
Sedangkan di sisi Xi Lilian setelah ia makan di kedai itu, ia kemudian pergi ke gedung Meng Yu, untuk mendapatkan sebuah hunian, atau yang sesuai dengan keinginan nya.
Ketika ia telah sampai di gedung Meng Yu, Xi Lilian bertanya pada seorang penjaga.
“Apakah Tuan Bai Hui ada, aku Xiaolian ada perlu dengan beliau?” tanya Xi Lilian dengan datar.
“Menjawab Tuan Muda, beliau ada di ruangan. Mari hamba antar menemui beliau.” Kata penjaga tersebut.
"Baik terima kasih, tolong pimpin jalan.” Jawab Xi Lilian dengan datar.
Setelah lima belas menit berjalan menyusuri kediaman dan lorong paviliun akhirnya mereka sampai di depan sebuah ruang kerja yang Xi Lilian yakini itu adalah ruangan Tuan Bai Hui.
“Terima kasih, telah mengantarkan ku, ini sedikit koin untuk mu dan keluarga mu.” Kata Xi Lilian sambil menyerahkan sekantong koin emas pada penjaga gerbang tadi.
Karena Xi Lilian tahu bahwa keluarga sang penjaga gerbang tersebut sedang membutuhkan uang untuk mengobati anaknya yang tengah sakit.
Sebenarnya Xi Lilian bisa saja memberikan pil penyembuh buatan nya, tapi untuk saat ini dia tidak ingin mengungkapkan identitas dan kemampuan nya.
“Aahh.... Ini.... Terima kasih Tuan muda, terima kasih banyak atas pemberiannya. Semoga tuan muda hidup sejahtera. Baiklah hamba akan melapor pada tuan Bai atas kedatangan Anda.” Kata penjaga gerbang penuh syukur.
“Emm.” Dehem Xi Lilian untuk menjawab ucapan penjaga gerbang.
“Maaf menggangu Tuan besar, disini ada tuan muda Xiaolian ingin bertemu.” Kata penjaga gerbang sambil mengetuk pintu.
“Hmm, persilakan masuk.” Balas orang yang ada di dalam.
Setelah itu Xi Lilian pun melangkah masuk dalam ruang kerja tersebut, dan tampak lah seorang pria paruh baya, yang terlihat begitu bersahaja dengan pakaian serba putihnya. Dan dengan fitur wajah yang rupawan dan tubuh yang tegak terlihat keagungan nya.
“Salam Tuan Bai, maaf jika saya mengganggu Anda.” Sapa Xi Lilian untuk mengawali pembicaraan.
“ Tidak ada masalah Tuan Muda, mari silahkan duduk. Kiranya ada yang bisa ku bantu untuk Tuan Muda Xiaolian ini?” balas Tuan Bai Hui dengan ramah dan sopan.
__ADS_1
“Begini, kedatangan saya kali ini karena saya ingin mencari dua buah kediaman yang besar dan juga mempunyai lebih dari 5 paviliun. Dan salah satunya memiliki sebuah lapangan pelatihan atupun ada tanah yang masih kosong dan cukup luas.” Kata Xi Lilian menjelaskan gambaran kediaman yang ia inginkan.
“Kebetulan saya ada beberapa kediaman yang tuan muda inginkan. Coba anda lihat di sini” kata tuan Bai Hui sambil memberikan beberapa gulungan yang menjelaskan beberapa kediaman dan lokasinya.
Setelah beberapa lama Xi Lilian mengamati dan menimbang kediaman mana yang akan dia beli.
Karna dari beberapa gulungan itu ia memilih dua buah kediaman yang paling luas dan juga, lokasinya tidak terlalu ramai, karena ia tak ingin terlihat mencolok dan menyita perhatian publik, karena aktivitas yang akan ia lakukan didalam kediaman tersebut.
“Baiklah Tuan Bai, saya memilih kedua kediaman yang rutenya sama disekitaran lereng gunung Gongfui ini, selain karena memiliki kediaman yang luas yang memiliki 8 paviliun dan juga 10 paviliun dan terdapat tanah yang sangat lapang. Selain itu suasana yang nyaman dan damai, dan untuk mengenai harga Tuan Bai tak perlu khawatir.” Kata Xi Lilian
“Ya, baiklah Tuan Muda, kalau begitu akan saya jumlahkan semua yang harus Tuan Muda bayar.” Kata tuan Bai Hui menyanggupi.
Setelah beberapa saat Tuan Bai Hui akhirnya mengatakan bahwa harga salah satu kediaman yang memiliki 8 paviliun seharga 650.000 tail emas dan yang 10 paviliun seharga 1.000.000 tahil emas.
“Jadi seluruh total yang harus Anda bayarkan untuk kedua kediaman tersebut sebesar 1.650.000 tahil emas, dan akan saya beri potongan harga 10.000 tahil maka Anda cukup membayar 1.640.000 tahil emas saja tuan muda.” Kata Tuan Bai Hui menjelaskan.
Karena Xi Lilian merasa puas atas apa yang di katakan Tuan Bai Hui, karena ia menjual properti nya dengan jujur sesuai dengan harga umumnya dan tanpa mengambil keuntungan yang berlebihan serta dengan sikap yang ia tunjukan juga sangat baik maka ia langsung menyetujuinya.
“Terima kasih tuan muda, kalau begitu akan saya hitung kembali.” Kata tuan Bai Hui.
“Silahkan Tuan.” Balas Xi Lilian tidak merasa keberatan.
Beberapa saat kemudian Tuan Besar Bai Hui terkejut dan melotot karena koin yang ia terima itu lebih dari yang seharusnya.
“ Tuan muda Xiaolian ini.....” belum selesai perkataan Tuan Bai Hui telah di sahut oleh Xi Lilian.
“Selebihnya untuk Anda Tuan Bai.” Kata Xi Lilian dan itu tambah mengejutkan Tuan Bai Hui.
“Haaahhh... Terima kasih banyak Tuan Muda Xiaolian, kalau begitu jika lain kali Tuan membutuhkan bantuan saya jangan sungkan untuk mencari saya. Dan ini akta jual beli serta surat- surat dari kediaman Anda Tuan Muda Xiaolian. Kata tuan Bai Hui sambil menyerahkannya surat-surat rumah kepada Xi Lilian.
“Baiklah kalau di begitu, saya permisi Tuan Bai.” Pamit Xi Lilian.
__ADS_1
Setelah selesai membeli kediaman Xi Lilian berjalan berkeliling menuju pasar budak, karena ia ingin membeli budak untuk di jadikan anggota Black Star nantinya.
Namun ketika dia sedang berjalan tiba-tiba ia melihat sebuah kerumunan masa di depan sebuah toko obat dan herbal.
Ternyata disana sedang ada percekcokan. Yang sepertinya pemuda yang sedang ditindas itu tidaklah bersalah.
“Hah... Dasar orang tak berguna, sampah masyarakat memanglah tak tahu malu. Perbuatan mu seperti ini pantas saja kamu dibuang dari jabatan mu. Mana cepet kembalikan herbal yang kau curi itu kepadaku.” Bentak seorang pria paruh baya dengan tubuhnya yang tambun.
“Dengarkan aku Tuan Song, aku sungguh tak pernah mengambil barang yang kau maksud, bahkan kau telah menggeledah diriku dan tak menemukan apapun.” Kata pemuda yang di tuduh telah mencuri herbal langka.
“Kamu tak usah mengelak lagi dan berhentilah omong kosong, dan cepat katakan kamu sembunyikan dimana barang yang kau curi itu. Apalagi disini juga ada saksi mata kalau dirimu lah yang telah mencurinya.” Kata Tuan Song dengan sengit.
“Baiklah kalau kau masih tidak mau mengaku, pengawal hajar dan bunuh dia sekarang juga.” Teriak Tuan Song lagi.
Saat para pengawal mulai bergegas menyerbu pada pemuda itu tiba-tiba saja ada yang menghentikannya.
“Tunggu dulu, apa kau yakin kalau pemuda ini yang mencuri herbal teratai bulan mu? Apakah kau melihatnya sendiri? Jangan asal menuduh Tuan.” Kata Xi Lilian menengahi masalah.
“Hai, kau jangan ikut campur pergilah dan urus urusan mu sendiri, lagi pula aku tidak asal menuduhnya ada pelayan ku yang melihatnya mengambil barang milikku.” Kata Tuan Song penuh emosi.
“Ohh begitu, jadi kau benar-benar melihat atau hanya pura-pura melihat orang itu mengambil herbal langka yang telah lama majikan mu cari hingga harus membelinya dengan harga yang sangat mahal.?”
Tanya Xi Lilian pada sang pelayan yang di maksud oleh Tuan Song.
“Aaah, bbe benar Tuan Muda saya melihatnya sendiri.” Jabaw sang pelayan dengan menunduk ketakutan.
“Begitu kah, apakah kau yakin? Aku kira meski pun kau melakukan semua ini anakmu tetap tak akan selamat di tangan orang yang menyuruh mu. Karna aku bisa saja membuat anak dan istrimu menghilang dari dunia ini sekarang juga.” Kata Xi Lilian dengan datar.
“Aahhh, Tu Tuan, tolong jangan sentuh keluarga ku. Hanya mereka yang ku punya. Aku.. aku... Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Maafkan hamba Tuan Besar, hamba terpaksa melakukan ini, karena Selir Hong Sese mengancam akan membunuh putra dan juga istri hamba. Jadi hamba terpaksa mengambil teratai bulan milik Anda dan hamba serahkan pada orang suruhan Selir Hong Sese yang lainnya. Mohon ampuni hamba tuan besar.” Kata pelayan pria itu memohon belas kasih.
Mendengar hal tersebut dari pelayan kepercayaan nya selama ini. Membuat Tuan Besar Song Yu Jin benar-benar murka dan merasa dikhianati.
__ADS_1