Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 208


__ADS_3

Saat Feng Nana hendak mengabaikan panggilan itu, dan hendak melanjutkan langkah kakinya. Feng Nana kini baru menyadari bahwa sosok berwibawa yang baru saja memanggilnya kini telah berdiri tegak di hadapannya, sambil menatapnya dengan tatapan mata yang sangat rumit dan tidak bisa diartikan oleh Feng Nana.


"Hormat Yang Mulia Pangeran Kedua, Apakah Ada hal yang ingin Yang Mulia Pangeran sampaikan pada saya? Dan mengapa Anda bisa tahu nama marga saya?" tanya Feng Nana tanpa ada rasa rendah diri sedikitpun.


Karena menurutnya dan sesuai dengan ajaran Xi Lilian, Bahwa mereka tidak akan tunduk pada seseorang hanya karena sebuah status dan jabatan tertentu saja.


Melainkan jika itu terhadap orang-orang yang memang layak untuk mereka hormati seperti halnya seorang guru, orang tua dan juga orang-orang yang pantas saja.


Jadi saat ini Feng Nana pun menyapa Sang Pangeran Kedua dengan lantang dan percaya diri. Namun meskipun begitu Feng Nana tetap menunjukan sikap yang sopan dan tampak sangat menghargai orang lain, tanpa ada niat provokasi atau yang lainnya, yang akan membuat Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi merasa tersinggung sama sekali.


Yang justru karena hal itu lah yang membuat Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi kini semakin respek dan menilai Feng Nana dengan sangat baik, tidak seperti para Nona Muda dan kebanyakan, orang lainnya yang akan bersikap berlebihan dan mencoba menyanjung serta menjilat dirinya pada setiap kali kesempatan saat bertemu dengannya.


"Apakah Nona Muda, benar bernama Lin Mei Li, Putri dari Wakil Komandan pasukan perbatasan Lin Su Jin dan adik dari Lin Yan Ji dari Kota Perbatasan Chang'an?" tanya Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang justru balik bertanya kepada Feng Nana.


Hal itu Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi tanyakan karena Ia bisa melihat bahwa sorot mata dan juga fitur wajah yang hampir mirip dengan seseorang yang sangat dirinya kenal selama ini. Hanya saja dirinya sedikit tidak yakin pada awalnya. Karena bagaimanapun gadis yang berada dihadapannya saat ini memiliki sikap dan juga perangai yang sangat berbeda dari apa yang dirinya dengar dari cerita Kakak seperguruannya.


Sedangkan Feng Nana yang kembali mendengar beberapa pertanyaan yang benar mengenai dirinya, Ia benar-benar tidak menyangka. Dan seketika menegang sambil menatap mata Sang Pangeran Kedua secara langsung? Dengan sorot mata yang menyiratkan pertanyaan besar bagaimana bisa Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi bisa mengetahui itu semua?


"Anda...." belum sempat Feng Nana mengucapakan kalimatnya kini telah didahului oleh Sang Pangeran Kedua.


"Kalau melihat dari reaksi Nona, saya kira semua tebakan saya benar adanya. Karena memang Anda adalah orang yang saya cari selama ini jadi saya mohon agar Nona Muda Lin bersedia meluangkan sedikit waktu, karena ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan pada Anda, Mengenai Anda dan keluarga Anda." kata Sang Pangeran Kedua yang berusaha ramah, meskipun dengan nada yang terdengar sangat datar sesuai dengan kebiasaannya yang menyendiri dan dingin itu.


Dan selain itu Sang Pangeran Kedua bahkan berbicara tanpa menunjukan sebuah status atau jabatannya sebagai seorang Pangeran Kekaisaran sekaligus seorang Menteri Pengadilan.


Feng Nana yang mendengar hal itu menyangkut keluarganya, Ia pun segera menyetujui ajakan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi.


Namun meskipun demikian Feng Nana tetap saja selalu waspada dan juga tidak lengah sedikitpun.


"Baiklah Yang Mulia," ucap Feng Nana sambil menganggukkan kepalanya.


"Baguslah, Mari silakan Nona Lin ikuti saya," ucap Sang Pangeran Kedua ketika dirinya telah mendapatkan persetujuan dari Feng Nana.


Namun sebelum pergi Feng Nana tidak lupa untuk memberikan kabar pada Xi Lilian dan anggota Black Star Mafia yang lainnya, jika saat ini dirinya belum bisa kembali, karena ada hal-hal yang harus dirinya tangani secara pribadi.

__ADS_1


Bahkan Feng Nana juga menjelaskan secara khusus pada Xi Lilian bahwa dirinya baru saja mendapatkan sedikit informasi mengenai keluarganya dari Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi dan saat ini dirinya inggin mengetahui semua yang Sang Pangeran Kedua itu ketahui.


Dan Xi Lilian pun tak mempermasalahkannya. karena itu menyangkut privasi Feng Nana, jadi Xi Lilian tetap akan memberikan kebebasan.


Selain itu Xi Lilian juga akan berusaha membantu Feng Nana, jika itu memang dibutuhkan.


Setelah memastikan ia telah mendapatkan izin dari Xi Lilian, kini Feng Nana pun segera mengikuti kemana arah tujuan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi pergi.


Ketika telah sampai di sebuah ruang pribadi yang Feng Nana yakini bahwa itu merupakan ruangan yang memang dikhususkan untuk Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi ini dari seluruh ruangan eklusif dari rumah makan yang sangat terkenal di Ibukota Kekaisaran Wuxi saat ini, Yang mana itu juga merupakan salah satu aset kekayaan yang dimiliki Xi Lilian, yang dikelola oleh Black Star Mafia yang terpisah, dan tidak ada seorang pun yang tidak bahwa itu juga merupakan milik anggota Black Star Mafia.


Xi Lilian sengaja melakukan hal ini, karena dia tahu bahwa tidak mungkin semua orang akan begitu bodoh sehingga mereka akan memasuki tempat yang mereka ketahui bahwa mereka tidak akan dapat menjaga rahasia mereka dari kelompok tertentu.


Namun dengan adanya manejemen yang terpisah dan tidak menggunakan latar belakang ataupun atas nama Black Star Mafia. Itu akan membuat orang-orang menjadi lebih merasa leluasa dan aman dalam melakukan transaksi ataupun melakukan pembahasan yang sangat rahasia.


Apalagi dengan fasilitas dan juga layanan yang juga sangat bagus, dan tidak kalah dengan restoran terkemuka yang dibawah tangan anggota Black Star Mafia yang memang sangat populer akan standar masakan dan juga pelayanan serta fasilitas yang unik dan terkesan baru bagi seluruh kalangan yang sebelumnya belum pernah ada.


"Silahkan duduk Nona Lin," ucap Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi dengan sopan meskipun terkesan datar.


"Terima kasih Yang Mulia, Jadi apa yang Yang Mulia ketahui dan ingin Anda bicarakan mengenai keluarganya saya?" tanya Feng Nana yang tidak mau basa-basi sama sekali.


Karena Pada dasarnya Feng Nana memang terlalu cuek dan tidak ingin memperhatikan dan terlibat kontak lebih jauh dengan Sang Pangeran Kedua dari negeri Wuxi ini.


"Sebelum kita mulai membahas hal itu lebih baik kita memesan menu terlebih dahulu. karena Pembahasan ini akan cukup panjang jadi akan memakan waktu untuk beberapa lama." Ucap Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi pada Feng Nana.


Dan kemudian Sang Pangeran Kedua juga segera memanggil pelayan yang telah berdiri di depan pintu ruangan itu. Dan segera memesan beberapa menu kesukaannya di restoran ini.


"Tolong sediakan beberapa menu yang bisanya Benwang pesan dan jangan lupa tehnya. Dan Nona Lin Anda ingin memesan apa?" ucap Sang Pangeran Kedua pada pelayan restoran yang kemudian alih bertanya kepada Feng Nana.


"Saya cukup satu menit favorit di sini saja," balas Feng Nana yang berusaha menghargai ramah tamah Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi.


"Baiklah Yang Mulia Pangeran dan Nona Muda, hamba undur diri pesanan anda akan tiba beberapa saat kemudian, Mohon ditunggu." ucap Sang pelayanan itu kemudian segera pergi menyiapkan pesanan mereka.


Dan kemudian di dalam ruangan tersebut menjadi hening seketika. Karena tidak ada pembahasan yang terjadi diantara mereka berdua, karena saat ini mereka telah larut dalam pikirannya masing-masing.

__ADS_1


Terutama Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang kini benar-benar bingung harus menjelaskan dari mana mengenai keluarga Lin pada gadis muda dihadapannya saat ini.


Karena dirinya menyadari dan bahkan baru saja melihat bagaimana ganasnya gadis ini ketika dirinya melampiaskan kesedihan atas apa yang terjadi pada adik perempuannya. Lalu bagaimana jika Lin Mei Li mengetahui kebenaran yang terjadi pada keluarganya, Ayah, ibu dan juga kakak laki laki satu-satunya yang sebenarnya meninggal karena dijebak oleh orang dalam peperangan kala itu.


"Akankah gadis ini mampu menerima semua kenyataan pahit ini? Tapi bagaimanapun juga dirinya berhak tahu segala kebenaran walaupun itu memang sangat menyakitkan baginya," pikir Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi dalam benaknya yang sangat bersimpati pada nasib hidup yang dialami oleh Feng Nana yang sangat tragis.


Namun apa yang tidak diketahui oles Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi adalah. Lin Mei Li atau yang lebih dikenal sebagai Feng Nana sudah bukan seperti gadis lugu dan naif seperti yang dulu lagi. Melainkan ia adalah salah seorang Mafioso tangguh dan cakap yang menjadi salah satu andalan Xi Lilian dalam menjalankan misi-misi yang berbahaya.


Jadi Feng Nana tidak mungkin selemah itu, ketika ia dihadapkan dengan masalah yang sulit sekalipun. Selain itu dirinya juga memiliki sebuah dukungan yang begitu besar dari Black Star Mafia dan terutama Xi Lilian sendiri, sebagai seorang yang telah melatih dan juga menjadikannya sehebat saat ini.


Setelah beberapa lama akhirnya pelayan pun kembali bersama dua teman lainnya untuk menyajikan pesanan mereka berdua. Begitu selesai, mereka pun segera pergi.


"Selamat menikmati hidangan dari kami Yang Mulia Pangeran Kedua dan juga Nona," ucap salah satu pelayan.


Baru setelah para pelayan benar-benar meninggalkan ruangan akhirnya Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi pun mulai buka suara.


"Silahkan Nona Lin, jangan terlalu sungkan terhadap Benwang. Kemudian kita bisa mulai pembahasan setelah selesai makan," kata Sang Pangeran Kedua dengan tulus.


Feng Nana yang merasa bahwa Sang Pangeran Kedua ini tidak memiliki niat yang buruk maka Ia pun menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih Yang Mulia Pangeran," balas Feng Nana singkat.


Dan setelah menyaksikan bahwa Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi telah memulai untuk menyantap hidangannya, Feng Nana pun segera mengikuti untuk menyantap makanan yang ada di hadapannya dengan sangat anggun yang selayaknya seorang putri bangsawan.


Selain itu Feng Nana juga tidak berpura-pura ataupun menjaga images dihadapan Sang Pangeran Kedua. Ia benar-benar makan seperti biasanya dan tanpa dibuat-buat seperti para gadis kebanyakan yang hanya ingin mencari perhatian orang yang mereka sanjung.


Hanya saja sikapnya yang terlalu abai terhadap sebuah perasaan terhadap lawan jenis. Itu membuat Feng Nana gagal untuk mendeteksi ataupun merasakan gejolak membara dalam hati Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi untuk dapat menaklukan dan memiliki hati dan cintanya.


Hingga ketika disaat mereka berdua telah selesai makan. Kini tanpa basa-basi lagi Feng Nana atau yang dikenal sebagai Lin Mei Li oleh Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi itu segera mengutarakan pertanyaannya mengenai keluarganya pada kala itu terhadap orang yang saat ini berada tepat di depannya.


"Yang Mulia Pangeran Kedua, bisakah saat ini Anda menjelaskan semuanya. Bagaimana Anda bisa mengetahui identitas Saya dan juga apa yang Yang Mulia ketahui mengenai keluarga ku?" tanya Feng Nana dengan sangat jelas dan lugas.


"Hahhhh... baiklah Nona Lin. Aku dan juga Tuan Muda Lin Yan Ji merupakan saudara seperguruan di Akademi Daratan Misteri. Bahkan kami juga merupakan murid dari satu Guru yang sama. Oleh karena itu kami bahkan memiliki hubungan yang sangat akrab bagaikan kakak beradik sejati. Bahkan Tuan Muda Lin Yan Ji adalah salah satu orang sangat aku hormati dan aku juga menganggapnya sebagai saudara laki-laki tertua ku sendiri. Sehingga di antara kami tidak memiliki satu rahasia pun. Dia selalu menceritakan bagaimana kehidupan keluarga kalian dan juga masalah apapun yang ia hadapi. Aku pun juga begitu terhadapnya. Namun ketika itu, tiba-tiba saja terjadi situasi genting di area perbatasan Utara yang dijaga oleh Ayah Anda dan juga pasukan yang di pimpin oleh Jenderal Hau Jin Hong San. Dan karena situasi disana sangat tidak terkendali dan para rakyat juga menjadi sandera oleh para pasukan musuh yang dibantu oleh seorang penghianat. Itu yang membuat Ayah mu Panglima Lin Su Jin terpaksa mengirim surat kepada Yan Ji Ge mengenai situasi yang sangat rumit disana, dan memintanya agar Gege mu itu segera bergegas dan menjemput kau dan juga adik mu untuk bersembunyi di tempat yang aman. Dan tepat saat itu juga Aku juga mendapatkan informasi dan juga surat dari Istana Kekaisaran yang mengharuskan ku untuk kembali. Dan sebab itulah kami terpaksa harus berpisah. Jika tidak, maka aku pun akan segera bergegas mengikuti Yan Ji Ge menuju perbatasan Utara. Namun sayangnya aku juga memiliki kepentingan sendiri yang sangat mendesak waktu itu. Yang memang mengharuskan ku untuk kembali." ucap Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang kemudian berhenti sesaat.

__ADS_1


Dan setelah itu Sang Pangeran Kedua juga segera melanjutkan ceritanya. terlebih hal apa yang terjadi selanjutnya pada Sang Kakak seperguruannya itu, yang tidak lain juga merupakan Gege kandung dari Lin Mei Li gadis cantik yang kini berada di hadapannya.


__ADS_2