
Akhirnya Xi Lilian memutuskan untuk kembali masuk dalam kediaman itu kemudian langsung melesat menuju sebuah paviliun yang sepi dan juga kumuh.
Bahkan tidak ada seorang penjaga pun yang ditempatkan oleh orang-orang kediaman Yun ini, untuk seorang putri yang dilahirkan oleh wanita yang telah mengubah kehidupan keluarga rendahan tersebut menjadi sebuah keluarga yang terpandang seperti saat ini.
Di mata mereka para anggota Keluarga Yun gadungan itu, di dunia ini memang tidak ada yang lebih penting jika dibanding dengan uang.
Bahkan keluarga pun tidak lagi berharga jika di hadapkan dengan uang dan harta berharga lainnya.
Saat Xi Lilian telah memasuki kawasan tempat untuk istirahat, Ia hanya melihat suasana yang sepi dingin dan juga agak kumuh disekitarnya.
Hanya ada seorang pelayan kecil yang tengah berjaga malam di depan pintu sebuah kamar yang ukurannya cukup kecil jika ditempati oleh seorang Nona Muda yang dulunya hidup dengan mewah dan juga mendapat perhatian penuh dari semua orang.
Namun saat ini dia harus berpuas diri hanya dengan paviliun kecil itu, karena Ia masih beruntung masih bisa tinggal di Kediaman Keluarga Yun ini.
Ya, wanita yang Xi Lilian maksud tak lain adalah Yun Jin Lie yang telah diusir dari Kediaman Jendral. .
Akibat sebuah kasus yang sangat amoral menggemparkan seluruh Ibukota Kekaisaran Wuxi.
Saat ini Xi Lilian yang berada di atas pohon sambil memantau situasi di sekitar paviliun yang tengah ditempati oleh Yun Jin Lie.
Namun tiba-tiba terdengar suara makian dan teriakan yang begitu menggelitik hatinya.
Dan Xi Lilian tau dengan benar siapa tuan dari suara itu.
Ya, itu adalah suara Yun Jin Lie yang tengah meratapi nasib buruk yang menimpa dirinya.
“Sungguh keterlaluan, seorang Nona Besar seperti diriku ini kenapa ditempatkan di kediaman yang reot dan jelek seperti ini. Dan apa ini? Tidak ada satu barang mewah pun yang ada di kamar ini, bahkan selimut pun hanya seperti ini kain kualitas rendah yang hanya pelayan yang sering menggunakan semua ini,” teriak Yun Jin Lie memekakkan telinga.
“Mereka para benalu itu tidak pernah melihat dirinya dicermin, sehingga mereka semua melupakan bahwa semua harta di kediaman Yun ini adalah pemberian ibuku. Dan itu artinya semua ini milikku. Kenapa mereka menempatkan ku di tempat seperti ini, sedangkan mereka hidup dengan nyaman atas hasil jerih payah ibuku. Dasar orang-orang tidak berguna, tidak tau malu dan tidak mengenal balas Budi. Sungguh kurang ajar.” Marah Yun Jin Lie memaki semua penghuni Kediaman Yun ini.
__ADS_1
Bahkan pelayan yang menunggu di depan pintu tadi yang mendengar teriakannya hanya diam saja, bahkan dengan enakny tidur terduduk seolah tidak ada suatu apapun yang mengganggu hidupnya.
Sedangkan Xi Lilian yang mendengarnya hanya tersenyum sinis.
“Bukankah yang kau katakan itu adalah dirimu sendiri dan ternyata itu memang sifat dan mental yang diturunkan oleh Tetua Keluarga Yun kalian itu. Dan saat ini kau mengumpati mereka? Apakah kau tidak merasa jika kau sendiri seperti itu,” gumam Xi Lilian yang kemudian beranjak dari pohon tempatnya mengintai dan mendengarkan tadi.
Dan saat ini Xi Lilian telah berada di dalam kamar yang di tempati oleh Yun Jin Lie.
Disana Xi Lilian bisa melihat seorang wanita kurus yang tertelungkup di atas tempat tidur kecil yang terlihat telah usang.
Dengan keadaan yang cukup mengenaskan karena dapat dilihat jika luka-lukanya bekas dari hukum cambukan itu masih nampak sangat jelas.
Bahkan terlihat lebih buruk karena infeksi yang dialami semakin serius, akibat terlalu lembab dan juga tidak pernah dibersihkan dengan benar.
Selain itu dapat dilihat bahwa sebagian kulit dan daging yang dibiarkan terbuka begitu saja tanpa di balut dengan kain maupun kasa itu tampak mulai membusuk.
Sedangkan Xi Lilian yang melihat hal tersebut dari kegelapan menyeringai, karena iay memiliki suatu rencana yang akan semakin membuat orang yang telah membuat nya menderita dimasa lalu ini. Bisa merasakan hal yang sama dan bahkan lebih menyakitkan dari pada saat ini .
“Dasar kalian semua tidak tau diri, lihat saja...lihat saja nanti ketiaka aku telah sembuh dari cidera ku ini. Akau akan meminta ibuku untuk menghukum kalian semua sesuai dengan keinginanku” teriak Yun Jin Lie.
"Lihatlah nanti ketika saat itu tiba, maka akan ku pastikan, jika aku akan menghukum kalian semua dengan kekuatanku sendiri. Apa kalian semua lupa bahwa aku adalah sang genius kultivasi diusia semuda ini?" teriak gadis itu semakin kencang.
“Apalagi saat ini bahkan ibuku masih menjadi kesayangan dari Ayah ku Sang Jendral Besar yang berjasa besar untuk Kekaisaran ini. Ditambah dengan kehamilannya dia pasti akan lebih disayang lagi, sehingga apapun keinginannya akan terpenuhi dan diusahakan oleh ayahku. Dan ketika aku sembuh nanti aku akan minta ibu agar ayah mau memaafkan ku dan menjadikan ku anak kesayangannya lagi. Ketika saat itu tiba, maka lihatlah aku akan membalaskan semua hutang ini kepada kalian semua. Apa kalian dengar itu.” Kata Yun Jin Lie meronta-ronta sambil memukuli kasur yang ia tempati saat ini dengan sekuat tenaganya.
Saat setelah menyelesaikan rutukan panjangnya, akhirnya Yun Jin Lie kini merasakan kecapaian sehingga Ia menghembuskan nafasnya dengan ngos-ngosan.
Setelah itu dia mulai memosisikan kepalanya pada bantalan karena Ia ingin segera beristirahat.
Dan memimpikan hari-hari yang indah, ketika Ia bisa kembali ke kediaman Jendral Besar Shen, Dan menjadi permata dalam kediaman itu kembali.
__ADS_1
Karena dia merasa dengan segala bakat dan juga kemampuan yang dia miliki itu lebih berharga daripada hal buruk yang telah menimpanya kala itu.
Selain itu Yun Jin Lie juga belum mengetahui kondisi di luaran sana yang telah tersebar rumor yang begitu menggelegar.
Sehingga bukan hanya rakyat Kekaisaran Wuxi saja yang mengetahui hal tersebut. Namun juga para Penguasa dari empat Kekaisaran tetangga yang telah bertandang ke Kekaisaran Wuxi ini sejak beberapa pekan lalu.
Untuk mengikuti Perayaan Festival Bunga yang akan diadakan secara bergilir ke seluruh Kekaisaran.
Dan kebetulan tahun ini Festival Bunga kali ini akan diadakan di Kekaisaran Wuxi.
Selain itu mereka para Penguasa dari keempat Kekaisaran tetangga juga sengaja hadir untuk melakukan penyelidikan dan interogasi masalah yang memang menyangkut dengan kekaisaran mereka semua.
Yaitu masalah pemalsuan Mustika Bintang Paras yang dilakukan oleh Permaisuri Kekaisaran Zhong dan keluarga besarnya.
Dan saat ini mereka para penguasa dari keempat kekaisaran tetangga dan juga para menterinya juga telah mengetahui mengenai rumor tersebut.
Bahkan banyak dari mereka yang juga merasa simpati dengan apa yang menimpa Sang Jendral Perang Kekaisaran Wuxi itu.
Sebagian besar dari mereka juga ingin menuntut keadilan bagi kediaman Jendral Besar Shen.
Akan tetapi lebih tepatnya adalah untuk mendapatkan keadilan bagi Putri Kekaisaran Wexia yang telah menjadi korban dalam kasus ini.
Sekian lama Yun Jin Lie berkoar-koar namun tidak ada yang menyahutinya sama sekali. Dan membuatnya cukup tertekan dengan kondisinya yang sekarang.
Akan tetapi berbeda untuk kali ini. Tiba-tiba saja ada suara yang terdengar sangat merdu menyahuti perkataanya tadi.
“Apakah seyakin itu Nona Yun, jika kau bisa kembali lagi ke Kediaman Sang Jendral? Apakah tidak ada seorangpun yang memberi tahu kepada mu, tentang apa saja yang telah terjadi diluaran sana? Sehingga Nona, ah maaf sepertinya saat ini Anda bukan lagi seorang Nona, tapi lebih tepat jika dipanggil dengan sebutan Nyonya. Bukankah begitu...” kata Xi Lilian terhenti oleh teriakan beringas dari lawan bicaranya.
“Berhenti....!!! Apa yang kau katakan itu. Aku tau kau itu hanya iri saja terhadap diriku. Karena bakat dan kedudukan ku di kediaman Jendral Besar Shen. Iya kan, katakan saja jadi tidak perlu mulutmu itu mengucapakan omong kosong. Tentang kejadian di luar sana? Mereka saat ini pasti sedang menyesali perbuatan mereka terhadap diriku ini,yang merupakan kecantikan dari kekaisaran ini dan juga salah satu Nona Besar yang paling berbakat,” kata Yun Jin Lie yang sangat tidak tau diri dan urat malunya sudah benar-benar putus.
__ADS_1
Xi Lilian yang mendengarkan perkataan Yun Jin Lie barusan hanya berdecih dan menyindirnya dengan sinis.
“Chiihhh, memang kalau anak seorang gundik yang tak tau malu sepertimu itu, hanya bisa sembarangan bicara tanpa memandang dan melihat identitas dan juga keadaan mu saat ini yang sungguh tragis,” kata Xi Lilian memancing emosi lawan bicaranya.