Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 210


__ADS_3

Dan benar saja apa yang Feng Nana pikirkan. Saat ini Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi sangat memperhatikan Feng Nana ketika dirinya menyimpan kotak kecil itu.


Dan kemudian kembali memperhatikan Feng Nana yang kini beralih pada benda yang menjadi barang bukti yang telah ditemukan oleh Lin Yan Ji.


Dan ketika Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi hendak menjelaskan sedikit mengenai apa yang sebenarnya terdapat pada liontin giok itu, Justru dirinya lah yang dibuat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Feng Nana yang tampak fokus dengan barang-barang yang ada di hadapannya.


"Benar-benar serigala berbulu domba, beraninya dia meracuni keluarga ku." ucap Feng Nana sambil memainkan liontin giok yang saat ini ada di tangannya. Dan ia pun segera membuka liontin giok itu yang tanpa disadari oleh siapapun jika didalam liontin giok itu terdapat sebuah celah yang telah di isi dengan racun yang mematikan yang hanya dengan menghirup udara yang bercampur aroma racun itu.


Sesaat kemudian Feng Nana segera mengeluarkan sebuah pil penawar segala racun yang memang dimiliki oleh seluruh anggota Black Star Mafia. Dan segera menyerahkan sebutir bagi Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang ia yakini kini juga telah terpapar oleh racun tersebut.


"Yang Mulia Pangeran Kedua, segeralah serap pil penawar racun ini, jika tidak begitu anda keluar dari ruangan ini maka semua itu akan menjadi sangat terlambat!" ucap Feng Nana dengan nada datar.


Karena saat ini Feng Nana tengah berusaha sekuat mungkin untuk menahan amarah dan rasa dingin yang menyelimuti hatinya ketika dirinya baru mengetahui kebenaran dari segala hal buruk yang Talah menimpa dirinya dan juga seluruh keluarganya.


Dan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi pun bisa memahaminya. Oleh karena itu dirinya segera mengambil pil penawar racun itu dari tangan gadis itu. Dan tanpa memberikan respon apapun, Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi pun segera menelan pil itu begitu saja


Feng Nana pun segera menelan pil yang sama dengan apa yang dirinya berikan kepada Sang Pangeran Kedua. Meskipun dirinya tidak terlalu membutuhkannya. Karena selama ini dirinya dan juga seluruh anggota Black Star Mafia telah memasuki fase kebal terhadap beberapa racun dengan kualitas rendah seperti yang ada ditangannya saat ini.


Semua itu bisa terjadi karena selain basis kultivasinya yang sudah cukup tinggi. Tapi juga berkat ramuan ajaib yang selalu Xi Lilian berikan pada mereka selama ini. Yang salah satu manfaatnya adalah untuk menetralisir segala jenis racun. Dan itu sebenarnya adalah Air surgawi yang Xi Lilian secara sembunyi ia campurkan dalam ramuan suplemen yang selalu Xi Lilian sediakan untuk para anggota Black Star Mafia.


Melihat gadis Yang ada dihadapannya ini bisa dengan mudahnya mengeluarkan pil yang begitu langka itu membuat Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi bertanya-tanya dalam hatinya. Mengenai keberadaannya dan juga apa saja yang telah dilalui oleh gadis ini yang menjadikannya sosok yang sangat jauh berbeda dari apa yang selama ini Kakak seperguruannya ceritakan kepada dirinya.


Hanya saja hal yang tidak pernah Sang Pangeran Kedua pikiran juga, adalah mengapa Lin Mei Li seolah dapat melihat dan mengetahui segalanya hanya dengan melihat liontin tersebut. Selain itu dia juga tahu bahwa didalam liontin giok itu tersimpan jenis racun yang sangat mematikan ini. Yang Bahakan dirinya sendiri tidak pernah sekalipun menyadarinya.


Dirinya hanya mengetahui jika Keluarga dari Kakak seperguruannya itu telah diracuni oleh seorang penghianat keluarga yang bernama Lin Fang Jie yang merupakan sepupunya. Sekaligus tunangan adiknya Lin Mei Li. Yang kakak seperguruan nya itu tuliskan dalam sebuah surat dan disertai bukti persekongkolan sepupunya itu dengan pihak musuh dan juga seseorang penguasa wilayah Chang'an yang juga merupakan kaki tangan dari seseorang yang memiliki kedudukan tinggi di Istana Kekaisaran.


Dan dengan situasi saat ini yang semua kasus pemerintahan telah terbongkar. Maka akan sangat mudah disimpulkan siapa dalang dari seluruh kejadian tragis yang telah menewaskan seluruh keluarga Lin Mei Li. Dan hanya menyisakan para Tetua dan juga Sang Paman kedua dari Lin Mei Li saja, yang masih hidup dengan cukup sejahtera selama ini.

__ADS_1


Dan saat ini tidak hanya Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi, namun Feng Nana sendiri sangat paham betul mengenai siapa dalang yang sesungguhnya dari tragedi tersebut.


Itu semua tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao dan juga keluarganya. Yang mana selama ini selalu ingin mencapai puncak kejayaannya tanpa suatu halangan yang berarti sekalipun.


Dan demi menyingkirkan segala hal yang mungkin bisa menjadi hambatan dan juga batu sandungan bagi kedudukan Pangeran Mahkota Huo Lin Jin, Mereka bahkan dengan mudahnya membuat skema besar untuk memusnahkan semua orang dan dukungan yang terkait dengan Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang merupakan kandidat terkuat yang bisa mengancam posisi putranya sebagai Pangeran Mahkota.


Sehingga mereka pun tidak segan untuk menghancurkan dan menghabisi keluarga Lin Mei Li hanya karena Kakak sulungnya merupakan kerabat seperguruan dari Pangeran Kedua Huo Juan Zi. Apalagi mereka mengetahui bagaimana reputasi dan juga kemampuan dari Ayahnya Lin Su Jin yang terkenal jujur dan juga berdedikasi tinggi untuk kebenaran.


Maka tanpa pertimbangan lagi tentu saja mereka harus segera menghancurkan orang-orang yang kemungkinan besar akan menjadi bumerang bagi kedudukan mereka. Terutama Putra tunggalnya Sang Pangeran Mahkota Huo Lin Jin. Dan yang lebih meyakinkan lagi adalah, setelah kematian ayahnya Lin Su Jin dan juga Gege nya Lin Yan Ji beserta Ibunya dan kerabat dekatnya yang selalu dekat dan membela keluarganya itu terbunuh. Tepat saat itu juga penyerangan dan juga penjarahan yang terjadi di kota perbatasan Utara itu seketika dapat diatasi dengan mudah dan seluruh keadaan bisa kembali tenang dan terkendali. Tentu saja karena siasat mereka telah berhasil. Maka mereka semua tidak perlu lagi membuang waktu dan juga harus menanggung lebih banyak kerugian lagi.


"Dan pantas saja begitu diriku dan Meimei tiba di Ibukota Kekaisaran, kami bisa begitu saja ditemukan dan ditangkap oleh bajingan itu hingga kesucian dan juga Nyawa adikku itu terenggut dariku. Ternyata semua telah diatur dengan sangat baik. Dan Lin Fang Jie orang yang mengantarkan kami hingga gerbang Ibukota itu adalah mata-mata sangat handal bagi mereka. Benar-benar sungguh rencana yang sangat besar," gumam Feng Nana dengan suara yang sangat lirih dan tidak bisa didengar dengan jelas oleh Sang Pangeran Kedua.


Feng Nana yang mengetahui bahwa pemikiran nya sama dengan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi. Dirinya pun segera berterima kasih kepada Sang Pangeran Kedua itu yang telah menunjukan semua kebenarannya kepadanya.


Dan setelah itu Feng Nana pung hendak segera berpamitan pada Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi, karena dirinya merasa bahwa semua urusannya telah selesai. Dan tidak ada pembahasan yang lain lagi.


"Terima kasih Yang Mulia Pangeran Kedua, karena Yang Mulia telah berkenan memberikan pencerahan pada saya. Dan sebagai gantinya saya ingin memberikan ini kepada Yang Mulia Pangeran Kedua, Dan setelah ini Anggap saja kita tidak saling mengenal ataupun pernah bertemu." ucap Feng Nana dengan datar dan dengan aura penyendiri yang sangat kuat, sambil menyerahkan sebuah gulungan kecil dan juga sebuah botol porselen ke tangan Sang Pangeran Kedua.


Yang sebenarnya Feng Nana yang kini telah berada di ranah Langit tingkat 1 akan sangat mudah baginya jika hanya menghancurkan formasi itu begitu saja. Namun karena dirinya tidak ingin menunjukan siapa dirinya yang sesungguhnya akhirnya dirinya pun harus menggunakan jimat formasi tersebut untuk menekan rasa penasaran Sang Pangeran Kedua Huo mengenai kemampuannya.


Dan saat ini dirinya hanya ingin menggiring pemikiran Pangeran Kedua, akan keadaannya yang seperti sekarang ini karena telah bertemu dengan seseorang yang sangat kuat untuk membantunya selama ini.


Selain itu Feng Nana juga berusaha agar Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi benar-benar tidak akan melakukan penyelidikan terkait dengan dirinya. Namun jika tidak, maka Feng Nana tidak akan segan sekalipun itu membuatnya harus berhadapan dengan sang Pangeran Huo Juan Zi dalam sebuah pertempuran maut sekalipun.


Karena bagaimanapun Feng Nana tidaklah bodoh, sehingga tidak dapat menebak pemikiran Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi, yang sedari awal dia selalu memperhatikan dirinya dengan sangat intens dan juga tatapan mata yang seolah ingin menelisik akan perasaan dan juga isi hatinya.


Yang mana hal itu sangat mengganggu dan membuat Feng Nana merasa tidak nyaman ketika berada didekat Sang Pangeran Kedua.

__ADS_1


Karena bagi Feng Nana, tidak akan pernah ada orang lain yang bisa menggoyahkan hatinya yang telah terpikat oleh seseorang meski orang itu telah tiada sekalipun. Itu bukanlah hal yang akan membuatnya menyerah untuk mencintai Pria penyayang yang selama ini Feng Nana kenal sebagai Gege nya sendiri.


Namun kini Feng Nana telah mengetahui mengenai semua kebenarannya, bahwa pujaan hatinya itu bukanlah saudara kandungnya. Itu yang membuat Feng Nana semakin mantap untuk mempertahankan perasaannya pada orang itu. Meskipun kini orang itu telah tiada, dan tidak mungkin untuk bisa kembali bersamanya di kehidupan ini.


Itulah sebabnya Feng Nana segera memutuskan untuk pergi meninggalkan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi. Karena dirinya merasa begitu tidak tahan untuk mempertahankan ketenangannya untuk waktu yang lebih lama lagi.


Apalagi setelah dirinya mengetahui dua kebenaran besar sekaligus. Tentu saja itu sangat mengguncang jiwanya.


Sedangkan di sisi Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi saat ini dirinya tengah tersenyum getir ketika dirinya telah tersadar dalam kesendirian yang dialaminya setelah Feng Nana pergi dari hadapannya begitu saja.


Namun dirinya masih tetap tenang dan duduk di ruangan itu, tanpa berusaha mengejar gadis Lin Mei Li itu. Yang dirinya tahu, bahwa saat ini gadis itu pasti butuh ketenangan untuk menenangkan suasana hatinya yang dirinya ketahui jika saat ini gadis itu pasti sangat terpukul dan juga tertekan dengan kenyataan yang baru saja Ia ketahui.


Jadi dengan bijaksana Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi, tidak menyusul dan mengikuti kepergian gadis itu.


Namun di saat Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi beranjak dari tempatnya,dan akan kembali ke istana untuk melaporkan mengenai masalah para wanita tadi terhadap Sang Kaisar.


Tiba-tiba saja dirinya di kejutkan dengan suara seorang gadis yang sangat dirinya kenali yang tengah marah. Dan suara itu berasal dari ruangan private yang tepat berada di sebelah ruangan yang dirinya tempati saat ini.


"Apa sebenarnya yang Tuan Muda Lian inginkan? Katakan saja berapa banyak bayaran yang Anda mau? Keluarga Song kami pasti akan membayar. Tapi tidak dengan harga diriku. Jadi kau jangan pernah bermimpi mengenai hal itu!" teriak Song Wei Qing dengan nada tinggi. Yang menunjukkan bahwa dirinya benar-benar sangat marah pada seseorang yang tengah berbicara dengannya.


"Qing'er, ada apa? Apa yang terjadi padanya, mengapa dirinya begitu marah?" gumam Sang Pangeran Kedua ketika dirinya mendengar suara sepupunya jauhnya itu berteriak pada seseorang.


Yah suara gadis yang sedang marah itu adalah suara sepupu jauh Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang berasal dari pihak keluarga ibu dari Neneknya yang kini lebih dikenal sebagai Ibu Suri Song.


Dan Song Wei Qing merupakan cucu perempuan dari Tetua Song yang merupakan adik kandung dari Neneknya. Namun meskipun begitu Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi juga sangat mengenalnya. karena memang hubungannya dengan keluarga besar Klan Song memang cukup dekat.


Meskipun keluarga Song bukanlah salah satu pejabat dan hanya berasal dari keluarga pebisnis Terkemuka di Kekaisaran Wuxi ini namun berkat jasa leluhurnya yang juga merupakan salah satu pendiri Kekaisaran Wuxi ini. Maka Klan Keluarga Song juga merupakan Keluarga Bangsawan yang di anugerahkan secara langsung oleh kaisar pertama yang mendirikan Kekaisaran Wuxi ini.

__ADS_1


Dan hingga saat ini, secara turun temurun status Bangsawan mereka masih tetap diakui oleh Sang Kaisar. Karena meski bagaimanapun juga Klan Keluarga Song juga sangat berjasa dalam pemberian deviden bagi kas negara dan juga, selain itu keluarga besar Song selama ini juga terkenal sangat bijak dan juga tidak pernah membuat masalah besar di Kekaisaran Wuxi ini. Sehingga tidak mengancam kedudukan Keluarga Besar Kekaisaran Wuxi itu sendiri.


"Apakah seperti ini cara Nona Song bersikap terhadap penyelamat hidup, bukan hanya nyawa mu tapi Suga saudara laki-laki mu juga bisa terselamatkan berkat jasa ku. Seharusnya Nona Song bisa lebih menghargai berkat yang telah ku berikan pada keluarga mu itu bukan?" kini Sang Pangeran Kedua mendengar suara balasan dari seorang pria yang kini tengah berselisih dengan sepupunya Song Wei Qing.


__ADS_2