Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 133 Kaisar Wang Junsi Kalap


__ADS_3

“Kerja yang bagus sayang, sekarang rawatlah dirimu dengan tenang. Dan aku juga akan segera menyelesaikan masalah ini, agar aku segera terbebas dari ikatan Keluarga Kekaisaran Li ini, dan segera pergi dari Kekaisaran itu untuk dirimu dan fokus membantu dirimu sayang,” kata Mo Fei Tian dalam benaknya.


Ketika dirinya mengetahui jika saat ini Xi Lilian hampir berhasil untuk meningkatkan kekuatan elemen kegelapan miliknya.


Tidak hanya Mo Fei Tian saja yang merasa senang terhadap apa yang terjadi pada para pembunuh bayaran itu.


Bahkan kedua saudara kembarnya juga merasa begitu bahagia karena ternyata adik mereka itu benar-benar tangguh dan sangat luar biasa bagi mereka berdua.


Bahkan ketika mereka mengetahui jika Sang Kaisar Wang Junsi Ayahanda mereka juga ikut pingsan, mereka bahkan merasa biasa saja dan itu bahkan tidak mengurangi kebahagiaan yang mereka rasakan untuk sang adik.


Entah karena mereka sudah terlampau kecewa terhadap Sang Ayah atau memang sudah tidak peduli lagi dengan hubungan ayah dan anak antara mereka ataupun kedudukan mereka dimata ayahnya.


Mereka bahkan mengabaikan Sang Kaisar Wang Junsi yang terjatuh pingsan dilantai.


Dan bergegas mendekati adik mereka Pangeran Ketiga Wang Jin Tian.


"Kau memang paling hebat Tian'er, bahkan kami tak tau apa jadinya hidup kami berdua jika tidak ada kamu." kata Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan rasa tulus dan juga bangga terhadap adik kembarnya itu.


"Tian'er, Apa pun yang terjadi kedepannya dan siapapun kau yang sesungguhnya, bagi kami kau adalah saudara kami yang terkecil. aku menyayangimu dan juga menghormati dirimu untuk seumur hidup ku ini." batin Pangeran Mahkota Wang Yun Ji yang merasa jika seluruh kepribadian dan juga sikap adik nya itu sangat berbeda dengan yang sebelumnya setelah dihukum cambuk dan dikurung selama sebulan oleh Ayahanda Kaisar mereka.


Setelah mengungkapkan seluruh perasaannya terhadap adiknya itu meski hanya dalam benaknya saja dan tidak berani mengucapkannya secara langsung.


Akhirnya Sang Pangeran Mahkota Wang Yun Ji lebih mendekat pada adik Ketiga nya itu dan memandangnya sesaat barulah kemudian ia memeluknya dan juga menepuk pundak bagian belakangnya sebanyak tiga kali.


Sebagai ungkapan rasa bersyukur, bangga dan juga menyayangi sesama saudara. yang tidak bisa dirinya ungkapkan dengan kata-kata.


Karena pada dasarnya Sang Pangeran Mahkota Wang Jin Tian merupakan sosok yang dingin dan juga minim bicara.


Akan tetapi Mo Fei Tian yang saat ini dalam wujud Pangeran Ketiga Wang Jin Tian tahu benar dan juga bisa memahami perasaan kakak sulungnya Sang pemilik tubuh itu. Yang juga sudah Ia anggap sebagai saudaranya sendiri, begitu juga Sang Pangeran Kedua yang memiliki sifat yang lebih ceria dan juga blak-blakan itu.


"Apapun itu akan aku usahakan melakukan yang terbaik untuk kebaikan kalian berdua saudaraku. Aku bahkan sangat bersyukur karena bisa memiliki dua Gege yang selalu mengerti dan juga peduli terhadap diriku. Meski apapun keadaan diriku, kalian mau menerimaku. Aku sangat menghargai dan menghormati kalian berdua Gege," ucap Mo Fei Tian dengan tulus.

__ADS_1


"Hei kau dengar itu Gege, bocah ini bahkan mengoceh begitu penuh perasaan dan juga sentimentil terhadap kita. Dengarkan ini bocah! bagaimana pun keadaan mu dan juga bahkan jika itu bukanlah dirimu yang sesungguhnya sekalipun kamu bahkan sangat menyayangi mu sama seperti kami menyayangi sosok dirimu yang dahulu. Kau itu akan selalu menjadi bocah kecil kami yang akan kami jaga dengan sepenuh hati kami. Bahkan kami akan selalu memberikan raga dan nyawa kami untuk bisa membuat mu selalu aman. tapi sayangnya kami yang selalu menjadi beban bagi dirimu." ucap Pangeran Kedua Wang Xue Min sambil meninju ringan bahu adiknya itu saat mengatakan kalimat terakhirnya.


Namun sesaat kemudian mereka berdua menyadari jika saat ini Ayahanda Kaisar mereka masih pingsan. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk membuat Ayah mereka itu tersadar dari pingsannya. Karena mereka tidak ingin mengacaukan rencana yang telah dijalankan oleh sang adik.


Dan setelah sadar Sang Kaisar Wang Junsi kini kembali bisa mendengarkan perseteruan antara putranya dan juga penyusup tadi.


Bahkan dirinya menyadari jika putra ketiganya itu telah berhasil menaklukkan penyusup itu. Hingga terpikir rencana licik dalam pikirannya yang sempit itu.


"Pangeran Ketiga, tolong bebaskan kami, kami janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi, Aku benar-benar akan melakukan pertobatan pada Dewa, dan tidak akan pernah membuat perbuatan jahat lagi kedepannya," kata Sang Ketua Pembunuh Yan Bao itu dengan memelas dan menahan rasa kesakitan dan juga panas yang membara dan terasa membakar seluruh organ dalamnya.


“Apakah ini juga merupakan salah satu caramu untuk membodohi ku agar aku membebaskan mu dari api kecil itu Tuan Killing Master?” cicit Mo Fei Tian dengan nada sindiran.


“Ahhkkhh... Tidak Pangeran, mohon ampunilah aku, aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk menahan penyiksaan ini, tolong lepaskan hamba. Hamba akan melakukan apa saja yang Anda perintahkan Yang Mulia Pangeran Ketiga. Yang penting hamba bisa terbebas dari belenggu penyiksaan ini,” kata Ketua Pembunuh Yan Bao dengan bersungguh-sungguh dan juga tulus.


Karena Ia sudah benar-benar menyerah akan apa yang tengah Ia rasakan saat ini.


Akan lebih baik jika dirinya langsung mati saja dibandingkan Ia harus merasakan rasa yang begitu mengerikan dan juga tak bisa di jelaskan seperti yang Ia alami saat ini.


Karena dari apa yang Ia rasakan saat ini adalah dantiannya telah tandus dan juga mengering bahkan mungkin telah hangus terbakar, dan bahkan dirinya juga tidak dapat lagi untuk merasakan setiap meridiannya sama sekali.


“Kau yakin apapun yang aku perintahkan atau aku inginkan kau akan melakukannya? Termasuk untuk menghianati Tuan mu dari Aula Pembunuh bayaran Merak Hitam itu?” tanya Wang Jin Tian dengan santai dengan pandangan yang seolah tak percaya.


Tanpa harus pikir panjang lagi Yan Bao langsung menyanggupi semua yang dikatakan oleh Pangeran Wang Jin Tian.


Karena sesungguhnya sedari dulu dirinya juga sudah ingin meninggalkan Organisasi Merak Hitam itu dan fokus untuk mendalami basis kultivasi hitamnya itu dan membangun kekuatan untuk dirinya sendiri.


Namun saat ini justru dirinya harus berakhir terpuruk seperti ini, jadi mau tidak mau dirinya harus rela menyerah pada Sosok Pangeran Wang Jin Tian.


Yang mana selama ini terkenal akan segala rumor buruknya. Namun tidak ada yang tahu bahwa kebenarannya justru sebaliknya.


“Hamba sanggup bahkan hamba akan katakan semuanya, apa saja yang telah Tuan dari Organisasi Pembunuh bayaran Merak Hitam itu dan juga kekasihnya yang merupakan seorang Ibu dari satu Kekaisaran yang tak lain adalah Permaisuri Xia Wu Mei dan juga Putra Sulung mereka yang kini berada diantara kalian para Pangeran dan bahkan kalian anggap sebagai saudara kalian sendiri.” Kata Yan Bao dengan bersungguh-sungguh dan tatapan mata yabg menunjukkan tekad yang kuat.

__ADS_1


Dan dengan tujuan untuk lebih meyakinkan lagi, agar Sang Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Li itu mau membebaskannya dari belenggu penyiksaan yang dirinya alami saat ini.


“Khem...Baiklah kalau.... Ucapan Pangeran Wang Jin Tian terhenti akibat sebuah teriakan yang menggema dari arah luar pintu ruangan tersebut.


Bahkan Sang Pangeran Wang Jin Tian sangat mengenal siapa pemilik dari suara yang menggelegar itu.


Dan tentu saja itu adalah suara dari Sang Ayahanda Kaisar tercintanya. Yang selama ini selalu membuat hidup putra kandungnya itu bagai di neraka.


Bahkan sebelumnya ketika Ia mengetahui bahwa Putranya yang selama ini Ia abaikan itu adalah sosok yang sangat luar biasa, Ia masih sempat berpikir untuk memanfaatkan nya untuk kepentingan pribadi nya.


“Bang***, dasar kurang ajar apa yang kau katakan itu hah? Jangan pernah kalian berusaha mencemarkan nama baik Istriku dan juga Permaisuri Kekaisaran ku, karena aku tahu benar bahwa dia bukanlah wanita yang seperti itu. Tidak seperti ja**** rendahan Xia Yun Lie yang telah membusuk di neraka itu. Bahkan dirinya mati saja masih bersama selingkuhannya.” Kata Sang Kaisar Wang Junsi sambil berjalan masuk dan berusaha meluncurkan serangan kepada Yun Bao yang kini masih tidak berdaya akibat rantai api yang membelenggu dirinya.


Namun segala upaya Sang Kaisar Wang Junsi itu dapat digagalkan oleh kedua putranya yang kini telah berada di dekatnya.


Sehingga Ia tidak berhasil membunuh Yun Bao yang merupakan sumber informasi dan juga saksi mata yang sangat akurat yang mereka bertiga miliki saat ini mengenai kematian Ibunda mereka bertiga dan juga seluruh kejahatan Sang Permaisuri kesayangan Kaisar Wang saat ini.


“Apa yang kalian berdua lakukan terhadap diriku. Mengapa kalian menghalangi ku untuk membunuh orang biadap itu?" tanya Sang Kaisar Wang Junsi dengan geram.


“Bagaimana mungkin aku akan membiarkan Yang Mulia Kaisar Wang Junsi Yang Agung melakukan tindakan melanggar hukum seperti melenyapkan saksi dan juga bukti dari kasus pembunuhan anggota keluarga Kekaisaran dan juga saksi kejahatan seorang Permaisuri Yang Agung itu begitu saja.” Jawab wang Yun Ji dengan dingin.


“Mungkin kau berniat untuk membela istri tercinta mu itu. Tapi sebagai Kaisar suatu Negara tidakkah kau harus bisa berperilaku adil dan mencari keadilan yang nyata bagi para rakyat mu dan termasuk juga kami bertiga yang selama ini merasa selalu dirugikan dan diperlakukan secara tidak adil bahkan oleh dirimu sendiri.” Tambah Wang Xue Min menentang Ayahnya yang tidak tahu diri dan juga tidak tahu malu itu.


“Kalian semua memang bukanlah anak ku, betapa tidak tahu diuntung nya kalian terhadap seluruh kebaikan ku selama ini. Seharusnya aku membunuh kalian bertiga dan mengirimkanmu bersama ibu kalian ke neraka saat itu juga.” Teriak Sang Kaisar Wang Junsi dengan marahnya.


Wang Jin Tian yang mendengar kata-kata kasar dan provokatif dari Kaisar Wang Junsi itu hanya tersenyum sinis dan juga menatapnya dengan tatapan mematikan miliknya itu.


Namun sebelum dirinya memberikan sebuah pelajaran pada seorang ayah yang idiot itu, terlebih dahulu Ia mengeluarkan dua kurungan besi khusus yang akan menahan seluruh kekuatan spiritual yang dimiliki oleh orang yang dikurung didalamnya.


Kemudian pangeran Wang Jin Tian juga mepaskan keempat kawanan pembunuh bayaran itu dan memasukannya dalam satu kurungan besi itu dan satu kurungan besi lagi Ia gunakan untuk Sang Kaisar Wang Junsi yang sangat bodoh dan tidak rasional itu.


“Terima kasih Pangeran telah besedia melepaskan kami dari belenggu api itu kata Yan Bao dengan sungguh-sungguh dan juga rasa lega terpancar jelas di matanya.

__ADS_1


__ADS_2