itu. Dan kalian ingin tau darimana kalian bisa hidup mewah seperti ini? Itu semua sudah jelas bukan dari koin pemberianku. Karena aku selama ini memberikan koin kepada kalian sesuai dengan standar koin bulanan untuk Selir dan anak selir. Sehingga sudah pasti tidak akan pernah bisa mencukupi kemewahan kalian yang bagaikan seorang putri di istana itu. Namun yang harus kalian tahu dari mana asalnya harta ibu kalian itu adalah, karena dia yang kalian sebut "Ibu" itu telah mencuri begitu banyak dari harta dan juga aset mendiang Istri ku Xi Yu Nian dan kalian tahu itu artinya, seluruh kekayaan yang kalian dapatkan itu hasil rampokan dari orang yang kau sebut pemborosan dan juga pengemis tadi. Sampai disini ku rasa kata-kataku ini sudah cukup untuk membuat kalian semua berkaca diri sebelum menilai dan menuduh orang lain yang sebenarnya telah membuat kalian bertahan hidup sampai saat ini," ungkap Sang Jendral karena sudah kepalang marah.
Shen Sie Mei yang mendengar sebuah kenyataan mengenai asal usul Ibundanya merasa tak percaya dan terhuyung dua langkah ke belakang.
Namun untungnya segera ditopang oleh Kakak perempuannya Shen Sie Lie. yang sebenarnya tak kalah terkejutnya dengan adiknya itu.
Tapi untungnya dia memiliki pembawaan yang tenang, sehingga tidak menimbulkan reaksi yang berlebihan.
Kini, Shen Sie Mei yang telah bisa mengendalikan diri sendiri, justru beranggapan jika Sang Ayah telah berbohong kepada semuanya mengenai asal usul ibunya. Dan itu semua karena Xi Lilian.
Bahkan itu menjadikan dirinya semakin membenci Xi Lilian dan juga semakin marah terhadap Sang Ayah. Sehingga Ia masih ingin melampiaskan amarahnya tersebut pada Sang Ayah yang telah membela Xi Lilian.
Sedangkan Shen Sie Lie yang berada di sebelah adik perempuannya itu tahu apa yang akan dilakukan sang adik maka Ia berusaha untuk menahannya, namun semua upayanya diabaikan begitu saja oleh adiknya itu.
Sehingga Shen Sie Mei yang telah terbawa emosi juga tanpa pikir panjang lagi, dirinya lagsung berteriak dihadapan semuanya.
__ADS_1
“Ayah kau pasti telah berbohong akan semua yang kau katakan tadi bukan? Dan itu semua hanya untuk membela Xi Lilian yang yatim piatu itu kan? yah dan kau juga tak boleh menyalahkan Ibu dan juga Gege Ming An. Lagi pula apa yang aku katakan semua itu adalah suatu kebenaran, jadi apa salahnya? Bukan kah dia itu memang sampah dan juga pembawa sial di kediaman ini, coba ayah lihat diriku di usia yang lebih muda darinya saja bahkan sudah berada di tingkat kultivasi pemula tingkat 2, sedangkan dirinya sama sekali tidak bisa berkultivasi. Bahkan mungkin sampai mati pun aku tidak yakin kalau dia bisa melakukan kultivasi seperti kami.” Kata Shen Sie Mei berapi-api.
Mendengar perkataan dari anak dari Selir nya itu membuat Jendral Shen Guo Feng benar-benar murka, sehingga dia mulai kehabisan kesabaran.