
Akan tetapi Sang Ahli Ramalan itu tidak memberikan tanggapan apapun pada ketiga orang yang kini berada di hadapannya.
melainkan dirinya segera melangkahkan kakinya menuju tempat dimana ketiga Putra kembar yang dicampakan oleh Sang Kaisar Wang Junsi itu.
"Akhirnya aku menemukan keberadaan kalian pahlawan kecil. Di masa depan kalian akan menjadi orang-orang yang sangat berarti bagi kehidupan seluruh rakyat di negeri ini. Dan kalian juga di berkati oleh para Dewa dengan kecerdasan dan juga kemampuan yang melebihi rata-rata orang dunia fana ini. Betapa tidak beradab nya orang itu yang membuat para pelindung dan juga pembawa kemakmuran bagi Negeri ini hingga masanya orang itu kembali pada Kekuasaan yang seharusnya. Mengalami hal keji semacam ini. Andai saja itu bukan kalian maka bisa dipastikan jika mereka semua akan terpotong dan tercabik oleh Pedang-pedang mereka yang bodoh itu." Kata Sang Ahli Ramalan yang kini telah membantu membuka ikatan dan juga penutup mata pada ketiga putra kembar Kaisar itu.
"Apa maksud Anda Tuan? apakah Ketiga cucu kembar ku ini memiliki masa depan yang besar dan juga penting bagi Kekaisaran Li ini?" tanya Sang Jendral Besar Xia yang telah berhasil melewati seluruh pasukan yang dikerahkan oleh Sang Kaisar Wang Junsi bersama Putra Sulung nya disampingnya. dan berjalan menghampiri Sang Ahli Ramalan.
"Kalian adalah kakek dan Paman mereka?" tanya Sang Ahli Ramalan pada kedua Jenderal Xia itu.
"Benar..!!" jawab Kedua Jenderal Xia kompak.
"Baiklah aku hanya akan berpesan pada kalian, dan seluruh orang yang berada di sini bahwa kalian harus menjaga ketiga Keturunan Murni Kekaisaran Li ini, meskipun di masa depan mereka akan memiliki Takdir sesuai keinginan mereka sendiri, akan tetapi tidak ada yang diperbolehkan untuk mengganggu posisi dan juga status mereka sebagai seorang putra Kekaisaran Li yang sejati. Karena mereka merupakan Ketiga Pilar Pelindung dan Pengayom yang akan membuat Kekaisaran Li ini semakin maju dan juga berjaya di masanya. Hingga kembalinya atau terpilihnya memegang Tahta Kekaisaran yang selanjutnya. Dan pada saat itu tiba Ketiga Pilar ini akan menemukan Takdir hidupnya yang sesungguhnya." kata Sang Ahli Ramalan itu terhenti sejenak.
"Akan tetapi jika Ketiga Pilar ini dihancurkan sebelum masa itu tercapai maka itu artinya seluruh penghuni Kekaisaran ini akan mengalami kepedihan dalam hidupnya yang mana hal itu justru akan ditimbulkan oleh orang yang mereka percayai dan juga mereka agungkan selama ini. Meski salah satu dari pilar terlemah mereka akan tetap bertahan, namun itu akan membuat kutukan bagi para pelaku kejahatan itu." lanjut Sang Ahli Ramalan itu.
__ADS_1
Ketika Sang Kaisar Wang Junsi, dan Ibu Suri Sheng Qian Yu mendengar semua yang diucapkan oleh Sang Ahli Ramalan itu tiba-tiba saja mereka merasa bergetar seluruh tubuh mereka bahkan kaki mereka seakan lemas dan tidak bertenaga sama sekali untuk menopang beban tubuh mereka.
Karena mereka berdua baru menyadari resiko yang akan mereka tanggung jika Sang Kaisar Wang Junsi tetap bersikeras untuk membunuh dan juga melenyapkan ketiga Putra kembar itu.
Namun mereka tidak memahami secara jelas kata-kata Sang Ahli Ramalan itu, terutama mengenai identitas mereka bertiga yang merupakan keturunan asli dari keluarga Kekaisaran Li ini.
Mereka berdua hanya terpaku dengan ramalan yang telah disebutkan oleh Sang Ahli Ramalan itu. Yang bahkan saat ini telah membuat Sang Permaisuri Xia Wu Mei merasa geram dan tidak menyangkan jika akan ada hal sebesar itu yang menjadikan alasan bagi ketiga musuh kecilnya itu harus tetap hidup.
Dan akan selalu menjadi penghalang dan juga batu sandungan bagi putranya maupun dirinya.
Namun beberapa saat kemudian dimatanya berkilat kelicikan di matanya. Karena Ia baru saja mendapatkan ide yang sangat bagus untuk menjadi bahan pertukaran yang sempurna bagi status dan juga namanya yang akan tetap Agung. Meski status atau identitas asli dirinya sangatlah memalukan.
Sehingga dirinya segera bergegas untuk mendekat pada mereka yang tengah meramal ketiga Putra kembar Sang Kaisar itu untuk meminta Sang Ahli Ramalan itu untuk memenuhi perintahnya.
Namun sayangnya Ia dan bahkan mereka semua tidak menyadari bahwa Sang Ahli Ramalan itu telah pergi, dan menghilang begitu saja tanpa ada jejak sedikitpun. Itu membuatnya sangat kecewa, karena Ia merasa tidak dihargai sebagai seorang Permaisuri Kekaisaran yang terhormat.
__ADS_1
Dan akhirnya karena ia telah terlanjur emosi, Akhirnya Sang Permaisuri Kaisar Xia Wu Mei atau yang sebenarya Mao Wu Mei itu mulai melakukan rencana liciknya yang ia pikirkan tadi.
"Jenderal Xia Sebagai seorang Permaisuri Kekaisaran dari Yang Mulia Kaisar Wang Junsi, Aku memiliki sebuah penawaran yang menarik untuk Kalian. Bagaimana? Apakah kalian mau mendengar nya? ini merupakan kesempatan baik bagi ketiga Putra dari putrimu tercinta itu." kata Sang Permaisuri Kaisar itu dengan sangat arogan dan juga sombong, akibat statusnya yang saat ini telah menjadi seorang penguasa nomor dua di Kekaisaran Li ini.
"Apapun itu kami tidak pernah akan peduli dan juga kami tidak butuh satu apapun dari dirimu. Apalagi jika itu mengenai ketiga keponakan ku ini. Maka itu tidak akan pernah terjadi sama sekali. Karena kami Keluarga Jendral Besar Xia masih sangat mampu untuk menghidupi dan juga mendidik mereka di kediaman kami," kata Xia Wei Yunho dengan sangat tegas dan juga tepat sasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Sang Permaisuri Kaisar itu.
"Dan jika itu mengenai Ibu mu yang pelacur tidak tahu diri itu, maka akan ku katakan dengan tegas. Bahkan Keluarga kami tidak akan pernah melepaskannya bahkan sekalipun kau dan Kaisar mu itu memohon pada kami. Karena kesalahan Ibu mu itu telah merugikan kami sangat banyak. Dan bahkan kami harus menderita karena kehilangan Putri tercinta kami karena ulah yang kau lakukan. Meskipun saat ini kami belum memiliki bukti. Tapi suatu saat nanti ketika seluruh kebusukan mu terbongkar maka jangan pernah berharap kami Keluarga Xia kami akan melepaskan dan mengampuni mu," kata Sang Jenderal Besar Xia dengan sangat dingin dan aura yang suram.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Sang Jenderal Perang Xia itu membuat Sang Kaisar Wang Junsi serta Sang Permaisuri sangat geram. Namun berbeda halnya dengan sikap Ibu Suri Sheng Qian Yu yang kini tengah berusaha membujuk Sang Jenderal Besar Xia, demi reputasi Keluarga Kekaisaran Li.
Meskipun dirinya sendiri sebenarnya sangat kecewa dengan Sang Kaisar dan juga terutama pada Permaisuri yang baru saja ditetapkan oleh Putranya itu.
Namun Apa boleh buat, Ibu Suri Sheng Qian Yu tidak bisa nama baik nya dan juga Putranya akan semakin buruk dan tercemar. Sehingga dirinya mau berusaha untuk bernegosiasi dengan Sang Jendral Besar Xia.
"Jenderal Besar Xia, kau merupakan salah seorang panutan disegani di negeri kita ini. Aku juga yakin bahwasanya Anda juga tahu jika Keluarga kami tidak mampu memprovokasi Keluarga Jendral lebih lagi. Namun kami juga tidak bisa menanggung mengenai kebenaran identitas Permaisuri yang sesungguhnya. Jadi aku harap kau sebagai orang tua yang telah merawat dan membesarkannya bisa memenuhi keinginannya yang ingin masuk dalam silsilah Keluarga Jendral Besar Xia Kalian. Dengan demikian Klan Keluarga kalian juga masih akan mendapatkan keuntungan, karena memiliki seorang Putri yang merupakan seorang Permaisuri Kekaisaran. Dan....." ucapan Sang Ibu Suri terpotong.
__ADS_1
"Apapun itu Aku dan seluruh klan Keluarga Xia kami tidak mau perduli. yang kami inginkan saat ini adalah, keadilan bagi Putri ku dan juga cucu-cucu. Maka setelah ini Keluarga Xia kami tidak memiliki ikatan kekerabatan apapun lagi dengan kalian Keluarga Kekaisaran Li ini. begitu juga dengan Ketiga cucu ku. Karena mereka bertiga akan ikut dan hidup bersama Kami yang selalu menyayangi mereka." kata Sang Jendral Besar Xia sambil melangkahkan kakinya meninggalkan tempat perjamuan itu dengan menggendong salah satu cucunya, sedangkan kedua cucunya yang lain berada di gendingan putranya. Xia Wei Yunho.
Namun sebelum Sang Jendral Besar Xia pergi Ibu Suri Sheng Qian Yu kembali menyatakan keinginannya.