
Dengan setiap kata yang keluar dari Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin, benar- benar berhasil menggores dalam hati mereka semua dan itu juga telah melukai mental mereka yang berada disana.
Betapa tidak, saat ini semua orang yang kini berada di dalam aula utama termasuk para pelayan pribadi yang selalu mengikuti para tuan mereka masing-masing. Mereka bisa merasakan bagaimana sakitnya perasaan dan pedihnya menjadi seseorang yang selalu ditindas.
Dan ketika semua orang itu mengingat bahwa semua orang yang ada disana, mereka juga telah ikut menindas kedua Tuan dan juga Nona muda resmi dari kediaman ini, seketika itu juga merinding. Dan rasa takut akan adanya karma balasan itu diam-diam merayap yan juga singgah di hati mereka semua.
Terkecuali beberapa orang, yakni Qing Yue dan juga kedua bawahan Shen Yu Lin yang baru, yang juga telah hadir disana setelah mereka mendapatkan kabar bahwa kedua Tuan dan Nona Muda Resmi Kediaman Jenderal telah kembali.
Bahkan saat ini Jenderal Shen Guo Feng dan kedua anak Selir nya itu juga merasakan ketakutan yang tidak berdasar. Karena sesungguhnya, jiwa dan hati nurani mereka merasakan rasa bersalah yang sangat mendalam.
Sehingga rasa takut yang mereka rasakan itu seolah selalu membayangi dan menghantui mereka dimanapun dan kapanpun tidak akan meloloskan nereka dari karma.
"Aahhh... tidak....tidakkk... ini tidak mungkin... yah, yah ini semua pasti hanya omong kosong kalian saja kan?!" teriak Shen Ming An yang tiba-tiba menjadi histeris.
Bahkan Shen Sie Lie pun saat ini juga telah gemetaran ketakutan, dan wajahnya sangat pucat seperti mayat.
"Aa...aak aku tidak, bukan aku! Aku tidak melakukannya, tidak sama sekali bukan diriku yang membuat semua rumor buruk itu menyebar dan heboh di kalangan para bangsawan dan bahkan seluruh rakyat ibukota Kekaisaran tahu mengenai rumor itu. Aku tidak salah, aku tidak salah, tidak salah....ya benar aku tidak berasalah... itu bukan salahku!" gumam Shen Sie Lie dengan gemetaran dan metasa sangat takut.
"Aku kira Tuan Muda Shen Ming An merupakan orang yang cerdas dan berwawasan luas. Tapi aku tidak mengira bahwa hal itu semua sangat jauh dari semua kenyataaannya. lagi pula bagaimana bisa kau mengatakan bahwa yang kamu katakan adalah sebuah omong kosong? Ketika hati nurani kalian yang bersalah itu bisa menilai semuanya dengan pasti, dan tahau segalanya yang telah kalian lakukan terhadap kami selama ini." ketus Shen Yu Lin dengan dingin.
"Sudah abaikan mereka Gege, lebih baik kita segera berangkat sekarang, Aku yakin jika Kakek, Nenek, Ayah, ibu dan uga Paman kedua serta Bibi kedua pasti telah lama menunggu kita," kata Xi Lilian sambil menyeret lengan Shen Yu Lin untuk segera pergi ke Istana Kekaisaran. dengan nada dan juga ekspresi yang begitu manja dan menggemaskan.
Yang membuat semua orang tercengang dan juga terpesona akan perubahan ekspresi yang begitu tiba-tiba pada Xi Lilian.
Namun mereka semua menjadi jauh lebih Santai dan juga rileks setelah semua yang terjadi barusan.
__ADS_1
Bahkan Sang Jenderal Shen Guo Feng tertegun, dan sampai sulit bereaksi ketika melihat perubahan yang mendadak pada Putri kecilnya itu.
"Lian'er.... Lin'er..." gumam Sang Jenderal Shen Guo Feng ketika sesaat Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin akan melewati ambang pintu aula.
Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin bisa mendengarkan itu dengan sangat jelas. Sehingga mereka berhenti sejenak akan tetapi mereka tidak berbalik.
"Kami Akan pergi dulu, karena keluarga kami telah menunggu. Dan tidakkah Tuan Jenderal Shen juga harus segera bergegas. Jadi maaf, kami tidak bisa menunggu kalian lebih lama lagi. Untuk urusan yang tidak penting seperti itu. Selama ini kami sudah asing lagi dengan hal-hal, seperti yang baru saja terjadi. Itu benar-benar sangat membosankan." kata Shen Yu Lin yang kemudian melenggang pergi bersama Xi Lilian.
Mendapatkan ucapan Putranya itu, kini Sang Jenderal Shen Guo Feng kembali sadar jika Ia juga harus segera bergegas untuk menghadiri acara Perayaan Festival Bunga itu.
Jadi ia juga tidak melanjutkan untuk berdebat dengan kedua anak Selir nya itu.
"Jadilah baik jika kalian ingin selamat dalam perjamuan itu. Andai saja aku mendengar satu masalah kecil saja maka bersiaplah kalian untuk menjemput kemalangan yang kalian inginkan sendiri itu," kata Jenderal Shen Guo Feng dingin pada Shen Ming An dan juga Shen Sie Lie.
Sehingga tanpa sabar mereka segera menjawab.
"Kami mengerti Ayah, terima kasih." ucap keduanya dengan kompak.
"..." Sang Jendral Besar Shen diam tak merespon mereka.
Bahkan Ia juga segera melangkah keluar untuk menyusul kedua putra dan putrinya tadi.
Dan kedua anak Selir yang ia abaikan itu juga tanpa ragu langsung bergegas mengikutinya dibelakang, tanpa mengucapakan sepatah kata pun yang mungkin akan membuat mereka akan kehilangan kesempatan emas ini lagi.
Namun di saat mereka telah sampai halaman luar Kediaman Jenderal, mereka sekali lagi bisa mendengar keributan.
__ADS_1
Dan itu membuat Sang Jenderal Shen Guo Feng mengernyitkan alisnya. Dia benar-benar tidak sabar dengan hal-hal yang telah terjadi tadi. Jadi hal apa lagi yang membuatnya harus menghabiskan kesabarannya yang hanya tersisa sedikit ini.
Sedangkan Shen Ming An dan Shen Sie Lie, yang berada di belakang ayahandanya.saat ini mereka bahkan sangat bersemangat untuk menyaksikan sebuah pertunjukan yang mereka yakini bahwa semua itu disebabkan oleh saudara tertua mereka dan gadis sampah itu.
Namun mereka tidak menyadari jika semua itu justru akan membuat mereka menjadi semakin dibenci oleh Ayahnya.
"Ada apa ini? Lin'er, Lian'er apakah terjadi sesuatu pada kalian?" tanya Sang Jenderal Shen Guo Feng pada Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian,
"Ku rasa kedua anak Selir Anda itu akan jauh lebih paham, Jadi Akan lebih baik Tuan Jenderal tanyakan langsung pada mereka, Agar tidak ada kesalahpahaman dan mereka berdua akan menyalahkan kami nantinya," jawab Shen Yu Lin dengan acuh tak acuh.
"Apa maksud dari ucapan Gege Pertama? Bagaimana mungkin kami bisa tahu, sedangkan kami juga baru saja sampai bersama dengan Ayahanda," ucap Shen Sie Lie dengan menunjukan kesedihan dan seolah ia telah dianiaya.
"Gege, Jangan mengang-mentang kamu adalah keturunan resmi Keluarga Jenderal, jadi kami bisa menindas kami sesuka hatimu," teriak Shen Ming An dengan tidak sabar.
"Hebat! Bahkan disaat seperti ini kalian bahkan bisa bermain bodoh. Tapi baiklah itu bukan masalah besar bagi kami. Toh semua kebenaran pasti akan menemukan jalannya sendiri untuk menguak sebuah kebohongan. Jadi selamat menikmati kehidupan yang penuh dengan tipu muslihat mu itu. Maka apa yang akan kalian dapatkan nantinya, Jangan pernah menyesalinya!" sinis Xi Lilian yang kini tengah menatapi betapa bagusnya upaya kedua anak Selir itu bermain peran yang menyedihkan.
"Apa maksud mu Lian'er, Apakah Jiejie telah membuat kesalahan kepada mu? Kalau memang benar seperti itu, maka Jiejie sungguh meminta maaf pada mu," ucap Shen Sie Lie masih mempertahankan perannya sebagai anak selir yang ditindas oleh Putri resmi.
"...." Xi Lilian hanya diam saja, dan justru malah memutar matanya dengan malas.
Dan itu membuat Shen Sie Lie dan Shen Ming An sangat marah. Namun apa boleh buat mereka harus menahannya.
Sedangkan Sang Jenderal Shen Guo Feng saat ini yakin jika ada sesuatu yang tidak beres, sehingga Ia langsung menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi disana pada Qing Yue yang sedari tadi mengikuti sang majikan.
"Kau Qing Yue? Ceritakan semua yang telah terjadi," pinta Sang Jenderal Shen.
__ADS_1