Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 238


__ADS_3

"Mengapa kau harus semarah itu pada Yan'er? bukankah memang Benar apa yang dikatakan oleh Yan'er. Wang'er Kamu harus ingat, bahwa gadis itu dan juga tunangannya itu sama saja tidak berdaya. Apalagi mereka menyelamatkan kita juga menggunakan harta yang dimiliki oleh tunangannya yang seorang Pangeran. Lagi pula gadis itu juga sudah pergi meninggalkan kita sejak awal. Jadi semua ini tidak ada hubungannya lagi dengannya bukan?" Shen Fei Fei yang merasa satu pemikiran dengan Shen Zu Yan.


"Oh... jadi menurut mu demikian? Apakah kalian berdua juga berpendapat seperti mereka?" tanya Shen Hu Wang pada Shen Hao Chen dan juga Shen Yuan Li dengan nada yang tak dapat diartikan oleh mereka berempat.


"Aku tidak tahu," jawab Shen Hao Chen ragu-ragu.


"Aku rasa Itu masih belum dapat di pastikan sekarang. Jadi lebih baik kita sudahi pembahasan ini. Apalagi yang terpenting adalah kita akan segera kembali dengan mendapatkan hasil perburuan yang memuaskan sepeti ini. Mendapatkan begitu banyak hewan buruan dalam keadaan hidup merupakan sebuah keuntungan besar bagi kita kan?" ucap Shen Yuan Li yang merasa jika perdebatan itu sungguh tidak penting.


"Apakah menurutmu sungguh seperti itu?! Heh... baiklah terserah apa kata kalian, Aku harap kalian tidak akan menyesal setelah ini. Dan juga jangan harap..." ucapan Shen Hu Wang tiba-tiba terhenti oleh seseorang.


"Sudahlah Wang'er, jangan buang-buang waktu lagi. Biarkan saja mereka semua yang ingin berpikir seperti apa pun. Kita tidak bisa mengatur mereka sesuka hati kita. Dan juga, karena kami merasa jika kita semua tidak lagi dalam satu visi yang sama, jadi kami berdua akan kembali dan melakukan perjalanan terpisah. Jadi mohon kalian semua berhati-hati lah dan jaga diri kalian masing-masing. Kami berdua tidak ingin menjadi beban bagi Keluarga kedua dan ketiga lagi. Kami pamit sekarang," ucap Shen Ming Rui yang memang jauh lebih dingin dan juga tegas dari seluruh saudaranya itu.


Selain itu Shen Ming Rui juga merasa kecewa karena mereka semua masih saja meremehkan Xi Lilian. Dan itu benar-benar tidak dapat lagi di terima dan juga dimaafkan oleh Shen Ming Rui.


Sehingga setelah mengucapkan apa yang perlu dikatakan Shen Ming Rui pun segera mengajak Shen Hu Wang untuk segera bergegas meninggalkan tempat mereka berkumpul tadi dan mengambil arah yang berbeda dengan arah yang akan di tuju ke empat saudara sepupu mereka yang lainnya.


Sedangkan ke empat orang tang lainnya saat ini masih begitu tercengang dan terdiam ditempat mereka berdiri masing-masing.


Mereka berempat benar-benar tidak menyangka jika akan berakhir seperti ini. Apalagi setelah mereka kembali tersadar dalam akal sehat mereka dan akhirnya mereka pun mulai menyadari jika banyak nya hewan buruan yang tadi berada bersama mereka dan mengikuti mereka dengan sangat jinak itu saat ini benar-benar telah menghilang dan dari arah jejak yang mereka tinggalkan para hewan buruan itu dapat dipastikan jika seluruhnya pergi ke arah kedua saudara sepupu mereka menghilang.


"Gege, Apa yang terjadi. Mengapa semua hewan -hewan itu juga ikut menghilang bersama mereka? Bukankah jika seperti ini akan sia-sia saja kita memasuki tempat berbahaya seperti Hutan Sunyi ini? Tidak ada satu hal baik pun yang kuta dapatkan di tempat ini. Meskipun Mereka berdua telah membagi salah satu Buah Persik Dewa itu pada kita, tapi bukankah itu tidak berarti apa-apa bagi kita berempat. Mengapa mereka begitu serakah untuk memiliki para binatang buruan itu semuanya," cetus Shen Zu Yan yang merasa sangat dirugikan.


Dan dia juga merasa tidak terima jika mereka harus melepaskan para hewan buruannya itu pada kedua sepupu kembarnya itu begitu saja.


Apalagi kedua sepupunya itu bersikap sangat menyebalkan dan juga selalu membela gadis bodoh dan sampah itu menurutnya.


"Apa yang kau katakan Yan'er? Jangan pernah bersikap seperti itu. Lagi pula kata-kata mu itu sungguh tidak pantas. Apakah kau tidak berpikir bagaimana pengorbanan yang sudah dilakukan oleh Rui'er dan juga Wang'er untuk melindungi kita semua di sini?" tegur Shen Yuan Li pada adik perempuannya.


"Aiya... Tapi apakah kita hanya akan diam saja tanpa mendapatkan apa-apa dalam perburuan kali ini?" cetus Shen Fei Fei yang saat ini juga merasa begitu murung dan juga kesal.

__ADS_1


"Sudahlah lebih baik kita berusaha mencari jalan keluar lain dan juga siapa tahu kita juga beruntung bisa mendapatkan buruan yang lain untuk kita bawa kembali," saran Shen Hao Chen yang saat ini mencoba yang terbaik untuk menenangkan suasana yang tegang diantara mereka.


"Apa katamu? Tidak bisa, kita harus mengikuti kedua sepupu laki-laki! setidaknya kita harus meminta sebagian besar hasil buruan itu sebagai kompensasi karena mereka berniat berpisah dan meninggalkan kami melalui jalan lain," seru Shen Zu Yan yang kini sudah tidak tahan lagi untuk berdiam diri.


Dirinya merasa jika mereka semua memiliki hak lebih dari apa yang di dapat oleh kedua saudara sepupu kembarnya itu.


Apalagi jika diingat dengan jelas, status mereka berdua di dalam keluarga Besar Shen tidaklah setinggi kedudukan mereka berempat.


Karena menurutnya Ayah dari Shen Hu Wang dan juga Shen Ming Rui itu hanyalah seorang anak Selir belaka.


Selain itu selama ini Paman ke empat mereka Shen Gong Fu itu hanyalah seorang cendikiawan biasa dan seorang pengangguran yang tidak memiliki kontribusi apapun di dalam Keluarga Besar Shen milik mereka.


Namun gadis kecil itu tidak tahu, jika selama ini kediaman dan juga keluarga mereka bisa begitu aman dan juga begitu makmur seperti saat ini. Itu semua juga berkat dukungan dan juga perlindungan dari Sang Paman ke empat mereka yang baru saja dirinya anggap rendah dan hina itu.


Karena sesungguhnya identitas asli Shen Guo Feng bukanlah merupakan salah seorang keturunan Keluarga Shen. Melainkan sosok yang memiliki kemampuan dan juga identitas misterius dibalik sebuah sekte yang sangat terkenal dan juga dipandang begitu agung di seluruh Daratan Nanxuang ini. Bahkan dari pihak kelima Kekaisaran dari daratan ini tidak berani dengan begitu sembrono membuat ulah dengan Sekte yang merupakan warisan dari leluhurnya itu.


Dan bahkan seluruh usaha serta bisnis yang di kerjakan oleh Keluarga Shen cabang kedua dan juga ketiga bisa begitu berhasil dan juga berjalan lancar seperti selama ini, juga tidak lepas dari campur tangan Sang Patriark tersembunyi dari Sekte Naga Emas yang tempatnya tersembunyi. Dan tidak banyak orang yang mengetahui lokasi tepatnya dari Sekte terbesar dan terkuat tersebut.


"Cukup...! Yan'er tidak seharusnya kita bertindak begitu keterlaluan kan?" tegur Shen Yuan Li yang kini merasa bahwa adiknya itu sudah berpikir dan bersikap di luar batas.


"Gege, apa salahnya jika kita memiliki sedikit tuntutan. Bukankah sedari awal kami melakukan perjalanan ini bersama-sama? Dan kita juga sudah mengalami begitu banyak penderitaan dan juga hampir kehilangan nyawa. Karena mereka gagal melindungi kita," teriak Shen Zu Yan yang sudah kehilangan akal sehatnya.


Karena dirinya sudah dibutakan akan ambisi dalam dirinya. Sehingga gadis itu melupakan sebuah fakta bahwa jika tidak ada kedua sepupu kembarnya itu maka sudah sejak awal mereka memasuki Hutan Sunyi ini mungkin mereka kini hanya tinggal sebuah nama saja dan telah menjadi santapan ular spiritual berkepala tiga.


"Yah ku rasa apa yang dikatakan Yan'er juga tidak ada yang salah. Setidaknya kita bisa membagi hewan buruan itu dengan adil kan," timpal Shen Fei Fei yang juga merasa jika mereka tidak seharusnya kembali tanpa hasil apapun.


"Kalian...?! Apakah kalian masih tidak sadar?? Tidakkah kalian berpikir untuk lebih bersyukur dengan keadaan kita saat ini yang masih bisa hidup dan dengan bebas menghirup udara segar ini? Kita harus sadar, bahwa sejatinya kita juga tidak pernah sekalipun melakukan usaha sedikitpun untuk mendapatkan dan menaklukan hewan -hewan itu?" keluh Shen Yuan Li yang saat ini merasa tidak berdaya dan tidak pernah menyangka jika saudari nya sendiri bisa bersikap begitu picik dan tidak tahu diri seperti itu.


"Gege, mengapa kau menjadi begitu bodoh dan juga tidak masuk akal? Apakah sebenarnya Gege takut pada kedua sepupu laki-laki dari cabang keluarga keempat? Aku tidak menyangka jika Gege ku adalah seorang yang pengecut seperti ini,aku benar-benar kecewa pada mu, Gege. Kalau begitu biarkan aku dan juga saudari Fei Fei saja yang akan melakukan negosiasi dengan keturunan Paman keempat yang adalah anak Selir itu. Huhh..!!" kesal Shen Zu Yan yang saat ini sudah lepas kendali. Dan hampir segera melesat mengejar Shen Ming Rui dan juga Shen Hu Wang.

__ADS_1


"Tunggu, saudari Yan dan juga jie jie apakah kalian yakin dengan apa yang kalian katakan? Tidakkah kalian mengingat apa yang dikatakan gadis Lilian itu sebelum dirinya pergi?" tanya Shen Hao Chen yang merupakan yang termuda di sana.


"Apa yang perlu ditakutkan? Bukankah dia saja tidak berada di sini? Dan andaipun ada sekalipun, aku tidak yakin jika gadis bodoh itu bisa menghadapi dan mengalahkan diriku," ketus Shen Zu Yan


"Ya, lagi pula dari segi jumlah kita juga jauh lebih banyak dibandingkan mereka. Jadi tidak perlu ada yang ditakutkan," tambah Shen Fei Fei.


"Tidak, jiejie kau tidak boleh memandang rendah gadis itu lagi. Setidaknya jangan membuat masalah terhadap mereka. Atau jika tidak seluruh Keluarga Kekaisaran Wexia akan membuat perhitungan pada kita. Atau bahkan seluruh keluarga kita," bujuk Shen Hao Chen yang benar-benar mengetahui situasi dan juga kedudukan mereka saat ini.


"Yah, lebih baik kalian dengarkan Chen'er. Karena apa yang dikatakan oleh nya itu benar-benar bukan sebuah isapan jempol belaka," dingin Shen Yuan Li yang kini juga mulai merasa kedinginan ketika mengingat identitas Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin saat ini.


"Gege, apa yang perlu kalian takutkan? Semua ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan gadis sampah itu," teriak Shen Zu Yan yang benar-benar telah dibutakan oleh ambisinya untuk mendapatkan bintang perburuan itu dari Shen Ming Rui dan juga Shen Hu Wang.


Sehingga setelah Ia selesai mengatakan hal itu Shen Zu Yan pun segera melesat untuk mencari keberadaan kedua sepupu kembarnya itu. Dengan maksud untuk merebut kembali hewan hasil perburuan yang mereka dapatkan tadi.


"Yan'er tunggu aku," seru Shen Fei Fei yang saat ini juga segera melesat mengikuti Shen Zu Yan yang telah jauh di depan.


"Li Ge, Haruskah kita menghentikan kedua saudari? Aku takut jika apa yang dikatakan oleh Rui Ge dan juga Wang Ge, itu semuanya benar. Jika sebenarnya binatang perburuan yang dengan mudah kita taklukkan sebelum adalah berkat saudari Lilian?" ucap Shen Hao Chen yang merasa sangat tertekan akibat tindakan kedua saudari nya itu.


"Itu bukannya tidak mungkin. Apalagi jika kita lihat, bahwa kedua cincin spasial yang diberikan oleh Xi Lilian pada mereka berdua itu tampak sangat tidak biasa. Bahkan dengan samar aku bisa merasakan ada semacam aura yang begitu kuat terpencar dari kedua cincin itu. Hanya saja aku tidak yakin. Apakah itu memang benar-benar kerena cincin itu, atau karena kedua saudara sepupu sengaja menekan kekuatan mereka yang sesungguhnya dihadapan kita semua," gumam Shen Yuan Li yang kini juga merasakan hal yang tidak menentu dalam hatinya.


Hanya saja, sesaat kemudian Shen Yuan Li segera menyadari jika dirinya harus segera bertindak untuk menghentikan kedua saudari mereka yang sedang kerasukan itu.


"Chen'er, kita harus bergegas sebelum kedua saudari kita itu berbuat hal-hal yang nekat. Apalagi keadaan kedua sepupu laki-laki kita juga masih dalam masa pemulihan cidera berat yang mereka tanggung. Kita tidak bisa membiarkan hal buruk terjadi pada salah satu dari mereka," tegas Shen Yuan Li yang kini telah mendapatkan kembali akal sehatnya.


"Ya, baiklah Li Ge. Aku juga sangat khawatir jika kita terlambat menangani masalah ini. Apalagi Jiejie ku juga bukanlah orang yang sabar dan sering berbuat hal-hal yang kurang masuk akal, itu akan menjadikan saudari Zu Yan semakin terpicu oleh tindakan Jiejie ku itu," ucap Shen Hao Yan dengan tergagap ketika mengingat tingkah Shen Fei Fei yang sering kali membuatnya kelimpungan.


"Jadi tunggu apa lagi, kita harus segera menyusul mereka," ucap Shen Yuan Li yang segera melesat meninggalkan tempat itu.


Yang kemudian di ikuti oleh Shen Hao Chen dibelakangnya. Bahkan Shen Hao Chen pun mengerahkan seluruh kemampuannya untuk bisa mengejar ketertinggalannya.

__ADS_1


__ADS_2