
Dan dalam pengobatan ini Xi Lilian pun tak berani bersikap teledor sama sekali ketika menangani Shen Hu Wang. Meskipun cideranya tidak fatal seperti yang dialami oleh Gege nya. Namun tetap saja Shen Hu Wang juga mengalami cidera yang serius. Bahkan dirinya saat ini masih dalam keadaan kritis.
Meskipun pada awalnya Xi Lilian telah memberikan pil penyembuh buatannya, namun itu tidak banyak membantu dalam menyembunyikan cidera internal yang di alami oleh para sepupunya terutama kedua saudara kembar itu.
Dan pil itu hanya mampu untuk mempertahankan kehidupan mereka berdua. namun bagi keempat orang lainnya pil itu benar-benar efektif untuk menyelematkan nyawa mereka yang telah terancam bahaya.
Kini Xi Lilian pun tak lagi membuang waktu, dan segera mengobati Shen Hu Wang yang sebenarnya sudah sangat tertunda, karena Xi Lilian harus menangani saudara kembarnya terlebih dahulu.
...****************...
Di sisi lain Sang Pangeran Wang Jin Tian yang kini masih menjaga empat orang yang sedang tidak sadarkan diri itu pun, tiba-tiba dirinya merasakan sesuatu hal yang selama beberapa waktu ini mengganggu pikirannya.
Dirinya bahkan merasa sangat marah saat ini. Karena dirinya merasa jika semua masalah ini akhirnya juga akan menjadi beban yang berat bagi istrinya.
"Benar-benar makhluk yang sombong. Mereka bahkan tidak mau bersabar dan menahan diri lagi. Apakah Mereka semua sungguh tidak menganggap keberadaan diriku lagi. Atau apakah mereka merasa akan begitu mudah untuk melakukan semua hal yang mereka inginkan dengan semau mereka? Atau mungkin mereka semua menganggap jika Sang Dewi Alam Semesta sang penjaga kelangsungan hidup di seluruh alam tidak akan pernah kembali lagi? Sehingga mereka bisa merasa beres untuk menerobos keluar masuk dan membuat keonaran di Alam Fana ini?" batin Pangeran Wang Jin Tian yang merupakan perwujudan dari Sang Kaisar Dewa Mo Fei Tian itu.
"Kalau mereka benar-benar berpikir seperti itu maka jangan salahkan Kaisar ini jika akan segera mengirimkan mereka langsung ke dunia bawah dan jangan harap jika mereka akan bisa kembali lagi bereinkarnasi dan terlahir lagi di kehidupan selanjutnya. bagi seluruh klan mereka Bahkan jika itu yang tidak memiliki ambisi jahat sekalipun akan menanggung Kutukan Surgawi, dalam seluruh kehidupan mereka di masa depan." gumam Sang Kaisar Dewa yang sudah dangat geram akan ulah para ras dan juga Klan pemberontak dari Alam Atas.
Namun meskipun dirinya sangat marah, namun Mo Fei Tian juga tidak bisa bertindak sembarangan di Alam Fana ini. Jika tidak maka keseimbangan dunia akan benar-benar hancur jika harus menanggung kekuatan Sang Maha Dewa Pengendali Takdir yang begitu dahsyat tak terkira.
Apalagi, Akan sangat banyak kultivator maupun orang biasa di dunia fana ini yang akan menjadi korban dari amukannya.
Jadi saat ini Sang Pangeran Wang Jin Tian hanya bisa bersabar dan juga menunggu waktu yang tepat untuk berhadapan dengan para pembelot itu.
Namun bagaimana pun juga dirinya tidak bisa hanya berdiam diri saja. Dirinya pun segera memperingatkan kedua Gege kembarnya di dunia fana ini yang merupakan perwujudan dari orang-orang kepercayaan yang dulunya selalu menjadi orang yang mewakilinya menangani hampir semua masalah penting di Dunia Atas.
"Yu Chen dan juga kau Yu Cheng, terus lah tingkatkan kewaspadaan kalian berdua. Aku merasa bahwa para makhluk menjijikan dari Alam Atas itu kini sudah mulai bergerak. Bahkan aku juga bisa merasakan jika Mereka juga telah bergerak menuju arah Istana Kekaisaran Wuxi ini. Bersiaplah kalian dan tunggu perintah dari ku selanjutnya untuk melakukan tindakan selanjutnya," Titah Sang Kaisar Dewa pada kedua bawahannya itu melalui transmisi suara batin.
"Baik Yang Mulia," balas Yu Chen dan juga Yu Cheng secara serempak.
Setelah mengkoordinir kedua kaki tangannya itu Sang Kaisar Dewa itu juga masih tidak serta merta terus bersantai. Dirinya juga segera menugaskan Pengawal bayangan kepercayaan nya untuk segera pergi meninjau situasi di seluruh Kekaisaran terutama di Kekaisaran Wuxi ini yang kemungkinan besar akan menjadi sasaran utama para makhluk menyebalkan itu dan juga para pengikutnya.
Karena saat ini seluruh orang-orang yang penting di seluruh wilayah Kekaisaran di Daratan Nanxuang ini, saat ini tengah berkumpul di Kekaisaran Wuxi ini.
"Zhu, segera kerahkan seluruh pasukan elite mu untuk segera menyelidiki para monster itu? Cari tahu apa yang mereka inginkan dan juga yang telah mereka lakukan selama ini sedetail mungkin. Dan jangan lupakan selidiki juga keberadaaan dari Sang Matriark dari Sekte Selendang Hitam saat ini. Dan pastikan bagaimana keadaan Sang Wanita Suci itu. Karena dia masih akan berguna bagi Lian'er untuk menangani masalah yang terjadi di Sekte Selendang Hitam itu. Yang merupakan tempat dimana seluruh kekacauan itu berasal. Dan orang-orang di dalamnya yang menjadi sumber malapetaka ini bermula." batin Sang Kaisar Dewa yang ditransmisikan pada pengawal bayangan terpercaya nya, yang saat ini tengah bersembunyi di kegelapan.
"Baik, Hamba siap melaksanakan tugas Yang Mulia," balas Zhu yang segera menghilang.
__ADS_1
Setelah memastikan semua hal yang harus diurus telah terselesaikan Sang Pangeran Wang Jin Tian pun segera memastikan keadaan sekitar.
Karena dirinya tidak ingin ada hal-hal yang akan mengganggu datang ke tempat dirinya dan keempat orang yang tengah tak sadarkan diri itu berada saat ini.
Terlebih saat ini dirinya cukup malas berurusan dengan orang lain yang kemungkinan besar akan sangat merepotkan.
Oleh Karena nya dirinya segera membuat sebuah array penyegel. Yang akan membuat kawasan yang mereka huni saat ini tidak akan dapat di masuki oleh sembarangan orang atau bahkan hewan spiritual sekalipun.
Jangankan untuk memasuki kawasan tersebut. Bahkan hanya untuk sekedar menemukannya saja itu tidak akan mungkin terjadi karena Formasi Array penyegel itu akan benar-benar menutupi penglihatan semua makhluk yang berada di luar array tersebut agar tidak dapat merasakan atau melihat keadaan yang berada di dalam dan sekitar tempat tersebut.
Kini waktu telah berlalu begitu lama. Bahkan fajar beberapa saat lagi akan muncul. Dan keempat saudara sepupu Xi Lilian yang saat ini dijaga oleh Sang Pangeran Wang Jin Tian pun juga belum ada yang sadarkan diri.
Dan wajar saja mereka masih terlelap, karena Xi Lilian memang sengaja memberikan pil penyembuh dan pemulih Qi yang biasa saja pada mereka.
Meskipun pil Itu hanya pil biasa yang pemurniannya tidak menggunakan mata air surgawi sama sekali. Namun nilai guna dN juga kualitas pil itu tetap saja berkali-kali lipat level h baik dari pada pil yang dijual di toko obat pada umumnya yang banyak ditemukan hanya mencapai pil level 2.
Namun pil yang Xi Lilian gunakan dan dia berikan pada sepupunya itu merupakan pil kualitas level 6. Yang seketika dapat mempertahankan hidup mereka meski tanpa penanganan khusus untuk menyelamatkan dan menyembuhkan mereka.
Karena mereka hanya mengalami cedera luar dan cidera internal yang tidak begitu parah, apalagi fatal seperti apa yang terjadi pada kedua sepupu kembar mereka, yang telah berjuang sangat keras untuk melindungi keempat sepupu yang lain dari bahaya dan juga serangan- serangan kuat yang diluncurkan oleh Ular Spiritual berkepala tiga Sang penjaga pohon Persik Dewa atau bahkan serangan dari Shen Sie Lie yang sangat biadab itu.
Namun meskipun begitu luka mereka juga cukup serius bagi orang-orang dengan kekuatan yang relatif rendah seperti mereka.
Namun jika mereka hanya mengandalkan pil tingkat 2 itu dapat dipastikan jika mereka baru akan sadar setelah tiga bulan. Dan itu pun masih harus dilakukan perawatan yang cukup intensif. Karena khasiat dari pil tingkat dua tentu saja tidak akan sangat efektif.
Meski mereka belum benar-benar sembuh total setelah mengonsumsi pil tingkat enam yang diberikan oleh Xi Lilian.Tapi tetap saja mereka mengalami tingkat penyembuhan yang sangat pesat. Karena kemanjuran pil yang mereka konsumsi itu tidak akan begitu ajaib sepeti pil yang Xi Lilian murnikan dengan tambahan mata air surgawi.
Yang kemungkinan besar dapat menyembuhkan keadaan mereka semua dalam seketika itu juga. Dan hal itu juga lah yang menjadi pertimbangan bagi Xi Lilian dengan tidak memberikan pil istimewa itu kepada mereka.
Bukanya Xi Lilian tidak ingin mereka segera pulih atau karena Xi Lilian memiliki dendam pribadi pada mereka.
Hanya saja Xi Lilian hanya tidak ingin keajaiban itu menjadi sebuah pertanyaan yang akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Karena Xi Lilian benar-benar tidak ingin mengungkapkan kemampuannya sama sekali pada mereka semua.
Terlebih dari itu, Xi Lilian memang tidak memiliki dendam pribadi apapun terhadap para sepupunya itu.
Hanya saja mereka memang tidak memiliki hubungan yang begitu baik sedari awal. Dan Xi Lilian pun hanya menganggap mereka selayaknya orang luar biasa yang pantas dihormati dan juga dihargai jika mereka berperilaku dan juga bersikap selayaknya orang yang bermartabat.
Namun jika sebaliknya. Xi Lilian pun mungkin tidak akan pernah mau repot-repot untuk menolong dan menyelamatkan hidup mereka.
__ADS_1
Dan akan jauh lebih mudah baginya untuk membiarkan mereka semua mati di tangan Shen Sie Lie. Tanpa dirinya harus ikut campur dalam permasalahan mereka.
Namun di sisi Xi Lilian yang saat ini masih berada di dalam Ruang Dimensi Bintang waktu telah berlalu begitu cepat. Mereka di dalam sana sudah lebih dai setengah bulan.
Dan kondisi kedua orang saudara kembar itu pun sudah sangat baik. Dan kemungkinan mereka juga sudah akan segera sadar. Setelah perjuangan mereka bertahan hidup dari maut yang kehidupan mereka berdua.
Akibat kerusakan organ dalam mereka dan hancurnya jalur meridian dan juga dantian mereka yang membutuhkan waktu yang begitu lama untuk pulih dengan baik.
Sehingga selama ini Xi Lilian benar-benar memberikan pengawasan yang intensif terhadap perkembangan kondisi mereka berdua.
Sampai saat ini Xi Lilian baru benar-benar merasa lega dan membuang beban beratnya ketika dirinya mengetahui jika kedua saudara sepupu kembarnya itu sudah sangat sehat. Dan hanya menunggu mereka berdua untuk sadarkan diri.
Jadi saat ini pun Xi Lilian memutuskan untuk keluar dari ruang dimensi. Dan Dirinya juga tidak lupa untuk berpamitan pada para kontraktual nya dan juga Yiran kecil yang selama lebih dari dua minggu ini bocah kecil yang sangat menggemaskan dan juga cantik itu sangat menempel dengannya.
Bakan anak itu selalu menemani Xi Lilian melihat keadaan kedua sepupu Xi Lilian itu dan juga sesekali ikut ibundanya itu melihat tempat dimana Pamannya Shen Yu Lin yang merupakan kakak kandung dari ibundanya itu tengah berkultivasi.
Namun sayangnya saat ini dirinya harus merelakan bahwa ibunya yang sangat baik itu akan segera keluara dari ruang dimensi ini. itu benar-benar hal yang menyedihkan bagi Mo Lie Yiran yang akan sangat merindukan orang tua angkatnya itu.
Apalagi Akan membutuhkan waktu yang sangat lama bagi orang tua angkatnya itu untuk kembali menemuinya. Apalagi Ayah angkatnya yang jauh lebih lama lagi dirinya bisa berjumpa.
Namun mau bagaimana lagi. Mo Lie Yiran juga bisa memahami keadaan kedua orang tua angkatnya. Jadi dirinya juga tidak pernah rewel ketika mereka meninggalkannya.
Akhirnya setelah Xi Lilian berpamitan pada mereka semua dan juga melihat keadaan Gege nya Shen Yu Lin. Xi Lilian pun segera membawa kedua sepupu kembarnya itu keluar ruang dimensi, sebelum mereka berdua tersadar.
Dan tepat saat mereka bertiga telah kembali ke dunia luar kini hari masih gelap dan matahari juga belum memancarkan sinarnya.
"Lian'er, kau sudah kembali sayang? Apakah kau merasa lelah setelah merawat mereka selama ini? Adakah yanng kau perlukan saat ini?" tanya Sang Pangeran Wang Jin Tian yang telah menyadari jika istri tercintanya telah kembali.
Dirinya pun segera menyambutnya dan memberikan beberapa pertanyaan secara beruntun untuk mengetahui keadaan kekasih hatinya itu.
"A Tian aku baik-baik saja, hanya saja aku sangat merindukan dirimu. Tidak ada yang aku perlukan saat ini. Terima kasih kau telah bersusah payah membantu ku untuk menjaga mereka berempat selama semalaman ini." ucap Xi Lilian dengan sangat antusias ketika menjawab pertanyaan suaminya itu.
"Ahhh... benarkah kau tidak membutuhkan sesuatu apapun itu? Padahal suamimu ini sudah bersiap untuk memberikan mu pelukan hangat sepeti ini untuk mu. Apakah kau benar-benar tidak menginginkannya Permaisuri ku?" tanya Sang Pangeran Wang Jin Tian yang saat ini tengah memeluk tubuh istri mungilnya itu dengan lembut dan juga mesra.
Sedangkan Xi Lilian saat ini yang secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang sangat menyenangkan dari Sang Kaisar Dewa itu pun menjadi terdiam dan tersipu malu karenanya.
"A Tian Kau....." Xi Lilian sungguh tak mampu berkata-kata.
__ADS_1
Xi Lilian hanya terdiam dan membenamkan seluruh wajahnya yang sudah sangat memerah itu di dalam dada bidang sang suami yang sangat senang menggodanya.