Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 216


__ADS_3

"Apa yang dikatakan Lie'er benar Ayah. Bahkan mereka berdua telah berani mengabaikan dan juga tidak menghormati Ayahanda sebagi orang tua, dan bahkan mereka juga dengan teganya mempermalukan seluruh keluarga kita," tambah Shen Ming An, dengan nada provokatif.


Mendengar penuturan dari kedua keturunan selirnya itu benar-benar membuat Sang Jenderal Shen Guo Feng merasa sangat marah.


"Mereka benar-benar tidak sadar diri. justru kerena merekalah yang membuat semua masalah itu terjadi. Bahkan mereka jugalah yang membuatnya malu hingga kehilangan wajah dihadapan semua orang.Tapi tetap saja mereka tidak bisa menyadari keburukan mereka sendiri. Dan justru melemparkan tuduhan yang memerlukan itu pada orang lain.Sungguh anak-anak sialan yang minta dihajar," batin Sang Jenderal Shen Guo Feng yang kini hatinya diliputi oleh kebencian pada keturunan selir nya itu.


Yang benar-benar membuat Sang Jenderal tidak tahan untuk segera memberikan hukuman yang setimpal pada kedua biang dari segala masalah ini. Dan ingin segera menghancurkan mereka semua hingga tak peduli apakah mereka adalah darah dagingnya sendiri atau bukan.


Namun ketika Ia mengingat dimana mereka berada saat ini, membuat Sang Jenderal Shen Guo Feng harus menahan semua amarahnya itu sekuat tenaga. Agar dirinya tidak lepas kendali untuk membunuh anak tak tahu dirinya itu dihadapan umum.


"Jaga ucapan dan perbuatan kalian, jika tidak maka aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan pada kalian berdua," Jenderal Shen Guo Feng mengeram marah, dengan suaranya yang rendah namun dengan nada peringatan yang tegas dan juga aura membunuh yang dengan sengaja Ia keluarkan untuk menekan kedua anak selir tak tahu malu itu.


"Maaf kan kami Ayahanda," ucap Shen Ming An sambil menunduk dan mengepalkan tinjunya kuat-kuat untuk menahan amarahnya pada Sang Ayah. Yang menurutnya kini sangat pilih kasih.


"Ba baik Ayah, maaf kan kami, kami salah dan tidak sengaja." Shen Sie Lie menjawabnya dengan sangat ketakutan.


Namun jauh didalam hatinya, mereka berdua merasa sangat tidak puas dan juga marah karena sikap Ayahnya yang begitu banyak berubah. Dan tidak seperti dulu lagi, yang selalu penuh kasih pada mereka. Dan bahkan tak pernah marah, meski mereka semua menggertak ataupun menindas Xi Lilian sekalipun.


"Sial, benar-benar tidak bisa dibiarkan. Aku harus segera mencari cara agar Ayahanda tidak lagi peduli dengan kedua anak sialan itu. Lagi pula apa hebatnya sampah buruk rupa itu? Bahkan Shen Yu Lin sekalipun tidak sebanding dengan An'er sama sekali. Apalagi sebentar lagi aku yakin kekuatan An'er akan meningkat secara drastis ketika dia berhasil berkontrak dan membangkitkan kekuatannya dengan hewan spiritual yang misterius itu. Dan setelah itu kami akan secara diam-diam akan melenyapkan kedua anak ****** sialan yang selalu menekan Ibunda meski setelah kematiannya sekalipun," gerutu Shen Sie Lie dalam hatinya.


Namun mereka tidak tahu bahwa apa yang disebut dengan hewan misterius itu merupakan seekor binatang iblis yang telah Xi Liliana musnahkan pada saat binatang itu mulai menetas, dari cangkang telurnya.


"Aku tidak butuh ucapan dan permintaan maaf dari kalian. Kalian hanya perlu membuktikan semuanya dengan perbuatan kalian. Dan jangan coba-coba untuk melakukan kebohongan. Jika hal itu sampai terjadi, maka kalian akan tahu dan menanggung sendiri akibatnya," tegas Sang Jenderal Shen Guo Feng yang memperingatkan anak-anak selir nya itu.


Yang kemudian Ia segera pergi dari sana, tanpa menunggu jawaban dari Shen Sie Lie dan juga Shen Ming An.


Dan hal itu justru membuat kedua manusia licik itu semakin menimbun dendam pada Sang Ayah dan juga pada Xi Liliana dan juga Shen Yu Lin.


...****************...


Waktu segera berlalu, kini para peserta perburuan telah lama memasuki kawasan hutan sunyi. Bahkan banyak dari mereka yang sudah mulai mendapatkan mangsa dan hasil buruan.


Dan mungkin saja beberapa orang yang beruntung, mereka telah mendapatkan sebuah harta yang sangat berharga.


Seperti halnya saat ini kelompok Xia Ning Shui yang terdiri dari empat orang yakni Xia Ye Mochen serta Pangeran tertua dari Kekaisaran Li, yakni Wang Yun Yi dan juga Wang Xue Min.


Kini mereka berempat telah menemukan sebuah harta yang sangat langka di dunia alkhemis. Karena apa yang mereka berempat berhasil dapatkan adalah sebuah tanaman lili merah yang berusia 100 tahun.

__ADS_1


Yang mana tanaman herbal ini sangat bermanfaat bagi seseorang yang menderita gangguan sihir atau dengan kata lain mereka telah berhasil mendapatkan bahan utama ramuan pematah sihir.


Yang mana di era saat ini meskipun tidak banyak orang yang dapat menguasai teknik ilmu sihir. Namun sebagian besar dari mereka menggunakan sihir hitam untuk mencelakai orang-orang demi keuntungan diri mereka sendiri.


Sehingga baik itu orang biasa maupun seorang kultivator sekalipun akan sangat sulit bagi mereka untuk menghindari ataupun mematahkan ilmu sihir.


Yang menyebabkan banyak terjadi kekacauan yang akan ditimbulkan akibat sihir itu. Karena kebanyakan orang akan benar-benar berubah sikap dan akan sangat mudah untuk dikendalikan oleh orang lain yang memiliki ilmu sihir ataupun hanya orang yang memiliki benda-benda sihir tertentu.


Oleh karena itu dengan adanya tanaman ini sebagai bahan utama penangkal sihir, maka akan mampu menangkal dan menguraikan simpul sihir baik itu dari sihir yang menggunakan darah maupun mantra.


Karena konon katanya bunga lili merah ini adalah eksistensi yang berasal dari Dewi cahaya yang menyemaikan setiap cahaya magis dengan dijadikan sebuah benih dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.


Dengan tujuan untuk menghilangkan semua sihir jahat baik itu sihir terkuat sekalipun.


Hanya saja pada saat ini keberadaan dari bunga lili merah ini sudah sangat langka. Andaipun ada, itu pasti harganya akan sangat tinggi, meski itu hanya satu kelopak bunga saja. Itu sudah mampu menguras kekayaan setiap orang.


Jadi ketika para anggota kelompok Xia Ning Shui pertama kali menjumpai barang yang sangat berharga ini. Mereka yang terdiri dari empat orang itu, sangat tertegun. dan seolah tidak bisa percaya dengan penglihatan mereka sendiri.


Sebab mereka selama ini belum pernah sekalipun melihat wujud asli harta itu. Dan mereka hanya bisa melihat dan membaca pemahaman umum dari sebuah buku medis kuno.


Namun setelah beberapa waktu merekapun berhasil meyakinkan diri mereka sendiri bahwa apa yang ada dihadapannya saat ini adalah benar-benar sebuah harga yang sangat berharga bunga lili merah.


Bahkan jika itu seorang kultivator tingkat Kaisar pun akan sangat sulit untuk menyainginya. Oleh karena itu selama ini tidak ada satu orang pun yang berani mengusik dan mencoba untuk mendapatkan bunga lili merah itu dari pengawasan serigala bulan itu.


Jika memang benar-benar ada, pasti mereka semua telah lama mati ditangan serigala bulan itu yang begitu besar dan juga sangat ganas.


"Gege, saudara sepupu Pangeran, apa yang harus kita lakukan sekarang? Akankah kita membiarkan bunga yang sangat berharga begitu saja?" tanya Xia Ning Shui dengan nada yang tidak rela.


Ya, bagaimana mungkin Xia Ning Shui akan rela begitu saja untuk meninggalkan harta langka yang berharga begitu saja.


Apalagi hal itu sudah jelas-jelas tampak begitu nyata di hadapan matanya.


"Tentu saja kita tidak mungkin menyerah begitu saja, setelah kita melihatnya. Dan kita tidak akan menjadi sangat pengecut dan selemah itu untuk menghindar dari keberuntungan ini." ucap Xia Ye Mochen menanggapi pertanyaan adiknya.


"Ya, apa yang dikatakan Chen'er benar. Apalagi serigala bulan itu juga tidak begitu buruk. Aku menginginkannya sebagai teman perjalanan ku dimasa depan," kata Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan serius dan tegas.


"Jadi tunggu Apa lagi, kita akan mencari cara untuk bisa mendapatkan mereka," timpal Sang Pangeran Mahkota Wang Yun Ji.

__ADS_1


"Tapi kita semua harus hati-hati. Dan Gege juga baru saja sembuh dari cideranya. Jangan sampai gege kenapa-kenapa lagi," ucap Xia Ning Shui dengan serius pada Sang Gege.


"Kau tenang saja Shui'er aku akan baik-baik saja. Apalagi ada kalian semua bersama dengan ku disini," Xia Ye Mochen berusaha menenangkan adiknya dan kedua saudara sepupu nya.


Karena Xia Ye Mochen tahu betul, jika mereka semua mengkhawatirkan kondisinya yang baru saja mulai pulih dari cidera yang cukup serius akibat penyergapan yang keluarga Xia alami selama dalam perjalanan ke Kekaisaran Wuxi ini.


Xia Ye Mochen saat itu mengalami luka dalam yang cukup parah akibat ia yang terus berusaha untuk melindungi adik perempuannya, Xia Ning Shui dari para pembunuh bayaran yang dikirim untuk menculik Xia Ning Shui untuk dijadikan sandera, yang akan mereka gunakan segagai alat pertukaran dengan plakat pasukan khusus Klan Xia yang saat ini berada di tangan Pangeran Wang Jin Tian yang selama ini dipandang sebagai orang bodoh dan sia-sia oleh semua orang di luaran sana.


"Chen'er kau harus selalu waspada, karena kekuatan serigala bulan itu juga bukanlah sesuatu yang mudah diremehkan. Meski dari segi jumlah kita menang. Akan tetapi kita tidak bisa memastikan seberapa besar kekuatannya serigala itu. Dan apakah dia memiliki kemampuan khusus atau tidak, yang jelas kita semua harus saling bekerja sama untuk bisa menjinakkan nya dan mendapatkan bunga lili merah yang berharga itu," saran Sang Pangeran Mahkota Wang Yun Yi dengan sangat bijaksana.


"Apa yang dikatakan oleh Gege benar. kita tidak boleh sembrono dan mengagetkan mereka, kita harus memiliki rencana yang matang agar semua resiko yang akan kita tanggung tidak akan begitu berat. selain itu juga kita juga harus bergerak cepat. Atau kita tidak akan tahu jika ada seseorang atau kelompok lain datang untuk mengacaukan kita dan merampas harta temuan kita," timpal Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan penuh pertimbangan dan semangat untuk bisa menaklukan hewan spiritual tingkat tinggi yang ada pada pandangan matanya itu.


Di saat mereka berempat tengah berdiskusi untuk mencari cara mengatasi situasi saat ini, disisi lain di tempat Sang Serigala bulan yang sedari tadi meringkuk dan merebahkan dirinya tidak jauh dari tanaman bunga lili merah itu.


Sebenarnya serigala itu merupakan hewan yang sangatlah peka terhadap lingkungan sekitarnya.


Bahkan semenjak kehadiran empat orang itu dirinya juga telah merasakannya. Meskipun mereka semua telah berupaya untuk menekan hawa keberadaannya. Akan tetapi tetap saja itu tidak akan dapat pengecoh insting alami yang dimiliki oleh Sang Serigala Bulan itu.


Hanya saja Serigala Bulan itu tidak ingin menyerang dan memprovokasi terlebih dahulu orang-orang itu.


Karena sejatinya Sang Serigala Bulan berada di hutan ini hanyalah sebagai seorang yang mengemban tugas dari majikannya untuk menjaga herbal berharga Lili Merah itu.


Dan dirinya tidak akan pernah membiarkan Bunga Lili Merah itu jati pada orang-orang yang salah. Namun jika itu seseorang yang memiliki hati yang tulus dan akan menggunakan semua manfaat Bunga Lili Merah itu dengan cara yang bijak dan di jalan yang benar.


Maka dirinya akan dengan senang hati untuk menyerahkannya. Hanya saja dirinya tidak akan pernah membuat rencana semua orang yang menginginkan apa yang telah dirinya jaga selama ratusan tahun itu berjalan dengan mudah, dan serta merta membiarkan mereka begitu saja.


Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi. Dirinya pasti akan menyerang siapa saja yang mencoba mendapatkan hartanya yang telah dirinya jaga selama ini. Semua itu akan Serigala Bulan itu lakukan untuk mengetahui seberapa tangguh dan juga untuk mengetahui tujuan mereka untuk mendapatkan hartanya itu.


Akan tetapi tiba-tiba saja Sang Serigala Bulan itu mengidentifikasi terdapat niat lain dari sekelompok orang yang datang itu.


Selain tujuan utama mereka untuk mengambil harta yang dirinya jaga dengan susah payah selama berabad-abad ini.


Namun salah satu dari mereka juga memiliki keinginan untuk bisa mendapatkannya. Itu benar-benar membuat Serigala Bulan itu tercengang.


Terlebih lagi ketika Sang Serigala Bulan itu mengetahui jika orang itu menginginkannya bukan untuk ia jadikan budak ataupun hewan kontraknya. Tapi sosok itu justru ingin membuat dirinya sebagai rekan seperjuangan nya dimasa depan.


Meskipun sekilas itu tampak sama saja. Namun Serigala Bulan itu bisa mengetahui jika niat orang itu begitu tulus dan entah mengapa dari auranya, dirinya dapat merasakan rasa akrab dan familier.

__ADS_1


"Sungguh menarik, setelah sekian abad lamanya, Masih bisa ku temukan seseorang dengan hati yang tulus dan murni serta memiliki niat yang begitu mulia seperti itu. Tidak seperti orang-orang yang lainnya, yang selalu berupaya keras untuk memburunya dan juga memperbudaknya sebagai hewan tunggangan maupun hewan aduan di Medan pertarungan," gumam Serigala Bulan itu dengan perasaan yang tidak menentu.


__ADS_2