Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 239


__ADS_3

Sedangkan di tempat Shen Ming Rui dan juga Shen Hu Wang berada saat ini mereka begitu terkejut karena ternyata di belakang mereka terdapat banyak binatang buas yang mengikuti mereka berdua tanpa ada keributan.


Bahkan seolah mengerti sebuah peraturan, para binatang itu bejalan secara berbaris berurutan dengan begitu rapi seperti barisan parade penyambutan tahun baru.


"Ini benar-benar luar biasa. Apakah mereka bahkan sengaja mengikuti kita berdua?" ungkap Shen Hu Wang yang merasa sangat takjub dengan pemandangan di sekitarnya.


"Apa yang kau pikirkan? Bukankah mereka hanya mengikuti Aura yang ditinggalkan oleh Lian'er yang berada di kedua cincin yang kita kenakan saat ini?" ucap Shen Ming Rui yang memiliki pemikiran yang jauh lebih luas dan juga kritis.


"Aahh.. Itu benar. Adik perempuan kita saat ini sudah sangat hebat dan kuat. Dan juga sangat cantik. Apakah kau dapat melihatnya tadi? Matanya begitu hidup dan juga bersinar-sinar seperti bintang yang sangat terang dan mengagumkan," ucap Shen Hu Wang yang kini mulai muncul sifatnya yang periang.


"Yah, kau memang benar. Aku juga sangat takjub melihat dia yang sekarang. Namun meskipun begitu, Aku sangat senang. Karena akhirnya Lian'er kita bisa memiliki wawasan dan juga kemampuan untuk membalas semua ketidakadilan yang dirinya terima selama ini," ucap Shen Ming Rui yang kini merasa sangat setuju dengan pendapat sang adik kembarnya itu.


"Tapi apapun itu, Aku sebagai Gege nya. Aku akan sangat senang jika bisa ikut memberikan dan menegakkan keadilan untuk nya dan juga Yu Lin. Bahkan jika itu terhadap orang-orang dari Kediaman Jenderal sendiri.Ku rasa itu cukup pantas, karena memang sikap mereka selama ini sudah sangat keterlaluan dan diluar batas," teguh Shen Hu Wang dengan pendiriannya.


"Sejujurnya jika saja aku tidak memandang hubungan Ayah kita dengan Kediaman Keluarga Shen. Aku sendiri bahkan sudah tidak tahan memiliki nama Marga yang sama terhadap orang-orang yang sangat tidak tahu diri seperti mereka. Apalagi kita tahu jika Ayah bukanlah salah satu keturunan dari keluarga Shen itu." gumam Shen Ming Rui yang kini benar-benar merasa sangat enggan mengakui identitasnya menjadi salah satu orang dari Kediaman Jenderal Shen.


"Hei Gege, bagaimana jika kita ikut keluar dari Kediaman yang dipenuhi oleh penghianat itu? Sepertinya dengan begitu mungkin Ayah kita yang sangat baik itu akan segera sadar harus memilih dan juga mengambil tindakan mengikuti jejak kita? bagaimana menurutmu Gege?" tanya Shen Hu Wang yang kini memiliki rencana licik untuk memeras ayahnya sendiri.


"Kau pikir itu akan semudah itu? Ayah pasti akan sangat berpikir sangat keras jika itu terjadi. Dan bahkan kita justru hanya akan menyiksa orang tua penyayang itu. Huhh...," timpal Shen Ming Rui yang merasa sedikit tidak puas dengan kepribadian ayahnya yang sangat lembut itu.


"Yah, kau memang benar Gege, Ayah pasti tidak akan sanggup untuk memilih atau bahkan mengambil tindakan untuk menghindari salah satu pihak. Entah itu Lian'er ataupun keluarga Shen yang telah berjasa itu pasti akan sangat membingungkan bagi Ayah. Tapi ya sudahlah, itu urusan mereka. Dan yang jelas Aku Rong Hu Wang akan selalu berada di pihak adik kesayangan ku Lian'er kecil," ucap Rong Hu Wang yang kini sudah tidak ingin menggunakan marga Shen lagi pada namanya.


Karena dirinya lebih memilih menggunakan marga Asli dari Ayahnya yang memang berasal dari Klan Rong yang sangat terkenal dan melegenda karena berhasil mendirikan sebuah Sekte terbesar dan paling disegani karena bersifat misterius di seluruh Daratan Nanxuang ini.


Bahkan konon dikatakan bahwa ribuan tahun yang lalu Patriark dari Sekte termasyur seperti Sekte Naga Emas ini memiliki sebuah keterikatan dengan Penguasa Kekaisaran Langit.

__ADS_1


Sehingga membuat seluruh keturunan mereka diberkati dengan kemampuan dan juga ketampanan bagaikan Dewa.


Hanya saja di masa sekarang ini, semua legenda tersebut sudah banyak dilupakan dengan tenggelamnya Sekte Naga Emas dari peradaban dunia persilatan.


Bukan karena mereka mengalami penurunan dalam kualitasnya namun saat ini Sekte Naga Emas menjadi semakin misterius dan sangat sulit di tembus oleh siapapun. bahkan dalam setiap sepuluh tahun sekali dalam sekte tersebut hanya akan menerima paling banyak sepuluh orang murid baru yang memiliki klasifikasi sangat tinggi.


Bahkan mungkin hanya Sang jenius dari para jenius saja lah yang mampu memenuhi kriteria sebagai calon murid Sekte Naga Emas.


"Jika adikku sudah berkata demikian. Maka sebagai kakak, aku Rong Ming Rui juga akan bersumpah atas nama langit dan bumi bahwa Selamanya Aku akan menjadi pendukung sekaligus pelindung bagi adik kecil ku Xi Lilian. Meskipun apa yang akan terjadi, Aku bersedia mengorbankan seluruh hidup dan nyawa ku sendiri demi dirinya," sumpah Rong Ming Rui yang kini juga memutuskan untuk melepaskan marga Shen dari belakang namanya.


"Dhuarr...Chtarrrrt..." suara Guntur dan kilat yang bergemuruh di atas langit Hutan Sunyi. Yang menandakan bahwa sumpahnya telah diterima oleh surga.


Setelah itu kedua kakak beradik kembar itu saling berpandangan dan juga menampilkan senyum smrik yang sangat khas dari masing-masing mereka berdua.


Sedangkan di suatu tempat yang tidak jauh dari keberadaan kedua pria kembar itu terdapat empat orang yang kini tiba-tiba saja dikejutkan dengan suara Guntur yang sangat menggelegar dan juga kilatan petir yang sangat menakutkan yang seolah akan menargetkan mereka berempat.


"Aarrggghhh... aahhhh.... " teriak Shen Zhu Yan yang sangat ketakutan hingga akhirnya dirinya berlari kembali dan bersembunyi dalam pelukan Gege nya Shen Yuan Li.


Yang mana Shen Yuan Li juga refleks untuk mendekap dan menyembunyikan sang adik dalam dekapannya yang hangat. Seolah dirinya tidak ingin jika adik ya itu mengalami hal buruk, dan dirinya sangat siap untuk melindungi Sang adik dengan apapun yang terjadi.


"Aahh... aaaaa... apa ini? apa yang terjadi?" teriak Shen Fei Fei yang seketika menutup telinga dan juga matanya sambil berjongkok di tanah.


Karena jujur saja saat ini Shen Fei Fei merasa sangat ketakutan. sebab dirinya tidak tahu hal apa yang terjadi. Sehingga terjadi sebuah Guntur dan juga petir yang tampak sangat kuat dan juga tidak seperti petir biasa.


Berbeda dengan Jiejie nya yang penakut saat ini Shen Hao Chen malah justru sedang bertanya-tanya mengenai apa yang baru saja terjadi sehingga mampu menimbulkan suara Guntur dan juga kilatan petir surgawi semacam itu.

__ADS_1


Bahkan saat ini Shen Hao Chen masih saja memikirkan penyebab munculnya petir surgawi yang baru saja terjadi.


Hingga saat ini banyak pemikiran liar muncul dalam benak bocah kecil seperti Shen Hao Chen itu. bahkan dalam tebakannya dirinya berpikir jika ada seseorang yang beruntung mendapatkan sebuah harta ataupun berkah dari langit di dalam Hutan Sunyi ini.


Hanya saja bocah kecil yang masih sangat naif seperti Shen Hao Chen ini sama sekali tidak akan pernah menyangka jika petir surgawi yang baru saja terjadi itu merupakan hasil sumpah dua orang yang bertekad untuk meninggalkan keluarga Shen dan juga berupaya untuk membalaskan ketidakadilan yang dialami oleh dua saudaranya dan juga bibi mereka alami selama ini yang hampir terjadi.


"Gege, Jiejie apakah itu Petir Surgawi yang telah di alami oleh seseorang yang telah berhasil mendapatkan berkah surga? Tampaknya rumor yang mengatakan bahwa Hutan Sunyi ini banyak menyimpan kekayaan Rahasia itu sepertinya memang benar adanya," ucap Shen Hao Chen yang justru tampak kagum dengan mata penuh binar.


Benar-benar reaksi yang sangat berbeda dari apa yang ditunjukan oleh saudara dan saudarinya.


Dan saat ini setelah ketiga orang yang lainnya mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Shen Hao Chen. Mereka pun segara sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu tampaknya sangat memalukan bagi seorang kultivator.


Jadi tanpa menjawab perkataan Shen Hao Chen, mereka pun segera bergegas dan memperbaiki sikap dan bertindak seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


Dan Shen Hao Chen pun sama sekali tidak menghiraukan apa yang terjadi pada saudara dan saudarinya. Ia bahkan begitu Asyik dengan pemikirannya sendiri.


Bahkan bocah lelaki itu masih sempat memperhatikan lokasi kejadian dari Petir Surgawi tersebut.


"Sepertinya Petir Surgawi itu terjadi tidak jauh dari sini? Aku sangat penasaran, apakah aku memiliki keberuntungan untuk bisa bertemu seseorang yang diberkati surga itu?" gumam Shen Hao Chen lagi, yang mana hal itu sangat mengejutkan ketiga orang yang bersamanya saat ini.


"Mungkinkah apa yang dikatakan oleh Chen'er itu memang benar adanya? Jika memang begitu, bukankah sebaiknya kami datang dan mencari tahu. Siapa tahu saja kami akan bisa mendapatkan sebuah keuntungan juga dari seseorang itu. Selain itu memiliki relasi seorang yang kuat dan diberkati itu juga akan semakin membuat kami lebih dipandang oleh semua orang ketika kami kembali nanti," pikir Shen Zhu Yan yang memang pikirannya hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri saja.


Tanpa pernah memikirkan apakah itu benar-benar akan berjalan seperti apa yang dirinya inginkan atau tidak.


Begitu juga Kedua orang lainnya yang berpikiran hampir sama dengan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2