Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 224


__ADS_3

"Jadi bisakah kau melepaskan segel yang ada pada tubuhku itu?" tanya Sang jiwa Naga Laut dengan penuh harap dan juga penantian.


"Emm.... Akan aku lakukan." timpal Shen Yu Lin.


"Baiklah, terima kasih. Terima kasih banyak, Tuan. Aku akan setia dan mengabdikan seluruh hidup ku untuk dirimu selaman sisa hidupku ini Tuan," seru Sang Jiwa Naga Laut dengan sangat antusias dan penuh kegembiraan.


Karena sebentar lagi dirinya akan segera bebas, dan juga bisa menikmati bagaimana indahnya kehidupan di dunia luar dengam tubuh sejatinya.


Bahkan Sang Jiwa Naga Laut itu bisa membayangkan betapa bahagianya dirinya ketika dirinya bisa segera memulihkan kekuatannya dan segera membalaskan dendamnya pada seseorang yang berasal dari Klan penyihir dari Alam Atas. Yang sudah berani mengusik kehidupan seluruh Klan Naga Laut miliknya, dan bahkan telah membunuh Adik kesayangannya.


Shen Yu Lin yang telah menyetujui untuk membebaskan Sang Naga Laut yang telah lama tersegel itu pun segera mempersiapkan dirinya.


Dan setelah itu Shen Yu Lin pun dengan segera kembali memperkuat array perlindungan yang sedari awal telah dirinya buat.


Barulah kemudian Shen Yu Lin juga kembali mengeluarkan aura garis darah keturunan nya yang lebih pekat dari yang semula dirinya tunjukan pada Sang jiwa Naga Laut.


Setelah itu dirinya juga mengucapkan mantra yang saat ini tertulis pada segel yang terdapat pada tubuh dan juga kepala Sang Naga Laut itu sebanyak tujuh kali, barulah setelah itu Shen Yu Lin segera mengerahkan kekuatannya untuk memeras esensi darah Klan Xin nya yang paling murni dan meneteskan nya di atas kepala Naga Laut, sambil terus memfokuskan kekuatan pengendali segel dan rune yang memang menjadi kemampuan khusus Shen Yu Lin selain pendengar yang sangat tajam.


Oleh karena itu lah, bahwa kekuatan khusus yang dimiliki oleh Shen Yu Lin karena Shen Yu Lin juga metupakan keturunan istimewa yang dapat menjadi generasi Sang Pelindung para penjaga dimensi seperti kakek buyutnya dan juga sepupunya Xin Mu Ren.


Dan itu sangat bertentangan dengan kekuatan dari Sang Naga Laut yang memiliki kemampuan khusus untuk pengendali ilusi dan juga jiwa seseorang.


Sehingga hal ini juga yang membuat Shen Yu Lin sempat ragu untuk bisa mengendalikan juga memenangkan kepercayaan dari Sang Naga Laut itu sendiri.


Namun dengan bersatunya mereka maka kekuatan dan juga kemampuan khusus dari masing-masing dari mereka akan sangat meningkat dengan pesat.


Bahkan tak ayal jika hal itu terjadi, maka kekuatan mereka justru akan saling terkombinasi sehingga dapat menciptakan kemampuan yang baru yang jauh lebih kuat yang belum pernah ada sebelumnya.


Di saat Shen Yu Lin yang tengah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan segelbyang tertanam pada tubuh Sang Naga Laut itu, dengan kekyatannya yang saat ini masih sangat jauh dibawah seseorang irang yang telah menyegel Naga Laut itu.


Di sisi Xi Lilian berada saat ini justru terjadi hal yang sebaliknya.


Meskipun jika dilihat secara sekilas dapat dipastikan bahwa saat ini kedua Xi Lilian dan juga Pangeran Wang Jin Tian yang merupakan Pangeran Kedua dari Kekaisaran Li itu saat ini tengah di sergap oleh kawanan pembunuh.


Namun jika dilihat lagi dengan saksama, maka dapat diliha jika kedua orang yakni Xi Lilian dan juga Sang Pangeran Wang Jin Tian itu kini tengah bermain- main dan juga menggoda para pembunuh bayaran yang berjumlah 7 orang.


"Yoh, apakah kalian semua datang hanya untuk bermain dan bercanda dengan kami berdua saja? Ayolah lebih serius sedikit. Atau majikan kalian akan sangat marah dengan kalian semua saat kalian kembali nanti," terang Sang Pangeran Kedua Wang Jin Tian dengan sikapnya yang sembrono dan juga ceplas-ceplos.


" Huhh... kurang Ajar. Siapa yang sedang mengajak kalian berdua bermain. Dasar pecundang dan juga pemborosan," teriak salah seorang pembunuh bayaran yang sudah merasa sangat frustasi, karena semenjak tadi mereka bahkan belum berhasil sama sekali, bahkan melukai atau mengoyak ujung pakaian kedua targetnya saja tidak bisa mereka bertujuh lakukan.

__ADS_1


"Hehh...bukankah mereka semua terlalu meremehkan kita saja? Bahkan itu terlihat sangat jelas dengan hadirnya ketujuh pembunuh berkekuatan rendah ini." tukas Xi Lilian yang merasa sabgat diremehkan dan dipandang sangat rendah.


"Kalian berdua bisa bicara sesuka hati kalian saat ini. Mungkin kalian masih saja beruntung karena masih bisa menghindari seranfan dari kami. Tapu percaya atau tidak jika sebentar lagi nyawa kalian itu akan segera menghilang di tangan kami," teriak pembunuh yang lainnya yang juga merasa sangat kesal karena telah dipermainkan oleh kedua orang yang tidak memiliki tingkat kultivasi.


"Ya, setelah kalian kelelahan dan juga kehabisan tenaga, maka akan dengan mudahnya bagi kami untuk memenggal kepala kalian yang tak ada otaknya itu," geram pembunuh bayaran yang lainnya yang juga semakin kehilangan kesabaranan karena melihat Kedua targetnya itu begitu lincah dalam menghindari serangan mereka.


Bahkan sampai mereka semua tidak menyadari jika sudah begitu lama mereka semua melancarkan berbagai serangan dan juga jurus-jurus terkuat mereka.


Akan tetapi tidak dapat mengenai kedua orang yang mereka anggap sebagai seorang sampah dan juga pemborosan itu.


Bahkan mereka semua masih begitu belagak dan juga sombong, seolah mereka bertujuh lah yang menguasai keadaan dan juga akan memenangkan pertempuran itu.


Namun tak ada satupun dari mereka yang menyadari akan bahaya yang sebenarnya akan segera mereka semua hadapi.


Terlebih lagi, saat ini mereka semua tengah berada di kawasan terdalam dari Hutan Sunyi. Yang tentu saja akan sangan banyak hewan spiritual maupun tanaman spiritual tingkat tinggi yang mampu memangsa merwka dengan sangat mudah.


Tak jarang mereka, para pembunuh bayaran itu menyepelekan dan bahkan menganggap remeh Hutan sunyi ini yang sering dikatakan bahwa memiliki bahaya yang sangat tinggi, sehingga dapat mengancam nyawa siapapun yang memasukinya.


Namun Karena mereka semua merasa tidak pernah sekalipun mendapatkan rintangan yang berarti dan menyulitkannya itu benar-benar membuat mereka melonggarkan atau bahkan mengabaikan kewaspadaan terhadap sekitar mereka.


Hal itu bisa terjadi tentu saja disebabkan oleh campur tangan kedua orang yang sedari awal perburuan dimulai telah mereka incar.


Hanya saja ketujuh pembunuh bayaran tersebut tidak cukup peka dan pintar untuk mrnilai situasi yang sedang mereka hadapai.


Bahkan masih dengan percaya dirinya mereka mengatakan bahwa mereka akan segera memenggal Xi Lilian dan juga Pangeran Wang Jin Tian. Sungguh tidak mengenali kemampuan mereka sendiri.


"Haih, kalian ini mengapa harus menunggu kami kelelahan baru akan memotong kepala kami? Apakah kalian semua selemah itu?" tetiak Pangeran Wang Jin Tian dengan espresi yang menyebalkan bGi para pembunuh bayaran itu.


"Aiya, A Tian jangan berkata seperti itu. kasihani lah mereka semua. Mereka telah berusaha sangat keras untuk bisa mvunuh kita dengan serangan-serangan yang mereka luncurkan selama hampir dua batang dupa. Dan lihatlah peluh yang telah membanjiri pakaian mereka, itu sudah cukup membuktikan jika mereka semua sudah sangat bekerja keras untuk menghadapi kita. Apakah kita masih akan membuat mereka semua kelelahan seperti ini?" seru Xi Lilian dengan nada yang tampak sangat mengasihani para pembunuh bayaran itu.


"Haahhhh.... apa yang kau ucapkan memang benar Lian'er. Kita tidak seharusnya membuat mereka semua begitu lama bermain-main bersama. Mungkin akan lebuh baik jika kita mengalah dan membiarkan mereka untuk segera berhadapan dengan musuh yang seaungguhnya. Bukan kah itu sangat adil bagi mereka semua? Jadi mereka tidak akan merasa direndahkan dengan hanya menghadapi kita para pecundang dan pemborosan ini," sahut Wang Jin Tian dengan sangat santai.


"Baiklah, sudah diputuskan. Semua seauai dengan apa yang baru saja kau katakan," ucap Xi Lilian dengan sangat antusias.


Mendengar interaksi antara kedua target mereka, para pembunuh bayaran itu merasa sedikit bingung.


Mereka sama sekali tidak bisa memahami apa makna dari kata-kata Xi Lilian dan juga Sang Pangeran Wang Jin Tian.


Terlebih ketika para pembunuh bayaran itu mendengar bahwa mereka harus melawan musuh yang seharusnya itu benar-benar membuat mereka berpikir keras. Untuk bisa memahami arti dari ungapan tersebut.

__ADS_1


Dan hal tersebut membuat ketujuh pembunuh bayaran itu merasakan firasat buruk mengenai apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya.


"Hai apa maksud...." belum selesai salah satu pembunuh bayaran itu bertanya tiba-tiba/saja mereka semua menyadari bahwa kedua target mereka telah menghilang entah kemana.


Namun tiba-tiba saja dari segala arah terdapat beberapa sosok yang tampak begitu buas dan liar menerjang kearah mereka semua.


Dan tanpa aba-aba beberapa binatang spiritual penghuni kawasan tersebut kini mulai menyerang dan juga menerkam para pembunuh bayaran itu sebagai mangsa mereka.


Dan hal selanjutnya yang mereka para pembunuh bayaran itu rasakan hanyalah rasa keputusasaan san juga penyesalan yang mendalam karen telah menerima misi kali ini.


Selain itu mereka semua baru menyadari bahwa selama ini mereka bisa terhindar dari para binatang spiritual ini dikarenakan keberadaan kedua orang yang mereka targetkan pada misi kali ini.


"Kakak Pertama tolong selamatkan Aku, kera hitam ini begitu ganas dan juga sangat kuat. Bahkan kulitnya juga begitu keras, bahkan pedang ku sudah dibuat patah olehnya." teriak salah seorang pembunuh bayaran itu yang saat ini sangat ketakutan setengah mati dengan apa yang dirinya hadapi.


"Aaarrrgghh......Kurang ajar!!! Apa kau buta hah...!! Lihatlah bahkan keadaan ku lebih menyedihkan dari siapapun. Bahkan Beruang yang ada dihadapanku ini telah benar-benar membuat seluruh tulang-tulangku patah. Tidak ada yang bisa ku lakukan. Akan lebih baik aku segera mati dari pada harus merasakn penderitaan yang lebih lama lagi." teriak Sang Pemimpin pembunuh bayaran itu dengan sangat tragis, karena menahan rasa sakit yang teramat sangat.


"Aku juga berpikir sama dengan Kakak Pertama, Bahkan saat ini aku sangat menyesal telah menerima misi kali ini. Sekarang aku sadar jika mereka berdua bukanlah tandingan kita. Bahkan entah seberapa tinggu kemampuan mereka sehingga merek bahkan bisa membuat para binatang buas ini menghindari mereka sedari awal mereka memasuki kawasan terlarang dari Hutan sunyi ini. Namun karena kita terlalu bodoh dan naif sehingga kita bahkan berabggapan bahwa Hutan Sunyi ini bahkan sangat mudah untuk kita lewati. Tanpa curiga sedikitpun dengan keanehan yang sudah muncul dan dapat kuta rasakan sejak awal," gumam salah seorang pembunuh bayaran yang masih memiluki keberuntungan karena dirinya dapat menciptakan sebuah arrai perlindungan Meskipun itu tingkat rendah.


Namun tetap saja dengan Arrai yang dirinya ciptakan itu dapat sedikit mengulur waktu agar dirinya bisa terbebas dari serangan para binatang buas yang mengelilingi meteka semua.


Dan beberapa saat kemudian, kini tampak bahwa arrai yang pembunuh bayaran itu ciptakan sudah mulai retak dan nyaris hancur dakibat serangan yang diluncurkan oleh para binatang spiritual yang sudah bererumun disana.


Hingga tanpa terasa semua perlawanan yang dilakukan oleh para pembunuh bayaran itu hanya sia-sia saja. Yang mana Akhirnya mereka semua pun segera tewas oleh para binatang spiritual itu. Bahkan tanpa menyisakan daging dan tulang sama sekali.


Sedangkan Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian sudah sejak lama kembali di sekitaran Danau Sunyi. Mereka merasa jika tidak lama lagi Shen Yu Lin akan segera kembali dari misinya untuk menakhlukan Sang Naga Laut.


Dan tepat seperti perkiraan keduanya. Saat ini tampak sebuah pergerakan yang menimbulkan gejolak dan juga pusaranan terhadap pernukaan Air Danau Sunyi yang tenang itu.


Yang sesaat kemudian terdengar sebuah ledakanyang memekakkan telinga, bahkan suara itu bergema hingga keluar dari dalam hutan sunyi itu.


Begitu dahsyatnya ledakan itu, yang mengakibatkan suranya dapat terdengar oleh orang-orang dan para anggota Kekuarga Kekaisaran yang berada di perkemahan pada kawasan tanah lapang yang berada di dekat pintu portal Hutan Sunyi.


Dan Mereka pun menjadi gempar oleh karena suara yang memekakkan telinga tersebut. Bahkan tidak sedikit dari mereka beranggapan bawah hal itu merupakan pertanda buruk dan juga kemalangan yang telah dialami oleh seseorang. yang membuat mereka semua cemas akan sanak saudara dan juga anggota keluarga mereka masing-masing yang mengikuti acara perburuan itu.


Sedangkan di tempat dimana Xi Lilian dan juga Wang Jin Tian berada saat ini mereka berdua dapat menyaksikan bahwa terdapat banyak sekali makhluk air yang berterbangan ke arah mereka.


Tidak hanya ada ikan yang sanagt besar, namun juga ada kepiting, udang dan bahkan tiram yang sangat besar yang bagai kan hujan dan jatuh di hadapan mereka berdua.


Melihat hal itu pun Xi Lilian labgsung mengerti jika Gege kesayangan nya itu saat ini tengah memenuhi janjinya, yang akan membawakannya banyak ikan besar untuk dijadikan hidangan mereka nantinya.

__ADS_1


Namun Xi Lilian tak pernah mengira jika Gege nya akan mengirimkan begitu banyak ikan spiritual dan juga binatang spiritual air lainnya untuk dijadikan hidangan.


__ADS_2