Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 198


__ADS_3

"Benar Tuan, Hanya saja Nyonya itu sedari tadi telah menggila dan terus berteriak sedari tanpa hentinya. Apakah dia akan dibiarkan seperti ini saja ataukah harus membungkamnya Tuan?" sahut pengawal penjaga sel yang lain.


Sambil menunjuk kearah Nyonya Xiao Mu Wen yang kini tengah mengumpat dan juga mengutuk semua orang terutama Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang telah memperlakukannya dengan sangat kejam menurutnya.


Namun dirinya benar-benar tidak menyadari bahwa apa yang telah dirinya lakukan bersama dengan anak dan selingkuhannya itu jauh lebih kejam dan menyengsarakan banyak orang. Bahkan rakyat juga secara langsung telah dirugikan oleh ulahnya yang mengkorupsi dana rakyat demi kepentingannya sendiri.


"Biarkan saja. Yang penting kalian awasi dia, dan jangan sampai kalian lengah. Sebentar lagi masih akan ada seorang pelayan akan mengantarkan makanan untuk dia. Kalian juga Harus memastikan bahwa jangan sampai wanita itu kabur atau bahkan sampai menyakiti pelayan yang datang nantinya." perintah Sang Kepala Sipir Penjara Kekaisaran itu.


"Baik Tuan," jawab kedua penjaga sel tahanan itu serempak.


Setelah itu Sang Kepala Sipir hendak melangkahkan kaki dan meninggalkan ruangan yang gelap dan pengap itu. Namun tiba-tiba saja dirinya mendengar suara yang sedari tadi menusuk telinga orang yang berada di sana memanggil nam seseorang yang tidak pernah mereka duga sama sekali.


"Ah Yao, akhirnya kamu datang juga menemui ku, Aku benar-benar ketakutan disini. Tolong bawa Aku keluarga dari penjara Yang mengerikan ini. Dan apakah Ah Yao tidak merindukan ku lagi, Bahkan Wen'er telah merindukan mu, dan ingin bisa menuju puncak surga bersama. Selain itu Aku juga sangat sedih karena kultivasi yang telah lama kita lakukan bersama selama ini telah lenyap begitu saja oleh orang-orang tidak tahu diri itu," ucap sang mantan Permaisuri Xiao Mu Wen yang seolah mengadu pada kekasih hatinya.


Namun orang yang dia tatap dan ia ajak bicara, justru merasa terkejut dan juga kebingungan mengalihkan pandangan seperti mencari seseatu. Dan lebih penting lagi tidak meresponnya sedikitpun. Itu membuat Xiao Mu Wen semakin histeris.


Awalnya Sang Kepala Sipir Penjara dan kedua penjaga sel tahanan yang ada disana merasa bergidik ngeri ketika wanita itu menyebut nama Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao.


Yang belakangan ini mereka ketahui sebagai selingkuhan Sang Permaisuri Kaisar selama ini. Bahkan Sang Pangeran Mahkota Huo Lin Jin itu merupakan hasil buah cinta terlarang mereka selama ini.


Namun ketika mereka bertiga menyadari bahwa arah pandangan wanita itu mengarah pada Sang Kepala Sipir Penjara mereka semua pun sedikit tertegun.


Dan mereka pun kini memiliki pemikiran yang sama.


"Apakah wanita itu benar-benar telah kehilangan kewarasannya? Apalagi apa yang dia katakan tadi? bukan kah itu sama artinya dia selama ini memendam nafsu birahinya karena Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao tidak mengunjunginya? Benar-benar wanita keji yang tidak tahu malu." pikir ketiganya yang masih mematung karena kejutan yang baru saja mereka dapatkan.


Akan tetapi, mereka juga segera kembali ke akal sehat mereka masing-masing. Dan seketika kedua penjaga sel tahanan itu mengalihkan pandangan pada Sang Ketua.


Jika dilihat secara sekilas memang perawakan Sang Kepala Sipir Chu Hong itu tampak mirip dengan Yang Mulia Pangeran Agung Huo Sun Yao. Terlebih lagi jika dilihat dari samping atau belakang.


"Tuan Mungkin karena postur tubuh Anda yang sebanding dengan Yang Mulia Pangeran Agung, telah membuat wanita itu hilang akal dan lepas kendali." ucap salah seorang penjaga sel.


"Benar Tuan Chu, tidakkah kau merasa hal semacam itu juga?" timpal yang lainnya.


"Cukup, Apa yang kalian bicarakan?! Apakah kalian juga sedang bermimpi sekarang?" seru Sang Kepala Sipir dengan nada kesal dan suram.


Dirinya benar-benar tidak pernah menyangka bahwa suatu saat dirinya akan dibandingkan dengan Yang Mulia Pangeran Agung.

__ADS_1


Hal itu membuatnya tampak sangat tidak puas dan sangat menyesakkan, terlebih lagi ketika mengingat kelakuan Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao yang sebenarnya adalah hal-hal memuakkan yang membuatnya sangat jijik.


Sehingga Sang Kepala Sipir pun segera ingin melangkah dan meninggalkan tempat terkutuk ini secepat mungkin. Dirinya bukanlah seorang pria yang akan dengan mudahnya tergoda oleh para gadis maupun wanita cantik.


Selama ini dirinya hanya setia pada istrinya. meski selalu ditentang oleh kedua orangtuanya dan didesak untuk menikahi gadis pilihan mereka.


Namun Tuan Chu Hong ini memilih pergi meninggalkan kediaman orang tua yang telah melahirkan dan mendidiknya demi istri dan juga anak-anak nya. Agar keluarga kecil mereka bisa hidup dengan lebih bahagia.


Dan semua itu terbukti, di usia pernikahannya dan istrinya sudah tergolong sudah lama tapi keharmonisan mereka tetap terjaga.


Jadi ketika Sang Kepala Sipir Chu Hong mendapatkan tatapan yang mendamba dari wanita tahanan itu dirinya benar-benar merasa marah dan seolah telah ternodai oleh kotoran yang menjijikkan.


"Kalian jaga wanita gila itu, Aku akan keluar dulu," ucap Sang Kepala Sipir Penjara Chu Hong dengan wajah yang sangat muram.


"Baik Tuan Chu, kami akan melakukan tugas kami dengan baik. Anda bisa percayakan kepada kami." balas kedua penjaga sel serempak


Kedua pengawal yang berdiri di sana juga segera mengiyakan. Karena mereka semua tahu bahwa reputasi dan juga kesetiaan Sang pimpinan mereka itu bahkan lebih murni dari emas asli.


Sehingga mereka juga merasa tertekan ketika melihat penampilan atasan mereka menjadi begitu buruk dan sangat suram sepeti rumah angker.


Sedangkan disisi Sang mantan Permaisuri Xiao yang melihat Tuan Chu Hong pergi begitu saja justru semakin histeris dan meronta untuk di lepaskan agar dirinya bisa mengejar sosok yang dirinya pikir adalah Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao itu


Ketika mereka berdua tiba-tiba melihat aksi memalukan yang dilakukan wanita itu yang kini tengah melepaskan ikatan pakaiannya dan menanggalkan jubah luarnya dan menjadi lebih tidak terkendali lagi ketika tiba-tiba saja seluruh pakaian yang dikenakan Nyonya Xiao Mu Wen itu kini telah ditanggalkan seluruhnya . Dan Bahakan dirinya juga masih meronta memanggil manggil nama Pangeran Agung Huo Sun Yao. Dan menawarkan dirinya sendiri untuk segera digagahi.


Kedua pengawal penjaga sel tahanan itu kini benar-benar telah memucat dan ingin segera pingsan. ketika keduanya menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri perilaku tidak senonoh dan tak bermoral dari mantan seorang wanita terhormat nomor satu di Kekaisaran Wuxi ini.


"Hao Xiang, Apa yang harus kita lakukan sekarang, rasanya aku ingin segera pingsan jika harus menghadapi hal semacam ini!" teriak penjara sel yang bernama Mao Zedong, saking frustasinya dia. Hingga dirinya tak berani membuka matanya yang telah terpejam sangat rapat.


"Kau tanya padaku, aku harus bertanya pada siapa? bukankah kau sudah berpengalaman menghadapi hal semacam ini? kenapa malah tanya padaku yang jelas-jelas masih lajang dan polos tanpa setitik ilmu pun. Apa yang bisa aku lakukan, bahkan aku lebih baik berperang di Medan perang dan mati, dibandingkan dengan mendapatkan masalah yang mengerikan semacam ini.


"Kau tahu apa? Aku juga bahkan tidak pernah berharap akan menemui kejadian yang menjijikkan dan menguras emosi ku seperti ini. Bahkan sekejam-kejamnya diri ku menghabisi nyawa musuh, aku juga tidak akan pernah mungkin memperlakukan seorang wanita seperti ini." tegas pengawal yang bernama Mao Zedong itu.


Di saat kedua penjaga sel tahanan itu sedang berdebat, seseorang dengan balutan pakaian serba hitam dalam kegelapan justru menyeringai kejam.


Melihat hasil perbuatannya pada wanita yang kini tengah berada dalam tahanan itu dirinya merasa sedikit senang.


Karena dengan begitu dirinya sangat yakin jika setelah ini wanita yang kejam yang tengah dilanda nafsu birahi itu akan kehilangan seluruh martabatnya. Dan dipermalukan oleh semua orang.

__ADS_1


"Xiao Mu Wen, Ini baru permulaan, dan belum seberapa pedih jika dibandingkan dengan yang dialami Mendiang Putri Kekaisaran kami semasa hidupnya setelah kau mengirimkan ****** sialan itu pada Sang Jenderal. Tunggu dan lihat saja, apa yang akan kamu rasakan setelah ini pasti akan jauh lebih menderita dari apa yang telah majikan ku yang telah aku anggap sebagai ibu ku sendiri harus meninggal dalam ketidakadilan. Dan karena hal itu juga lah yang membuat Nona Muda kami selalu mendapatkan penderitaan yang tak terkira semenjak dirinya dilahirkan di dunia ini, hingga Dia beranjak dewasa. Ia bahkan sampai hidup lebih mengenaskan dibandingkan dengan para pelayan. Dan kau lah sumber petaka dalam kehidupan mereka." gumam Qing Yue dengan api kemarahan yang tampak sangat jelas di matanya. Ya dia sosok Qing Yue yang merupakan pelayan setia Xi Lilian.


Ya selama ini Qing Yue berhasil menyembunyikan kekuatan dan kultivasi nya dari semua orang. Dan itu dirinya lakukan bukan atas kemauannya sendiri.


Jika tidak dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa melindungi Xi Lilian, majikan kecilnya yang bagaikan adik kandung baginya.


Karena dulu sebelum Nyonya nya Xi Yu Nian meninggal. Beliau sempat berpesan pada Bibi pelayan Hong Mei dan juga dirinya yang kala itu masih berusia 4 tahun.


Yakni mereka berdua harus menyembunyikan kekuatan mereka berdua meski apapun yang terjadi, bahkan sekalipun putrinya itu mengalami hal yang tidak di inginkan. Dan tersiksa di dalam Kediaman Jenderal.


Karena Putri Xi Yu Nian tidak ingin sampai mereka dipisahkan dari mereka berdua dan diasuh oleh orang lain yang tidak jelas.


Jika mereka ketahuan memiliki keahlian dalam berkultivasi. Dan itu tidak lah pada tingkatan yang rendah.


Karena keduanya Bibi Hong Mei dan juga Qing Yue merupakan penduduk asli alam atas. Jadi tidak mungkin jika bakat mereka biasa-biasa saja dibandingkan dengan para manusia fana ini.


Dan majikannya itu juga mengatakan bahwa mereka berdua boleh menunjukan kemampuan mereka setelah Nona Muda mereka yakni Xi Lilian telah berubah dan menjadi sosok yang lebih kuat.


Jadi semenjak Xi Lilian menunjukkan gerak-gerik yang aneh dan juga luka dan seluruh penyakit kulit Nona Muda nya itu sembuh. Sebenarnya Bibi Hong Mei dan juga Qing Yue sudah curiga, bahwa apa yang di katakan oleh mendiang Nyonya mereka sebelumnya meninggal pasti telah terjadi.


Dan seiring berjalannya waktu semua telah terbukti, Bahwa Nona Muda mereka Xi Lilian telah menjadi sosok yang sangat kuat dalam waktu yang sangat singkat.


Jadi sejak saat itu Qing Yue dan juga Bibi Hong Mei memutuskan untuk mengungkapkan semuanya pada sang majikan kecilnya itu, sesaat sebelum mereka semua diam-diam pergi meninggalkan Kediaman Jenderal Besar Shen menuju kediaman pribadi yang telah Xi Lilian miliki.


Jadi setelah saat itu pun mereka juga semakin giat berlatih dan berkultivasi secara terbuka dan tidak lagi perlu bersembunyi seperti sebelumnya.


Hingga kini berkat bantuan dari Xi Lilian mereka berdua juga telah mencapai ranah kultivasi yang sangat tinggi bagi para manusia fana.


Oleh karena itulah keberadaan Qing Yue disana sedari awal tidak diketahui oleh orang lain termasuk Sang Kepala Sipir Penjara Chu Hong yang telah pergi.


Sedangkan disisi lain Xi Lilian sedang bersama Gege nya Shen Yu Lin sedang menyaksikan menyaksikan pertunjukan yang dilakukan oleh para gadis termasuk juga Shen Sie Lie yang menampilkan sikap gadis yang berbudi luhur di Aula Makan Istana.


Seperti yang diharapkan oleh Xi Lilian, ternyata Shen Sie Lie bahkan tidak mengecewakannya sama sekali. Betapa tidak, sesuai dengan dugaan awal Xi Lilian bahwa Jiejie tercintanya itu tidak akan mungkin melewatkan sedikitpun kesempatan untuk berusaha menjatuhkan dan mempermalukannya di depan umum.


Di saat ini Sang Kaisar Huo Yu Yuan juga sudah berada di dalam Aula makan dan memulai jamuan makan siang ini. Agar Yang lain juga segera bisa makan.


Namun begitu acara makan itu baru dimulai tiba-tiba saja terdengar suara celetukan Shen Sie Lie yang memecahkan keheningan ketika semua orang hendak makan.

__ADS_1


"Selamat, Jiejie ucapkan untuk Lian'er atas perjanjian pernikahan barunya. Jiejie benar-benar tidak menyangka jika setelah putus hubungan dengan Yang Mulia Pangeran Mahkota Huo Lin Jin yang begitu berbagai dan juga terhormat. Meimei justru segera menerima pinangan dari Pangeran negeri seberang dengan putus asa bahkan tanpa persetujuan dari Ayahanda. Tidakkah adik merasa begitu tidak berbakti sekarang? Apakah begitu ketakutannya adik, karena telah diputuskan oleh Yang Mulia Pangeran Mahkota? Apa yang adik perempuan takutkan? Dengan status mu sebagai Nona Muda kediaman Jenderal tentu saja pasti ada seseorang yang akan menerima Adik kedepannya. Mengapa harus terburu-buru?" ucap Shen Sie Lie dengan sangat lembut, dan seolah menunjukan kepeduliannya pada saudarinya sambil mengangkat segelas anggur buah di tangannya berniat mengajak Xi Lilian untuk bersulang.


__ADS_2